Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tanda Bunga


__ADS_3

Setengah hari melakukan perjalanan tanpa istirahat, orang-orang dari Golden Maple Group tampak sangat kelelahan. Entah energi fisik atau mental mereka terkuras. Namun, orang-orang itu sama sekali tidak berani melambat.


Bukan karena tidak mau, tetapi mereka tidak bisa melambat.


Rasanya ada pancung yang menggantung di atas mereka. Selama terhenti, mereka berpikir akhir akan menyambut mereka.


RROOAARRR!!


Raungan lain terdengar, belum lagi suara itu semakin lama semakin mendekat.


Merasakan kaki mereka yang lemas, orang-orang dari Golden Maple Group tampak panik. Wajah mereka agak pucat dan mata mereka mulai berkabut, tampak akan menangis kapan saja.


“Tampaknya makhluk-makhluk itu memang mengejar kita. Seharusnya karena memiliki indera penciuman yang sangat baik.”


Setelah mengatakan itu, Ark menoleh ke arah Roxanne lalu bertanya.


“Menurutmu apa yang harus kita lakukan sekarang?”


Mendengar pertanyaan Ark, Roxanne tampak termenung. Sambil terus berjalan di belakang barisan, wanita itu berpikir keras.


“Tetap mengikuti barisan.”


Jawaban Roxanne membuat Ark mengangguk ringan. Pemuda itu jelas puas dengan jawaban Roxanne. Menurutnya, jawaban tersebut lebih baik daripada semangat menggebu yang terkesan bodoh.


‘Kita harus tinggal untuk menahan mereka.’


‘Mari satukan kekuatan untuk berjuang melawan mereka.’


Bagi Ark, jawaban semacam itu adalah jawaban yang sangat bodoh.


Mereka tidak terlalu mengenal orang-orang dari Golden Maple Group, jadi tidak perlu berkorban. Selain itu, mereka sama sekali bukan jenis orang suci atau pahlawan yang ingin menyelamatkan dunia dan melindungi segalanya.


Apa yang mereka butuhkan adalah rasionalitas. Meski terkadang perasaan diperlukan, tetapi tidak perlu terjebak di dalamnya.


Jika itu adalah keluarga, sahabat, kekasih, atau hubungan dekat lainnya, masih wajar untuk menggunakan diri sebagai perisai untuk melindungi mereka.


Sedangkan orang-orang itu? Jelas tidak sesuai harganya. Bahkan jika ada orang yang mau berhenti untuk menunda waktu bagi mereka, orang-orang itu hanya akan menganggapnya orang baik.


Ya! Orang baik, lalu dilupakan begitu saja.


“Terus berjalan! Jika ada yang terhenti, maka tinggalkan!”


Mendengar teriakan Ark dari belakang barisan, semua orang langsung menggigil kedinginan. Saat itu juga, tampak banyak orang yang merasa tidak puas. Namun Ark dan Sword of Sufferings sama sekali tidak peduli dengan protes mereka.


Saat itu juga, orang-orang di sisi Chris dan Lara tampak kacau.


“Apakah anda mendengar apa yang orang itu katakan, Ketua? Dia menyuruh kita meninggalkan rekan-rekan kita!”

__ADS_1


“Ya! Seharusnya dia menolong kita. Namun apa yang dia lakukan malah sebaliknya!”


“Sword of Suffering benar-benar buruk! Sama sekali tidak manusiawi!”


“...”


Mendengar ucapan orang-orang di sekitarnya, urat dahi Chris menonjol. Tidak sanggup menahan diri, dia langsung berteriak.


“DIAM!”


Pria itu memelototi semua orang lalu melanjutkan.


“Aku juga lelah dan merasa ingin roboh. Aku juga merasa kasihan kepada anggota kelompok kita. Namun ini adalah urusan kita. Apa hubungannya dengan Sword of Sufferings? Mereka sudah membantu kita melewati beberapa krisis!


Ingin meminta mereka menunda musuh? Kenapa tidak kalian saja yang berhenti dan menunda makhluk-makhluk itu? Memangnya kalian siapa? Apa yang kalian berikan kepada mereka? TIDAK ADA!


Simpati terhadap sesama! Aku juga merasakannya tetapi aku adalah orang yang egois. Aku tidak ingin menukar hidupku dengan hidup orang lain. Jika kamu ingin, maka lakukan saja!


Berhenti menunjuk orang lain dan berperilaku seperti badut! Diam dan gunakan energimu untuk berjalan! Segera pergi dari tempat terkutuk ini!”


