
“Siapa kamu?”
Pemimpin kelompok itu menatap Ark dengan ekspresi waspada. Melihat penampilan pemuda tampan dan bersih yang sedang memegang rokok, dia merasa orang itu sama sekali tidak cocok dengan pemandangan dunia berantakan di sekitarnya.
“Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu.”
Mengatakan itu, Ark menyesap rokok lalu mengembuskan asap perlahan. Setelah beberapa napas, pemuda itu mengembuskan asap. Seketika, aroma herbal dan bunga menyebar di ruangan.
“Siapa dari kalian yang paling pintar di antara kalian semua?” tanya Ark.
“...”
Semua orang diam. Ekspresi pemimpin kelompok tersebut langsung berubah menjadi buruk. Bukan hanya dia, tetapi para bawahannya juga merasa sangat marah karena sikap Ark. Orang-orang itu ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.
Saat itu juga, Ark menunjuk ke arah orang-orang itu dengan tangan kanannya. Jari telunjuk menunjuk ke arah lawan dan jempol mengarah ke atas seperti pistol.
“Dor!”
Ark berkata dengan nada datar. Sama sekali tidak cocok dengan penampilan mengancam, tetapi sama sekali tidak ada yang berani tertawa. Sebaliknya, mereka semua langsung ketakutan.
Pada saat Ark mengatakan ‘dor!’, salah satu kepala orang seperti diremas oleh kekuatan tak terlihat lalu meletup. Rintik darah membasahi pakaian rekan-rekannya, tetapi sekuat apapun orang-orang itu mencoba, tetap saja tidak bisa melarikan diri.
“Dor!”
Ark menunjuk. Saat itu juga, kepala orang lain meledak. Dia menunjuk satu per satu kepala orang, tanpa terkecuali ... kepala mereka diledakkan.
Tubuh jatuh ke lantai, dan darah mulai menggenang seperti kolam.
Semakin lama orang-orang itu menunggu, mereka menjadi semakin takut. Mereka semua merasa seperti menjadi pendosa yang bersiap menerima hukuman.
Rasa takut, rasa menyesal, semua kenangan buruk yang pernah mereka lakukan muncul seperti film dalam otak mereka.
Bruk!
Satu demi satu tubuh roboh. Darah merah mengalir semakin deras dan berkumpul lebih banyak daripada biasanya.
“Selamat kepada kalian berempat karena menjadi orang paling berguna di antara orang-orang.”
Pada saat mendengarkan kalimat tersebut, keempat orang yang tersisa merasa kalau tubuh mereka kembali bisa digerakkan. Orang-orang itu kemudian menatap ke arah Ark dengan ekspresi takut dan gugup.
“Karena informasi yang kalian miliki sama dan aku hanya membutuhkan satu orang untuk dijadikan pemandu, maka aku tidak membutuhkan tiga orang lain."
Ark bersandar di pintu lalu melanjutkan.
__ADS_1
“Sebagai orang yang menjunjung keadilan, aku tidak akan memilih secara acak. Kalian sama-sama pintar, jadi aku akan memilih yang paling baik. Caranya sederhana ...
Singkirkan tiga orang lain, dan kamu akan menjadi yang terbaik.”
Ucapan Ark membuat keempat orang itu tertegun. Namun, itu tidak lama.
Slash! Slash! Jleb!
Ketika tiga orang terkejut dan ragu, satu orang langsung maju dan menebas leher tiga orang lain dengan sekuat tenaga. Tidak berhenti di sana, dia menendang lawannya sampai jatuh lalu menikam jantung mereka.
“Angelica, kamu-“
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Angelica langsung menutup mulut pemimpin kelompok lalu menikamnya sampai mati.
“...”
Melihat sosok yang bangkit dengan pakaian berlumur darah, Ark sedikit terkejut. Sesaat kemudian, suara wanita yang serak terdengar.
“Jika kamu ingin membunuh atau menyiksa, lakukan saja. Aku berbeda dengan orang-orang yang ragu membunuh atau memohon belas kasihan seperti mereka. Percuma saja jika kamu ingin melanjutkan permainan ini.”
“Kenapa kamu pikir aku bermain-main?” tanya Ark datar.
“Kamu mengetahui informasi tentang tiga orang paling penting dan aku yang memiliki banyak pengalaman, itu berarti kamu telah menyelesaikan interogasi. Walau tidak mendapatkan informasi lengkap, seharusnya informasimu sudah cukup.”
“Menarik.”
Pemuda itu kemudian merapikan rambut Angelica. Melihat sebagian wajah yang tidak ditutupi, ekspresi sedikit terkejut muncul di wajah Ark. Bukan karena paras cantik wanita yang tertutup kotoran itu, tetapi karena dia mengingat seseorang.
“Nama?”
“Angelica.”
Mendengar itu, Ark tersenyum. Dia kemudian menarik kain hitam yang menutupi sebagian kepala wanita itu. Saat itu juga penampakan mengerikan muncul di depan mata pemuda tersebut.
