Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Musuh Dalam Selimut?!


__ADS_3

Di dunia kacau ini, ada makhluk yang mempertahankan kebiasaan di masa sebelumnya dan ada yang membuat kebiasaan baru.


Ada beberapa makhluk yang biasanya penyendiri, tetapi saat ini menjadi berkelompok. Ada juga makhluk yang sebelumnya memiliki kelompok, tetapi sekarang menjadi penyendiri.


Tentu saja, hal semacam itu cukup jarang. Biasanya, kebanyakan makhluk mempertahankan kebiasaan mereka sebelumnya.


Para gagak bermutasi juga begitu.


Gagak putih, atau gagak albino bukanlah sesuatu yang sangat langka. Bahkan di masa-masa damai, gagak putih cukup sering muncul.


Hanya saja, gagak putih sangat dibenci oleh para gagak normal. Tidak gagak yang terlahir berbeda tersebut menjadi sasaran gagak normal lain, dan berakhir mati sebelum dewasa.


"Mengerikan! Tatapanmu itu mengerikan, Ketua Bau!


Kamu seperti paman berminyak yang mencoba menculik gadis kecil dengan sebuah permen! Membuatku merinding!"


Dalam kereta, Lisa menatap ke arah Ark dengan tidak puas.


Ark sendiri tampak senang. Dia memberi makan dua gagak putih yang ada di depannya. Pemuda itu bahkan melepas topengnya. Dia melakukannya agar para gagak menghafal wajahnya.


Gagak sendiri adalah makhluk yang suka menandai orang. Jika berseteru dengan para gagak, mereka akan terus membencinya. Jika memperlakukan gagak dengan baik atau menyelamatkannya, mereka akan mengingat kebaikan tersebut.


Dibandingkan dengan manusia yang rumit dan penuh intrik, Ark lebih suka bergaul dengan binatang buas seperti itu!


"Bilang saja kamu tidak puas karena dibenci," ucap Ark datar.


"..."


Sudut bibir Lisa berkedut. Sebelumnya, gadis tersebut sangat bersemangat ketika melihat Ark kembali membawa dua gagak putih. Dia ingin menyentuh mereka, tetapi malah dipatuk. Ditolak mentah-mentah!


Lisa tidak kehabisan akal. Dia mencoba memberi makanan, minuman, dan berperilaku lembut. Namun tetap saja, gadis itu masih ditolak!


Tentu saja, setelah ditolak berkali-kali, gadis berhati sempit itu marah! Benar-benar membenci dua gagak yang dibawa oleh Ark!


"Omong-omong, apakah kamu akan memberi nama kedua gagak itu? Apakah kamu bisa membedakannya? Mereka tampak sama persis, kan?"


Lisa langsung bertanya untuk mengalihkan perhatian.


"Cukup menarik." Ark mengangguk. "Sebenarnya ada sedikit perbedaan jika kamu melihat dengan jelas. Namun, untuk menghindari kekeliruan, aku akan memasang penanda."


Setelah mengatakan itu, Ark mengikat tali di kaki kiri satu gagak dan kaki kanan di gagak lainnya. Kedua gagak tampak tidak nyaman, tetapi pemuda itu mengelus kepala mereka sambil terus mengingatkan.


"Jangan dilepas, aku akan menggantinya dengan cincin emas di rumah. Kalian menyukai benda benda berkilau, kan?"


Kedua gagak memandang Ark dengan bingung. Meski tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang itu, keduanya merasa kalau penyelamat mereka akan marah kalau benda yang diikatkan ke kaki mereka dilepas. Jadi keduanya hanya berkicau.


"Bagus! Anak pintar!" ucap Ark sambil memberi makan kedua gagak dengan dendeng daging.


"Apakah kamu sudah memikirkan nama mereka, Ketua Bau?"


"Huginn dan Muninn," ucap Ark sambil menunjuk kedua gagak itu.


"Begitu acak???" tanya Lisa dengan ekspresi tercengang.


"Tentu saja tidak acak." Ark menggelengkan kepalanya. "Itu nama yang bagus."


"Bukankah nama itu terlalu singkat dan aneh? Bukankah kamu harus memberi nama lebih keren? White Comet, White Revenger, atau semacamnya?!"

__ADS_1


Ucapan Lisa membuat Ark terdiam. Sudut bibir pemuda itu berkedut. Benar-benar tidak memiliki selera penamaan yang sama dengan gadis itu! Dia bahkan merasa kalau nama itu norak dan aneh!


"Huginn dan Muninn adalah nama gagak milik Odin. Mereka terkenal akan kesetiaannya, bahkan dikenal sebagai mata Odin.


Aku rasa nama itu tidak buruk, bukan?"


Ark kemudian menunjuk kedua gagak sambil melanjutkan.


"Yang memiliki ikatan di kaki kiri, Huginn. Yang memiliki ikatan di kaki kanan, Muninn."


Lisa tidak begitu memperhatikan penjelasan Ark. Memikirkan hal lain, gadis itu mengangkat tangannya.


"Kamu pernah bilang kalau nama Finn sebelumnya adalah Fenrir tetapi dimodifikasi, bukan?"


"Iya? Memangnya ada apa?"


"Fenrir, Huginn, dan Muninn adalah binatang dari mitologi Nordik, kan? Namun kamu .... Hades? Bukankah pria itu dari mitologi Yunani?"


"Memang. Apakah ada yang salah?" tanya Ark.


"Tentu saja salah! Kenapa kamu tidak membuat nama panggilan Odin, Loki, atau THOR?!


