Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Setelah Kembali


__ADS_3

Siang di hari berikutnya.


Setelah meminta Huginn dan Muninn melakukan 3 pengiriman barang hari ini, Ark pergi menemui Dedric.


“Apakah kalian benar-benar tidak berniat merubah pikiran? Jika kita berangkat ke markas Sword of Sufferings, sudah terlambat untuk menyesal.”


Mendengar itu, Dedric menggelengkan kepalanya. Pria itu menatap Ark dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Kalau begitu, tolong jaga Ian dan 99 orang lainnya mulai sekarang, Tuan Ark.”


Dedric membungkuk sopan. Ark mengangguk ringan sebagai tanggapan.


Sebelumnya, Ark menemui kelompok Blade of Areia usai melakukan pencarian di gua. Dia membicarakan semua syarat yang diperlukan untuk menjadi anggota sementara Sword of Sufferings.


Selain itu, pemuda itu mengatakan kalau Sword of Sufferings hanya akan membawa 100 orang terlebih dahulu untuk melakukan uji coba.


Awalnya, dia pikir jumlah yang ingin ikut sedikit lebih dari lima puluh orang. Namun, dugaannya ternyata salah. Pada akhirnya, 80% anggota Blade of Areia yang mengikuti misi ini berniat untuk bergabung dengan Sword of Sufferings.


Tidak bisa membawa semuanya, Ark kemudian memprioritaskan anggota yang lebih muda, sehat, dan tidak memiliki keluarga tersisa. Setelah memilih baik-baik, akhirnya dia menemukan 100 orang termasuk Ian.


Ark sendiri berniat langsung membawa seratus orang ini kembali ke markas Sword of Sufferings. Biarkan mereka melakukan latihan dasar dan ajari mereka disiplin.


Setelah itu, barulah melatih mereka ke tahap berikutnya. Biarkan mereka mempunyai rasa memiliki pada Sword of Sufferings terlebih dahulu.


“Jadi kita akan bertemu kembali di tempat ini dua minggu kemudian, Tuan Ark?”


“Ya.” Ark mengangguk. “Sambil menunggu, kamu harus memastikan dua ratus orang yang dikirim dua minggu kemudian dipilih dengan baik sehingga tidak ada korban.”


“Dimengerti.”


Dedric mengangguk dengan ekspresi tegas. Menatap ke arah Ark, dia kembali bertanya.


“Lalu, kapan anda akan datang ke markas Blade of Areia, Tuan Ark?”


“Sekitar satu bulan kemudian.”


Mendengar itu, Dedric mengangguk. Dia sendiri juga sudah diterima oleh Ark, tetapi ditugaskan untuk kembali ke markas Blade of Areia, mengumpulkan orang yang mau setia lalu menunggu kedatangan Sword of Sufferings.


Sementara itu, Dedric juga berencana untuk menyingkirkan orang-orang yang menggunakan jabatan untuk meraih keuntungan pribadi dan merugikan Blade od Areia.


Pria itu memiliki rencananya sendiri. Dia ingin Blade of Areia bisa menjadi bagian Sword of Sufferings. Dengan begitu, mereka bisa berkembang lebih baik. Bukan untuk melebisi kelompok lain, tetapi agar mereka memiliki rasa aman.


Lagipula, selama ini mereka selalu merasa tertekan setiap harinya. Hal itu membuat mereka, orang-orang paling normal di antara kelompok-kelompok besar lain hampir gila.


Blade of Areia menginginkan perdamaian, tetapi sulit untuk mendapatkannya.

__ADS_1


Sekarang, karena sudah mendapatkan kesempatan, Dedric tidak berniat menyia-nyiakannya. Selain itu, dia juga merasa kalau sudah saatnya bagi Blade of Areia bersih-bersih.


“Kalau begitu, saya harap anda bisa menerima Blade of Areia dengan baik saat itu.”


Mendengar ucapan Dedric, Ark mengangguk ringan sembari membalas.


“Itu tergantung seberapa tulus Blade of Areia.”


Mendengar jawaban positif Ark dimana batasan jumlah tampaknya tidak menjadi masalah, Dedric tersenyum.


“Kalau begitu, sampai jumpa dua minggu kemudian, Tuan Ark.”


***


Pagi, dua hari kemudian.


Setelah mengalami perjalnan cukup panjang, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di mansion. Bukan hanya mereka, ada juga seratus orang calon anggota baru yang mengikuti mereka.


Sampai di mansion, Ark melihat Roxanne yang menyambutnya dengan senyum lembut.


Bukan hanya dia. Ada juga banyak prajurit yang sedang berlatih langsung menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Tampaknya senang melihat rekan-rekan mereka kembali dan ingin tahu pengalaman macam apa yang mereka dapatkan kali ini.