Separuh wajah Angelica tidak hanya buruk, tetapi tampak mengerikan. Kulitnya terkelupas dan hanya menyisakan otot-otot kering. Tampaknya juga ada bekas terbakar.
Selain itu, bola mata bulat tanpa kelopak mata, rahang dengan gigi rusak, dan sebagian kepala botak seperti zombie menjadi pelengkapnya.
Melihat pemandangan itu sama sekali tidak membuat Ark merubah ekspresinya. Hal tersebut membuat Angelica terkejut. Namun, apa yang dilakukan pemuda itu kemudian membuatnya berpikir apakah lelaki itu memiliki selera atau semacamnya.
Di depan mata terkejut Angelica, Ark merobek sebagian pakaian wanita itu sampai menunjukkan sebagian tubuhnya.
“Racun jamur, racun dari sengatan, racun dari lendir amfibi bermutasi, dan beberapa bekas luka korosif. Tubuh hampir runtuh, tetapi masih bisa hidup dengan menanggung rasa sakit.”
__ADS_1
Ark menatap ke arah Angelica dengan ekspresi datar. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Midnight Queen, sosok salah satu pemilik kemampuan telekinesis terbaik di masa depan memiliki masa lalu seperti ini.
Pemuda itu pernah mendengar rumor kalau di awal apocalypse, wanita itu bertahan dalam tekanan yang mengerikan dan dibenci banyak orang. Itu juga awal rusaknya otak Midnight Queen, dan membentuk kepribadian barunya.
Di masa depan, Midnight Queen adalah salah satu wanita teratas baik dari segi kekuatan dan penampilan. Namun, dia juga sangat terobsesi dengan kecantikan serta membenci wanita yang lebih cantik.
Midnight Queen terkenal suka mengoleksi lelaki tampan sebagai hewan peliharaannya. Dia suka dipuja, benar-benar bersikap layaknya seorang ratu.
Wanita itu juga memiliki hobi lebih ekstrem, yaitu menangkap paksa lelaki tampan yang menolaknya. Dia akan mengajak pria itu melalui malam romantis dan indah, lalu membunuhnya di pagi berikutnya.
Salah satu alasan kenapa Ark mengingatnya karena wanita itu sempat membuat masalah dengannya berkali-kali. Dia bisa menyingkirkannya berkali-kali, tetapi wanita itu tidak menyerah.
Jika bukan karena mati dalam suatu misi, kemungkinan Midnight Queen itu akan berusaha mengejarnya sampai akhirnya.
“Benar-benar menarik. Aku menyukainya.”
Ucapan Ark membuat Angelica bingung. Wanita itu mengangkat alisnya, merasa ada yang salah dengan lelaki di depannya.
“Kamu sama sekali tidak peduli diperlakukan sebagai alat di kelompok ini asal bisa bertahan, kan? Lalu aku punya penawaran menarik untukmu.”
“Apa yang kamu inginkan?” tanya Angelica waspada.
“Kamu tidak normal, dan itu alasan kenapa kamu bisa bertahan di dunia gila ini. Karena kamu tidak keberatan menjadi pedang atau robot tanpa perasaan, maka kamu tidak keberatan menjadi kucing kecil, kan?”
“Kucing kecil?” Angelica mengangkat alisnya.
“Peliharaan lucu yang menurut kepada majikannya. Jika aku menyuruh diam, kamu diam. Jika aku menyuruhmu mengeong, kamu mengeong. Jika aku menyuruhmu berbaring, kamu akan berbaring.”
Melihat ekspresi Angelica berubah menjadi pucat dan gemetar karena marah, Ark sama sekali tidak peduli. Sebaliknya, dia membuka tangannya.
“Aku tahu kamu akan menerimanya karena kamu takut mati. Namun, kamu tidak akan pernah menyangka kalau menjadi ‘kucing kecil’ membuatmu sangat bahagia.
Aku tahu apa yang kamu inginkan, Angelica. Kamu ingin kekuatan, kesehatan, dan penampilan cantik. Aku bisa memberimu apa yang kamu inginkan.”
Angelica sama sekali tidak percaya orang gila di depannya. Namun, apa yang dilihatnya kemudian membuat wanita itu sangat terkejut.
Di depan matanya, Ark mengambil pisau lalu menebas lengan kirinya berkali-kali. Darah mengalir deras dan memercik ke mana-mana. Beberapa saat kemudian, luka itu benar-benar tertutup seolah-olah tidak pernah ada.
Pada saat Angelica linglung, sebuah tangan terulur dan mencubit dagunya.
“Bagaimana? Apakah kamu tertarik menjadi ‘kucing kecil’ milikku, Angelica?”
Melihat sepasang mata merah di depannya, Angelica tahu dirinya sudah kalah. Bisikan iblis itu benar-benar membuatnya tidak bisa menolak.
__ADS_1
Iblis itu mengabulkan keinginan terdalamnya, lalu menyeretnya pergi ke dunia bawah. Jatuh ke jalan dia tidak pernah bisa kembali.
>> Bersambung.