Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rencana Gila Lain


__ADS_3

Keesokan harinya, Ark pergi menuju ke ruang tahanan.


Di sana, beberapa orang termasuk Saito, Draco, dan Leon tinggal. Alasan kenapa dia datang bukan untuk menemui mereka. Pemuda itu ingin menemui seorang tahanan yang jauh-jauh dibawa dari kota lain.


“Setelah sekian lama, apakah kamu sudah memikirkannya, Claus?” tanya Ark.


Duduk dalam sel penjara, pria paruh baya bernama Claus tersebut menatap ke arah Ark dengan seringai di wajahnya. Dia menggaruk belakang kepalanya sambil berkata.


“Padahal sudah mendapatkan kekuatan Ratu Blood Slime, tetapi pada akhirnya aku masih terkurung di tempat yang sempit ini. Bukankah aku terlalu menyedihkan?”


Claus berbicara pada dirinya sendiri. Seperti yang dia katakan, pada akhirnya, orang itu yang mendapatkan kekuatan Ratu Blood Slime. Sedangkan anggota lainnya, tentu saja telah mati.


Cara Slime mewariskan kekuatan itu cukup sederhana. Ketika induk mati, 10 keturunan paling kuat akan memperebutkan tahta. Cara perebutan tahta ada dua. Pertama, membuat orang lain menyerah dan patuh kepadanya. Terakhir, bunuh saja sembilan keturunan lain yang ada di level sama dengan dirinya.


Sebenarnya, bukan hanya Claus, ada dua jenderal Crux of Shadow lain yang tertangkap. Namun setelah Ark melakukan seleksi dalam perjalanan kembali, hanya Claus yang tersisa. Menjadi satu-satunya pemilik Blood Slime.


Dengan kekuatan Claus sekarang, dia bisa membuat 110 bawahan setia. Seratus orang level 1 dan sepuluh orang level 2. Masalahnya, orang itu agak sulit untuk dikendalikan. Cara berpikirnya cukup berbeda dengan orang-orang normal. Sepertinya, orang itu benar-benar lelah untuk hidup.


“Tidak bisakah kamu memaksaku untuk mewariskan kekuatan Blood Slime saja, Hades? Kamu bisa memilih satu lalu membunuhku, kan? Kenapa repot-repot membujuk variabel tidak menentu sepertiku?”


Claus menggelengkan kepalanya. Dia bersandar pada dinding dengan ekspresi malas dan lelah.


“Aku membutuhkanmu, Claus. Sesederhana itu.”


Ark berkata dengan nada datar. Ucapannya sama sekali tidak bohong. Alasan kenapa dia memilih Claus tentu saja karena potensinya. Selain mantan tentara veteran, pria paruh baya itu cukup terampil dalam membuat sesuatu. Contohnya alat penembak anak panah yang dia buat. Bentuknya sederhana, tetapi cukup efektif dan ringkas dibandingkan busur silang.


Selain itu, selama interogasi, Ark mengetahui kalau Claus sudah tidak ingin bertarung di garis depan. Dia juga lelah dimanfaatkan. Alasan kenapa pria paruh baya tersebut enggan menyetujui Ark juga sederhana. Claus tidak ingin dikendalikan oleh orang lain dan melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan.


“Apakah kamu benar-benar ingin menyerah seperti itu, Claus?


Aku membutuhkanmu bukan untuk menjadi prajurit di garis depan. Sebaliknya, aku membutuhkan otak dan keterampilanmu dalam membuat sesuatu. Kami kekurangan orang di bagian produksi senjata dan juga pengurusan pembangunan wilayah.

__ADS_1


Hal tersebut terjadi karena kami terlalu fokus pada kekuatan tempur. Bagian produksi dan pembangunan di belakang baru saja dimulai dan tertinggal jauh. Aku ingin membuat pasukan khusus untuk menangani ini.”


“Hey! Bukankah itu sangat keterlaluan, Hades? Maksudku, kamu benar-benar berpikir untuk menggunakan manusia super sebagai pekerja? Bukankah itu berlebihan?” Claus berkata dengan seringai di wajahnya.


“Ini sudah dilakukan. Kami, Sword of Sufferings hanya menerima elit yang setia dan mampu dibimbing menjadi petarung kuat. Meski begitu, kami sendiri juga masih mengurus tugas-tugas rumah seperti membangun dan membuat sesuatu.”


