
“Cih! Orang-orang yang menyedihkan.”
Melihat orang-orang yang memilih bnuh diri, Aisha tampak tidak puas. Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya pada Ark lalu bertanya.
“Sekarang apa?”
“Singkirkan mereka terlebih dahulu. Selain itu, jangan lupa memastikan untuk mencari benda-benda yang berguna.”
Ark berkata dengan nada datar. Pemuda itu kemudian mulai mencari di tubuh orang-orang dari Golden Maple Group.
Setelah mencari beberapa waktu, Ark dan kedua rekannya mengumpulkan banyak benda. Namun tidak ada yang berguna bagi mereka. Akhirnya hanya ada beberapa botol yang dihancurkan.
“Bahkan apa yang mereka coba tukarkan dihancurkan. Tampaknya mereka benar-benar tidak ingin ketahuan.”
Aisha cemberut. Merasa agak kesal karena semua tidak sesuai dengan rencana yang mereka buat.
“Tidak perlu marah.” Ark menggeleng ringan.
“Tapi-“
“Kita boleh saja membuat rencana dan berusaha mewujudkannya, tetapi hasil akhir tidak hanya berada di tangan kita. Lebih tepatnya, banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhirnya.”
Ark menasihati Aisha dengan nada santai. Meski tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun beberapa petunjuk masih membuatnya cukup puas. Setidaknya, sekarang dia memiliki arahan. Bukan bergerak tanpa arah tujuan.
“Setelah mempersihkan tempat ini, kalian berdua boleh beristirahat sebentar.”
Usai mengatakan itu, Ark pergi mencari benda datar yang bisa digunakan sebagai meja. Pemuda itu kemudian mengeluarkan lembaran kulit tipis dan halus yang biasanya digunakan untuk mencatat.
Mengabaikan Aisha dan Angelica yang penasaran, Ark mulai menulis. Dia berencana untuk mengirim surat ke markas. Jadi pemuda itu mencatat beberapa hal penting serta instruksi yang diberikan pada Roxanne.
Selesai menulis surat, pemuda itu langsung bersiul keras.
Beberapa saat kemudian, dua sosok terbang melintasi kabut, langsung bergegas menuju ke arah Ark.
Pemuda itu melihat Huginn dan Muninn dengan senyum lembut di wajahnya. Kedua gagak putih itu menjalankan perintah Ark dengan sangat baik. Mereka mengikuti tim tiga orang dalam jarak tertentu agar tidak menakuti makhluk-makhluk level rendah yang mereka temui.
Lagipula, sekarang Ark dan kedua rekannya mencari miracle root yang pas. Jika Huginn dan Muninn ada di sekitar, makhluk-makhluk level 2 kemungkinan akan segera lari. Membuat mereka kesusahan menemukan makhluk yang pas.
Melihat dua gagak putih yang berdiri di depannya, Ark mengelus kepala mereka dengan lembut. Pemuda itu kemudian berkata.
“Terima kasih sudah membantu kami mengawasi area sekitar. Sekarang aku memiliki tugas lain untuk kalian.”
Kedua gagak besar itu menggosokkan kepala mereka pada Ark dengan lembut dan penuh kasih sayang. Mendengar ucapan pemuda itu, mereka langsung membuat kicauan. Jika diartikan, mungkin mereka membalas ‘Serahkan pada kami’ dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
“Anak pintar.”
Ark memeluk leher Huginn dan Muninn dengan kedua tangannya. Setelah itu, dia berjongkok untuk memasukkan surat ke sebuah tabung kecil yang diikat pada kaki Huginn. Memastikan kalau ikatannya sudah kuat, pemuda itu mengangguk puas.
Sementara itu, Aisha dan Angelica saling memandang.
Angelica tidak bisa tidak bertanya, “Kak Aisha?”
“Ada apa?”
“Apakah Tuan memang orang seperti itu? Maksud saya, tampaknya dia memperlakukan hewan peliharaan lebih baik dibanding manusia?”
Mendengar pertanyaan itu, Aisha langsung tertawa. Dia kemudian menepuk pundak Angelica beberapa kali sebelum berkata.
“Tentu saja tidak. Dulu dia sangat dingin pada segala hal, dan sekarang sudah membaik. Namun, sepertinya aku tahu alasan kenapa dia lebih baik pada hewan peliharaan daripada manusia.”
“Maksud anda?” Angelica memiringkan kepala dengan ekspresi bingung di wajahnya.
Aisha mengangkat sudut bibirnya. Dia kemudian mulai menjelaskan dengan santai.
“Hewan peliharaan itu memiliki pemikiran sederhana. Mereka bisa merasakan kebaikan orang dan membalasnya dengan cara yang sama.
Berbeda dengan hewan yang sederhana, manusia yang selalu menganggap diri mereka lebih tinggi sebenarnya penuh dengan intrik. Mereka penuh dengan tipu daya, kerakusan, dan ketamakan.
