
Menarik napas dalam-dalam, Ark mempercepat langkahnya. Cepat, lebih cepat ... sosoknya langsung melesat dengan kecepatan luar biasa.
KLANG!
Simon menangkis serangan Ark dengan ekspresi tenang. Saat itu juga, lantai di bawahnya langsung dipenuhi dengan retakan karena dampak benturan mereka. Menggenggam erat pedangnya, pria itu langsung menghempaskan Ark mundur beberapa meter sambil berteriak.
“Tembak!”
Lebih dari seratus anak panah langsung melesat ke arah Ark. Mengetahui kalau terlalu membuang tenaga jika menangkis semuanya, pemuda itu langsung memilih menghindari anak panah. Saat menghindari semua anak panah, ekspresi Ark langsung berubah ketika melihat sosok pria yang membawa dua belati muncul dari belakangnya.
Swoosh! Klang!
Ark langsung menangkis serangan menyelinap. Dia memutar tubuhnya lalu menendang perut orang itu. Saat pria itu terpental mundur beberapa meter, sosok Simon yang membawa pedang langsung muncul dari samping lalu menebas dengan keras.
Sadar sulit menghindari serangan dalam posisinya, Ark langsung menangkis serangan dengan tangan kirinya.
“Tembak!”
Sosok Ark langsung melompat mundur dengan cepat. Namun sangat disayangkan, salah satu anak panah masih mengenainya. Belum lagi, itu anah panah dari salah satu jenderal yang langsung melubangi bagian kiri perutnya.
Karena pertarungan itu terlalu cepat, para prajurit yang berbaris benar-benar terpana. Sama sekali tidak menyangka kalau mereka bertarung dengan cara seperti itu.
Melihat darah yang menetes ke lantai, Ark sama sekali tidak merubah ekspresinya. Melihat ke arah musuh yang menstabilkan napas mereka, dia langsung membuang jubah yang mengganggu pergerakannya. Pemuda itu mengendurkan otot-ototnya lalu memegang erat kedua gagang pedangnya.
‘Sebenarnya aku ingin menghemat energi untuk pertarungan berikutnya, tapi ... tampaknya itu tidak akan berhasil.’
Mata di balik topeng mulai menyala seperti rubi yang berkilau ketika terkena cahaya. Energi merah gelap muncul dari dalam tubuhnya, melapisi seluruh bagian tubuh dan juga kedua pedang di tangannya.
Melihat perubahan jelas itu, Simon langsung berteriak.
“Lakukan!”
Bersama dengan teriakannya, momentum lima orang termasuk dirinya langsung naik. Tubuh mereka menjadi lebih padat, otot-otot lebih kencang, dan ekspresi mereka menjadi lebih brutal. Uap panas juga muncul mengelilingi tubuh mereka.
Tatapan mata Ark dan Simon bertemu. Saat itu juga, mereka berkata serempak.
“Bunuh!”
SWOOSH!
Tiga orang langsung menghilang dari penglihatan banyak orang.
KLANG!
__ADS_1
Pedang Ark dan Simon bertabrakan, dampaknya langsung membuat tanah di bawah mereka dipenuhi dengan retakan. Ark langsung menebas dengan pedang di tangan kirinya, tetapi instingnya langsung meneriakkan bahaya. Dia langsung menendang Simon lalu melompat mundur.
Benar saja, tiga anak panah yang hampir menyamai kecepatan peluru sniper langsung menembus tanah tempat dia berdiri sebelumnya. Mendecak, Ark langsung melesat ke arah para pemanah khusus yang berada ribuan meter jauhnya.
Baru ratusan meter maju, Ark melihat Simon dan bawahannya muncul di kiri dan kanannya. Ekspresi pemuda itu langsung berubah menjadi lebih dingin.
“Mana mungkin kami akan membiarkanmu, Hades!”
Klang! Klang! Klang!
Ark langsung menyerang Simon dan rekannya dengan kecepatan luar biasa. Anehnya, Simon dan rekannya bisa menangkis serangannya. Jelas, mereka bukanlah orang biasa. Keduanya akrab dengan seni bertarung.
Memperhatikan setiap gerakan mereka, Ark bergumam.
“Tentara?”
BANG!
Serangan keras membuat Ark mundur beberapa meter. Simon menatap ke arah Ark dengan senyum di wajahnya.
“Tepat.”
Mendengar itu, ekspresi Ark menjadi agak berat. Awalnya dia berpikir kalau Simon adalah pendeta yang beruntung atau orang biasa. Pemuda itu sedikit tidak menyangka kalau seorang tentara memilih untuk membuat sekte semacam itu daripada mendirikan kerajaannya sendiri.
