
"Anti racun, regenerasi, peningkatan indera, dan ya ... kesuburan."
Ark bergumam pelan.
Jay dan Lisa tercengang ketika mendengar ucapan Ark. Sementara itu, anggota lain tidak mendengar gumaman ketua mereka.
Di depan mereka, tampak sosok besar dengan tinggi lebih dari dua meter. Tubuhnya sangat besar serta gempal, dipenuhi bulu hijau berantakan, kotor, dan berjamur. Daripada mengerikan, kata menjijikkan lebih cocok untuk menggambarkan makhluk yang ada di depan mereka.
Ratu tikus bermutasi!
Setelah Ark beserta pasukannya selesai bertempur dan beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan. Di area dalam, mereka akhirnya menemukan tempat luas di mana para tikus bermutasi dan ratu tikus berada.
Ratu tikus menatap ke arah Ark beserta pasukannya dengan ganas. Tidak terlihat sembrono, tetapi tampaknya memiliki kecerdasan cukup tinggi.
Jay dan Lisa sendiri tidak terlalu fokus dengan para tikus atau ratunya. Sebaliknya, mereka malah fokus dengan apa yang Ark katakan sebelumnya.
"Kesuburan? Apa maksudmu dengan kata kesuburan itu, Ark?" Jay tidak bisa tidak bertanya.
"Haruskah aku menjawabnya?" Ark balik bertanya dengan nada datar. "Seharusnya kian mengetahui apa yang aku maksud."
"Katakan saja!" tegas Jay.
"Para tikus terkenal dengan kecepatan berkembang biak, jadi kalian harusnya mengerti apa yang aku maksud. Ya ... itu maksud dari kesuburan."
Mendengar ucapan Ark, Jay dan Lisa tidak bisa tidak merasa ngeri. Khususnya gadis kecil itu, tampaknya dia memikirkan sesuatu dan berkata dengan tidak percaya.
"Kamu ingin memberikannya kepada Kak Abigail? Apakah kamu ingin dia memiliki banyak anak? Apakah itu begitu kejam?"
Pertanyaan beruntun Lisa jelas membuat sudut bibir Ark berkedut. Dia kemudian menjawab dengan nada tidak puas.
"Aku telah memberi Abigail sesuatu yang lebih cocok sebelumnya. Sedangkan ini ...
Aku mempersiapkannya untuk Vadim yang akan segera menerobos."
Ark melirik ke arah orang-orang yang terdiam. Ekspresinya menjadi agak dingin.
"Hanya karena itu "Ratu", bukan berarti tidak bisa digunakan oleh laki-laki. Terlebih lagi, aku rasa benda ini paling cocok untuk Vadim.
Maksudku ... bukankah dia ingin keluarga besar? Maka biarkan dia mendapatkannya!"
Ucapan Ark membuat mereka semua kehilangan kata-kata. Meski tampaknya lembut, pemuda itu jelas memiliki niat lain. Tidak hanya memberi sesuatu semacam itu kepada Vadim secara cuma-cuma!
__ADS_1
Meski tidak mengerti apa yang Ark ucapkan, ratu tikus jelas mengetahui kalau pemuda itu sama sekali tidak menganggap dia di matanya. Ekspresinya menjadi lebih mengerikan dan akhirnya tikus itu membuat suara melengking.
Saat itu juga, ratusan tikus yang berada di sekelilingnya seperti para ksatria yang mengawal ratu mereka langsung bergegas ke arah Ark dan rekan-rekannya dengan ganas.
"Semua orang, bersiap di posisi!"
Ark langsung memberi perintah dengan nada datar. Saat itu juga, dia langsung maju ke posisi paling depan.
"Kalian hanya perlu mengurus tikus yang lolos."
Setelah mengatakan itu, Ark langsung mencabut pedangnya.
Mata Ark langsung berubah warna. Warna hitam melapisi tangan kanannya lalu menuju ke pedang di tangannya. Pada saat para tikus bergegas ke arahnya dengan gila dan hampir mencapainya, seluruh pedang telah tertutup warna hitam.
SLASH!
Ark langsung menebas dengan ekspresi datar di balik topengnya. Beberapa tikus langsung terpotong menjadi dua. Namun tidak berhenti di sana, suara mendesis terdengar di telinga.
Orang-orang langsung melihat bagian tubuh tikus yang dipotong. Tepat bagian bekas potongan, daging, darah, dan tulang benar-benar meleleh.
Saat itu, suara Ark yang tenang terdengar.
"Aku telah berusaha membuat trik baru. Jadi aku cukup penasaran ..."
