
“BAGAIMANA KAMU BISA MENGETAHUINYA?”
Crocodile tampak terkejut ketika mendengar ucapan Ark. Namun setelah melihat perubahan pada tubuh pemuda itu, dia menjadi lebih tenang.
“Begitu. Jadi kamu juga memiliki kekuatan seperti itu. Tanda api? Apakah itu berasal dari penguasa tempat kamu berasal?”
“Benar-benar lucu.”
Ark berkata dengan nada datar. Dia menatap Crocodile dan rekan-rekannya dengan tatapan kecewa. Jelas, merasa kecewa dengan keputusan mereka.
“Jika tahu kamu begitu rentan. Seharusnya aku menarikmu untuk mengikuti di awal, Crocodile.”
“JANGAN MENATAPKU DENGAN MATA SEPERTI ITU!”
Merasakan jejak kecewa di mata Ark, Crocodile berteriak marah. Dia tidak keberatan dipukuli dan dihina, tetapi tidak akan pernah terima jika dikasihani.
“AKU JUGA MEMILIKI TANDA! AKU JUGA KUAT! AKU SAMA SEKALI TIDAK PERLU KAMU KASIHANI!”
Crocodile merobek pakaiannya, menunjukkan tubuh penuh dengan luka. Di bagian-bagian tubuhnya, tampak gambar beberapa bunga hitam dengan sulur-sulur hitam. Tidak jelas apakah itu tanaman rambat atau akar.
“Kamu tidak perlu menunjukkannya karena aku sudah mengetahuinya.”
“HAHAHA! SUDAH AKU DUGA, KAMU JUGA-“
“Tidak, Crocodile. Aku mengetahuinya bukan berarti aku memiliki asal kekuatan yang sama. Berbeda denganmu yang mendapatkan kekuatan dengan menjadi boneka makhluk lain, ini adalah kekuatanku sendiri.”
“BOHONG!” teriak Crocodile dengan ekspresi terdistorsi.
“Tak apa-apa jika kalian tidak percaya. Yang pasti, alasanku di sini adalah untuk mengirim kalian pergi.”
Setelah mengatakan itu, sosok Ark langsung menghilang dari tempatnya. Sesaat kemudian, beberapa kepala langsung dipenggal. Membuat orang-orang terkejut tanpa sempat merespon.
“Jangan hanya diam! Serang!”
Mendengar teriakan Crocodile, Ark sama sekali tidak peduli. Dia terus menyerang satu demi satu bawahan pria itu sambil berkata.
“Percuma. Diam dan terima saja.”
Swoosh! BANG!
Sosok Crocodile menyusul lalu membanting pedangnya ke arah Ark. Pemuda itu langsung merespon dengan cara menangkisnya, membuat mereka berdua mundur beberapa meter.
“Memangnya kamu pikir aku akan membiarkanmu begitu saja, Ark!”
“Kalau begitu datanglah.”
Ark langsung berlari ke arah Crocodile. Pria itu meraung marah lalu bergegas ke arahnya dengan sekuat tenaga.
KLANG!
Dua pedang berbenturan keras. Sebelum Crocodile mendapatkan kepercayaan diri kembali, Ark langsung menendang perutnya dengan keras. Setelah itu pemuda tersebut pergi ke arah bawahan Crocodile yang menonton pertarungan.
__ADS_1
Slash! Slash!
Beberapa leher kembali dipenggal. Darah memercik ke wajah tampan pemuda itu, tetapi tidak membuatnya jijik atau bahagia. Bahkan tidak ada perubahan dalam ekspresinya.
“KALIAN SEMUA MUNDUR!”
“BOS!!!”
Mengikuti ucapan Crocodile, orang-orang itu menggertakkan gigi lalu berbalik untuk berlari. Namun, Ark sama sekali tidak membiarkan mereka pergi.
“Karena kalian sudah datang ...” Mata pemuda itu menyempit. “Maka tetap tinggal.”
Slash!
Melihat pemandangan orang-orang kepercayaannya dibunuh, Crocodile langsung meraung gila.
“AKU AKAN MEMBUNUHMU ARK! AKU PASTI MEMBUNUHMU!”
Otot-otot Crocodile membengkak, giginya berubah menjadi taring-taring tajam. Matanya menjadi merah dan ekspresinya penuh dengan kegilaan.
Saat itu juga, tato bunga hitam di tubuhnya mulai menyebar, akarnya merambat ke segala arah dengan liar.
Crocodile langsung melesat ke arah Ark, muncul di depan pria tersebut lalu menebas dengan sekuat tenaga.
BLARR!!
Ledakan keras tercipta. Crocodile yang baru saja mendarat langsung meraung ke arah Ark dihempaskan.
Keluar dari reruntuhan dan puing-puing, Ark melemaskan otot-otot lehernya. Pemuda itu menatap ke arah Crocodile yang hampir kehilangan kewarasan lalu berkata.
“Tidak buruk, bahkan cukup baik.”
