Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kali Ini Berbeda


__ADS_3

"Tampaknya kamu tidak begitu peduli?"


Joseph berkata dengan santai. Melirik ke arah Ark yang diam saja, pria paruh baya tersebut tersenyum. Sadar kalau pemuda di depannya telah berkembang lebih jauh.


"Omong-omong, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Mr Hades."


"Apakah ada masalah?" tanya Ark dengan nada malas.


"Perihal barang yang kamu jual ke Mr Julian."


Mendengar ucapan Joseph, Ark dan Julian mengangkat alis mereka. Jelas, mereka tahu betul apa yang diperdagangkan. Tampaknya Joseph juga mulai menyelidiki hal tersebut. Itu membuat Julian menjadi kurang nyaman.


Julian sendiri juga ingin berdagang ramuan evolusi dengan Ark. Dia ingin membuat tim kecil yang berisi orang-orang yang telah menyelesaikan evolusi, para manusia super, mutan, awakener, atau apalah namanya. Tentu saja jika orang lain tahu, mereka juga akan memikirkan hal semacam itu.


Ark membalas dengan suara tenang, tetapi sedikit menekan.


"Alangkah baiknya kita tidak membicarakan hal semacam ini di sini. Kita bisa membahasnya pada saat perdagangan dilakukan."


"Baik." Joseph mengangguk.


"..."


Julian juga mengangguk. Sangat setuju dengan Ark karena tempat ini memang kurang cocok.


"Omong-omong, itu ..."


Joseph melirik sosok Finn yang berbaring malas di dekat Debby. Bukan hanya dia, tetapi banyak orang juga menatapnya. Itu karena ...


Ada pelana di punggungnya!


Akan tetapi tidak seperti kuda dimana ada snaffle dan tali sebagai ganti kemudi di bagian kepala, Ark tidak membuatnya karena dia tahu Finn bisa bergerak sesuai instruksi darinya. Sebagai gantinya, ada sebuah pegangan di bagian depan pelana yang tampak cukup unik. Hal tersebut digunakan untuk berpegangan ketika Ark meminta Finn bergerak dengan kecepatan penuh. Membuatnya tetap stabil.


"Finn!"


Mendengar panggilan Ark, Finn langsung bangkit dan bergegas ke arahnya. Pemuda itu kemudian mengelus kepala si putih dengan santai. Merasakan bulu lembut melalui sentuhan tangannya.


Melihat pemandangan itu, Joseph yang berdiri beberapa meter dari Ark secara tidak sadar maju dan ingin menyentuh. Namun saat itu, Finn yang sebelumnya tampak tenang tibat-tiba menatap ke arah Joseph sambil memamerkan giginya yang tajam sambil menggeram.


"Grrrr ..."


Ark menepuk kepala Finn, membuat si putih menjadi lebih tenang. Dia kemudian melihat ke arah Joseph dan Julian sambil berkata.


"Seperti yang kalian pikir, Finn adalah peliharaan, tunggangan, dan rekanku.


Dia tidak terbiasa dengan orang lain, jadi sebaiknya kalian tidak mendekat karena gigi dan cakarnya beracun. Juga, jangan pikirkan ide meminjam, menyewa, atau menjual karena Finn bukan barang."

__ADS_1


Meski Ark berbicara pada Joseph dan Julian, tetapi semua orang tahu kalau pemuda tersebut mengumumkannya kepada setiap orang tanpa pengecualian.


Untuk beberapa orang yang mengerti, Ark sebenarnya juga memiliki suatu pesan tersirat dalam ucapannya.


Meminjam, menyewa, atau menjual. Ini tampaknya normal bagi orang-orang yang kurang berpengetahuan. Namun bagi orang yang telah melihat atau mungkin mengalami. Apa yang dimaksud Ark sebenarnya bukan perdagangan binatang buas, tetapi ...


Perdagangan manusia!


Ekspresi orang-orang yang mengerti langsung menjadi serius. Meski hal tersebut juga ada di masa sebelum apocalypse, tetapi hal ini berbeda karena banyak kelompok melakukannya seolah-olah itu sesuatu yang legal!


Menangkap manusia (biasanya perempuan) dan membuat mereka tetap hidup dengan memberi makanan, tetapi akhirnya menjual mereka ke orang yang menginginkannya dengan harga tawar-menawar. Bisa dibilang, tidak jauh berbeda dibandingkan berjualan hewan peliharaan.


Ark menemukan ini, tetapi dia tidak bisa menghentikannya. Bahkan jika dia membunuh seluruh pedagang, yang baru akan muncul lagi beberapa waktu kemudian. Lagipula, sudah sifat manusia untuk mengambil keuntungan di saat mendesak. Jadi akhirnya Ark hanya bisa menekan mereka agar tidak begitu berlebihan.


Ekspresi Joseph dan Julian tampak buruk. Dibandingkan dengan Ark yang cukup netral, dua kelompok mereka menentang keras hal semacam itu. Masih terus memburu para pedagang manusia meski terus bermunculan.


