Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rencana Setelah Bencana


__ADS_3

Dua hari berlalu begitu saja.


Banyak orang berharap apa yang terjadi dua hari sebelumnya hanyalah mimpi. Hanya saja, sebanyak apapun mereka mencoba, pada akhirnya mereka tahu kalau itu semua adalah kenyataan yang harus mereka hadapi.


Dalam waktu ini, tidak banyak hal yang terjadi.


Ark memimpin pasukannya dengan tenang menuju ke markas Golden Maple Group sambil mencari informasi baru tentang lingkungan sekitar yang berubah setelah tragedi.


Sejak serangan para kanibal diluncurkan, area sekitar perbatasan menjadi lebih berbahaya. Meski bukan masalah bagi Sword of Sufferings, itu akan menjadi penghalang besar yang sulit untuk Golden Maple Group atau Imperial Phoenix lewati.


Pada hari pertama, banyak hal yang harus Ark lakukan dengan bawahannya di perbatasan wilayah Imperial Phoenix dan Golden Maple Group.


Pada hari kedua, rombongan yang Ark pimpin berhasil menyusul Chris dan bawahannya yang dikawal 30 orang dari Sword of Sufferings. Di saat itu juga, Ark mulai berkenalan dengan Chris secara resmi.


Hari ini, rombongan yang terdiri dari gabungan anggota Sword of Sufferings dan Golden Maple Group akhirnya tiba di markas.


Sampai di lokasi, mereka langsung disambut dengan gembira oleh orang-orang, diperlakukan seperti seorang pahlawan yang kembali setelah melawan raja iblis atau semacamnya.


Melihat pemandangan semacam itu, orang-orang di bawah Ark hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Merasa bingung apakah Golden Maple Group terlalu bodoh atau terlalu ceria.


Jelas, karena keterlambatan informasi, mereka hampir tidak tahu apa yang terjadi di perbatasan. Ini adalah salah satu hal mengerikan dalam apocalypse, yaitu sulitnya berkomunikasi jarak jauh. Juga sangat sulit mendapatkan informasi penting.


Benar-benar mirip daging di atas telenan yang siap di potong kapan saja. Tidak bisa bergerak dengan bebas, rentan dipotong kapan saja.


Melihat para prajurit dari Sword of Sufferings membuat orang-orang di markas Golden Maple Group merasa bingung. Mereka ingin bertanya, tetapi tidak ada yang berani mendekat untuk berbicara. Belum lagi setelah mereka melihat suasana tertekan di antara orang-orang.


Chris melihat ke arah Lara yang menatapnya dengan ekspresi bingung dan curiga. Memaksakan senyum di wajahnya, pria paruh baya itu pun berkata.


“Aku akan menjelaskan semuanya nanti.”


Dengan begitu, Ark dan Sword of Sufferings pun datang ke markas Golden Maple Group sebagai tamu.


***


Sekitar lima jam kemudian dimana semua masalah sudah dijelaskan, Ark diminta datang ke kantor.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk.”


Mendengar suara dari dalam ruangan, Ark membuka pintu lalu masuk ke dalam. Di sampingnya, tampak sosok Roxanne yang selalu mengikuti.


Melihat sosok Chris dan Lara yang duduk di sofa, Ark mengangguk ringan sebagai tanggapan.

__ADS_1


“Duduk.”


Chris langsung mempersilahkan Ark dan Roxanne. Mereka berdua pun langsung duduk di sofa berseberangan dengan Chris dan Lara.


Beberapa saat kemudian, suasana jatuh ke titik canggung karena begitu sunyi.


Lara terus menatap Ark tanpa mengatakan apa-apa. Ingin melihat sosok yang telah mempengaruhi putranya.


Sementara itu, Ark sendiri hanya duduk santai tanpa ekspresi. Benar-benar diam di tempat seperti patung es. Roxanne yang menemaninya pun tidak ikut bicara jika Ark tak meminta.


Chris merasa agak malu. Meski hubungan antara kedua kelompok menjadi canggung karena Jay, tidak bisa disangkal kalau sekarang Golden Maple Group berhutang bantuan dari Sword of Sufferings.


Sementara itu, Jay yang menjadi sumber kecanggungan sekarang berada di kamarnya untuk memulihkan diri karena mengonsumsi terlalu banyak energi ketika melawan para kanibal padahal kondisinya belum prima.


“Uhuk! Uhuk! Sebelumnya, biarkan aku memperkenalkan kalian semua.


Lara, ini adalah ketua dari Sword of Sufferings, Ark. Yang ada di sebelahnya adalah sekertaris dan tangan kanannya, Roxanne.


