Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tidak Peduli Jalan Mana


__ADS_3

“Jadi, apakah aku adalah wanita pertama?”


Mendengar pertanyaan ambigu dari mulut Aisha, Ark membalas datar.


“Sama sekali tidak. Selain kamu, aku telah bertemu dengan anggota Reign of Shadow lainnya.”


“Heh~ Benar-benar tidak menyenangkan. Siapa itu? Apakah gurumu yang menyebalkan?”


“Lelaki tua itu telah meninggal bahkan sebelum apocalypse terjadi. Tipe beruntung yang tidak perlu memikirkan banyak hal di dunia yang telah kacau seperti ini.”


“Benar-benar bocah yang tidak sopan. Bahagia karena kematian gurunya sendiri? Itu agak keterlaluan, Ark.”


“Aku hanya menyatakan pendapatku.”


Melihat Ark, Aisha benar-benar ingin mencubit pipi pemuda tersebut. Ingin merubah ekspresi di wajahnya yang begitu kaku.


“Lalu, siapa yang kamu pernah temui, Ark?”


“Anya yang telah menjadi zombie. Kurona dan Shirona yang sekarang berada di markas utama Sword of Sufferings.”


“...”


Aisha tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menghisap rokok dalam diam, menepuk pundak Ark dengan tenang. Merasa bersalah karena membahas sesuatu yang seharusnya tidak dia bahas sebelumnya.


“Kamu sama sekali tidak perlu merasa bersalah. Semua yang terlahir di dunia ini akan mati. Di setiap pertemuan, pasti akan ada perpisahan.


Entah kita mau atau tidak. Entah kita siap atau tidak. Hal semacam itu pasti akan terjadi.”


Mendengar perkataan Ark, Aisha menoleh dengan ekspresi takjub. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pemuda dingin yang dulunya hanya tahu bertarung dan membunuh itu bisa berbicara tentang kehidupan.


“Tampaknya bukan hanya penampilan, kamu memang sudah benar-benar dewasa, Ark.”


“Aku memang sudah dewasa. Kamu saja yang memperlakukanku seperti anak kecil.”


Ark memutar bola matanya. Sama sekali tidak merasa senang karena ucapan Aisha.


Melihat penampilan Ark, Aisha tertawa lepas. Sambil membuat perkiraan tinggi badan dengan tangannya, wanita itu berkata.


“Pertama kali kita bertemu, kamu hanya setinggi ini, Ark. Benar-benar sangat pendek dan kurus.”


“...”


Melihat Aisha yang terus menggodanya, Ark memilih jalan satu-satunya untuk melepaskan diri. Ya, berhenti memperhatikannya dan pura-pura tidak melihatnya.


***


Sore harinya, di markas Sword of Sufferings.

__ADS_1


Di ruang kerja Ark yang luas, tampak banyak orang berkumpul. Lebih tepatnya, banyak perempuan dari Golden Rose.


Mereka semua mengelilingi Aisha, menatap wanita itu dengan ekspresi penasaran dan kagum di wajah mereka.


Bagi para perempuan di Golden Rose, nama Aisha si Bone Spider sangat terkenal dan sering terdengar di telinga mereka. Bahkan, banyak dari mereka mengaguminya dan menganggap wanita tersebut sebagai legenda hidup. Tujuan yang ingin mereka capai.


Dikelilingi wanita cantik, Aisha tampak begitu tenang. Dia masih merokok seperti biasa dengan wajah santai sambil duduk bermalas-malasan. Namun, wanita itu sebenarnya juga terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka memiliki begitu banyak fans.


Belum lagi, fansnya memiliki kualitas yang sangat baik!


“Oi, Ark! Apakah ini harem milikmu atau semacamnya? Kamu tidak mengundangku datang hanya untuk pamer, kan?”


Mendengar ucapan Aisha yang begitu tidak sopan, Ark benar-benar tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau mengundang wanita itu malah membuatnya merasa sakit kepala.


Memiliki ekspresi muram di wajahnya, Ark akhirnya berkata.


“Lebih baik tutup mulutmu, Aisha. Jangan berbicara jika tidak perlu.”


Melihat ekspresi murah Ark, Aisha menyesap rokoknya dengan ekspresi puas. Tampaknya senang menggoda lelaki itu.


Berbeda dengan anggota Reign of Shadow lain yang begitu misterius, Aisha lebih populer. Bisa dianggap sebagai selebriti terkenal di antara para pembunuh bayaran.


Lagipula, bukan hanya pembunuh bayaran, Aisha juga seorang buronan yang terkenal.


Ark menghela napas panjang sebelum memberi perintah.


“Roxanne, kamu dan rekan-rekanmu pergi dari kantor sekarang. Ada yang ingin aku bicarakan secara pribadi dengannya.”


Para wanita dari Golden Rose langsung bangkit lalu pergi meninggalkan ruangan.