Setelah mengatakan itu, Ark menghela napas panjang.
Melihat Ark yang kembali berdiri, Crocodile yang menganggap pemuda itu sebagai mangsa langsung berlari ke arahnya. Dia langsung membanting pedang dengan sekuat tenaga.
Klang! Klang! KLANG!
Berbeda dengan sebelumnya, Ark menangkis serangan demi serangan yang diluncurkan oleh Crocodile. Melihat tanda di tubuh pria itu semakin menyebar, dia malah menarik kembali sebagian kekuatannya.
Satu menit, dua menit, lima menit, setengah jam ...
Ark dan Crocodile terus bertarung dengan sengit sampai medan di sekitar mereka dihancurkan.
Pada saat Crocodile melihat sedikit celah pada gerakan Ark, dia langsung menebas dengan kecepatan luar biasa. Namun, gerakannya tiba-tiba terhenti di tengah jalan.
Tik! Tik! Tik!
“Masih belum!”
Darah keluar dari pori-pori Crocodile, mengalir ke bawah lalu menitik ke tanah. Mengabaikan luka-lukanya sendiri, pria itu bertarung dengan tegas dan ganas. Sekali lagi menyerang, terus-menerus mengimbangi serangan Ark tanpa mundur sedikit pun.
__ADS_1
“BLERGH!”
Tubuh Crocodile berkedut hebat. Pria itu langsung memuntahkan banyak darah. Ketika hampir jatuh berlutut, dia langsung menggunakan pedangnya untuk menahan tubuhnya.
“Belum! MASIH BELUM!”
Melihat penampilan Crocodile yang mengerikan, Ark menghela napas panjang.
“Kamu sudah berada pada batasmu. Tidak mungkin melanjutkan pertarungan ini. Bahkan dengan benih di tubuhmu, mencapai level 3 secepat ini sudah sangat berlebihan. Terlebih lagi, makhluk yang kamu anggap sebagai Dewa itu tidak mungkin memberi kekuatan lebih.
Dia hanya menggunakanmu sebagai boneka. Tidak lebih dari itu.
Bukan hanya kamu. Makhluk itu juga memberi kekuatan para kanibal. Selain itu, seharusnya juga mengendalikan banyak sekali binatang buas bermutasi, kan?”
Mendengar ucapan Ark, Crocodile tertegun. Meski hampir kehilangan kesadaran, dia masih bertanya.
“Bagaimana kamu tahu? Siapa sebenarnya dirimu, Ark?”
“Aku tidak bisa menjelaskan semuanya. Yang pasti, makhluk itu ingin mengendalikan semua yang ada di bawahnya. Perlahan tapi pasti, ingin mengendalikan segalanya.
Alasan kenapa makhluk itu mulai mengamuk seharusnya karena rencananya terganggu. Selain itu, ada juga satu fakta pasti ...”
Ark menyarungkan kembali pedangnya. Dia kemudian berjalan melewati Crocodile sambil menepuk bahunya.
“Makhluk itu merasa terancam.”
Mendengar itu, mata Crocodile terbelalak. Baru saat itu dia sadar kalau ternyata mereka berdua berada di level yang benar-benar berbeda. Kecewa karena tidak bisa melanjutkan pertarungan, pria itu menghela napas sambil berkata.
“Pertarungan terakhir ini benar-benar menyenangkan, Ark.”
Setelah mengatakan itu, mata Crocodile menjadi kusam. Ditambah berhentinya napas, pria itu benar-benar menemui akhirnya.
Saat itu juga, tubuh Crocodile menyusut seolah nutrisi dalam tubuhnya diserap. Banyak akar hitam keluar dari tubuhnya lalu menancap ke tanah. Beberapa saat kemudian, tubuhnya benar-benar berubah menjadi pohon.
Pohon hitam dengan bunga berwarna putih cemerlang.
***
Sekitar dua jam setelah pertarungannya dengan Crocodile, Ark berhasil mengejar dan membunuh bawahan terakhir Crocodile.
Meski dirinya bukan orang baik, tetapi Ark memiliki batasan sendiri. Menjual jiwanya untuk makhluk lain demi kekuatan di luar batas toleransinya. Jadi dia langsung mencari dan memburu mereka, orang-orang yang dianggap sebagai pengkhianat umat manusia.
Duduk di atap bangunan sambil menatap ke arah rombongan pergi, Ark mengeluarkan sebatang rokok lalu menyalakannya.
“Bahkan jika aku datang, hal semacam ini tetap saja ada.”
Ark menggelengkan kepalanya. Merasa segala sesuatu di kota ini berjalan keluar dari rencananya. Entah makhluk yang telah mendapatkan kesadarannya, para kanibal, Chelsea, dan pengguna telekinesis.
Bahkan jika pemuda itu mencoba, bencana tetap saja terjadi.
Rasanya ... benar-benar tak bisa dihindari.
__ADS_1
>> Bersambung.