Mendengar teriakan Chris, orang-orang langsung diam. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau pria yang biasanya baik hati dan lembut itu bisa bicara seperti itu.


Namun, mereka semua juga mengerti alasan sebenarnya. Jadi akhirnya hanya tutup mulut lalu berjalan dalam diam.


Orang-orang tahu bagaimana menjadi baik.


Bekerja keras, tidak merokok, tidak mabuk, tidak bermain wanita, rajin menabung, bersedekah ke sesama, membantu orang-orang yang membutuhkan.


Ya ... itulah makhluk luar biasa yang sering menganggap diri mereka lebih tinggi dari makhluk lainnya, MANUSIA.


Sementara itu, Ark dan rekan-rekannya yang berada di belakang barisan sama sekali tidak mempedulikan situasi canggung dalam barisan. Bahkan mereka tidak mendengar teriakan Chris karena jaraknya terlalu jauh dan suaranya bercampur dengan ucapan orang-orang.


Bahkan jika mendengar tuntutan orang-orang, Ark dan rekan-rekannya sama sekali tidak peduli.


Saat itu, Ark tiba-tiba merasa ada sesuatu yang salah.


“Ada yang salah.”


Mendengar ucapan Ark, Roxanne dan anggota Sword of Sufferings lainnya langsung menjadi serius.


Saat itu juga, Ark langsung memandang ke arah tertentu. Di sana, tampak belasan siluet hitam yang berbaris.


Beberapa saat kemudian, pihak lain langsung maju ke arah mereka. Namun, bukannya langsung menyerang ke arah barisan, mereka malah bergegas ke tempat Ark berada.


Setelah diperhatikan baik-baik, mata Ark menyempit. Bukan karena alasan lain, tetapi karena siluet yang mendekat ternyata adalah orang yang dia kenal.


“HAHAHA! APAKAH KAMU TERKEJUT, ARK? AKU SUKA EKSPRESIMU!”

__ADS_1


Swoosh! Klang!


Dua senjata bertabrakan dengan keras. Melihat ke arah orang yang berdiri di depannya, Ark tampak tidak senang.


“Aku tidak menyangka kamu menjual jiwamu pada monster seperti itu, Crocodile.”


BANG!


Sosok Ark dan Crocodile terpental mundur beberapa meter.


Mendengar ucapan Ark, ekspresi Crocodile berubah. Menunjukkan wajah mengerikan, dia berkata.


“Apa yang kamu tahu Ark? Itu sama sekali bukanlah monster seperti yang kamu katakan! Wujud indah itu bukan milik dunia ini! Sosok itu ...


Lebih mirip Dewa dalam cerita-cerita yang kita ketahui!”


Melihat ekspresi gila di wajah Crocodile, Ark tampak semakin muram.


“Roxanne, bawa orang lain mengikuti barisan. Aku akan mengurus orang-orang ini. Kamu jelas bisa melihat ekspresi gila mereka. Ya ...”


Ark menarik senjata lain, membawa pedang di kedua tangannya.


“Mereka benar-benar butuh pencerahan!”


Mendengar ucapan Ark yang tidak menyembunyikan kemarahannya, Roxanne dan orang-orang dari Sword of Sufferings terkejut. Melihat pemuda yang biasanya santai benar-benar marah, mereka tahu kalau Crocodile dan orang-orangnya tampaknya telah menyentuh sesuatu yang tabu di mata Ark.


“Dimengerti.”


Orang-orang yang hendak membantu akhirnya pergi menyusul barisan Golden Maple Group. Benar-benar meninggalkan Ark sendirian menghadapi orang-orang dari Cursed Berserkers.


“BOS!” teriak salah satu bawahan Crocodile.


“DIAM!”


Crocodile tidak menyuruh bawahannya menyusul. Sebaliknya, pria itu menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Walau sekarang telah menjadi semakin kuat, tetapi dia masih merasakan bahaya ketika menghadapi Ark.


Rasanya ...


Sekali lagi dia berdiri di depan pintu gerbang kematian.


Rambut putih panjang terbang ditiup angin. Mata merah bak rubi memancarkan kilau dingin. Tato hitam seperti api mulai menjalar melewati kulit putih pucat.


Sembari mencengkeram erat dua gagang pedang yang dilapisi cahaya merah darah, Ark berkata dengan suara dalam.


“Tampaknya kalian sangat percaya diri setelah mendapatkan ‘Tanda Bunga’. Jadi ...”


Mata Ark menyempit.

__ADS_1


“Biarkan aku melihat apa yang kalian punya.”


>> Bersambung.


__ADS_2