Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tugas Ketua


__ADS_3

"JAY!!!"


Mendengar teriakan Ark yang begitu tiba-tiba, Jay tercengang di tempatnya. Dia langsung membalas.


"Tidak perlu berteriak, Bung! Aku mendengarnya."


Mata Ark menyempit. Dia terus menatap sosok Rotten Ghost Mantis tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya. Pemuda itu tahu, makhluk di depannya tidak hanya terlihat mengerikan, tetapi juga licik dan berbahaya.


"Ambil buah paling gelap dengan pola merah paling mencolok, kemungkinan besar itu buah yang matang. Ambil minimal lima, lalu mundur.


Sementara itu, sisanya segera mundur! Kemas sebanyak mungkin tanaman yang kalian pikir berharga di antara tanaman yang kita kumpulkan. Segera mundur sejauh mungkin!"


"Kami akan membantu, Ketua! Kami—"


Sebelum Darin menyelesaikan ucapannya, Ark menyela.


"Ini bukan permohonan. Ini adalah perintah. MUNDUR!!!"


Darin, Yonas, dan Vadim tampak kesal. Mereka merasa tertekan. Tangan mereka mengepal erat, tetapi tetap berbalik dan segera berlari.


Stacy menatap punggung Ark dalam diam. Setelah beberapa saat, dia berbalik lalu menyusul tiga orang lainnya.


Sosok Rotten Ghost Mantis tiba-tiba melompat. Dia langsung melompat ke salah satu pohon, menggunakan pohon tersebut sebagai tumpuan lalu melesat ke arah keempat orang yang berlari. Namun saat itu, gelombang angin yang membentuk bilah dibungkus energi biru melesat ke arahnya.


Sayap lebar terbuka dari belakang tubuhnya. Makhluk itu berhenti di udara, jatuh dengan lembut dan menghindari serangan Ark dengan mudah.


"Siapa yang menyuruhmu pergi dari tempat ini, B-jingan?!"


Sambil memegang kedua pedang yang dilapisi dengan energi biru, Ark menatap ke arah Rotten Ghost Mantis dengan tatapan dingin. Mata berwarna biru dengan pupil vertikal mengarah pada makhluk tersebut seolah sedang mengunci mangsanya.


Kepala belalang berbentuk segitiga berputar 180°, menatap ke arah Ark dari sudut aneh sekaligus dengan tatapan ganas.


Tinggi makhluk tersebut sekitar dua setengah meter, belum dihitung dengan panjang tubuhnya. Rotten Ghost Mantis tampak seperti makhluk asing. Tampak sangat besar, ganas, dan berbahaya. Khususnya dua sabit di depan tubuhnya.


Tidak seperti sabit belalang sembah pada umumnya yang biasanya di dalamnya ada ruang, sabit makhluk ini benar-benar padat. Sama sekali tidak kalah dengan senjata dingin biasa. Mampu memotong logam dengan mudah.


'Haruskah aku menggunakan Shadow Styx Stream? Meski Rotten Ghost Mantis ini level dua, tetapi seharusnya belum di level puncak.


Masih ada kesempatan untuk menang. Namun, jika aku membunuhnya, Miracle Root akan terbuang sia-sia. Meski jika dibiarkan akan menjadi lebih berbahaya, tetapi ...


Miracle Root dengan tiga skill masih merupakan godaan kuat!'


Swoosh! KLANG!

__ADS_1


Ark menangkis tebasan Rotten Ghost Mantis, tetapi tubuhnya masih terpental karena perbedaan kekuatan. Ketika dia mendarat, pemuda itu melirik ke arah senjata di tangannya lalu mendecak.


"Tsk! Rosokan tetap saja rosokan."


Sosok Ark dan Rotten Ghost Mantis melesat, langsung mengunci satu sama lain. Keduanya langsung bertabrakan dengan kuat. Sabit dan katana berbenturan. Suara dentingan logam terdengar terus menerus.


"Aku berhasil mendapatkannya, Ark!"


Saat itu, suara teriakan Jay terdengar. Ark dan Rotten Ghost Mantis menoleh ke arah pria itu bersamaan karena tertarik dengan suaranya.


Di sisi lain, tampak Jay yang menggendong tas berisi empat buah. Di tangannya, tampak empat buah lain. Melihat banyaknya buah yang dia bawa, Ark tidak bisa tidak mengutuk.


"KENAPA KAMU BERDIAM DIRI DI SANA, BODOH! LARI!"


Mengatakan itu, Ark melirik ke arah Rotten Ghost Mantis. Saat itu, dia merasa waktu melambat.


Sayap Rotten Ghost Mantis terbuka lebar. Tubuhnya memasang gerakan aneh, tetapi sangat familiar. Hal tersebut membuat jantung Ark berdegup kencang.