“Selamat datang di rumah, Tuan.”


“Terima kasih atas kerja kerasmu selama aku tidak ada, Roxanne.”


“Apakah barang-barang yang dikirim oleh Huginn dan Muninn sampai dengan selamat? Di mana kalian menaruhnya?”


“Kami menyimpannya di gudang, Tuan. Kami menumpuknya di sana karena tidak tahu akan anda bawa ke mana. Biarkan anda memutuskannya setelah kembali.”


Setelah mengatakan itu, tatapan Roxanne jatuh pada seratus orang tambahan yang mengikuti Ark dan rombongan kembali ke mansion.


“Mereka?”


“Calon anggota baru.”


“...”


Mendengar jawaban Ark, Roxanne mengangguk ringan pada Ian dan rekan-rekannya. Tampaknya tidak begitu peduli apakah ada tambahan anggota atau tidak.


“Kalau begitu, antarkan kami ke gudang penyimpanan, Roxanne.”


“Dimengerti, Tuan.”


Setelah itu, mereka pun mengikuti Roxanne menuju ke gudang penyimpanan, tempat semua barang yang baru datang dikumpulkan dan disortir sebelum dipindahkan ke tempat lain seperti bengkel pengrajin, dapur, lab Ark, atau ruang penyimpanan khusus.

__ADS_1


Sesampainya di gudang, Ark dan rombongan segera menurunkan barang bawaan mereka. Ada cangkang kepiting koral, capit raksasa, lumut bercahaya yang disimpan dalam wadah berair, dan bijih logam belum diproses.


“Pindahkan cangkang kepiting level 3 dan level 4 ke ruang penyimpanan khusus. Sedangkan yang level 2, gunakan sebagai alat latihan untuk membuat beberapa peralatan.”


“Suruh 10 orang untuk menggali tanah di belakang mansion untuk mengasapi capit kepiting. Meski sebenarnya awet, lebih baik diasap sehingga bisa digunakan untuk jangka waktu lama.”


“Suruh beberapa pengrajin untuk membuat beberapa wadah mirip aquarium dengan bahan-bahan seadanya. Plastik bening, toples kaca bekas, dan sebagainya juga bisa asalkan tidak terlalu besar. Pastikan bersih dan transparan.”


Sementara orang-orang sibuk menurunkan muatan, Ark langsung memberi berbagai tugas. Seketika, mansion langsung sibuk. Semua orang tampak bersemangat dalam mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Melihat pemandangan tersebut, seratus orang yang dipimpin oleh Ian tampak terkejut dan kagum. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Sword of Sufferings ternyata begitu ‘teratur’ dibandingkan kelompok-kelompok yang mereka ketahui.


Ketika orang-orang sibuk bekerja, Ark mengambil kursi untuk duduk bersama Roxanne. Setelah menyalakan sebatang rokok, pemuda itu bertanya.


“Sementara aku tidak ada, apakah kamu mendapatkan masalah?”


“Tidak, Tuan.” Roxanne menggelengkan kepalanya.


“Benarkah? Sama sekali tidak ada?”


“Iya.”


“Itu berarti kamu mengelolanya dengan baik.” Ark tersenyum ke arah Roxanne. “Terima kasih, Roxanne.”


“S-Saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan, Tuan. Ini bukan hal besar, jadi tidak perlu dipuji.”


Roxanne menjawab dengan ekspresi gugup. Tidak biasanya mendapatkan pujian, wanita itu malah jadi salah tingkah. Merasa malu karena diperhatikan oleh Ark. Namun, dia juga tidak membenci perasaan itu.


“Jadi, apakah ada informasi baru atau suatu hal yang kamu dapatkan selama aku pergi?”


“Untuk informasi, saya mendengar kalau perbatasan antara Cursed berserkers dan Golden Maple Group menjadi sunyi karena Crocodile menarik pasukan dan bertindak kurang aktif.


Selain itu, kekacauan terjadi di perbatasan wilayah Golden Maple Group dan Imperial Phoenix. Juga, ada berita yang harus anda ketahui, Tuan.”


Melihat ekspresi ragu di wajah Roxanne, Ark langsung bertanya.


“Ada apa?”


“Wakil Ketua telah kembali.”


Mendengar itu, Ark agak terkejut. Sebelum mengatakan apa-apa, dia mendengar suara langkah kaki berat.


Menoleh ke sumber suara, Ark melihat sosok Jay yang berjalan ke arahnya. Walau wajah tidak terlalu berubah, tetapi mata pemuda itu jelas menunjukkan kejutannya.


Saat itu juga, Ark langsung bertanya.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kamu terluka sampai seperti itu Jay? Apa yang sebenarnya terjadi?”


>> Bersambung.


__ADS_2