
Jika disuruh untuk memilih, Ark sama sekali tidak ingin bertemu dengan orang itu.
Ada beberapa alasan. Di kehidupan sebelumnya, Silvia, entah kenapa wanita itu terus mengejar dirinya. Bukan hanya mengejar, tetapi berulang kali mencoba untuk membunuhnya. Mengingat ekspresi dingin di wajah wanita itu, Ark merasa agak bingung. Dirinya jelas tidak memprovokasi Silvia, tetapi wanita itu berusaha untuk membunuhnya.
Selain itu, di kehidupan sebelumnya, Silvia adalah pemilik slime jenis terakhir, Cursed Slime.
Itu berarti, kemungkinan kecil dimana tiga slime berasal dari kota ini memang benar. Namun ada sesuatu yang cukup aneh. Yaitu jejak keberadaan Silvia. Jika Silvia memiliki Cursed Slime, tidak ada alasan baginya untuk bergabung dengan Crux of Shadow. Ark juga penasaran, di kehidupan sebelumnya Silvia jelas selamat sampai babak akhir sementara sisa orang di kota termasuk dua pemilik slime lain dimusnahkan pasukan Raja Semut.
‘Tampaknya semuanya tidak sesederhana yang aku kira ...’
Mengabaikan para bawahannya yang terkejut, Ark langsung bergegas ke depan. Dia langsung menuju ke tempat Silvia dan pasukan Crux of Shadow berada.
Pada saat pemuda itu mendekat, Silvia langsung memberi isyarat bagi orang-orangnya untuk berhenti. Wanita itu lalu menatap sosok yang berdiri di atas atap dengan ekspresi tak acuh di wajahnya.
“Apakah kamu Hades yang orang-orang itu bicarakan?”
“...”
Ark tidak berbicara, tetapi mengangguk ringan sebagai jawaban.
Melihat itu, mata Silvia menyempit. Dia kemudian menarik pedangnya, lalu bergegas ke arah Ark tanpa mengucap sepatah kata.
Silvia langsung mendekati Ark dengan kecepatan luar biasa. Saat menginjakkan kaki di atap, sosok itu langsung menghilang. Ketika muncul, dia sudah berada di samping Ark dan menebas dengan tak acuh.
KLANG!
“Seperti biasa ... setelah mengkonfirmasi target, bunuh langsung tanpa mengucap sepatah kata.”
“Itu benar-benar gayamu, Silvia.”
Sosok Silvia melompat mundur beberapa meter. Berdiri di atas atap, keduanya saling memandang. Tubuh Silvia sedikit gemetar ketika melihat ke arah Ark. Dengan mata terbelalak, dia bergumam.
“Ark?”
Melihat gerakan Silvia berhenti, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian melapas topengnya. Memiliki senyum lembut di wajahnya, pemuda itu berkata.
“Senang bertemu denganmu, Silvia.”
__ADS_1
KLANG!
Ark langsung terkejut ketika melihat Silvia yang langsung muncul di depannya dan menikam dengan kejam. Menangkis serangan itu, ekspresinya langsung berubah menjadi serius. Dia langsung mengubah posisi kaki lalu menghempaskan gadis itu mundur beberapa meter.
Silvia memutar tubuhnya lalu meluncurkan tendangan ke leher Ark. Pemuda itu langsung mengubah posisi, dan menangkis tendangan wanita itu dengan tangan kirinya. Namun masih terpental ke samping lebih dari tiga meter.
“Apakah kamu harus begitu kejam kepada rekanmu sendiri, Silvia?” tanya Ark dingin.
“Rekan? Apakah kamu tidak mengatakan sesuatu yang salah, Ark?
Sejak kejadian itu, kamu tidak pernah pergi ke markas. Kamu hanya menjalankan misi dan tidak pernah muncul dalam pertemuan. Kamu bahkan meninggalkan dua gadis yang kamu sebut sebagai adik. Meski begitu, kamu bilang ... orang-orang dari Reign of Shadow adalah rekanmu?”
Melihat tatapan penuh kebencian di wajah Silvia, Ark merasa ada suatu alasan yang mendasari kemarahannya. Pemuda itu tidak bisa tidak berpikir.
‘Apakah ada masalah ketika aku tidak berada di sana? Jika ada ... masalah apa?’
Melihat ekspresi marah yang tidak wajar di wajah Silvia, Ark merasa agak bingung. Meski begitu, dia tidak melupakan tujuan awalnya. Pemuda itu melirik ke arah para anggota Crux of Shadow. Saat itu, bisikan dingin terdengar di telinganya.
