
Ark hanya menggeleng ringan ketika mendengar ucapan Leon.
“Kumpulkan semua orang. Biarkan para tahanan masuk ke dalam markas dan suruh mereka semua diam. Sedangkan para prajurit, ambil 30 orang untuk melawan serangan zombie dan biarkan 20 orang sisanya menjaga ketertiban.”
Setelah mengatakan itu, Ark kemudian bangkit dari kursinya. Dia masih tampak tenang. Menurut jumlah zombie, pemuda itu sama sekali tidak perlu khawatir karena kelompoknya dulu bisa menghadapi banyak zombie bahkan dengan jumlah anggota yang lebih sedikit dibandingkan dengan saat ini.
“Membawa tiga puluh orang … sepertinya ini kerja keras.” Leon memijat belakang lehernya dengan niat bertarung yang sangat kuat.
Demonte jelas bingung. Namun saat mengingat kalau Sword of Sufferings sebenarnya berasal dari kota lain, dia menghirup napas dingin. Pria itu tidak menyangka kalau kesenjangan di antara kota satu dengan kota lain bisa begitu jauh.
Sementara mereka berlari dengan panik, orang-orang di kota lain benar-benar bergegas maju untuk membunuh musuh!
“Tuan!”
Mendengar ucapan Demonte yang begitu tiba-tiba, Ark menoleh. Dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa, hanya menunggu pria itu berbicara.
“Tolong izinkan aku ikut ke garis depan!”
Ark sedikit terkejut. Melihat pria itu, dia merasa tidak menemukan orang yang salah.
“Kamu bisa ikut, tetapi kamu harus menjaga nyawamu sendiri.”
Setelah mengatakan itu, Ark mengambil jubah dan topeng. Sedangkan senjata, dia selalu membawanya karena berada di tempat yang begitu asing.
Kecuali Saito dan dua puluh orang yang bertugas untuk mengatur ketertiban, Ark memimpin Leon, Draco, Demonte, dan 30 orang lainnya menuju ke arah para zombie datang. Sesampainya di sana, dia langsung disambut dengan pemandangan yang familiar.
Ya … pandangan lebih dari tiga ratus zombie yang bergegas ke arah markas dengan ekspresi gila.
“Masing-masing prajurit, tugas kalian adalah menghabisi 10 zombie biasa. Draco, Leon, tugas masing-masing dari kalian adalah membunuh 15 zombie tingkat dua. Sedangkan untuk beberapa zombie tingkat tiga, biarkan aku yang mengurusnya.
Setelah menyelesaikan tugas utama, kalian bisa memburu zombie yang tersisa. Namun kalian harus ingat, kalian harus menyelesaikan tugas utama terlebih dahulu.”
“Baik, Ketua!”
Mendengar jawaban itu, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian langsung menarik keluar pedangnya. Dia kemudian memberi perintah.
“Kalau begitu … habisi mereka semua untukku!”
__ADS_1
Pada saat mendengar ucapan Ark, orang-orang langsung meledak dengan niat bertarung yang kuat. Pada saat itu juga, mereka mulai bergegas maju, sama sekali tidak menunggu para zombie datang untuk mengacaukan mereka.
Ark sendiri juga langsung bergegas maju. Dengan sebuah pedang di tangan kananya, pemuda itu melesat ke depan seperti angin. Dalam prosesnya, pemuda itu menendang dan memenggal kepala beberapa zombie sampai akhirnya sampai di depan zombie merah yang tampak besar dan garang.
Ya … zombie spesial jenis kekuatan level 3!
BANG!
Zombie merah itu langsung memukul Ark dengan keras. Merasakan dampak pukulannya, pemuda itu terpenal mundur beberapa meter. Di balik topengnya, ekspresi pemuda itu masih begitu tenang. Namun dia masih menghela napas secara diam-diam.
‘Meski kekuatan fisik jauh lebih kuat, tetapi tanpa menggunakan skill, bertarung dengan makhluk-makhluk ini pasti sangat melelahkan.’
Swoosh! Klang!
Pedang di tangan Ark menebas dengan cepat, tetapi langsung dihadang oleh tinju dari zombie spesia level tiga itu. Dia kemudian memutar tubuhnya ke samping. Menebas ke arah leher zombie tersebut dengan kejam.
Slash!
Zombie tersebut tidak begitu bodoh. Dia masih bisa menghindari serangan Ark. Meski masih mendapatkan luka cukup dalam, tetapi makhluk itu jelas selamat dari pukulan kritis.
