
Pertanyaan Ark jelas membuat empat orang itu, khususnya Shani merasa rendah diri.
Yonas menarik napas dalam-dalam. Memiliki ekspresi tegas di wajahnya, dia mulai berbicara.
"Jika apa yang anda cari adalah pejuang kuat, jelas kami tidak memenuhi syarat. Namun, saya yakin kalau anda tidak hanya mencari orang kuat, karena mereka juga cukup sulit dikendalikan.
Tebakan saya, anda tidak begitu memerlukan orang kuat karena bisa dibilang, anda dan tim anda sekarang sudah cukup kuat untuk bertahan melewati banyak bencana."
"Hou?" Ark mengangkat alisnya. "Lalu, menurutmu, apa yang aku butuhkan sekarang?"
"Anggota yang setia," jawab Yonas tegas.
"Menarik." Ark mengangguk. "Lalu, apakah kalian yakin memenuhi persyaratan itu?"
"Kami yakin akan setia. Tentu saja, selama anda memperlakukan kami dengan cukup adil dan tidak mengkhianati kami."
"Meski aku menyuruh kalian membunuh manusia lain?"
"..."
Melihat Yonas terdiam, Ark mengangkat sudut bibirnya.
"Asal kalian tahu, aku tidak sebaik Julian. Aku tidak hanya akan menampung orang hanya karena kasihan. Ada tipe orang yang pantas dan tidak pantas hidup.
Jadi, aku akan menghabisi yang tidak pantas dan menghapus orang-orang yang menghalangi jalanku.
Apakah kalian masih ingin bergabung dan setuju untuk menuruti semua perintahku?"
"Jika mereka pantas mati, maka saya tidak keberatan untuk membunuh mereka!"
Memiliki ekspresi tegas di wajahnya, Yonas berkata dengan lantang. Tangannya mengepal erat ketika mengingat sosok-sosok temannya yang berkorban di garis depan, tetapi pada akhirnya sama sekali tidak dihargai. Sebaliknya, malah dihina padahal telah mati demi melindungi orang-orang itu.
Orang-orang semacam itu adalah orang yang paling Yonas benci!
Melihat ke arah Yonas yang tampak tegas dan memiliki tatapan benci, Ark mengangguk ringan. Bukan hanya Yonas, tetapi Vadim juga memiliki ekspresi yang sama. Sementara Shani, dia juga tampak marah tetapi tidak berdaya.
"Setidaknya, ada bagian pikiran kalian yang sejalan denganku. Itu membuatku ingin menerima kalian, tetapi, aku juga memiliki ujian untuk kalian bertiga.
Ya. Kamu tidak akan ikut, Darin. Aku sudah bilang kalau kamu akan menjadi anggota setelah kembali dengan selamat."
"Terima kasih, Ketua!"
Darin berkata tegas. Dia kemudian menatap ke arah Yonas dan dua orang lain.
'Aku sudah mengantar dan membantu kalian sampai sini. Sekarang, bisa atau tidaknya masuk ke Sword of Sufferings tergantung pada kalian sendiri.'
Pikir Darin sebelum menghela napas panjang.
"Namamu Yonas, kan?"
"Iya, Tuan Ark!"
"Aku akan memberimu pilihan. Pilihan pertama, kalian bertiga keluar dari area perumahan elit, bertahan tiga hari dan memburu tiga puluh zombie.
Atau kedua, sebagai kakak dan kapten tim kecil, kamu mau menanggung beban dua orang di belakangmu. Terima satu serangan dariku. Berdiri satu menit tanpa jatuh."
__ADS_1
Yonas langsung berpikir keras. Walau tampaknya yang kedua itu sederhana, dia juga tidak bodoh. Jelas, serangan Ark pasti lebih kuat daripada serangan Jay.
Akan tetapi, bertahan satu menit. Itu berarti daripada langsung menyerangnya dengan kuat, Ark akan menggunakan serangan yang menyakitkan. Membuatnya tidak bisa berdiri karena rasa sakit.
'Apakah ditikam?'
Melihat pedang di tangan Ark, Yonas berpikir. Namun ketika mengingat betapa lemah adiknya dan Vadim yang kehilangan satu mata karena dirinya, dia menggertakkan gigi dan berkata.
"Saya akan menerima ujian ke dua!"
"Seperti yang aku duga. Kamu benar-benar pria sejati."
Ark berjalan ke arah Yonas, berhenti di depan pria itu dengan ekspresi datar di wajahnya.
"Berdiri tegap."
Mendengar ucapan Ark, Yonas berdiri tegap.
"Hitung mundur, Jay."
Setelah mengatakan itu, Ark memejamkan matanya. Tanpa disadari seorang pun kecuali dirinya sendiri, jari telunjuk dan tengah di tangan kanannya dilapisi energi biru yang begitu samar.
Jay langsung menghitung mundur. Mendengar itu, Ark mengetuk ringan tepat di tengah dahi Yonas dengan kedua jarinya tadi. Kemudian, dia membuka matanya lalu mundur dua langkah.
Semua orang tampak bingung. Bahkan Yonas juga bingung. Namun, tiba-tiba ...
Kepala Yonas tiba-tiba berdengung. Rasa sakit langsung menyerang kepalanya. Pria itu merasa, otaknya diguncang dengan kuat.
