Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Bermain Agresif


__ADS_3

Setelah menulis surat dan mengirimnya lewat Huginn dan Muninn, Ark langsung memanggil tiga orang untuk berdiskusi. Mereka adalah Evans, Draco, dan Leon.


“Duduklah.”


Mereka memilih tempat agak acak tetapi cukup jauh dari markas persembunyian. Empat orang termasuk Ark duduk di atas sebuah batu besar. Tiga orang lain memandang Ark dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Apakah ada sesuatu, Kak?” tanya Evans.


“Tentu saja ada. Jika tidak, untuk apa aku memanggil kalian?”


Mendengar perkataan datar kakaknya, Evans hanya diam. Dua orang lain menggelengkan kepala mereka.


“Evans, apakah menurutmu kalian bisa berkembang lebih banyak lagi satu minggu ke depan. Seperti yang kamu ketahui, ratusan prajurit di bawahmu memiliki kualitas masih di bawah standar. Jangankan untuk melawan orang-orang yang telah menerima kekuatan, melawan orang biasa saja mereka pasti cukup kerepotan.”


Melihat ekspresi serius di wajah kakaknya, Evans mengangguk tegas.


“Tenang saja, Kak. Aku pasti akan melatih mereka dengan keras!”


Ark memandang adiknya sebentar lalu mengangguk ringan. Meski bisa sedikit membantu, sebenarnya dia tidak tidak begitu mengharapkan banyak hal dari mereka. Daripada mengharapkan sesuatu dari mereka, pemuda itu hanya ingin adiknya tumbuh lebih cepat oleh tekanan di pundaknya.


Ark melirik ke arah dua orang lainnya. Memiliki ekspresi serius, dia berkata.


“Kita harus mengurus Crux of Shadow sesegera mungkin karena jika dibiarkan ... suatu tragedi mungkin terjadi.”


Mendengar ucapan Ark, ekspresi dua orang itu langsung menjadi lebih berat. Berbicara tentang tragedi, mereka pasti akan mengingat serangan pasukan semut. Jika tidak dihentikan tepat waktu, makhluk itu jelas akan menjadi masalah yang sangat besar.


“Apa yang harus kita lakukan, Ketua?” tanya Draco.


“Katakan saja perintahmu, Bos!” tambah Leon.


Ark menatap mereka semua. Setelah menarik napas dalam-dalam, dia kemudian berkata.


“Kita harus mengumpulkan kelompok yang bertentangan dengan Crux of Shadow lalu segera menyerang mereka.”


Perkataan Ark langsung membuat ekspresi mereka bertiga semakin serius. Karena mereka percaya, hal besar pasti akan segera terjadi.


***

__ADS_1


Tujuh hari kembali berlalu begitu saja.


Berdiri di atas sebuah gedung, Ark memandang ke arah kota dengan ekspresi dingin di balik topengnya. Melihat bagaimana seriusnya pemuda itu, orang-orang yang berkumpul di belakangnya sama sekali tidak berani mengucap sepatah kata.


“Orang-orang itu sangat berhati-hati. Ini tidak akan mudah.”


Ark menarik napas dalam-dalam. Dalam satu minggu ini, ada terlalu banyak hal yang terjadi. Ada kabar baik, tetapi lebih banyak kabar buruk yang dia dapatkan.


Pertama, Saito kehilangan kontak. Meski seharusnya nyawanya tidak terancam, tetapi tampaknya keberadaannya ditemukan dan sekarang sedang dalam pelarian. Bisa dibilang, untuk sementara Ark kehilangan salah satu tangan yang paling penting.


Ke dua, perkembangan kelompok baru lebih lama dari jadwal karena Evans kurang kejam. Jika mengikuti rencana sebelumnya dimana bisa mengorbankan mereka untuk bertarung melawan Crux of Shadow, sekarang tidak bisa dilakukan karena Evans sangat mementingkan mereka.


Ke tiga, Ark berencana untuk menarik musuh-musuh Crux of Shadow sebagai sekutu agar bisa langsung melakukan serangan skala besar tanpa harus kerepotan mengurus para keroco dan pemuja fanatik dari sekte itu. Namun sangat disayangkan, ketua kelompok Crux of Shadow tampaknya telah mengantisipasi tindakannya.


Sekarang, kebanyakan kelompok yang sebelumnya menentang Crux of Shadow ditekan secara keras. Bahkan beberapa telah diserap ke dalam kelompok atas nama perang suci, mengalahkan para penjahat, dan menerima orang-orang yang mau mengubah pendirian mereka. Bisa dibilang, para fanatik gila itu melakukan semuanya atas nama keadilan. Sesuatu yang sebenarnya salah, tetapi mereka anggap benar.