“Zombie di kota ini sedikit menarik …”
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Ark langsung membidik ke beberapa titik rawan yang bisa menghancurkan gerakan lawan seperti belakang lutut, ketiak, dan beberapa tempat lain yang mempengaruhi gerakan lawan.
Tentu saja, teknik itu tidak bisa digunakan untuk melawan semua makhluk karena kebanyakan dari mereka memiliki bentuk tubuh berbeda. Bahkan sebagian dari mahluk-makhluk tersebut memiliki pertahanan yang mengerikan.
Melihat ke arah makhluk yang mulai memancarkan kilau merah di kulitnya dan uap yang muncul di sekitar tubuhnya, ekspresi Ark menjadi lebih serius. Dia jelas mengetahui kalau makhluk itu masuk dalam mode berserk. Tanpa menunggu lebih lama, pemuda itu langsung bergerak lebih cepat.
Potong tangan kanan, tendang lutut, pada saat jatuh ke depan, Ark langsung menebas leher lalu menendang kepalanya dengan sekuat tenaga.
BRUAK!!!
Sosok zombie merah level tiga langsung terhempas jauh. Pada saat Ark berpikir semuanya telah berakhir. Namun saat itu, sosok merah langsung bergegas ke arahnya dan langsung membanting satu lengan yang tersisa dengan sekuat tenaga.
BANG!
__ADS_1
Sosok Ark langsung terhempas menabrak dan menghancurkan beberapa mobil. Bangkit tanpa merubah ekspresinya, mata merah pemuda itu memancarkan kilau kejam.
“Menarik.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung menghilang dari tempatnya.
***
Keesokan paginya.
Pada saat matahari terbit, pertempuran akhirnya selesai. Tubuh zombie menumpuk di jalanan. Pemandangan seperti itu jelas sangat mengejutkan Demonte. Pria itu hampir mati beberapa kali, tetapi bukan hanya tidak takut, dia menjadi bersemangat. Benar-benar mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.
Melihat ke arah Ark dengan mata panas, Demonte merasa kalau hatinya sangat membara.
Benar-benar menginginginkan kekuatan yang mirip dengan para pejuang dari Sword of Sufferings!
Setelah selesai bertarung dan pagi datang, Ark langsung meminta semua orang untuk keluar dari markas dan mulai membereskan semuanya. Orang-orang jelas sangat terkejut ketika melihat gambaran mengerikan tubuh zombie yang berserakan di mana-mana. Tidak menyangka kalau kelompok itu bisa begitu kuat.
Siang harinya, mereka semua langsung dikumpulkan. Saat itu, Ark juga membawa sebuah ember berisi cairan seperti tinta. Hal tersebut membuat mereka semua bingung. Saat itu, suara Ark terdengar di telinga mereka.
“Kalian bukanlah anggota Sword of Sufferings, tetapi tahanan kami. Namun, seperti yang kalian ketahui, kami tidak memperlakukan kalian dengan buruk.
Meski begitu, kalian juga harus mengingat posisi kalian sekarang. Dikarenakan tidak bisa menghafal kalian semua, jadi aku memutuskan untuk menandai kalian semua. Jadi … siapa yang pertama ingin mencoba?”
Mendengar ucapan Ark, hampir semua orang merasa ragu. Namun saat itu, sosok Demento datang menghampiri Ark. Pria itu kemudian duduk di kursi yang telah disiapkan, berhadapan dengan sosok yang dikenal sebagai Hades tersebut.
“Tangan kanan.”
Mendengar ucapan Ark, Demento tanpa ragu mengulurkan tangan kanannya. Saat itu, Ark mengambil kuas lalu mencelupkannya ke dalam tinta. Dia kemudian melukis gambar sebuah pedang indah berwarna hitam di tangan kanan Demento.
Saat itu juga, suara mendesis dan aroma daging terbakar langsung membuat semua orang terkejut. Bahkan Demonte yang sebelumnya tenang langsung menggertakkan gigi. Setelah beberapa saat, suara Ark terdengar.
“Tanda ini tidak akan pernah bisa hilang bahkan jika kamu memotong dagingmu. Bisa dibilang, kalian tidak bisa melarikan diri. Meski begitu, aku juga akan memberi kalian ucapan lain ...”
Ark kemudian tersenyum lembut.
“Selamat sudah bergabung dengan cabang kelompok Sword of Sufferings.”
__ADS_1
>> Bersambung.