Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Setengah Jalan


__ADS_3

“Berikan jubahmu padaku, Jay!”


Tanpa menunggu Jay dan orang-orang berbicara, Ark langsung menyela.


Jay tampak bingung, tetapi akhirnya masih melepaskan jubahnya lalu melemparnya ke arah Ark. Dia menatap ke arah sahabatnya yang sedang mengenakan jubah dengan ekspresi lega. Meski merasa agak malu dan marah, tetapi pria itu senang karena sahabatnya baik-baik saja.


Ark melompat turun dari atas batu dengan santai. Baru saja telapak kakinya menginjak tanah, pemuda itu terkejut melihat Kurona, Shirona, dan Lisa yang bergegas ke arahnya. Bukannya menerima pelukan mereka dengan bahagia, Ark menghindari setiap ‘serangan’ dengan ekspresi datar di wajahnya.


“Jangan main-main, kondisi tubuhku sedang buruk sekarang.”


Ark berkata dengan nada datar. Melihat orang-orang yang tampak bingung, pemuda itu menggelengkan kepalanya. Setelah menghela napas panjang, dia berkata.


“Aku akan menjelaskannya setelah kembali.”


***


Pada saat mereka semua kembali ke kota, orang-orang berteriak begitu gembira dalam menyambut kepulangan Ark. Pesta yang awalnya ditunda langsung dilakukan. Sambil mengurus sisa-sisa perang, orang-orang menyisakan waktu untuk bersenang-senang di malam harinya.


Sementara itu, Ark dan rekan-rekannya kembali ke markas Sword of Sufferings. Mereka sama sekali tidak tinggal di garis depan dengan Julian dan Joseph. Mereka memiliki kepentingan lain yang harus mereka lakukan.


Sesampainya di rumah, Ark segera mandi dan berganti pakaian casual. Pemuda itu kemudian makan cukup banyak lalu menghabiskan satu hari penuh untuk beristirahat.


Bangun tidur di keesokan harinya, Ark berdiri di depan cermin sambil melihat perubahan tubuhnya. Meski perubahan warna tidak mengurangi ketampanannya, tetapi penampilannya saat ini jelas sangat mencolok. Lebih mirip dengan vampir dalam mitologi barat.


Ark mengangkat tangannya lalu mengerahkan kekuatannya.


Crack!

__ADS_1


Tangan Ark tiba-tiba dipenuhi retakan, darah merah langsung mengalir keluar. Menetes dan menggenang di lantai. Meski perlahan-lahan pulih karena kekuatan regenerasi, pemuda itu masih merasakan rasa sakit yang sangat mengerikan.


Saat itu juga, Ark menghela napas panjang lalu bergumam.


“Benar saja. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Semua memiliki resiko yang setara.”


Jika menyerap miracle root Raja Semut dalam keadaan normal, Ark pasti langsung menjadi monster dengan kekuatan yang tidak terbayangkan. Hanya saja, kali ini berbeda. Dia memang mendapatkan banyak kemampuan luar biasa, bahkan kemampuan lainnya juga ditingkatkan ke titik yang sangat ekstrem. Namun … pemua itu sama sekali tidak bisa menggunakan skill lainnya.


Bisa dibilang, tubuhnya berada dalam posisi setengah hidup dan mati. Tubuh pemuda itu bisa runtuh kapan saja jika menggunakan kekuatannya. Hal tersebut terjadi karena sebelumnya dia memaksakan diri untuk meminum potion yang selain menambahkan banyak kekuatan dan energi, tetapi juga menguras potensi tubuhnya sendiri. Jadi bisa dibilang, tubuhnya saat ini serapuh cermin.


Ark sendiri bisa bertarung, kekuatannya setara dengan Jay di level 4 yang telah menyerap miracle root. Hanya saja, dia tidak bisa menggunakan skillnya sendiri. Bukannya mendapatkan bahaya eksternal, tetapi pemuda itu membawa bahaya internal dalam dirinya sendiri.


Kekuatan Ark sendiri masih di level 4. Dia sebelumnya bisa naik ke level 5 karena memecah batas sementara. Pemuda itu merasa tidak berdaya. Memiliki banyak skill, tetapi kecuali skill pasif, tidak bisa menggunakan skill lainnya.


Sebelumnya Ark mencoba melapisi tangannya dengan kekuatan telekinesis yang sangat tipis. Namun alih-alih berhasil, tangannya hampir diledakkan karena hal sepele seperti itu. Dia juga merasakan sakit parah di kepalanya. Jika ceroboh, bisa saja pemuda itu meledakkan dirinya sampai mati.


“Bahkan lebih buruk daripada menyerap miracle root zombie berkalikali,” ucap Ark dengan senyum pahit di wajahnya.


Setelah selesai bercermin, Ark langsung pergi mencuci wajahnya lalu sarapan bersama dengan beberapa orang lainnya.


