Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Lemah Adalah Dosa!


__ADS_3

Sore harinya.


Di seluruh kota, sebuah berita yang mengemparkan semua warga langsung menyebar sangat cepat. Pihak Crux of Shadow ingin menghentikan penyebaran berita, tetapi tidak berhasil karena mereka juga sedikit terlambat mengetahuinya. Berita itu tentang serangan kelompok misterius yang tiba-tiba muncul.


Dalam satu malam, mereka menyerang empat pos Crux of Shadow dan membunuh lebih dari 250 orang.


Apa yang membuat semua orang terkejut bukan jumlah korban, tetapi siapa yang membunuh dan yang terbunuh. Mereka yang terbunuh adalah 200 prajurit elit (level 1) dan 15 orang prajurit khusus (level 2). Sedangkan yang membunuh adalah dua tim dengan 11 orang anggota setiap timnya.


Hal tersebut tentu membuat kelompok-kelompok yang ditekan oleh Crux of Shadow sangat heran. Kebanyakan dari mereka berpikir kalau itu adalah provokasi berani dari Spirit of Fire. Namun setelah mengetahui berita lebih terperinci, mereka sadar kalau hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh Spirit of Fire.


‘SIAPA?’


Itu adalah sebuah pertanyaan yang muncul dalam benak setiap orang. Setelah mengalami sedikit kebuntuan, beberapa pengumpul informasi akhirnya menemukan sebuah kebenaran yang mengejutkan.


Orang-orang yang dikirim Crux of Shadow keluar kota hampir tidak bisa kembali. Ada kelompok kuat di luar sana yang juga membahayakan Crux of Shadow yang orang-orang anggap tidak terkalahkan. Selain itu, ada juga beberapa kata dari para saksi yang membuat mereka agak takut.


‘Sword of Sufferings. Kelompok yang datang dari luar kota. Para Iblis. Raja Dunia Bawah, Hades.’


Kemunculan kelompok itu jelas membuat kepanikan di antara para warga yang sebelumnya cukup tenang. Mereka yang percaya pada Crux of Shadow berkata kalau hari untuk melawan iblis telah tiba. Sedangkan mereka yang tidak percaya menjadi marah. Mereka lebih percaya kalau Crux of Shadow membuat masalah. Mereka memprovokasi kelompok kuat dan akan berperang.


Akibatnya, orang-orang yang berada di bawah rantai makanan seperti mereka terseret dalam perang antar raksasa!


Di markas Spirit of Fire, suasana menjadi lebih tertekan dibandingkan sebelumnya.


“Bagaimana, Ketua?”


Di ruang rapat, banyak orang menatap sosok pria paruh baya tegas yang merupakan pemimpin dari Spirit of Fire. Selama ini, mereka semua mengandalkan orang itu. Namun saat ini, situasinya benar-benar menjadi lebih kacau dan di luar rencana mereka semua.


‘Siapa sih, Sword of Sufferings itu? Kenapa orang-orang gila itu datang untuk membuat semuanya semakin kacau?’


Para petinggi Spirit of Fire yang sudah kesulitan dengan keberadaan Crux of Shadow menjadi semakin sakit kepala. Mereka tidak bisa tiak mengeluh dalam hati mereka.

__ADS_1


“Keputusan untuk menghubungi Sword of Sufferings? Aku merasa itu terlalu sembrono, Ketua. Maksudku, kita bahkan tidak mengenal mereka. Entah mereka baik atau mungkin lebih gila dibandingkan dengan Crux of Shadow, kita sama sekali tidak mengetahuinya.


Selain itu, mereka berbeda dengan Crux of Shadow yang memiliki markas tetap. Penampilan mereka juga sangat tertutup. Jadi, bahkan jika kita ingin menghubungi Sword of Sufferings, dimana kita bisa menemukan mereka?”


Putri ketua Spirit of Fire yang merupakan salah satu petinggi langsung angkat bicara. Dia jelas merasa tidak puas dengan orang-orang tidak berguna yang hanya bisa merepotkan ayahnya. Melihat perubahan kondisi tubuh ayahnya, dia jelas merasa khawatir.


“Aku mengerti ide kalian. Kekuatan Sword of Sufferings mungkin bisa membantu kita. Namun resikonya terlalu besar. Selain itu, personel kita jelas terlalu sibuk,” ucap pria paruh baya tersebut.


“Aku memiliki kandidat yang cocok untuk menghubungi Sword of Sufferings.”