Setelah pintu ditutup, ekspresi santai di wajah Aisha berubah menjadi lebih serius. Menoleh ke arah Ark, wanita itu bertanya.


“Jadi, apa yang kamu inginkan dari wanita tua sepertiku, Ark?”


“Aku sudah mengatakannya sebelumnya.”


“Menjadi senjatamu, kan?” Aisha menggelengkan kepalanya. “Bahkan jika memiliki lebih banyak trik dan pengalaman, aku masih tidak bisa mengalahkan prajurit terlemah di kelompok ini karena kekuatan dasar yang jauh berbeda. Bukankah lebih baik kamu memilih mereka?”


“Tentu saja aku mempercayai mereka, Aisha. Namun, aku lebih mempercayaimu dalam menjalankan misi.


Sedangkan untuk kekuatan, sama sekali tidak ada masalah. Cepat atau lambat kamu akan menyusul kekuatan para petinggi Sword of Sufferings. Aku akan mempersiapkan semua materi evolusi untukmu.”


“Evolusi, kah?” gumam Aisha. Menatap Ark tepat di matanya, wanita itu kembali berkata. “Meski kamu menciptakan ramuan evolusi, bahannya pasti tidak mudah didapatkan. Khususnya level yang lebih tinggi. Jadi katakan padaku, Ark ... kenapa kamu begitu percaya padaku?”


“Karena aku percaya pada visiku. Juga, karena kamu adalah orang yang layak untuk dipercaya.”


Aisha terkejut ketika melihat Ark menatapnya dengan ekspresi serius. Sama sekali tidak ada perasaan tak acuh atau dingin seperti biasa. Pemuda itu benar-benar mengatakannya dengan serius dan tulus.

__ADS_1


‘Bocah ini ... Tampaknya setelah bertahun-tahun, semua orang memang telah berubah.’


Aisha menyesap rokoknya dengan ekspresi tenang. Mengembuskan asap rokok dari mulutnya, wanita itu berkata sambil melihat pemandangan di luar jendela yang suram.


“Kamu ingin aku melakukan apa, Ark?”


“Untuk sekarang, kamu hanya perlu fokus latihan.”


“Latihan?” tanya Aisha.


“Ya. Sekarang kamu agak tumpul, jadi pertajam kembali kemampuanmu. Selain itu, kamu akan diberi jatah ramuan evolusi sehingga bisa segera naik level.


Setelah menembus batasan pertama, kamu akan melatih Angelica. Kalian berdua akan berlatih bersama di markas sambil terus meningkatkan kekuatan kalian. Setidaknya, minimal sampai kalian memecah batasan ke dua. Memiliki tubuh setara dengan para prajurit Sword of Sufferings.


Selain itu, mulai sekarang kamu akan dianggap mati. Semua orang akan berpura-pura tidak mengenalmu. Biarkan dunia luar berpikir kalau Aisha si Bone Spider mati ketika bertarung dengan anggota Golden Maple Group.”


Tanpa banyak basa-basi, Ark langsung menunjukkan apa yang perlu Aisha lakukan sekarang.


Aisha mengangguk ringan. Dia kemudian melirik ke arah Ark.


“Kabar tentang kematianku pasti membuat sedikit gelombang, tetapi itu cukup untuk membuat konflik antara Golden Maple Group dan Cursed Berserkers dimulai.


Aku benar-benar penasaran, Ark. Kenapa kamu mengincar kedua kelompok itu? Apakah kamu memiliki dendam terhadap mereka?”


“Tidak juga.” Ark menggelengkan kepalanya.


“Lalu apa yang kamu inginkan dari kedua kelompok itu, Ark?”


“Cukup, Aisha. Bukan giliran senjata untuk berbicara. Entah untuk memotong ayam, kambing, sapi, manusia, bahkan sayuran ... pedang tidak akan mengatakan apa-apa.”


Melihat ekspresi tegas dan dingin di wajah Ark, Aisha sadar kalau dirinya terlalu penasaran. Dia merasa ingin tahu apa yang Ark inginkan dan apa yang merubahnya menjadi Ark sekarang ini.


Pada akhirnya, Aisha hanya mengangguk berat sambil membalas.


“Dimengerti.”


Ark juga mengangguk ringan.


“Kalau begitu kamu boleh kembali ke kamarmu, Aisha. Istirahat yang cukup karena kamu telah mengalami hari-hari berat sebelumnya.”


“Baik.”


Aisha bangkit, lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan dengan ekspresi malas di wajahnya. Keluar dari ruangan, wanita itu menatap ke arah pintu tertutup sambil bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Apa yang terjadi padamu, Ark? Tampaknya kamu benar-benar telah berubah.’


‘Namun, tidak peduli jalan mana yang kamu pilih, aku akan mengikutimu karena ini balas budiku.’

__ADS_1


Berdiri di depan pintu sebentar, Aisha kemudian berbalik pergi. Berjalan di lorong yang sunyi dan suram tanpa mengucapkan sepatah kata.


>> Bersambung.


__ADS_2