Melihat ekspresi serius di wajah Ark dan juga orang-orang lain di sekitarnya, Claus terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka kalau ‘manusia super’ sama sekali tidak mendapatkan perlakuan spesial di tempat ini. Saat itu juga, pria paruh baya itu akhirnya menyadari sesuatu yang penting.


Di tempat ini ... apa yang disebut dengan manusia super hanyalah keberadaan normal!


***


Siang harinya.


Setelah makan siang, Ark langsung mengumpulkan semua anggota inti untuk rapat. Lebih tepatnya, memberikan pengumuman penting kepada mereka.


“Beberapa hari yang lalu aku sudah membicarakan tentang keinginan untuk membuat 1000 anggota yang berisi ksatria elit yang tinggal di pusat markas. Aku juga menjelaskan seberapa banyak orang yang akan menjadi penduduk di lingkaran luar markas, dan orang macam apa yang pantas tinggal di sana.


Setelah selesai merencanakan markas pusat dan menjalankannya, sekarang kita akan fokus pada luar kota.”


Ark mengeluarkan kapur lalu mulai menulis di papan tulis besar. Dia menggambar sembilan titik, satu titik di tengah dan delapan yang mengelilinginya. Setelah itu, pemuda tersebut menjelaskan.


“Tititk di tengah adalah kota kita berada, sedangkan delapan titik lain adalah kota yang berada di sekitar kita. Ya, setidaknya perkiraan lokasi kota-kota tersebut.


Seperti yang kita semua ketahui. Hasil ekspedisi menunjukkan kalau berbagai kota dipisahkan oleh medan tertentu. Jarak satu sama lain kira-kira tidak jauh berbeda, tetapi masih cukup jauh karena kita harus melewati hutan, gurun pasir, atau medan lain dengan berjalan kaki.


Belum lagi, jika kita berencana untuk membuka jalan sama seperti sebelumnya.”


“Jangan-jangan ...” Natasha bergumam dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


“Tebakanmu benar, Natasha. Setelah berhasil melakukan ekspedisi ke dua kota dan mendirikan cabang di sana, aku memiliki rencana lanjutan.”

__ADS_1


Ark menunjuk kota mereka tinggal dengan tongkat.


“Dengan kota kita sebagai batang utama dan pusat, aku ingin membuka cabang di kota-kota sekitar kota kita tinggal. Mengabaikan kota dimana cabang nomor 02 berada yang cukup jauh ... masih ada tujuh kota lain yang perlu kita datangi!”


Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung menggigil. Mereka merasa rencana itu terlalu dilebih-lebihkan, bahkan agak gila. Namun siapa yang tidak tahu betapa ekstrem pemikiran ketua mereka. Juga, entah kenapa, orang-orang itu malah menjadi lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya.


“AYO KITA LAKUKAN!” ucap Lisa dengan nada penuh semangat.


“AKU AKAN MELAKUKAN SEMUA PERINTAHMU, BOS!” ucap Leon.


“Sama seperti mereka, aku juga setuju.” Draco mengangguk.”


“Tidak ada keberatan.” Saito yang duduk bersandar sambil memejamkan mata berkata santai.


Satu demi satu anggota menyatakan persetujuan mereka. Melihat itu, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian menatap Jay lalu bertanya.


“Apakah kamu memiliki pendapat lain, Jay?”


“Eh? Tidak!” Jay buru-buru menggelengkan kepalanya. “Aku hanya sedang memikirkan hal acak.”


“Begitu.” Ark mengangguk ringan.


Setelah memastikan semua orang setuju, Ark mulai menjelaskan bagaimana rencana tersebut akan dilakukan. Selain itu, dia juga menjelaskan berapa orang yang akan pergi. Urutan kota yang perlu mereka jelajahi juga dijelaskan dengan cara lebih detail.


Usai rapat, semua orang langsung kembali melakukan tugas mereka masing-masing dengan ekspresi penuh semangat di wajah mereka. Hanya saja, ada satu orang yang masih tertinggal kecuali Ark.


“Apakah ada sesuatu, Jay?” tanya Ark.


Ark melihat Jay yang duduk di kursi dengan ekspresi serius di wajahnya. Melihat itu, tentu saja dia menjadi agak khawatir. Lagipula, tidak biasanya sahabatnya berperilaku seperti itu.


Menarik napas dalam-dalam, Jay berkata dengan ekspresi serius.

__ADS_1


“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Ark.”


>> Bersambung.


__ADS_2