Mendengar itu, banyak orang langsung mengalihkan pandangan ke sumber suara. Melihat ke arah salah satu petinggi itu, mereka tampak agak ragu.


“Kita bisa mengirimkan pemuda bernama Brian. Dia memiliki kemampuan yang baik dalam melacak. Dia juga sangat baik dalam memanah. Selain itu, tampaknya dia juga mudah berkomunikasi dengan orang-orang yang baru dia temui.”


Penjelasan pria itu membuat mata banyak petinggi Spirit of Fire langsung menjadi cerah.


***


Sementara itu, di tempat tinggal Brian dan Evans.


Berbeda dengan Brian yang lemah lembut seperti biasanya, pria itu saat ini tampak serius.


“Sword of Sufferings ... kah?”


Duduk di kursi sambil menunduk, Evans membalas dengan tenang.


“Tampaknya kota menjadi semakin tidak aman. Spirit of Fire semakin lama juga semakin tertekan. Apakah kamu memiliki pemikiran lain, Evans?”


Mendengar pertanyaan Brian, Evans mendongak dan menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi serius. Dengan wajah tidak percaya, dia menghampirinya lalu memegang pundak pemuda dengan lalu berbisik.


“Apakah kamu berpikir untuk meninggalkan Spirit of Fire dan bergabung dengan mereka? Apakah kamu tidak takut jika para petinggi mengetahuinya?”

__ADS_1


“Kamu pasti tahu alasan kenapa aku bergabung dengan Spirit of Fire, Evans.”


“Tentu saja aku tahu. Kamu ingin balas dendam demi keluargamu. Tetap saja, bagaimana jika mereka sekelompok orang gila yang lebih parah daripada Crux of Shadow? Baru saja tiba, orang-orang itu langsung membunuh lebih dari 250 orang!”


Brian menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi dingin.


“Asalkan bisa membalas dendam ... aku tidak keberatan jika bergabung dengan sekelompok orang gila, bahkan iblis sekalipun!”


Keduanya berbisik dengan suara yang hanya bisa mereka dengar. Saat ini mereka saling memandang dalam diam. Setelah beberapa waktu, Evans menarik napas dalam-dalam lalu berkata.


“Lakukan sesukamu, Brian!”


Usai mengatakan itu, Evans langsung mengambil quiver, busur, dan pedang pendek. Dia langsung keluar dari kamar, meninggalkan sahabatnya yang duduk di sana dalam diam.


‘KEKUATAN! AKU BUTUH LEBIH BANYAK KEKUATAN!’


Setelah keluar dari kamar, ekspresi Evans menjadi lebih gelap. Hatinya terasa terbakar dan nyala api yang membakarnya kian membesar. Dia mengingat bagaimana teman-temannya mati, lalu beberapa kenangan buruk lain mulai bermunculan. Disiksa dalam ruangan gelap dan merasakan keputusasaan, dikhianati oleh gadis yang begitu dia sayangi, dan sekarang ... sahabat terbaiknya benar-benar ingin meninggalkannya.


‘KEKUATAN! SEANDAINYA SAJA AKU LEBIH KUAT, INI TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!’


Sambil mencengkeram erat dadanya, Evans keluar dari markas dengan ekspresi marah dan penuh rasa sakit.


Beberapa jam berlalu begitu saja.


Pada tengah malam di area pinggiran kota yang dekat dengan hutan, belasan kilometer dari markas Spirit of Fire. Sosok pemuda duduk di atas batu besar dengan napas naik-turun. Banyak bekas luka di tubuhnya. Dia memegang pedang pendek dengan ekspresi kejam sambil melihat belasan bangkai grey hound di depannya yang menumpuk seperti bukit kecil.


Melihat sedikit gerakan pada salah satu tubuh grey hound, Evans langsung melompat turun dan menghampirinya. Ketika melihat mata ketakutan makhluk itu, dia berkata.


“Kalian membunuh untuk hidup, dan aku membunuh untuk bertahan. Beginilah cara dunia gila ini bekerja. Aku tidak akan meminta maaf karena ini. Lagipula ...”


Evans langsung menikam mata makhluk itu dan menusuk otaknya. Darah hitam dan bau memercik di wajahnya. Memiliki ekspresi dingin, pemuda itu berkata.

__ADS_1


“Kelemahan itu sendiri adalah dosa.”


>> Bersambung.


__ADS_2