Usai sarapan, ekspresi terkejut tampak di wajah Ark. Mungkin karena sebelumnya dia tidak begitu mempedulikannya, dia tidak sadar kalau ternyata tubuhnya terasa lebih baik setelah makan. Atau lebih tepatnya … luka-lukanya bisa pulih meski tidak cepat.


Ark kemudian pergi ke lantai tiga tempat dia menyimpan dendeng yang terbuat dari daging badak bermutasi. Pemuda itu mengambil satu kotak kayu lalu membawanya ke kamarnya. Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu akhirnya mengambil satu dan memasukkannya ke mulutnya.


Setelah daging ditelan dan masuk ke perutnya, Ark mulai merasakan perbedaan. Mata pemuda itu akhirnya berbinar. Dia kemudian terus mengonsumsi dendeng dalam kotak kayu. Satu, dua, tiga, empat … Ark terus mengambil dan memakan banyak sekali dendeng daging. Tanpa disadari, pemuda itu benar-benar menghabiskan satu kotak kayu dendeng daging. Tidak merasa puas, dia mengambil dua kotak lain.


Setelah memakan tiga kotak penuh dengan berat sekitar 150 kilogram, Ark menatap ke arah perutnya dengan tidak percaya. Bukan hanya tidak meledak, bahkan perutnya tidak mengambang sedikitpun. Rasanya daging-daging itu langsung hilang seolah ditelan lubang hitam!

__ADS_1


“Bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas daging juga sangat penting. Setidaknya level tiga, tetapi semakin tinggi level, hasilnya akan menjadi semakin baik.”


“Mungkinkah kesegaran bahan juga menentukan? Bagaimana dengan daging beracun? Apakah itu juga berpengaruh? Mungkinkah bisa merubah tubuh menjadi lebih kuat?”


Ark terus bergumam sendirian. Bahkan setelah memakan banyak dendeng daging, tingkat pemulihannya masih sangat sedikit. Baru sekitar lima persen!


Setelah mengingat sesuatu, ekspresi pemuda itu langsung berubah. Dia yakin akan menghabiskan seluruh pasokan makanan jika mencoba untuk memulihkan diri dengan stok di gudang. Hal tersebut benar-benar harus dihindari. Namun, dia memilih untuk memulai percobaan.


Pada siang hari saat makan, pemuda itu mulai mengonsumsi berbagai macam makanan secara bergiliran dalam porsi kecil. Menurut hasilnya, jagung, umbi-umbian, dan sayur sama sekali tidak memiliki efek pada dirinya. Dia juga memakan daging zombie, tetapi efeknya sangat buruk, bahkan hampir tidak terasa. Jadi saat itu dia memiliki satu kunci utama …


Yaitu harus mengonsumsi daging beast!


Jika itu orang lain, mereka pasti akan kerepotan karena hampir semua makhluk bermutasi itu beracun. Namun hal tersebut sama sekali tidak memiliki dampak besar kepada Ark. Kecuali baunya yang tidak menyenangkan dan rasanya yang pahit bercampur masam, dia benar-benar masih bisa memakannya.


Hanya saja, membayangkan dia harus memakan hal-hal buruk semacam untuk waktu lama, Ark merasa tenggorokannya sedikit gemetar karena enggan.


Tiga hari berlalu begitu saja.


Dalam waktu ini, Ark mulai sering keluar dari markas untuk melakukan misi permbersihan. Dia menggunakan alasan tersebut untuk memulai berburu binatang buas yang dianggap cukup kuat. Pemuda itu bahkan telah berburu empat binatang buas level 3. Setelah melakukan banyak percobaan, Ark akhirnya menyadari apa yang saat ini dia butuhkan.


Daging binatang buas kuat dari jenis yang memiliki vitalitas tinggi dan jenis organ yang sangat beracun untuk mengembangkan racunnya sendiri!


Meski tampaknya sederhana, kriteria itu benar-benar sulit untuk ditemukan. Bahkan setelah perburuan, percobaan, dan pemilihan tanpa henti … penebusan Ark baru mencapai 10%. Masih jauh dari kata selamat!


Saat itu, Ark tiba-tiba memikirkan sosok Nature Guardian. Sangat kuat, vitalitas tingkat mengerikan, racun alam yang sangat kuat … jelas memenuhi kriteria yang Ark butuhkan. Pemuda itu tanpa sadar menelan ludah. Namun setelah beberapa saat, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Bahkan dalam kondisinya yang sempurna setelah menyerap miracle root, Ark tidak yakin untuk mengalahkan makhluk itu. Jika menunggu menembus level 5, mungkin akan ada kesempatan. Sedangkan sekarang …

__ADS_1


Jika Ark berhasil menemukan Nature Guardian dan mencoba melawannya, itu sama saja dengan bunuh diri setelah selamat dari maut!


>> Bersambung.


__ADS_2