
“Jangan bilang bertarung sampai mati dan melarikan diri.”
Joseph langsung menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius.
“Ya. Sejujurnya memang seperti itu.” Ark mengangkat bahu.
“Bertarung kemungkinan besar mati. Melarikan diri hanya menunda, dan akhirnya juga mati. Itu sama sekali bukan solusi, Hades.” Joseph menggelengkan kepalanya, tampak tidak setuju.
“Tentu saja itu tidak terlalu bisa diandalkan. Hanya saja, aku merumuskan rencana yang lebih mendetail.”
Ucapan Ark langsung menarik perhatian keduanya. Meski agak skeptis, tetapi mereka juga tahu kalau Ark tidak mungkin membuat rencana secara asal-asalan. Jadi pada akhirnya mereka berdua mendengarkan.
“Pertama, untuk rencana pelarian. Aku telah memikirkan tempat kita bisa berlari.”
Setelah mengatakan itu, Ark mengeluarkan gulungan yang berisi gambar peta yang cukup kasar tetapi mudah dimengerti.
“Kalian bisa pergi ke kota berikutnya dari arah berlawanan dengan arah dimana para pasukan semut datang. Meski tidak tahu apakah ada monster yang kuat di jalan, tetapi kondisi jalan seharusnya lebih baik karena masih ada berbagai tanaman dan air untuk dikonsumsi.
Setelah sampai ke kota berikutnya, kalian bisa mengumpulkan kekuatan baru. Setelah bisa menyatukan kekuatan besar, kalian bisa pindah lagi ke kota berikutnya. Semakin jauh dan semakin jauh pergi dari arah para semut datang. Kumpulkan kekuatan dan kembangkan sebisanya sampai kalian yakin untuk melakukan comeback.
Ini adalah cara paling aman. Dengan cara ini, kemungkinan bertahan bisa melebihi 50%. Cukup layak untuk dicoba. Mungkin bisa lebih dari 60% jika ada orang dalam kelompok yang cukup cerdas dalam memilah apa yang bisa dikonsumi dan tidak.”
“Tunggu sebentar, Ark!” seru Julian.
“Ada apa?” tanya Ark.
“Kenapa kamu menggunakan kata kalian, bukan kita?” Julian mengangkat alisnya dengan ekspresi tidak puas.
“Karena aku dan Sword of Sufferings akan tinggal apapun yang terjadi. Aku takut kalau monster itu berkembang lebih jauh dan tidak terhentikan. Aku tidak cukup sabar untuk terus melarikan diri. Jadi, karena ada kesempatan, aku akan mencobanya.
__ADS_1
Aku sendiri sudah berbicara kepada seluruh anggota Sword of Sufferings. Meski aku meminta mereka pergi, orang-orang bodoh itu benar-benar memilih untuk tinggal dan berjuang sampai mati denganku.”
Karena topeng Ark dilepas, mereka semua bisa melihat senyum pahit di wajah pemuda itu. Julian ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak jadi karena merasa ragu. Sedangkan Joseph yang lebih dewasa langsung bertanya.
“Berapa persen kemungkinan berhasil?”
“Kemungkinan 50%, tidak kurang dan tidak lebih.”
“Kenapa kamu bisa begitu yakin?” Joseph mengangkat alisnya.
“Karena aku yakin bisa membunuh Raja Semut. Meski kemungkinan selamat sekitar 10%, tetapi aku yakin untuk membunuh makhluk itu.” Ark berkata tegas.
“Kenapa kamu begitu yakin? Bukankah sebelumnya kamu dikalahkan?”
“Itu karena aku datang tanpa persiapan. Selain itu, jangan meremehkan kekuatan dan tekad orang yang siap untuk mati, Joseph.”
Melihat ekspresi tegas di wajah Ark, Joseph langsung mengingat para pahlawan yang dia temui sebelumnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak peduli lagi dengan hidup dan mati. Benar-benar telah bersiap untuk mengorbankan diri demi tujuan mereka.
“Itu tidak pasti, Joseph. Bahkan jika aku terus melarikan diri dan mengumpulkan kekuatan, Raja Semut juga akan menjadi sangat kuat pada saat itu. Pada saat perang besar dilakukan, pasti orang-orang di bawahku hampir dipastikan banyak yang tewas.