Melihat ke arah Yonas yang merubah ekspresinya, Ark tampak tak acuh. Bahkan jika tampak sepele, teknik yang dia gunakan sebenarnya sangat sulit dipelajari.
Sebagai efek samping, kepala orang itu langsung terasa dipukul palu godam. Bahkan, prinsipnya mirip dengan flashbang yang menggunakan kejutan untuk menyerang indera lawan. Namun, bukannya menyerang indera, teknik ini adalah sebuah teknik penyiksaan untuk menyerang otak lawannya dengan gelombang kejut.
Tidak mematikan, tetapi sangat menyakitkan!
Berdiri di tempatnya, tujuh lubang di kepala Yonas mulai mengeluarkan darah. Darah mulai mengalir dari hidung, mulut, telinga, bahkan mata.
Pria itu tampak goyah, tetapi masih menggertakkan gigi untuk terus berdiri.
Apa yang terjadi kepada Yonas jelas mengejutkan orang-orang yang menontonnya. Mereka jelas melihat kalau Ark hanya mengetuk ringan dahi Yonas. Benar-benar tidak menyangka akan memiliki dampak semacam itu!
"Sepuluh, sembilan, delapan ..."
"Tiga, dua, satu."
Ketika hitungan selesai, Ark maju dua langkah dan menahan tubuh Yonas yang tiba-tiba jatuh.
Melirik ke arah Yonas yang gemetaran, Ark berkata dengan nada datar.
"Menahan rasa sakit kepala yang begitu kuat hanya dengan tekad, kamu benar-benar menarik, Yonas.
Selamat. Kamu, adikmu, dan Vadim lulus untuk menjadi anggota sementara Sword of Sufferings."
Mendengar ucapan Ark, Yonas yang merasa sudah sangat pusing akibat kelelahan setelah bertarung dan dipukul oleh serangan Ark akhirnya kehilangan kesadarannya.
Ark sendiri menatap ke arah Jay lalu berkata.
__ADS_1
"Ambil pedangmu lalu bantu aku untuk membawanya ke dalam, Jay."
"Tsk! Lagi-lagi aku."
Jay mengeluh, tetapi masih melakukan apa yang sahabatnya minta.
Ark mengalihkan pandangannya kepada Darin, Shani, dan Vadim.
"Kalian juga masuk. Meski belum sepenuhnya diterima sebagai anggota inti, tapi ..."
Ark tersenyum ringan.
"Selamat datang di Sword of Sufferings."
***
Malam harinya, dalam markas Sword of Sufferings.
Di teras belakang rumah yang luas, tampak sebelas orang duduk bersama-sama mengelilingi berbagai hidangan yang ada di tengah. Ya. Daripada makan dengan sopan di meja dan tampak formal, mereka duduk di lantai dan makan bersama. Tampak lebih akrab.
Ark duduk santai. Tampak sosok Nathan dan Nala di sisi kiri dan kanannya. Kedua anak itu tampak dekat dengannya karena tahu bahwa pria itu sebenarnya sangat baik. Natasha duduk di dekat Nathan dan Abigail duduk di dekat Nala.
Stacy duduk di samping Natasha, sama sekali tidak peduli dengan pemandangan di sekelilingnya.
Jay duduk dekat Abigail, sementara Darin duduk di dekatnya. Ketiga anggota baru, Yonas, Shani, dan Vadim duduk berseberangan dengan Ark.
Menatap ke arah Ark, Yonas agak ragu bertanya.
"Tuan Ark, mereka ... putra-putri anda?"
Mendengar pertanyaan itu, telinga Abigail menjadi merah. Sementara itu, Natasha menatap sosok kakak iparnya dengan ekspresi rumit.
Mengabaikan pertanyaan itu, Ark mulai membagi sup daging dan beberapa kentang bakar. Setelah membagi menjadi sebelas dengan merata, dia mengambil segelas air putih lalu berkata.
"Mereka adalah Yonas, Shani, dan Vadim ... anggota baru sekaligus keluarga baru kita.
Meski bukan pesta besar, aku harap mulai hari ini, Sword of Sufferings bisa menyambut keluarga baru dengan cara seperti ini. Mungkin semakin lama, semakin meriah daripada ini."
Ark menatap ke arah seluruh anggota kelompoknya.
"Sebagai ketua kelompok Sword of Sufferings, aku akan selalu mengingatkan. Ketika kalian bergabung dengan kelompok ini, bagiku, kalian telah menjadi bagian keluargaku.
Jadi, jangan pernah mengkhianati keluarga. Di dunia yang buruk dan kejam ini, kita harus bersatu dan saling menjaga.
Itu saja. Selamat makan!"
Ark mengangkat gelas lalu minum sedikit air sebelum meletakkannya. Setelah itu, dia mulai makan. Anggota lama juga melakukan hal yang sama.
Sementara itu, Yonas, Shani, dan Vadim terkejut. Saat itu juga, mereka tahu alasan kenapa Darin bersikeras kembali bahkan ketika sering mengeluh tentang kejamnya ketuanya. Menirukan apa yang Ark lakukan, mereka juga ikut makan.
Entah bagaimana, saat makan masakan sederhana itu, ketiganya merasakan kehangatan yang telah mereka anggap hilang.
Dengan demikian, tiga anggota baru resmi ditambahkan ke Sword of Sufferings!
>> Bersambung.
__ADS_1