Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Persiapan Selesai! (H-1)


__ADS_3

Hampir satu setengah bulan kembali berlalu.


Di pinggiran taman kota, sosok Ark sibuk menata beberapa benda. Memasukkannya ke dalam kereta. Apa yang dia tata dengan ekspresi serius di wajahnya adalah beberapa benda mengkilat yang tampak seperti logam. Itu adalah lima tanduk kumbang, dua dari kumbang capit dan tiga dari kumbang atlas. Selain tanduk, ada juga empat pelindung sayap dan cangkang tubuh yang kokoh.


"Ketua~"


Melihat ke arah Lisa yang memanggilnya dengan nada manja, Ark mengerutkan keningnya. Tanpa sedikitpun keraguan, pemuda itu membalas dengan nada dingin.


"Tidak. Satu dari tanduk kumbang atlas untuk Jay, dua dari kumbang capit untuk Kurona dan Shirona. Sama sekali tidak ada sisa untukmu.


Lagipula, kamu sudah memiliki dua belati baru, kan?"


Mendengar ucapan Ark, Lisa cemberut. Sebelumnya, Ark telah memroses delapan kaki laba-laba raksasa menjadi tombak dan pedang pendek. Empat kakinya dibuat menjadi dua tombak. Satu diserahkan kepada Darin dan satu dia simpan. Sedangkan empat kaki lainnya diubah menjadi empat pedang pendek yang ringan dan tajam. Dua pedang untuk Lisa dan dua lainnya untuk Abigail. Jadi tiga orang anggota inti yang berlatih Tarian Kupu-kupu dan Lebah memiliki senjata bagus. Darin si pengguna tombak juga mendapatkan senjatanya.


Jadi saat itu, Jay merasa sangat tertekan. Sebagai wakil ketua, dia benar-benar menggunakan pedang usang. Dia terus mengeluh kepada Ark, tetapi ketua dari Sword of Sufferings tersebut menolaknya dengan keras. Sedangkan alasan kenapa hari ini mereka memburu dua kumbang raksasa ...


Itu karena Kurona dan Shirona telah menyelesaikan evolusi ke dua mereka. Dua kumbang raksasa tersebut memang Ark siapkan untuk mereka. Lagipula, untuk dua pengikut paling setia, pemuda itu tidak main-main dengan masa depan mereka.


Selain keduanya, ada juga Abigail dan Lisa. Kali ini ibu dari Nathan dan Nala tersebut ikut untuk mengambil Miracle Root. Ark menyuruhnya untuk menyerap Miracle Root katak batu raksasa yang cocok dengan atribut miliknya. Sebenarnya wanita itu awalnya enggan, tidak begitu ingin menyerap Miracle Root dari makhluk mengerikan sekaligus menjijikkan tersebut. Namun dia memaksakan diri karena percaya kepada Ark. Mengetahui kalau lelaki itu pasti melakukan yang terbaik untuknya.


Benar saja, setelah menyerap Miracle Root, Abigail mendapatkan kemampuan yang luar biasa.


Sedangkan Lisa ... gadis kecil itu belum mendapatkan Miracle Root yang cocok!


Ark mencoba merekomendasikan beberapa makhluk yang mungkin cocok untuknya. Dengan teknik Tarian Kupu-kupu dan Lebah, seharusnya yang paling cocok adalah tipe kecepatan. Namun iblis kecil itu malah meminta sesuatu yang melenceng. Setelah menggunakan Miracle Root regenerasi di evolusi pertama untuk menyembuhkan lukanya ...


Lisa memilih tipe ledakan kekuatan sebagai Miracle Root ke-2 miliknya!


Abigail sedikit berbeda karena Ark mencoba mengombinasikan bakat bawaan dengan Miracle Root. Pemuda itu merasa senang karena ibu dari Nathan dan Nala tersebut begitu menurut kepadanya. Sedangkan Stacy, entah kenapa dia terobsesi dengan regenerasi. Namun Ark cukup lega karena Stacy masih menurut dan mau mencocokkan dengan tipe kecepatan. Dua kombinasi antara kecepatan dan regenerasi.


Untuk Lisa sendiri ... Ark benar-benar dibuat pusing oleh gadis itu!

__ADS_1


Miracle Root pertama regenerasi, Ark memakluminya karena sebelumnya Lisa hampir lumpuh total. Sedangkan tahap berikutnya, gadis itu meminta kekuatan. Ya ... tipe ledakan kekuatan yang sama sekali tidak cocok dengan teknik yang dia pelajari!


Sebenarnya Lisa bisa menempuh rute pertama kecepatan dengan rute tambahan kekuatan, tetapi gadis itu bersikeras memilih kekuatan sebagai yang utama. Bahkan ingin kekuatan yang berlebihan, tidak peduli pertahanan lemah atau lambat, yang penting kekuatannya berada di puncak!


