Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kunjungan Imperial Phoenix


__ADS_3

Dua hari kembali berlalu begitu saja.


Melakukan perjalanan yang tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh, Ark dan pasukannya akhirnya sampai di tempat tujuan. Perbatasan antara wilayah Blade of Areia dan Cursed Berserkers.


Tempat yang mereka datangi adalah mansion di tengah kota. Ya, sebuah mansion raksasa yang dimiliki orang paling kaya di kota ini.


Tentu saja, alasan kenapa mereka datang bukan untuk mansion tersebut, tetapi tanah luas di sekitar mansion yang sekarang mengalami mutasi. Ada danau buatan yang menjadi lebih lebar dan ada juga hutan lebat di sekitarnya.


Menurut informasi yang diterima, sangat banyak serangga bermutasi dengan racun mematikan di sini. Belum lagi, ada juga makhluk-makhluk bermutasi yang tinggal di mansion terbengkalai.


Meski dibilang mansion terbaik di kota, tetapi kondisinya juga tampak mengerikan. Bangunan itu sedikit miring karena tanah terangkat. Bahkan, bagian kiri bangunan dihancurkan oleh akar dari pohon raksasa yang kanopinya hampir mencakup seluruh kota.


Melihat hutan di kejauhan dan beberapa akar raksasa di sana, ekspresi Ark menjadi lebih serius.


“Semua orang, bersiap untuk bertarung.”


Mendengar ucapan Ark, para prajurit langsung menghunus pedang mereka.


“Barisan depan, buka jalan. Barisan tengah, siap untuk memberi bantuan. Barisan belakang, siapkan busur dan anak panah kalian.”


“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.


Masuk ke area di mana bangunan-bangunan mulai menghilang, ekspresi semua orang menjadi serius. Saat itu juga, prajurit bagian depan mulai membersihkan semak belukar yang menghalangi jalan.


Pada awalnya, sama sekali tidak ada suatu hal yang spesial. Namun, beberapa perubahan tiba-tiba terjadi setelah mereka masuk lebih dalam.


Di hutan yang lembab, gelap, sunyi, dan dipenuhi kabut, pada awalnya hanya ada suara langkak kaki serta tebasan pedang yang memotong semak belukar. Namun, saat itu Ark dan rekan-rekannya mendengar suara dengungan.


Meski belum menemukan makhluk yang menghasilkan suara tersebut, tetapi Ark dan rekan-rekannya sudah sangat waspada. Terlatih untuk siap bertarung kapan saja.


Beberapa saat menunggu, pemilik suara itu akhirnya menampilkan wujudnya.


Nyamuk.


Mungkin bukan binatang yang menakutkan. Hanya saja, sejak dunia damai, mereka tetap menjadi makhluk merepotkan yang banyak membunuh manusia. Sedangkan sekarang, apa yang Ark dan rekan-rekannya temukan membuat kulit kepala mereka mati rasa.


Nyamuk yang mereka temui memiliki tubuh sebesar kepalan tangan. Jika satu saja menghisap darah, tampaknya bisa sampai satu liter. Namun, jumlah mereka bukan hanya satu atau dua, melainkan ribuan.


Ribuan nyamuk yang bisa langsung menguras mereka. Mereka juga yakin kalau ‘suntikan’ nyamuk itu membuat mereka keracunan banyak penyakit. Bahkan jika tidak mati, orang-orang itu pasti dibuat menderita oleh para nyamuk tersebut.


“Mundur.”


Ark berkata dengan tenang. Meski orang-orang bisa saja menghadapi nyamuk itu, tetapi bukan berarti memerlukan waktu singkat dan tidak ada korban. Pemuda itu yakin para nyamuk bermutasi membuat cukup kerepotan.

__ADS_1


Itu sebabnya Ark memutuskan untuk menggunakan caranya sendiri.


Pemuda itu maju sambil mengulurkan tangan. Mata merah bak rubi menyala lalu energi merah langsung menyelimuti tubuhnya.


Tangan kanannya terulur ke depan. Saat itu juga, semua nyamuk bermutasi yang terbang langsung diselimuti energi merah. Sama sekali tidak bisa menggerkkan tubuh mereka.


Tangan Ark yang terulur langsung mengepal seolah-olah sedang menangkap sesuatu.


“Mati.”


Bersama dengan ucapan Ark, ribuan nyamuk bermutasi langsung meledak menjadi percikan darah yang menyebar ke pepohonan di sekitar. Membuat pemandangan dipenuhi dengan warna merah.


“Uhuk! Uhuk!”


Ark batuk beberapa kali. Pemuda itu kemudian meludahkan beberapa suap darah. Mengalihkan pandangannya pada orang-orang, dia berkata.


“Segera pergi dari tempat ini karena aroma darah bisa menarik banyak predator ganas mendekat.”


“Baik, Ketua!” jawab mereka serempak.


Melihat punggung Ark, semua orang merasa takjub dan hormat. Mereka juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan pemimpin yang bisa diandalkan semacam itu. Hampir semua orang memiliki tujuan yang sama ...


