
Waktu mengalir seperti air di sungai. Pada saat musim gugur tiba, Ark dan rombongannya akhirnya tiba di kota. Langsung bergegas ke markas utama.
Duduk di atas punggung Finn, Ark melihat pemandangan sekitar dengan senyum lembut di wajahnya. Entah kenapa, rasanya dia mulai menganggap kota ini sebagai rumahnya. Jadi ketika kembali, pemuda itu merasa pulang ke rumah.
Melihat ke arah dinding tinggi dan tebal yang ditutupi oleh tanah dan tanaman merambat di kejauhan, Ark mengangguk ringan. Selama dia pergi beberapa bulan, proyek pembangunan ‘Great Wall’ berjalan begitu lancar, bahkan lebih cepat daripada perkiraannya.
Saat mendekat, Finn langsung melolong keras. Bukan hanya Finn, bahkan Huginn dan Muninn juga membuat kicauan. Hal tersebut jelas membuat Ark terkejut. Melihat ke arah Finn, Huginn, dan Muninn yang tampak bahagia sama seperti dirinya, pemuda itu tersenyum tulus.
“Begitu. Jadi kalian juga merindukan rumah, ya?”
Pada saat melewati jalan utama dan sampai ke wilayah markas Sword of Sufferings, mereka semua langsung disambut dengan pemandangan yang begitu ramai.
Di lingkaran luar (luar area perumahan), tampak ratusan orang bekerja. Sebagian dari mereka memindahkan bibit tanaman, ada juga yang memilah berbagai jenis logam untuk dikumpulkan, bahkan ada juga yang mengumpulkan bahan bakar.
Mereka semua bukan anggota Sword of Sufferings, tetapi warga kota di bawah Julian. Mereka datang ke tempat ini untuk bekerja. Melakukan pekerjaan di tempat ini lebih mudah dan resikonya kecil. Orang-orang itu juga bisa mendapatkan cukup makanan, jadi hidup mereka sangat tenang.
Setidaknya, mereka bisa tinggal sampai proyek Great Wall dan berbagai proyek di lingkaran luar terselesaikan.
Tentu saja, banyak dari mereka yang berharap bisa bergabung dan tinggal di dalam wilayah Sword of Sufferings. Namun mereka juga tahu seberapa ketat kelompok tersebut. Dibandingkan pemerintahan baru di bawah Julian, Sword of Sufferings sangat ketat dan kuota terbatas.
Bahkan dua cabang yang baru didirikan di kota lain juga membuat penerimaan ketat. Jika memilih yang paling mudah dan bebas, jelas cabang yang dipimpin oleh Evans karena Ark sama sekali tidak ikut campur dalam permasalahan mereka. Sedangkan cabang nomor 01 ... sama sekali tidak ada toleransi.
“Tampaknya aku terlambat mengatakan ini, tapi ...”
Jay yang berada di atas Michi melihat ke arah Ark dengan senyum di wajahnya.
“Selamat datang di rumah, Ark!”
Mendengar itu, Ark tertegun. Sebelum dia mengatakan sesuatu, suara Lisa terdengar.
“Wakil Ketua Bau, kamu mencuri kata-kataku! Seharusnya aku yang mengatakan itu.”
“Haha! Salahkan dirimu sendiri karena lambat, Iblis Kecil!”
“APA?!”
“...”
Melihat keduanya mulai berdebat, Ark tersenyum. Dia bergumam pelan dengan suara yang hanya bisa dia dengar.
__ADS_1
“Aku pulang.”
***
Malam harinya, dalam perumahan elit.
Setelah mendapatkan sambutan seperti pahlawan yang pulang oleh para prajurit di bawahnya, pesta besar diadakan. Banyak orang keluar di jalanan dan makan bersama sambil menyalakan api unggun. Mereka semua bernyanyi, menari, dan menikmati hidangan dengan ceria. Benar-benar menyambut kepulangan Ark.
Ark sendiri tidak mengadakan pesta dengan para ksatria. Dia hanya mengundang anggota inti Sword of Sufferings untuk makan dan bersantai di rumahnya.
“Lihat ini, Tuan! Aku yang membuatnya sendiri.”
Nala bergegas ke arah Ark sambil menunjukkan sebuah baju yang dia buat sendiri.
“Gadis pintar.”
Ark tersenyum lembut sambil mengelus kepala gadis itu. Dia kemudian melirik ke arah Nathan.
“Kemarilah, Nathan.”
Mendengar ucapan Ark, bocah itu mendekat dengan patuh. Ark melihat kedua telapak tangan Nathan yang dipenuhi dengan bekas luka. Dia kemudian mengelus kepala bocah itu.
“Ya, Tuan!”