Ada juga kelompok yang mendukung perdagangan karena sejak apocalypse datang, aturan sudah tidak berlaku. Mereka percaya kalau yang kuat berhak memakan atau mengendalikan yang lemah. Contoh kelompok yang mendukung adalah Third Scars dan beberapa kelompok menengah.


Bahkan, Imperial Tiger yang mengumumkan kalau mereka bersikap netral sebenarnya mendukung hal ini. Bahkan cukup banyak orang yang berada di atas mengumpulkan "peliharaan" mereka sendiri.


"Mr Hades ..." panggil Joseph.


"Lebih baik kalian kembali ke tempat kalian dan beristirahat. Aku juga ingin beristirahat. Lagipula, aku sudah selesai menyapa (dan mengamati)."


Setelah mengatakan itu, Ark berbalik lalu pergi diikuti rekan-rekannya.


***


Keesokan paginya.


Setelah makan sarapan dalam kereta bersama rekan-rekannya, Ark turun dari kereta sambil membawa dua ember berisi jantung binatang buas yang dipotong-potong. Itu mereka dapatkan kemarin sore, dalam perjalan ke tempat ini.


Ark kemudian memberikannya kepada Debby dan Finn. Biasanya mereka berdua bisa berburu sendiri. Namun karena ada di area Imperial Tiger dan tidak ingin masalah, dia tidak mengizinkan mereka berburu.


Setelah memberi makan keduanya, Ark berdiri sambil mengamati sekeliling. Kebanyakan kelompok masih sangat menghemat makanan mereka dan tidak sarapan. Sementara itu, ada juga kelompok Silver Cross dan Black Panther duduk mengelilingi api unggun. Makan bubur bersama untuk sarapan.


"..."


Ark menatap mereka dalam diam. Tanpa sadar, dia kembali mengingat kenangan lama.


Sebuah kenangan dimana setiap kali ada pertemuan besar sebelum pertarungan besar, dia yang dianggap sosok salah satu manusia terkuat selalu berdiri sendiri sambil melihat kelompok-kelompok lain.


Bisa dibilang, dibandingkan orang lain di kehidupan sebelumnya, Ark adalah yang terbaik. Memiliki bakat kuat, teknik hebat, otak cerdas, bahkan keberuntungan luar biasa. Hanya saja ...


Dia selalu sendiri.

__ADS_1


Bahkan jika Ark memiliki sempat bergabung dengan kelompok, itu hal yang dilakukan dia lakukan di awal apocalypse. Dia mungkin memiliki banyak kenalan bahkan bisa dianggap teman, tetapi pada akhirnya mereka (teman-temannya) adalah sosok yang dia hormati dari berbagai kelompok. Orang-orang "baik" yang berakhir tragis karena membela yang benar atau mungkin dikorbankan atas nama "kebaikan yang lebih besar".


Mereka memberi apa yang mereka miliki (ilmu mereka) kepada Ark. Namun sebagai gantinya, lelaki itu malah membawa beban mereka ... dan beban itu terus menumpuk seiring berjalannya waktu.


"Ketua!!!"


Teriakan gadis terdengar dari belakang, mengejutkan Ark yang sedang melamun.


Menoleh ke belakang, Ark melihat sosok Lisa yang berjalan ke arahnya. Tampak terburu-buru dan marah.


"Kamu bilang lebih baik tidak makan makanan hangat karena merepotkan. Namun seperti yang kamu lihat ...


Mereka melakukannya!"


Lisa menunjuk ke arah kelompok Silver Cross dan Black Panther.


"Tidakkah kamu tahu, aku hampir tersedak sampai mati karena makan dendeng daging yang alot di pagi hari."


Mendengar keluhan Lisa, Ark mengalihkan pandangannya kepada anggota lain yang datang.


Darin mengangkat bahu sambil berkata dengan nada lelah.


"Maaf, Ketua. Aku tidak bisa menghentikannya."


"Itu karena kamu makan dalam kondisi setengah sadar (masih mengantuk). Bagaimana bisa kamu menyalahkan Tuan?"


Stacy melirik ke arah Lisa dengan tidak puas.


"Apakah kamu ingin bertarung, Stalker Betina?!"


"Ap—" Di balik topeng, urat nadi sudah muncul di dahi Stacy. "Siapa yang takut denganmu, Sapi Kecil!"


"Kamu ..."


"..."


Keduanya saling memandang dengan ganas. Darin hanya bisa menghela napas. Sementara itu, Kurona dan Shirona sudah berdiri di kiri dan kanan Ark sambil bersandar.


Melihat pemandangan itu, senyum tulus muncul di wajah Ark. Hanya saja, semua orang tidak melihat karena tertutup topengnya.


'Sungguh ... Apa yang aku khawatirkan?'


Memikirkan itu, Ark menggeleng ringan. Dengan tangan mengepal di balik jubahnya, pemuda itu meyakinkan diri sendiri.


'Semuanya akan baik-baik saja karena ...'

__ADS_1


'Kali ini berbeda!'


>> Bersambung.


__ADS_2