Ark, Roxanne ... ini adalah wakil ketua Golden Maple Group sekaligus istriku, Lara.”


“Senang bertemu dengan kalian.”


Lara berkata dingin, jelas tidak tampak ‘senang’ seperti apa yang dia katakan.


“En. Kami juga.”


Kemudian, suasana kembali jatuh ke titik canggung.


Merasa bingung harus mengatakan apa, Chris akhirnya bicara secara langsung.


“Karena tidak banyak yang ingin kita bicarakan secara pribadi, bagaimana kalau langsung membahas inti permasalahannya? Apa alasan kamu datang ke tempat kami, Ark?”


Mendengar pertanyaan Chris, Ark mengangguk ringan. Daripada berbicara tanpa arah yang jelas, memang lebih baik membicarakan pokok permasalahan. Pemuda itu pun mulai menjelaskan.


“Alasan kenapa aku datang tentu karena permintaan Jay untuk mengawal kalian, menghindarkan kalian dari bahaya yang mungkin terjadi setelah kekacauan yang dilakukan oleh para kanibal.


Selain itu, kalian tidak menganggap jasa kami gratis kan? Lagipula, terlalu banyak bantuan yang Sword of Sufferings berikan kepada kalian.”


Mendengar ucapan Ark yang begitu blak-blakan, ekspresi Chris dan Lara berubah. Khususnya Lara. Wanita itu jelas memiliki tempramen yang buruk dan sulit diajak bicara. Kebetulan, ucapan Ark juga mengenai titik sakitnya.


“Sudah aku duga, kalian memiliki niatan lain untuk datang kemari.”


“Itulah yang dikatakan orang yang berpura-pura baik untuk memanfaatkan kebaikan kami.”

__ADS_1


Ark langsung membalas dengan ekspresi datar. Tidak mengejek, tidak membenci, dan tidak marah. Hanya berkata dengan cara apa adanya.


“Kamu-“


“Cukup Lara. Meski agak menyakitkan, memang beginilah kenyataannya.


Sword of Sufferings membantu Chelsea mengembangkan obat. Mereka juga menyelamatkan hidupku dua kali. Saat aku terbaring di ranjang dan hampir mati di medan pertempuran.


Jika Ark tidak datang sebelumnya, aku pasti mati. Jika Ark tidak mengirim Jay untuk melindungiku dari sergapan musuh, aku juga akan mati.


Mereka menyelamatkan nyawaku dua kali. Begitulah faktanya.”


“...”


Mendengar ucapan suaminya, Lara hanya bisa mengigit bibirnya. Sama sekali tidak bisa menyangkal karena itu semua kenyataannya.


Chris menatap ke arah Ark lalu kembali membuka mulutnya.


“Kamu telah menyelamatkan nyawaku dan ratusan orang lain. Kamu adalah dermawan Golden Maple Group. Jadi katakan saja, apa yang kamu inginkan?


Selagi kami bisa, kami pasti akan memberikannya kepadamu.”


Mendengar Chris yang begitu lugas, Ark mengangkat sudut bibirnya. Pemuda itu kemudian menjawab.


“Sebenarnya ada banyak hal yang aku inginkan dari Golden Maple Group. Hanya saja, sekarang situasi menjadi kacau karena kemunculan para kanibal kuat. Oleh karena itu, aku menyingkirkan pikiran lain karena ingin fokus pada masalah ini.”


“Kalau begitu simpan permintaan itu untuk nanti.”


“Itulah yang kamu katakan.” Ark mengangkat sudut bibirnya.


Melihat Ark yang begitu licik, Chris dan Lara hanya bisa saling memandang dalam diam. Setelah beberapa saat, ayah Jay tersebut bertanya.


“Sepertinya makhluk-makhluk itu sama sekali tidak lebih lemah dari para zombie kan?”


“Memang. Bukan hanya lebih kuat, tetapi mereka juga lebih cerdas. Bahkan jika mereka dikendalikan sisi binatang, mereka tetap masih bisa berpikir. Berbeda dengan zombie pada umumnya.”


Mendengar penjelasan Ark yang berbicara cukup detail, Chris dan Lara menebak kalau pemuda di depan mereka sudah bertemu dan berurusan dengan makhluk semacam itu.


“Apakah kamu memiliki solusi untuk masalah ini Ark? Jika ada, kamu harus membicarakannya karena ini bukan hanya menyangkut kepetingan dua kelompok, tetapi hampir semua penduduk kota.”


“Kamu benar, Mr Chris. Ini bukan hanya masalah kita, jadi ...”


Ark mengangkat sudut bibirnya.

__ADS_1


“Kita memerlukan orang-orang untuk diajak bicara.”


>> Bersambung.


__ADS_2