
Setelah melakukan perjalanan hampir tiga jam, Jay akhirnya melihat sebuah gedung di kejauhan.
“Meski sudah memperlambat dan masih ragu, akhirnya aku juga sampai di sini.”
Jay sudah memperlambat langkahnya dan mencari jalan memutar yang lebih aman. Meski begitu, akhirnya dia masih sampai di tempat dimana dia ragu harus pergi atau tidak.
Karena telah memutuskan semuanya, dia akhirnya berjalan menuju ke markas Golden Maple Group.
Setelah beberapa saat, jarak Jay dan markas Golden Maple Group kurang dari seratus meter. Saat itu juga, suara teriakan terdengar dari markas di mana banyak orang sedang berjaga.
“Di sini adalah markas Golden Maple Group. Jika kamu mengerti yang aku katakan, angkat kedua tanganmu!”
Mendengar itu, Jay mengangkat kedua tangannya.
Apa yang dilakukan oleh penjaga adalah hal wajar. Dalam kabut, sosok di kejauhan tampak sangat buram. Karena tidak diketahui apakah itu manusia atau zombie, menanyakan untuk mengkonfirmasi.
Melihat Jay mengangkat kedua tangannya, penjaga kembali berteriak.
“Sebelum berjalan mendekat, katakan apa tujuanmu datang ke sini! Jika tidak ada kepentingan atau tersesat, tolong segera tinggalkan tempat ini.
Jika tidak, jangan salahkan kami jika langsung menembak.”
Mendengar itu, Jay balas berteriak.
“Tolong sampaikan kepada Tuan Chris dan Nyonya Lara, ada tamu dari luar kota bernama ‘Jay’ yang datang secara khusus untuk menemui mereka!”
Mendengar itu, para penjaga tertegun sejenak. Mereka sama sekali tidak tahu apakah salah dengar atau tidak. Memastikan tidak salah dengar, mereka menjadi penuh keraguan.
Beberapa saat kemudian, penjaga akhirnya membalas Jay.
“Tolong jangan bergerak dan tunggu di sana sebentar!”
***
Sementara itu, di dalam kantor Golden Maple Group.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar suara ketukan pintu, Nyonya Lara langsung berkata dengan nada tidak puas.
“Masuk!”
Pintu terbuka, sosok pria paruh baya botak berkulit hitam berpenampilan layaknya tentara dengan banyak bekas luka di wajahnya masuk ke dalam ruangan.
“Apakah ada masalah, Rhodez?”
“Saya datang untuk melapor, Nyonya.”
“Katakan,” balas Lara dengan nada tidak sabar.
“Di luar, ada orang yang datang ke markas. Meski tidak diketahui apakah benar atau salah, tetapi dia mengaku dari luar kota. Orang itu berkata bahwa namanya ‘Jay’, dan datang untuk menemui anda dan Tuan Chris.”
“...”
__ADS_1
Ruangan tiba-tiba menjadi sunyi. Wadah tinta dan pena bulu jatuh dari meja.
Lara menatap Rhodez dengan mata terbelalak. Tubuhnya gemetar. Beberapa saat kemudian, dia langsung bangkit dari kursi lalu berlari keluar ruangan. Langsung melewati pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata.
Baru saja keluar dari kantor, Lara bertemu dengan suaminya, Chris. Mengabaikan pria itu, dia langsung berlari.
Melihat perilaku istrinya, Chris bingung. Dia tidak tinggal diam. Pria itu langsung berlari menyusul istrinya.
Mereka berdua turun ke lantai pertama lalu keluar dari markas dengan terburu-buru.
Tanpa menggunakan perlengkapan, Lara langsung berlari keluar gerbang. Meski Chris agak ragu, dia langsung mengikuti istrinya.
“Ada apa, Lara? Jika ada sesuatu-“
“Apakah itu benar-benar kamu, Jay!”
Teriakan Lara membuat Chris terkejut.
Saat itu, bayangan yang berdiri di kejauhan berjalan mendekati mereka. Sosok itu berjalan tidak cepat atau lambat. Ketika keluar dari kabut, dia mengejutkan semua orang.
Di sana, berdiri sosok pria dengan jubah hitam. Dia memakai masker aneh berbentuk paruh burung. Bagian punggungnya sedikit menggembung karena ransel di balik jubahnya. Ada juga beberapa gagang pedang yang tampak cukup mencolok.
Membuka masker unik yang menutupi sebagian wajahnya, Jay berkata dengan senyum lemah.
“Lama tidak berjumpa, Mom ... Dad.”
Melihat wajah tampan itu, Lara langsung berlari menuju ke arahnya. Dia langsung memeluk leher pria itu dengan erat. Sembari terisak, wanita itu berkata.