Yaitu tidak mengecewakan Ark yang telah menampung dan membantu mereka tumbuh sampai sekarang!


Tiga hari kemudian, dalam mansion yang dijadikan markas Sword of Sufferings.


Kemarin mereka baru tiba di mansion dan langsung beristirahat. Setelah energi pulih, Ark menugaskan mereka semua untuk membersihkan mansion.


Walau jumlah mereka ratusan, tetapi mansion itu sangat besar dan megah. Belum lagi, setelah ditinggalkan beberapa tahun serta perubahan dunia, bagian dalam mansion dipenuhi dengan tanah, lumpur, dan rerumputan.


Untung saja mereka semua telah menembus batas dan melakukan evolusi. Walau tidak menyenangkan, tetapi mereka bisa melakukan tugas tersebut dengan cukup mudah.


Hanya dalam setengah hari, bagian dalam mansion berhasil mereka bersihkan. Sudah layak untuk ditinggali orang.


“Itu benar-benar kotor.”


Melihat tumpukan sampah dan lumpur di halaman belakang seperti beberapa bukit kecil, Angelica mengerutkan kening. Melihat ruangan yang cukup bersih meski masih lusuh, dia merasa kagum dengan kinerja bersih-bersih kelompok ini.


Tidak seperti kelompok lain yang langsung tinggal tanpa peduli di mana dan kondisinya sekotor apa, Sword of Sufferings benar-benar membersihkan tempat ini.


Mungkin karena dianggap markas utama di kota ini, Sword of Sufferings membersihkan tempat ini lebih rajin dan cermat dibandingkan dengan markas sementara sebelumnya.


Usai makan siang di halaman depan rumah, Ark menyuruh semua orang membawa berbagai peralatan kelompok seperti tenda, alat masak, dan semacamnya ke gudang. Setelah itu, dia membagi kamar sesuai dengan tim masing-masing, yaitu satu kamar untuk lima orang prajurit.

__ADS_1


Kecuali Ark dan para perempuan dari Golden Rose, hanya Angelica yang mendapatkan perlakuan sedikit berbeda.


Tentu saja, karena terbiasa, mereka sama sekali tidak iri atau cemburu. Terlebih lagi, dibandingkan kelompok lain, kehidupan mereka sudah sangat mewah karena memiliki ruang istirahat dan peralatan pribadi yang bahkan ketua kelompok lain tidak miliki.


Pada akhirnya, Sword of Sufferings menghabiskan sore mereka untuk mengatur barang di gudang dan kamar mereka masing-masing.


Tentu saja, kebanyakan dari mereka tidak tahu jam karena setiap kali melihat luar, hanya tampak kabut kelabu. Sama sekali tidak tahu apakah itu masih siang atau sudah malam. Yang pasti, mereka melakukan shift sehingga bisa bekerja dan beristirahat secara seimbang.


Benar-benar sudah menyesuaikan diri dengan lingkungan!


Usai menyelesaikan tugas mereka, semua orang berkumpul di aula besar dan luas. Mereka semua duduk bersama sambil menikmati air dan makan buah yang dipetik dalam perjalanan.


Duduk di posisi paling tinggi dekat tangga, Ark menggigit buah dengan ekspresi datar. Jus buah langsung mengalir dalam mulutnya. Rasanya benar-benar manis dan menyegarkan, cocok untuk dimakan setelah bekerja.


“Semua orang.”


Ark langsung memanggil.


Mendengar ucapannya, seluruh anggota yang berada di sana langsung menoleh ke arah Ark. Ekspresi semua orang tampak serius, menunggu apa yang coba ingin pemuda itu katakan.


“Tugas kalian besok adalah membersihkan halaman depan dan halaman belakang mansion. Setelah itu, barulah kita akan menjelajahi area sekitar.


Misi penjelajahan akan dilakuakn lusa. Tugas kita bukan hanya menjelajah, tetapi juga memanen apa yang bisa dipanen serta menyingkirkan apa yang perlu disingkirkan. Meski kota ini agak suram, tetapi banyak tanaman dan buah-buahan berguna di sini.


Tidak diragukan lagi, kita bisa mendapatkan cukup banyak keuntungan di kota ini. Jadi, malam ini ...


Mari kita rayakan berdirinya markas baru kita dengan pesta!”


Ark mengangkat gelas kayu yang dia bawa.


“OOOHHH!!!”


Semua orang langsung berteriak senang. Meski tidak ada sesuatu yang berlebihan. Pesta berarti mereka bisa makan dan minum sepuasnya.


Sebuah kemewahan yang hanya dimiliki orang-orang kuat!


Setelah beberapa saat gempar, tatapan Ark tiba-tiba menuju ke arah lain. Jauh di luar halaman depan mansion, tampak sekitar 30 orang yang datang mendekat. Mereka semua memakai seragam militer, jelas dari Imperial Phoenix.


Merubah ekspresi santai menjadi datar seperti biasa, Ark berkata.


“Tampaknya kita kedatangan tamu.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2