Mendengar penjelasan dari Aisha, Angelica tertegun. Saat itu juga, kenangan dimana apocalypse terjadi dan dunia kacau muncul dalam benaknya. Bukannya saling membantu, banyak orang memanfaatkan orang lain untuk keselamatan diri sendiri.
Tidak hanya itu, mereka yang memiliki kecerdasan, kekuatan, dan kekuasaan menunjukkan ambisi liar mereka. Mulai menunjukkan jati diri asli mereka, dimana mereka (manusia) sebenarnya tidak lebih dari binatang dengan akal sedikit tinggi.
Hanya saja, ambisi gila mereka semua dihentikan oleh kejamnya dunia. Makhluk-makhluk yang dulu dianggap sepele seperti hama yang dihabisi atau peliharaan yang dijual-belikan mengalami mutasi. Memusnahkan manusia yang berbangga diri karena berada di puncak rantai makanan.
“Begitu,” gumam Angelica.
Melihat sisi lembut Ark, wanita itu merasa terkejut. Akhirnya sadar kalau sosok hebat yang dijuluki Hades itu juga pernah dikecewakan oleh manusia. Bahkan membuatnya memutuskan untuk membangun jalannya sendiri. Berjalan ke depan sambil membawa apa yang selama ini dia percayai.
Rela menyingkirkan semua yang menghalangi jalannya sambil terus membawa apa yang dia anggap kebenaran.
“Luar biasa,” gumam Angelica.
Mendengar gumaman Angelica, Aisha mengangkat sudut bibirnya. Wanita itu tampak sangat puas seolah bukan Ark yang dipuji, tetapi dirinya sendiri.
Selesai mengirim Huginn dan Muninn pergi, Ark mengalihkan pandangannya pada kedua wanita itu lalu berkata.
“Apa yang kalian tunggu? Pergi cari tempat untuk beristirahat.”
__ADS_1
Mendengar itu, Aisha dan Angelica saling memandang sambil tersenyum. Mereka berdua pun menjawab serempak.
“Baik!”
***
Tiga hari kembali berlalu begitu saja.
Setelah mendapatkan penemuan menarik, Ark memutuskan untuk pergi ke wilayah Imperial Phoenix.
Dalam tiga hari ini, ada beberapa hal yang terjadi. Huginn dan Muninn telah kembali mengikuti tim tiga orang tersebut. Selain itu, akhirnya Angelica mendapatkan miracle root yang cocok baginya.
Apa yang didapatkan oleh Angelica adalah miracle root dari laba-laba pelompat bermutasi.
Meski tidak bisa melakukan kamuflase dan tidak memiliki serangan racun kuat, tetapi makhluk itu membuat Angelica mendapatkan kemampuan yang baik. Bukan hanya ledakan kecepatan, tetapi dia bisa memanjat dinding dan menembakkan jaring dari bawah pergelangan tangan.
Sedikit mirip dengan si manusia laba-laba.
Hanya saja, tembakan jaring Angelica tidak bisa mencapai belasan atau puluhan meter. Jarak maksimal hanya lima meter. Belum lagi, kekuatan jaring dan ketepatannya sangat buruk. Hanya memiliki kemampuan rekat yang baik.
Walau terlihat agak mengecewakan, tetapi Ark sudah memastikan miracle root itu cocok untuk Angelica karena ...
Wanita itu mulai bisa menggunakan kekuatan telekinesisnya meski masih berantakan dan memiliki banyak batasan!
“Bersabarlah. Bukan hanya kemampuan dari miracle root, tetapi bakat bawaan juga perlu diasah agar menunjukkan ketajamannya.”
Dalam sebuah ruangan, Ark menghibur Angelica yang cemas dengan ekspresi datar.
Dia tahu apa yang dirasakan oleh wanita itu. Lagipula, Aisha yang mendapatkan miracle root langsung bisa menggunakan kemampuan dengan sangat baik. Jadi Angelica tidak memikirkan betapa banyak yang perlu dikuasai dan seberapa sulit itu, malah ingin hasil cepat.
Tampaknya takut dianggap tidak berguna.
Bukan hanya Ark, tetapi Aisha juga menghibur Angelica. Biarkan junior itu mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.
Saat itu, Ark melihat ke luar jendela.
Di kejauhan, dia masih bisa melihat beberapa bangunan yang cukup ramai meski tertutup kabut. Bukan hanya itu, ada juga beberapa tim patroli yang lebih ketat di area sekitar.
Di sana adalah markas utama Imperial Phoenix, tempat Ark dan kedua rekannya coba untuk menyusup.
Melihat ke arah markas Imperial Phoenix di kejauhan, mata Ark menyempit.
‘Aku harap kalian tidak mengecewakanku.’
__ADS_1
>> Bersambung.