"Apakah anti racun dan regenerasi ratu tikus bisa menahan ini?"
***
Sekitar satu jam kemudian.
Di area luas dalam saluran air bawah tanah kota, tampak tumpukan tubuh tikus bermutasi. Mereka dipotong menjadi beberapa bagian dan tubuh mereka juga meleleh seolah disiram zat korosif yang sangat kuat.
"Uhuk! Uhuk!"
Di tengah pemandangan kacau tersebut, Ark berdiri dengan tenang. Dia batuk beberapa kali.
Saat membuka topengnya, darah hitam mengalir dari hidung dan mulutnya.
"Sudah aku duga. Ini bukanlah suatu hal yang mudah dikuasai."
Mengatakan itu, Ark tiba-tiba jatuh berlutut sambil memegangi kepala dengan tangan kirinya.
__ADS_1
Melihat pemandangan yang begitu tiba-tiba, Jay, Lisa, dan anggota lain tampak terkejut. Namun sebelum mereka sempat maju untuk menolong, suara dingin Ark terdengar.
"Tidak ada yang diizinkan mendekat! Semua orang ... keluar dari tempat ini!"
"Tapi, Ark—"
"Tidak ada kata penolakan, Jay! Keluar! Keluar jika tidak ingin diracuni sampai mati!"
"..."
Semua orang terkejut ketika melihat ekspresi serius dan ganas di wajah Ark. Tidak berani membantah, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi terlebih dulu. Menjaga di luar sambil menunggu.
Ark dengan tenang melepaskan jubahnya. Setelah membersihkan darah di wajahnya, pemuda itu langsung merobek baju lengan panjang yang menutupi tangan kanannya. Saat itu juga, dia menghirup udara dingin.
Tangan kanannya sekarang berwarna hitam legam, tampak kurus kering seperti kayu mati. Beberapa bagian membusuk. Bahkan aromanya bisa membuat orang keracunan.
Setelah usaha regenerasi tak henti-hentinya, tangan pemuda itu akhirnya kembali normal. Meski demikian, Ark sama sekali tidak tampak puas. Sebaiknya, dia merasa cukup kecewa.
Jika telekinesis yang digabungkan dengan teknik memanah, pedang, dan sebagainya seperti sihir jarak jauh. Atau lebih tepatnya, jenis serangan cepat yang bisa melukai musuh dalam sekejap ...
Maka apa yang Ark coba buat kali ini adalah skill untuk menghancurkan pertahanan yang sangat kokoh dan sulit ditembus!
Meski kekuatan telekinesis dengan mengompres udara dan membuat serangan seperti pedang energi kuat, tetapi serangan tersebut juga memiliki beberapa kekurangan. Contohnya dalam menghadapi pertahanan super yang tidak masuk akal, serangannya terbilang tidak efektif.
Ark menamai teknik barunya dengan nama 'Tainted Mode'.
Pemuda itu mencampur racun kuat dalam tubuhnya dengan sebagian sel darah lalu memaksanya keluar melalui pori-pori seperti keringat. Dia terinspirasi dari gurita yang bisa menyemprotkan tinta. Namun sebagai gantinya, pemuda tersebut mencoba untuk mengeluarkan racun yang super kuat dari pori-pori kulit untuk melapisi bagian luar tubuhnya.
Ark sendiri juga menggunakan telekinesis untuk menahan racun tersebut tidak terciprat ke mana-mana dan hanya melapisi permukaan tubuh sampai ke senjata yang dia bawa. Dalam mode ini, dia bisa dengan mudah memotong baja tebal seperti pisau panas memotong mentega.
Hanya saja, ilmu ini belum sempurna.
Ark saat ini mungkin lebih kuat daripada level 3 dirinya di kehidupan sebelumnya. Lagipula, Miracle Root yang dia dapatkan sangat kuat dibandingkan sebelumnya. Akan tetapi, semakin kuat potensinya, semakin sulit juga untuk dikuasai.
Dikarenakan berbeda dengan jalur yang Ark pilih di kehidupan sebelumnya, pemuda tersebut tetap harus belajar untuk menguasai dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Lagipula, pemuda tersebut tidak merasa kalau telekinesis dan regenerasi saja sudah cukup.
Ark menatap ke arah tangan kanannya lalu bergumam.
"Masih kurang. Jika seperti ini, sama seperti sebelumnya ..."
Ekspresi Ark menjadi lebih muram.
__ADS_1
"Orang-orang harus pergi dari kota ini."
>> Bersambung.