Saat itu juga, Ark langsung mengerahkan seluruh energi pikirannya. Detik kemudian ... keduanya tiba-tiba lenyap dari tempatnya.


KLANG! Slash!


Jay tertegun di tempatnya. Dia tidak menyangka, dua sosok yang seharusnya belasan meter darinya tiba-tiba muncul di depannya.


Sebuah benda berkilauan terlempar di udara lalu menancap di tanah. Melihat kalau benda itu adalah bilah katana milik Ark, ekspresi penuh keterkejutan muncul di wajah Jay.


Teriakan Ark langsung menyadarkan Jay. Pria itu melihat punggung sahabatnya. Pikirannya kacau, tetapi dia segera berlari. Terus berlari sampai dua sosok itu menghilang dari pandangannya.


"Cih! Sejak kapan aku begitu peduli dengan orang lain."


Ark membuang katana yang patah. Bekas luka mengerikan tampak dari bahu kiri sampai bagian perut kiri. Tebasan diagonal panjang benar-benar melukai tubuhnya.


Otot-otot tubuhnya menggeliat, memaksa diri untuk menutup luka. Tidak sepenuhnya sembuh, tetapi menghentikan sedikit pendarahan.


Pemuda itu mendongak. Dia menatap mata Rotten Ghost Mantis Mantis dengan seringai kejam. Menggenggam erat satu katana dan mengeluarkan belati dengan tangan lainnya, lalu pemuda itu berkata.


"Bagaimana dengan ronde lain, B-jingan?!"


Mendengar ucapan Ark, Rotten Ghost Mantis yang seolah-olah mengerti apa yang dimaksud langsung mengangkat kepalanya. Kemudian, teriakan serak dan melengking langsung menggema di seluruh taman kota.


***


Satu jam kemudian, di gedung tempat tim Ark berkumpul sebelumnya.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak bisa menunggu lagi! Aku harus membantu Ark!"


Jay berdiri. Hendak pergi, tetapi langsung dicegah oleh Darin.


"Tenanglah, Kak Jay. Ketua pasti baik-baik saja. Dia telah memberi perintah. Kita hanya perlu melakukan tugas."


"Apakah kamu tidak kesal, Darin! Apakah kamu benar-benar tidak tahu berterima kasih!"


"Aku juga kesal! Namun apa yang bisa kita lakukan! Kita terlalu lemah! Bahkan jika Ketua tidak mengatakannya, kita hanyalah beban!


Memangnya aku mau menjadi seperti ini?! Aku—"


"Cukup! Hentikan drama tidak berguna ini."


Pada saat itu, suara datar dan monoton terdengar. Semua orang terkejut ketika mendengar suara tersebut. Menoleh ke sumber suara, mereka melihat sosok Ark berdiri di pintu dengan tubuh penuh luka. Berlumuran darah.


Sebuah luka tebasan diagonal tampak begitu mencolok. Juga, pemuda itu memegang sebuah benda. Lebih tepatnya ...


Salah satu lengan sabit Rotten Ghost Mantis!


"Kamu benar-benar berhasil melenyapkan makhluk itu, Ark!" teriak Jay penuh semangat.


"Bodoh. Tentu saja tidak."


Ark membalas dengan nada datar. Dia memilih tempat untuk duduk bersandar pada dinding.


'Siapa sangka kalau makhluk itu benar-benar bersembunyi dengan baik. Ternyata berada di puncak tingkat dua!'


Exo-skeleton makhluk tersebut benar-benar kuat dan kokoh. Tanpa menggunakan teknik terbaiknya, Ark hanya bisa memotong salah satu lengan dan menghancurkan salah satu matanya. Dia sebenarnya ingin melukai makhluk itu lebih parah, sehingga ketika kembali lebih mudah menghabisinya.


Mempersiapkan Miracle Root ke-2 miliknya!


Hanya saja, semua tidak sesuai dengan rencana. Karena perbedaan kekuatan, Ark hanya bisa memotong salah satu lengan. Kecuali langsung melukai titik terlemah dan membunuh makhluk tersebut, luka semacam ini adalah batas yang bisa Ark lakukan.


Memikirkan sosok makhluk yang ganas dan licik tersebut, Ark bergumam.


"Aku mengingat dendam ini. Lain kali, tidak ada lagi ampunan."


Ark kemudian mengalihkan pandangannya ke arah rekan-rekannya dan berkata.


"Terima kasih telah memercayaiku. Setelah beristirahat sejenak, mari kembali!"


Melihat senyum yang jarang muncul di wajah Ark, anggota Sword of Sufferings lainnya merasa bersemangat. Mereka langsung menjawab serempak dengan tegas.

__ADS_1


"Baik, Pak!"


>> Bersambung.


__ADS_2