“Beraninya kamu memperhatikan hal lain ketika melawanku, Ark.”
KLANG!
Klang! Klang! Klang!
Dua pedang terus bertabrakan dengan kecepatan luar biasa. Jika orang biasa melihatnya, mereka hanya akan melihat bayangan hitam yang terus melintas di atas atap serta beberapa bunga api ketika pedang saling bertabrakan.
BRUAK!
Sedikit lengah, Ark langsung menerima tendangan kuat tepat di dadanya. Pemuda itu langsung terhempas belasa meter, jatuh ke tanah dengan keras.
“Kami akan membantu, Nona Silvia!”
Banyak orang bergegas ke arah Ark. Sebelum Silvia mengatakan sesuatu, bayangan melintas, dan beberapa kepala langsung dipenggal.
Ark kemudian berdiri dengan pakaian penuh debu. Pemuda itu meludahkan sesuap darah lalu menatap ke arah Silvia yang berdiri di atas atap sambil memandanginya.
‘Wanita ini ...’
__ADS_1
Ark mengeluh dalam hati. Pikirannya menjadi agak kacau. Meski banyak makan, tubuhnya masih jauh dari kata ‘sembuh’. Selain itu, dia mengetahui kekuatan Silvia saat ini, yaitu tingkat 4. Jauh lebih baik dibandingkan dirinya ketika melawan Raja Semut.
Apa yang menjadi masalah bukan hanya level wanita itu, tetapi juga kemampuan bertarungnya dan skill yang dibawa oleh Cursed Slime. Ark sendiri sangat yakin, Silvia bukan orang yang mendapatkan generasi dua Blood Slime karena kekuatannya terlalu tinggi. Dia juga yakin, wanita dingin dan cerdas itu telah menguasai skill yang diberikan oleh Cursed Slime.
“Tampaknya kamu menjadi semakin tumpul, Ark.”
Sepasang mata dingin itu menatap ke arah Ark.
“Tampaknya kamu telah membebaskan ‘wanita gila’ itu. Apakah kehidupan nyaman dengannya membuatmu begitu tumpul seperti ini?”
Setelah kalimat tersebut selesai diucapkan, sosok Ark telah menghilang dari tempatnya. Pada saat muncul, dia sudah berada di depan Silvia dengan pedang yang diwarnai dengan cahaya merah. Bukannya terkejut, sebuah pedang yang diwarnai dengan cahaya ungu berayun dengan kuat.
Kedua pasang mata saling memandang dengan dingin sambil mengayunkan pedang dengan sekuat tenaga.
BLARRR!!!
Kepulan asap menyebar, hampir menutupi beberapa bangunan di sekitar. Bangunan di bawah keduanya langsung dipenuhi dengan retakan. Kaca di jendela langsung pecah menjadi bubuk lalu berhamburan seperti kepingan salju.
Saat itu, suara jentikan jari terdengar dan asap di atas atap menyebar.
Sosok Silvia melihat banyak anggota Crux of Shadow mati, dan banyak sosok berjubah yang melesat pergi melalui terowongan. Wanita itu kemudian menyeka darah yang mengalir dari mulutnya. Dia melirik ke tempat Ark tadinya berdiri yang sekarang penuh dengan darah lalu ke arah terowongan dimana Ark dan bawahannya pergi.
Apa yang Ark lihat bukanlah bakat Silvia yang terbangung, tetapi kemampuan Cursed Slime ...
Mampu membuat inangnya menjadi esper, atau pengguna telekinesis!
“Nona Silvia, orang-orang dari Sword of Sufferings melarikan diri! Selain itu, kelompok Spirit of Fire telah dikalahkan. Haruskah kita memindahkan mereka atau melakukan eksekusi secara langsung?”
“Tinggalkan mereka sendiri.” Silvia berkata dengan nada tak acuh. “Aku tidak suka mengambil hadiah atas pekerjaan orang lain.”
“T-Tapi ... bukankah kita diminta untuk mengurus-“
Jleb!
Silvia menunjuk ke arah pria itu. Sebuah belati langsung menancap di kepalanya. Mengabaikan orang-orang yang ketakutan, gadis itu menatap ke arah terowongan dengan tangan mengepal erat.
‘Sampai sekarang ... kenapa kamu masih tidak bisa melupakan wanita itu, Ark?’
__ADS_1
>> Bersambung.