Jadi daripada menunggu makhluk itu menjadi lebih kuat, aku ingin mengambil resiko. Selama makhluk itu mati, bahkan jika aku juga mati, orang-orang di luar sana mungkin tidak akan terpengaruh oleh serangan pasukan semut bermutasi. Jadi sisanya, apakah kalian bisa membasmi para monster yang tersisa atau tidak. Itulah kenapa aku berkata kemungkinan 50% untuk berhasil.
Bahkan jika aku mati, aku akan mati menjadi pahlawan yang membukakan jalan bagi kalian semua? Aku rasa cara mati seperti itu cukup keren.”
“Berhenti berbicara soal kematian, Kakak Bau!”
Lisa langsung menyela. Dia memelototi Ark dengan mata merah. Semua orang jelas telah mencoba menghentikan tindakan Ark. Namun semuanya tidak berguna. Pemuda itu benar-benar teguh, memiliki tekad untuk bunuh diri. Hal tersebut sampai membuat orang-orang dalam kelompok Sword of Sufferings berpikir kalau ketua mereka gila setelah bertarung dengan Raja Semut.
Akan tetapi, daripada gila, Ark menyebutnya sebagai rasa kebencian mendalam!
__ADS_1
Selama Raja Semut masih hidup. Dia tidak akan merasa tenang. Pemuda itu bukan hanya berniat untuk bertarung sembrono. Selain menyiapkan banyak hal, dia juga membuat simulasi pertarungan dengan Raja Semut di otaknya. Bukan hanya satu atau dua kali, tetapi terus melakukannya puluhan, bahkan ratusan kali.
“Tentu saja aku akan berusaha untuk kembali hidup-hidup. Namun hal semacam itu memang sulit dilakukan. Lagipula- aduh!”
Ark terkejut ketika melihat Lisa menginjak kakinya sambil terus memelototinya. Setelah itu, dia akhirnya diam dan tidak lagi melanjutkan pembicaraan. Saat itu, Joseph tiba-tiba memecahkan keheningan.
“Black Panther akan tinggal!” ucap Joseph tegas.
Pria paruh baya itu sebelumnya agak bimbang. Namun setelah melihat Ark dan merasakan tekad Siegfried untuk berjuang, dia tidak lagi memiliki keraguan. Sebagai tentara, mereka akan tinggal untuk melindungi wilayah dan melakukan tugas mereka. Sama sekali tidak ada jalan untuk mundur.
“Kalau begitu Silver Cross juga akan tinggal!” tegas Julian.
Melihar mereka semua, Ark terkejut. Senyum lebar dan tulus muncul di wajah pemuda itu.
“Terima kasih banyak, Teman-teman.”
Melihat senyuman Ark, empat orang dari Silver Cross dan Black Panther tertegun. Mereka benar-benar tidak menyangka bisa melihat senyum lebar yang tampak begitu tulus di wajah Hades, Raja Neraka yang kejam.
“Tentu saja, aku berterima kasih kepada kalian semua. Namun kita tetap harus mengumumkan semua ini kepada publik. Buat mereka tinggal atau pergi.
Walaupun mereka terkadang membuat jengkel. Nyawa hampir 3000 orang dipertaruhkan di sini. Jika mereka ingin tinggal, biarkan mereka tinggal. Jika mereka ingin pergi, biarkan mereka pergi. Kita tidak perlu menahan mereka.
Karena aku yakin, pasti banyak orang yang ingin pergi setelah mendengar berita itu. Biarkan mereka pergi ke kota-kota berikutnya untuk menyebarkan berita. Jadi ketika kita semua mati, orang-orang itu telah bersiap atau melarikan diri.”
“Hey! Bukankah kata-katamu terlalu kasar, Ark? Kamu mengutuk kita semua agar mati!”
Julian tidak bisa tidak mengeluh dengan ekspresi masam di wajahnya. Bahkan Joseph dan Siegfried juga tertegun. Berto menggaruk kepalanya dengan ekspresi linglung. Mereka semua tampak sedikit menyesal telah membuat janji mati dengan pemuda tampan di depan mereka.
Jadi, pada saat itu … keputusan untuk beraliansi akhirnya disepakati!
__ADS_1
Pengumuman yang luar biasa langsung menyebar ke seluruh kota, membuat kota mendidih karena informasi itu terlalu mengejutkan mereka semua.
>> Bersambung.