Merasa dihargai, bocah itu tersenyum tulus ke arah Ark. Dia kemudian mengajak adiknya bermain bersama. Tidak lagi mengganggu Ark karena tahu pasti lelah setelah perjalanan panjang.
“Anak-anak yang pintar. Kamu mendidik mereka dengan baik, Abigail.”
Perkataan Ark membuat Abigail tersenyum. Dia kemudian menuangkan anggur ke gelas Ark yang telah kosong.
Selain berbicara dengan Abigail, Natalia, Stein, dan anggota lainnya ... Ark juga minum bersama Pak Franky, Jay, dan beberapa orang lain. Mereka semua menikmati waktu dengan santai karena jarang mendapatkan kesempatan seperti ini.
Tentu saja, ketika mabuk, ada beberapa orang yang mulai mengeluh karena Ark tidak segera kembali. Contohnya Old Franky yang mengeluh karena diminta membuat banyak ramuan dan ingin meneliti resep ramuan baru.
Pada akhirnya, pesta di malam itu benar-benar meriah.
***
Keesokan paginya.
__ADS_1
Semua orang langsung memulai kegiatan harian mereka seperti biasa. Bahkan setelah berpesta semalaman, mereka sama sekali tidak absen latihan. Para anggota tahu kalau Sword of Sufferings sangat ketat. Jika ceroboh, mereka yakin akan berakhir disusul oleh rekan-rekan lain, bahkan bisa berakhir disingkirkan.
Di kantor, Ark berbicara dengan beberapa anggota inti Sword of Sufferings.
“Bagaimana menurutmu, Natasha?” tanya Ark.
“Seperti yang diketahui, meski ada beberapa hal lain yang direncanakan untuk lingkaran luar, tetapi sisanya masih sangat luas. Kita telah menanam banyak bibit untuk dijadikan hutan roti. Kita juga telah menanam banyak bunga khusus dan berencana memindahkan lebah agar bisa menghasilkan madu. Selain itu, kita bahkan telah mempersiapkan ruang untuk penanaman sayur dan buah skala besar, juga pembuatan peternakan.
Bahkan setelah semua itu, kita masih memiliki sisa tempat yang luas. Selain gedung kesenangan, hanya ada penginapan. Kita bisa menggunakan bangunan sekitar sebagai tempat tinggal permanen bagi anggota baru. Jadi saya menyarankan untuk melakukan perekrutan besar-besaran.”
Natasha berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Selama Ark tidak berada di lokasi, dia dan Jay yang paling sibuk mengurus segalanya. Jadi gadis tersebut memang memiliki kemampuan dalam memimpin dan merencanakan. Hanya saja, Ark memiliki pemikiran lain.
“Maaf, tapi saranmu ditolak.”
“Kenapa?” tanya Natasha dengan ekspresi bingung di wajahnya.
“Untuk lokasi yang kamu sebutkan, sejak awal aku memang berencana membuatnya menjadi tempat tinggal. Namun berbeda dengan pemikiranmu, aku sama sekali tidak berniat merekrut seseorang secara acak.
Sama seperti sebelumnya. Kami, Sword of Sufferings hanya mengambil rute elit yang paling sulit. Jadi aku telah menyiapkan rencana tersendiri. Selain sebagai tempat tinggal penduduk. Aku juga akan merubah lokasi yang berpusat pada gedung kesenangan sebagai pusat perdagangan.
Itu berarti ... tempat uang berputar sekaligus tempat mendapatkan lebih banyak keuntungan!
Untuk lebih detailnya, kalian sebaiknya mendengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya dua kali.”
Setelah mengatakan itu, Ark mulai menjelaskan rencana kedepannya. Bagaimana Sword of Sufferings akan berjalan, berapa total jumlah anggota di markas pusat yang diterima, dan sebagainya.
Mendengar penjelasan Ark, semua orang tampak serius. Meski idenya agak ekstrem, tetapi orang-orang itu tahu hal tersebut masih bisa dilakukan. Khususnya, karena Ark sendiri yang memimpin mereka.
Sore hari setelah rapat dan mengatur segala pekerjaan yang menumpuk, Ark pergi jalan-jalan bersama dengan Finn.
Melihat pemandangan hangat dan harmonis yang normalnya tidak bisa dilihat di masa apocalypse, Ark menghela napas. Dengan senyum di wajahnya, pemuda itu berkata.
“Bukankah ini hari yang begitu damai, Finn?”
Finn langsung menggonggong sebagai tanggapan. Ark yang mendengar itu tersenyum. Melihat ke arah husky putih yang mirip dengan serigala raksasa itu, dia mengeluarkan sebuah bola anyaman khusus lalu berkata.
“Bagaimana kalau bermain lempar-tangkap?”
>> Bersambung.
__ADS_1