
Setengah jam kemudian.
Banyak orang-orang di Silver Cross yang duduk untuk beristirahat sambil merawat luka. Meski tampak berantakan, mereka puas karena tidak ada korban.
Sementara itu, anggota Silver Cross juga sesekali melirik ke arah tertentu.
Di sana, tampak dua orang dengan pakaian rapi. Satu memakai kemeja, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu hitam. Yang lain memakai pakaian olahraga panjang yang menutupi tubuhnya, sepatu sneaker, dan kaos tangan hitam dengan garis pink. Keduanya memakai topeng.
Ya. Mereka adalah Ark dan Lisa.
Keduanya pergi ke sudut untuk memotong jenis pohon aneh dengan akar yang keluar dari tanah. Ketika akar dipotong, air jernih mengalir. Meski tidak deras, tetapi tampak jernih dan bisa diminum.
Hanya saja, keduanya benar-benar menggunakan air tersebut untuk membersihkan jubah bulu mereka. Tidak lupa menyeka topeng tanpa melepasnya.
Benar-benar pemandangan yang tidak tertahankan!
"Hey, baunya benar-benar hilang. Baunya digantikan dengan bau kayu. Sedikit mirip mint, eh?"
Mendengar ucapan Lisa, Ark sama sekali tidak peduli dan malah membersihkan jubah dengan teliti. Tidak ingin bahan berharga dan langka mendapatkan bau busuk permanen.
"Jangan banyak bicara, bersihkan saja!"
"Tapi kenapa kamu tahu ada benda yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau di sekitar sini, Ketua Bau?"
"Katakan sekali lagi dan aku akan mengikat lalu merendammu dalam darah ulat sutera raksasa seharian.
Membuatmu tidak bisa menghilangkan bau bahkan jika mandi sepuluh kali sehari!"
"UPS! Maksudku, Kak Hades yang paling kuat dan paling tampan sejagad raya."
"..."
Sudut bibir Ark berkedut. Dia benar-benar tidak menyangka kalau akan bertemu gadis tidak tahu malu seperti ini dalam kehidupan ini. Benar-benar masih begitu ceria dalam kondisi kacau seperti sekarang!
"Terserah," ucap Ark.
"Jadi, kenapa kamu tahu?"
"Alam itu tempat dimana para penghuninya harus beradaptasi untuk bertahan. Meski bisa bersembunyi dengan baik, tetapi ketika terluka, bukankah bau ulat sutera begitu mencolok.
Hal tersebut bisa berguna sebagai perlindungan. Namun terkadang juga bisa menjadi alasan makhluk itu mudah di temukan. Jadi di lingkungan sekitar makhluk-makhluk itu tinggal, kemungkinan ada benda dengan efek yang bisa menetralkan baunya. Membuat mereka bisa menutupi bau, menjauh dari predator.
Kira-kira seperti itu."
"Cukup aneh, tetapi juga cukup masuk akal."
"..."
Sementara keduanya berbincang, anggota Silver Cross melihat keduanya yang tampak akur sambil bertanya-tanya. Saling berbisik satu sama lain.
"Apakah gadis kecil yang disebut Tamer itu adik Mr Hades?"
"Kemungkinan besar iya. Lagipula, tidak mungkin gadis kecil biasa sekuat itu, kan? Maksudku ... Dia memukul jatuh ketua!"
"Pakaian olahraga itu, apakah dia masih SMP?"
__ADS_1
"Tampaknya tidak. Aku rasa, banyak berlatih membuatnya lebih tinggi dari rekan seusia dengannya. Mungkin SD, kan?"
"Kamu benar."
"..."
Mendengar bisikan orang-orang itu, telinga Lisa bergerak-gerak. Gadis itu langsung bangkit sambil berteriak.
"SIAPA YANG BERKATA KALAU NONA INI MASIH SD?! KELUAR!
NONA INI BERJANJI TIDAK AKAN MEMUKULIMU SAMPAI MATI!"
"..."
Orang-orang langsung mengalihkan pandangannya mereka. Pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"ASAL KALIAN KETAHUI, NONA INI SUDAH BERUSIA 18 TAHUN! BENAR-BENAR SUDAH DEWASA!"
"..."
Semua orang diam, tetapi tidak satupun dari mereka memercayai ucapan Lisa. Bukan hanya karena penampilan atau suaranya. Gadis itu bertingkah seperti gadis kecil. Jelas membuat mereka tidak percaya.
Apalagi setelah mendengar rengekan Lisa.
'Usia 18 tahun? Aku tidak akan percaya bahkan jika kamu membunuhku!'
Itulah yang dipikirkan orang-orang dari Silver Cross ketika mendengar ucapan Lisa.