Lara langsung mendongak lalu menyentuh wajah tampan putranya.
“Syukurlah! Syukurlah kamu baik-baik saja!”
“Sudah kubilang, itu anak siapa? Jelas, anakku tidak akan serapuh itu, kan?!”
Chris berkata dengan nada agak sembrono, tetapi langsung terdiam ketika melihat sang istri memelototinya.
Pura-pura batuk, pria itu kembali berkata.
“Lihat dirimu, Nak! Tidak hanya tidak kurus, tetapi kamu tampak lebih tampan dan berotot. Jika kamu hidup dengan baik, kenapa kamu tidak segera kembali untuk menemui orang tua ini? Tidakkah kamu tahu betapa khawatirnya kami?”
“...”
Lara tidak mengatakan apa-apa, tetapi juga menatap ke arah putranya dengan ekspresi tidak puas. Dia jelas selalu memikirkan putranya yang berada di kota lain.
Membayangkan bagaimana putranya yang ceroboh dan keras kepala hidup di kota lain membuatnya tidak bisa tidur nyenyak. Namun, siapa sangka ternyata pria itu hidup dengan baik di kota lain.
Benar-benar membuat Chris dan Lara agak kesal!
Meski begitu, mereka tetap lebih bersyukur karena bisa melihat putranya kembali dalam keadaan utuh.
Jay sendiri tertegun di tempatnya. Dia benar-benar merasa bingung. Menurutnya, kedua orang tuanya sama sekali tidak terlihat seperti apa yang dikatakan rumor. Mereka masih dua orang pemarah tetapi baik hati.
“Apakah ada yang salah denganmu, Nak?” tanya Lara khawatir.
__ADS_1
Jay terbangun dari lamunannya. Melihat ekspresi khawatir di wajah kedua orang tuanya, pria itu tersenyum lembut.
“Tidak.” Jay menggelengkan kepalanya. “Tidak ada apa-apa.”
“Jangan coba-coba membohongi ibumu, Nak! Kamu pikir ibu tidak tahu kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu?”
“Itu ...” Ditatap oleh ibunya, Jay merasa ragu. “Ketika aku sampai di kota ini, aku mendengar beberapa rumor. Jadi, aku rasa ...”
Melihat ekspresi ragu-ragu putranya, Lara langsung berkata dengan ekspresi marah.
“Itu pasti ulah orang-orang barbar yang gila! Mereka selalu saja menyebarkan berita buruk tentang Golden Maple Group!”
“Orang-orang barbar?” tanya Jay bingung.
“Ada kelompok yang didirikan oleh para mantan narapidana. Kelompok itu, Cursed Berserkers sering membuat masalah di kota. Mereka suka menyebarkan rumor buruk tentang banyak kelompok besar, khususrnya Golden Maple Group.”
Chris berkata dengan ekspresi lelah di wajahnya. Tampaknya masalah itu juga membuatnya sakit kepala.
“Kenapa?” tanya Jay.
“Karena kami menolak untuk bekerjasama dengan Cursed Berserkers!” jawab Lara.
“...”
Jay mengangguk ringan, tetapi juga merasa ragu.
Melihat itu, Lara langsung berkata dengan nada cemas.
“Apakah kamu bahkan tidak mempercayai kami, Nak?! Jika kamu tidak percaya, masuk ke dalam dan periksa saja! Di Golden Maple Group, sama sekali tidak ada tempat percobaan atau semacamnya!”
“Aku tidak bermaksud tidak percaya, Mom.”
Melihat ke arah ibunya yang begitu cemas, Jay tersenyum pahit. Mengingat sahabatnya yang tampaknya begitu paranoid, dia diam-diam berpikir.
‘Mungkinkah aku tertular oleh Ark? Benar-benar bersikap terlalu berhati-hati dan tidak mempercayai siapapun tanpa terkecuali?’
Saat itu, Jay melihat ibunya melepaskan pelukan. Wanita itu kemudian memegang tangannya lalu menariknya.
“Ikuti aku! Aku akan menunjukkannya kepadamu jika kamu tidak percaya!”
Melihat ke arah ibunya yang kesal dan ayahnya yang mengangkat bahu seolah-olah tidak ingin ikut campur, Jay tersenyum masam. Pada akhirnya, dia hanya mengikuti ibunya.
Baru saja berjalan melewati gerbang, suara Lara terdengar di telinga Jay.
“Selamat datang di rumah, Nak.”
Ucapan itu membuat Jay tertegun. Pada saat melihat ibu yang tersenyum dan ayah yang mengangguk ringan dan berpura-pura cool, Jay merasa sudut matanya agak basah.
Setelah menarik napas dalam-dalam, Jay akhirnya berkata.
“Aku pulang.”
>> Bersambung.
__ADS_1