“Tampaknya aku benar-benar tidak bisa menghemat tenaga.”
***
Sementara itu, di tempat Evans berada.
KLANG!
Sosok Evans terpental mundur belasan meter. Melihat ratusan orang yang mengelilinginya, ekspresi pemuda itu berubah menjadi berat.
“Bagaimana kalian bisa berada di sini?”
Selain satu Jenderal, ada sekitar dua puluh orang level 2 dan delapan puluh orang level 1. Baginya yang sangat jarang berhadapan melawan lebih banyak musuh, pertarungan ini jelas berat sebelah. Belum lagi, ada juga seorang jenderal yang datang.
Berbeda dengan Anthony yang datang untuk main-main, orang itu langsung bertarung dengan serius!
Kelelahan setelah bertarung melawan Anthony lalu harus menghadapi seorang jenderal dan pasukannya, ekspresi Evans benar-benar tampak buruk. Meski tidak merasa takut, dia juga tidak yakin bisa mengalahkan mereka semua.
“Aku ditugaskan oleh Tuanku untuk menggagalkan tugas kalian. Tidak tahu apa yang coba kalian lakukan, Tuanku percaya semuanya akan menjadi merepotkan jika semuanya berjalan lancar. Jadi kami ditugaskan untuk menghentikan kalian.”
__ADS_1
“Cih!”
Evans meludah. Ekspresinya benar-benar tampak buruk. Melihat perubahan situasi, dia merasa kalau dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menang. Meski begitu, pemuda tersebut bertekad bertarung mati-matian. Hanya saja, kejadian tidak terduga tiba-tiba terjadi.
BLARRR!!!
Suara ledakan keras yang muncul bersama dengan guncangan lalu disusul asap tebal langsung terjadi. Bukan hanya Evans, tetapi pasukan lawan yang mengelilinya juga terkejut.
Pada saat asap memudar, mereka semua melihat sebuah pedang besar dan panjang yang menancap di antara Evans dan jenderal Crux of Shadow. Saat itu, sebuah bayangan jatuh dari langit dan mendarat di atas gagang pedang dengan santai. Kemudian, suara gadis kecil yang ceroboh dan kekanak-kanakan menggema.
“Salah satu Jenderal dari Sword of Sufferings, The Legendary Beast Tamer ... Lisa datang untuk bertugas!”
“...”
Saat itu, suasana langsung menjadi sunyi. Evans berkedip, tampaknya tidak bisa memproses apa yang terjadi. Dia juga tidak tahu apa yang tiba-tiba diucapkan oleh sosok gadis yang baru saja tiba. Hanya saja, pemuda itu merasa tidak yakin.
Bukan hanya suaranya yang terdengar kekanak-kanakan, tetapi penampilannya juga sama. Bahkan jika memakai jubah dan topeng hitam ... dia masih terlihat sangat pendek.
‘Mungkinkan kakak benar-benar mempekerjakan gadis di bawah umur?’
Mengabaikan orang-orang yang tercengang, Lisa melompat turun sambil mengeluh.
“Ugh! Jatuh langsung ke atas gagang pedang membuat kakiku mati rasa.”
Setelah mengatakan itu, Lisa memegang gagang pedang lalu mencabutnya. Gadis itu kemudian meletakkan bagian belakang pedang di pundaknya, menatap ratusan orang dengan ekspresi tak acuh di balik topengnya.
Penampilan yang membingungkan dimana seorang gadis kecil membawa pedang yang lebih besar daripada tubuhnya muncul di mata orang-orang.
Lisa menoleh ke belakang. Melihat penampilan Evans, gadis itu memiringkan kepalanya.
“Penampilanmu agak mirip dengan Ketua Bau, tetapi kenapa kamu begitu lemah? Bukankah kamu juga berada di level 3? Ah! Kamu juga tampak lebih bodoh! Apakah kamu benar-benar adiknya ketua Bau?”
“...”
Meski biasa dibanding-bandingkan, pemuda itu tidak lagi tenang seperti biasanya. Entah kenapa, ucapan gadis kecil itu membuatnya jengkel.
“Aku-“
“Diam dan duduk manis di sana, Bocah!”
Lisa berkata dengan bangga. Gadis itu kemudian menunjuk ke arah dirinya sendiri sambil berkata dengan nada penuh percaya diri.
“AKU YANG AKAN MENGURUS SISANYA!”
__ADS_1
>> Bersambung.