Lisa dan Ark saling memandang dalam keheningan singkat.


"Bukankan masih ada dua tanduk? Kenapa kamu tidak membicarakannya?"


Lisa menatap ke arah Ark dengan ekspresi ganas. Tampaknya tidak mau melepaskan pemuda itu jika tidak diberi apa yang diinginkannya.


"Bukankah itu jelas? Aku akan membuat pedang ganda untuk diriku sendiri."


Mendengar jawaban jujur Ark, sudut bibir Lisa berkedut. Dia melihat dua pedang ganda di pinggang ketuanya. Jelas, kualitasnya lebih baik daripada tombak Darin, pedang pendek milik Stacy, atau pedang pendek miliknya dan Abigail.


Alasan kenapa Lisa bersikeras untuk meminta tanduk adalah kualitasnya. Lima tanduk itu sangat kokoh dan padat. Khususnya tiga tanduk kumbang atlas. Jika dibuat menjadi pedang, itu pasti akan menjadi pedang kuat yang bisa memotong besi dengan mudah!


Pedang Ark saat ini sangat tajam dan ringan, cocok untuk memotong daging dan membunuh. Sedangkan pedang yang dibuat dari tanduk akan menjadi pedang yang kuat dan tajam, cocok untuk merobek pertahanan lawan. Tidak perlu trik membidik titik lemah, langsung potong tanpa takut senjata rusak!


"Kamu benar-benar tamak, Ketua Bau!" ucap Lisa dengan nada marah.


"Bukankah kamu yang tamak?" balas Ark dengan nada datar.


"Kenapa aku???" Lisa membelalakkan matanya.


"Lihat aku. Berburu binatang buas, memanen bahan, dan membuatnya menjadi berbagai peralatan. Jika aku memiliki banyak, itu hal yang wajar.


Sedangkan kamu? Kamu terus meminta dengan manja dan tamak. Bahkan jika aku harus membuat pedang untuk orang lain, bukankah itu giliran Jay, Natasha, atau Yonas? Mereka belum memilikinya, bukan? Itu berarti, mereka menunggu giliran. Itu sama sekali bukan giliranmu."


"Ugh!"


Lisa memegangi dadanya yang datar seperti padang rumput dengan ekspresi kesakitan. Cara bicara Ark yang datar benar-benar menusuk ulu hatinya. Rasanya seperti terkena serangan kritis!

__ADS_1


"Kamu sendiri sudah memiliki pedang pendek, bahkan dua! Meski itu satu set, tetapi masih dua. Apakah kamu tidak malu? Seharusnya-"


"Aku tidak dengar! Aku tidak dengar! Aku tidak dengar!"


Lisa berjongkok sambil menutup telinga dengan kedua tangannya. Dia terus berbicara karena tidak ingin mendengar ceramah Ark. Gadis itu bertingkah seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh kakaknya. Benar-benar tampak tidak berdaya!


Melihat mereka berdua, beberapa anggota lain tanpa sadar mengangkat sudut bibir mereka.


Meski tampaknya Lisa berperilaku agak keterlaluan, tetapi sikap keras kepala dan manjanya membuat orang-orang dalam kelompok Sword of Sufferings tidak begitu tertekan. Mereka bisa menjadi lebih rileks. Lisa sendiri sebenarnya kuat, tetapi kebanyakan anggota menganggapnya sebagai maskot ... ya, mungkin kata sosok yang mencairkan suasana lebih tepat.


Selesai mengemasi semua bahan yang didapatkan hari ini, Ark memandang ke arah rekan-rekannya lalu berkata.


"Waktunya untuk kembali."


***


Waktu berlalu begitu saja.


Hampir tengah malam, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas. Setelah menurunkan semua barang dan memindahkannya ke markas utama, Ark melihat seluruh anggota berkumpul di jalan depan markas.


Ark memandang langit. Sadar kalau sudah lewat tengah malam, pemuda itu menghela napas panjang. Dia berjalan ke arah anggota Sword of Sufferings dengan ekspresi tegas di wajahnya.


"Hari ini adalah hari terakhir kita bisa mempersiapkan diri. Pastikan untuk mengecek seluruh area perumahan elit! Tidak ada seekor tikus pun yang boleh menyusup!


Setelah fajar, semua orang harus kembali ke markas tanpa terkecuali. Gunakan waktu siang untuk beristirahat dan mengisi kembali energi."


"Bersiap untuk melewati pertempuran hidup dan mati!"


Melihat ke arah Ark yang serius, semua anggota Sword of Sufferings langsung berteriak serempak.


"YA, KETUA!!!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2