HADES?! Kamu benar-benar nyasar (tersesat) di tempat yang salah, Ketua Bau!"


Melihat bagaimana Lisa marah, Ark mengangkat bahu. Dia merasa tidak paham dengan apa yang dipikirkan oleh gadis itu.


"Bukankah itu hanya nama dan julukan? Kenapa harus begitu terikat?"


"..."


"Kamu tidak akan mengkhianati aku dan memilih Ketua Bau itu kan, Debby?!"


Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Lisa, Debby yang menarik kereta dengan tenang memutar matanya dengan cara manusiawi.


Benar-benar merasa kalau gadis itu terlalu banyak berpikir!


***


Satu minggu kemudian.


Waktu berlalu begitu cepat. Banyak hal terjadi pada waktu ini. Huginn dan Muninn akhirnya benar-benar ditaklukkan oleh Ark. Namun, ada hal lebih penting.


Yaitu pelatihan rekrutan baru telah mencapai tahap berikutnya!


Di malam gelap, sosok hitam melompati atap satu gedung ke gedung lain dengan cepat. Setelah beberapa waktu, dia akhirnya berhenti di sebuah bangunan tiga lantai.


Orang itu turun ke lantai pertama. Di sana, ada beberapa orang yang telah menunggunya.


"Aku pikir kamu takut untuk datang, Viper."


"Hehehe! Tentu saja aku datang. Lagipula, semua sepadan dengan resikonya."


Viper tersenyum licik. Menatap sosok berjubah serta bertopeng di depannya, dia bertanya.


"Apakah kamu membawa barangnya?"


"Aku membawanya."

__ADS_1


Orang itu mengeluarkan kotak kecil di balik jubahnya. Ketika kotak dibuka, tampak dua botol ramuan ada di dalamnya.


"Seperti yang aku bilang sebelumnya. Ramuan evolusi yang dibuat oleh Hades."


"Apakah itu benar?" tanya Viper dengan mata berbinar.


"Tentu saja benar. Hanya saja, ini versi yang sudah diencerkan. Ini hanyalah contoh, apakah para peneliti dari Imperial Tiger bisa menemukan bahannya atau tidak, tidak ada hubungannya denganku.


Jika kamu ragu, kamu bisa menggunakannya kepada bawahanmu setelah kembali. Satu untuk dicoba dan satu untuk diuji.


Jika kamu puas, kita bisa melanjutkan transaksi ini."


Mendengar ucapan orang itu, mata Viper berbinar. Setelah menerimanya, dia dengan ragu bertanya.


"Kenapa kamu melakukan ini? Tidakkah kamu berniat untuk keluar dan melarikan diri?"


"Tidak sekarang." Orang itu menggelengkan kepalanya. "Aku mungkin serakah, tetapi aku tidak bodoh. Jika bukan karena kehati-hatian berlebihan Hades, aku tidak bisa memanfaatkan celah."


"Tidak bisakah kamu mencuri resepnya?" tanya Viper.


"Dia bahkan tidak menulis resep. Selain itu, keamanan di markas utama sangat ketat. Belum lagi, dari informasi yang aku terima, kali ini Hades telah menjinakkan dua burung.


Itu berarti, markas utama menjadi sebuah sangkar dimana sekali masuk, tidak mungkin keluar. Pikiranmu untuk mempengaruhi rekrutan baru tidak akan berhasil."


"Informasi yang sangat berguna," ucap Viper. "Untung saja Darin mempercayaimu dalam pembagian ramuan, jadi kamu bisa melakukan trik licik seperti ini. Apakah kamu tidak takut?"


"Aku? Tidak takut? Tentu saja aku takut. Namun aku ingin hidup lebih baik. Lagipula, siapa manusia yang tidak serakah?"


"Hehehehe! Kamu benar ... kamu benar ..." Viper mengangguk puas. "Meski di sini cukup jauh dari lokasi patroli toko Dark Caravan, tetapi masih kurang aman. Ada bangunan mewah tiga lantai di utara, tidak terlalu jauh, sekitar satu setengah kilometer."


"Kamu sudah menemukan tempat yang tepat?" tanya orang itu.


"Ya! Ruang bawah tanah sangat luas. Sesuai dengan keinginanmu, aku akan merenovasinya. Tempat itu akan menjadi milikmu.


Emas, makanan, dan khususnya para wanita cantik ... seperti kesepakatan, aku akan memberikan semuanya."


"Jangan bermain trik jika tidak ingin terluka, Viper." Orang itu mendengus dingin.


"Tentu saja tidak!" Viper langsung menggelengkan kepalanya. "Namun, aku ingin transaksi 15 botol per minggu."


"Kamu terlalu serakah!" ucap orang itu dengan nada dingin.


"Tentu saja tidak gratis! Setelah kamu pergi dari Dark Caravan, Imperial Tiger akan memberi tempat yang baik! Pangkat tinggi dengan banyak keuntungan!"


"Tsk! Resikonya terlalu besar! Tunggu 2 minggu kemudian untuk membicarakannya. Jika kamu benar-benar bisa memberikan yang aku minta, bukan tidak mungkin untuk melakukan hal itu!"


"Baik!" ucap Viper dengan senyum puas.


"Aku harus kembali! Jika Darin tahu aku pergi terlalu lama, dia akan curiga."


Setelah mengatakan itu, sosok berjubah dan bertopeng tersebut pergi.


Melihat ke arah orang itu pergi, Viper membungkuk dengan kilatan licik di matanya sebelum berkata.


"Senang bekerjasama dengan anda, Tuan!"


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2