Ark melihat Lisa yang menghentakkan kakinya dengan ekspresi kesal. Dia hanya menggeleng ringan sambil berkata.
Banyak orang berbisik, tetapi tiba-tiba diam. Perkataan Ark benar-benar langsung membuat situasi hening.
"Apakah ini belum selesai, Hades?" tanya Julian dengan ekspresi ragu.
"Selesai?"
Ark menoleh ke arah pria itu. Memiringkan kepalanya, dia berkata.
"Ini bahkan belum dimulai, Okay?"
"..."
Sementara anggota Dark Caravan tercengang, orang-orang dari Silver Cross benar-benar tampak pucat.
"Apakah ... Apakah masih ada lebih banyak makhluk seperti ini di depan?" tanya Julian gugup.
"Tidak. Mungkin ada yang tersisa, tetapi mereka bersembunyi dan menyebar. Jelas tidak lagi mengancam kita."
"Syukurlah. Berarti apa yang perlu kita lakukan tinggal memulai eksplorasi. Mencari bahan-bahan yang mungkin berguna tanpa perlu bertarung lagi."
Julian menghela napas lega. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.
"Apa maksudmu?"
Mendengar pertanyaan Ark, bukan hanya Julian, tetapi semua orang memiliki tanda tanya di atas kepala mereka. Benar-benar merasa bingung.
__ADS_1
"Semakin dalam, pasti akan ada makhluk yang lebih kuat daripada ulat-ulat ini.
Apanya yang bersantai dan semuanya selesai? Memangnya kalian pikir hanya ada ulat di dalam hutan?"
"..."
Ekspresi terkejut dan penuh teror muncul di wajah orang-orang. Benar-benar tidak menyangka.
Setelah keluar dari satu lubang, mereka benar-benar harus masuk ke lubang yang lebih dalam!
***
Sementara itu, di barat taman kota.
"Hahahaha! Selamat, kami akhirnya benar-benar selamat dari neraka ini!"
Roxanne tertawa dengan ekspresi agak gila. Dibandingkan dengan penampilan cantik dan elegan, sekarang wanita itu tampak berantakan.
Bahkan orang-orang yang selamat sama sekali tidak sempat untuk menghargai pemandangan Roxanne yang pakaiannya basah dan melekat dengan kulitnya. Tidak peduli seberapa indah bentuk lekukannya, hal tersebut tidak lebih indah daripada keselamatan setelah melewati jalan sempit antara hidup dan mati.
"Apakah anda baik-baik saja, Ketua?"
Sosok wanita yang memakai pakaian mirip Roxanne dan penampilan juga berantakan menghampirinya. Dia tampak khawatir. Namun baru berjalan beberapa langkah ...
Swoosh!
Benda aneh berwarna merah tiba-tiba menusuk tubuh wanita itu dari punggung. Belum sempat bereaksi, tubuhnya tiba-tiba ditarik dan menghilang dalam semak-semak.
Melihat pemandangan itu, semua orang menggigil ketakutan. Mereka mengamati sekitar tetapi hanya melihat pohon, semak, dan beberapa batu besar. Mereka sangat waspada, tetapi tidak melihat apa-apa.
Salah satu orang tiba-tiba menunjuk ke arah tertentu.
"Apakah sejak awal ada batu di sana?"
Semua orang melihat batu tersebut. Namun karena di sekitar mereka memang ada batu-batu besar dengan tinggi lebih dari dua meter, batu tersebut sama sekali tidak terlihat mencolok.
Akan tetapi, pemandangan berikut membuat mereka bulu kuduk mereka berdiri.
Orang-orang itu melihat batu dengan tinggi sekitar dua setengah meter, panjang dan lebar tiga meter lebih tiba-tiba berkedip.
Ya. Mereka melihat mata sebesar mangkuk berkedip!
Belum sempat orang menjerit atau berlari, "batu" tersebut membuka mulut. Benda merah langsung melesat dan menusuk tubuh salah satu orang. Kemudian menariknya kembali dan menelannya.
Sosok "batu" itu akhirnya bergerak. Saat itu juga, mereka sadar apa yang mereka lihat bukanlah batu ...
Melainkan kodok raksasa yang berpenampilan mirip dengan batu!
"Hahahaha!"
Melihat penampilan makhluk tersebut, Roxanne tiba-tiba tertawa. Dengan penampilan berantakan ditambah ekspresinya yang kurang waras, wanita tersebut terlihat mengerikan.
Tampaknya mulai kehilangan rasionalitasnya setelah mengalami berbagai bencana yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan!
>> Bersambung.
__ADS_1