Itulah yang dilakukan para ekstremis mati otak!


Ke empat, area di sekitar wilayah kepemilikan Crux of Shadow dijaga lebih ketat sehingga sekarang sedikit lebih sulit untuk mencari bahan makanan untuk ratusan orang pengungsi. Terpaksa mereka berburu di area pinggiran kota, bahkan hutan untuk menemukan sesuatu yang bisa dimakan.


“Tampaknya aku masih terlalu lembut.”


Setelah mengatakan itu, Ark tersenyum dingin di balik topengnya.


“Draco!”


“Ya, Ketua!” balas Draco.


“Menurutmu, apa yang akan dilakukan oleh Crux of Shadow setelah ini?”


Mendengar pertanyaan itu, Draco termenung sejenak. Setelah memikirkan beberapa kemungkinan, dia memilih jawaban yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh Crux of Shadow lalu membalas.


“Kemungkinan besar mereka akan memperluas kekuatan dengan terus mencaplok kelompok lain. Jika mereka terus menekan, bisa saja seluruh kota disatukan di bawah satu kelompok.”


“Kamu benar.” Ark mengangguk. “Lalu menurutmu apa yang harus kita lakukan?”


Draco kembali berpikir. Tidak seperti sebelumnya, sekarang dia berpikir cukup lama. Setelah memikirkannya dengan hati-hati, pria itu menjawab dengan nada ragu.

__ADS_1


“Mungkin kita bisa bersembunyi di tempat berbahaya yang ditandai sebagai zona merah seperti di kota sebelumnya. Jika tidak, kita harus mundur ke kota sebelumnya untuk mengumpulkan pasukan dan melakukan perang skala besar antar kota?”


“Jawabanmu memang baik, tetapi kita tidak bisa menggunakannya karena resikonya cukup tinggi.


Pertama, kita mungkin bisa bersembunyi di zona merah sementara waktu, tetapi tidak selamanya. Jika mereka sampai menyatukan seluruh kota lalu terus mengelilingi beberapa area luar zona merah, kita tidak bisa keluar. Pada akhirnya, kita akan terjebak ketika mencoba keluar.


Selain itu, mundur ke kota lain mungkin pilihan cukup baik. Namun itu juga memiliki resiko terlalu tinggi. Kita ingin menyelamatkan cukup manusia agar bisa bertahan, jika terjadi perang skala besar, ribuan orang akan mati sia-sia, mungkin lebih dari sepuluh ribu,”


Mendengar itu, Draco dan anggota lainnya mengangguk dengan ekspresi gelap. Pertama adalah bunuh diri dan terakhir adalah pengorbanan berlebihan, sedikit di luar batas mereka sendiri. Sedangkan Leon, dia hanya beridi dengan linglung, sama sekali tidak mengerti apa yang orang-orang katakan.


“Lalu apa yang harus kita lakukan, Ketua?” tanya Draco.


“Kita akan melakukan hal gila yang tidak akan mereka pikirkan.”


“Hal gila?”


Mendengar ucapan Ark, banyak orang merasa bingung. Leon sendiri cukup bersemangat karena tidak peduli apa yang terjadi, dia sangat menikmati sesuatu yang cukup gila seperti pertarungan ganas.


“Jika mendapatkan tekanan berat seperti ini, adalah normal untuk bersembunyi atau melarikan diri, kan?”


“Ya.” Semua orang mengangguk.


“Lalu kita akan melakukan hal sebaliknya.”


Mendengar itu, semua orang awalnya bingung. Setelah beberapa detik, mereka semua tertegun. Memikirkan apa yang mungkin dilakukan oleh sang ketua, mereka menjadi ragu.


“Maksud anda ...” Draco agak tidak percaya.


“Seperti yang kamu pikirkan. Sementara mereka berpikir kita akan mundur untuk menarik napas, kita akan menyerang dengan sekuat tenaga. Serangan ini tentu sangat beresiko karena bisa dianggap sebagai misi bunuh diri. Lagipula, hanya orang gila yang akan menyerang Crux of Shadow dalam waktu seperti ini. Jadi ...”


Ark berbalik untuk melihat para bawahannya lalu bertanya.


“Apakah kalian ingin ikut dalam perjamuan gila ini?”


“Kali ini ... mari bermain lebih agresif!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2