Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Melawan Hydra


__ADS_3

Melihat pemandangn seperti itu di depannya, Ark langsung mengeluarkan kedua pedangnya.


Pada saat itu juga, para cacing kepala martil yang selesai memakan hidangan pembuka langsung melihat ke arah Ark. Mereka semua jelas merasakan kekuatan pemuda itu. Belum lagi aroma darah di sekitarnya, hal tersebut jelas membuat Ark tampak lebih ‘nikmat’ dibandingkan beberapa hidangan sebelumnya.


Ark melihat danau yang mulai penuh gejolak, rasanya dirinya menjadi angin yang membuat ombak di danau yang sebelumnya begitu tenang. Melapisi sekujur tubuhnya dengan energi merah darah, pemuda itu berteriak dengan ekspresi dingin di wajahnya.


“MAJU!”


Saat itu juga, suara mencicit langsung menggema. Puluhan ribu cacing kepala martil dengan nberbagai ukuran langsung ‘merangkak’ menuju ke arah Ark. Mereka semua berdesak-desakan, saling menginjak satu sama lain untuk naik. Benar-benar tampak seperti ombak hitam yang bergegas ke arah Ark.


Melihat ‘ombak’ yang dipenuhi kepala aneh penuh gigi tajam bergegas ke arahnya, Ark langsung menggenggam erat gagang kedua pedangnya. Dia kemudian menebas terus-menerus. Energi pedang berwarna merah darah langsung menebang para cacing kepala martil, tetapi gerakan tersebut sama sekali tidak menahan kemajuan mereka.


Ketika makhluk-makhluk yang berada di depan dipotong dan tumbang, beberapa cacing kepala martil dengan ukuran lebih kecil yang tertinggal di belakang langsung menggigit dan menelan kakak-kakaknya. Setelah itu, makhluk-makhluk tersebut kembali merangkak ke arah Ark.


Sementara itu, tiga makhluk dengan ukuran paling besar dan tampak seperti Hydra tampaknya mengawasi dari belakang. Mereka sepertinya memiliki sedikit kecerdasan. Menunggu Ark kelelahan setelah menghadapi keturunan mereka sebelum memberi serangan terakhir, dan memakan pemuda itu tanpa perlu mendapatkan lebih banyak masalah.


Ombak hitam semakin mendekati Ark, setelah beberapa saat ... ombak hitam benar-benar menenggelamkan pemuda itu.


Beberapa detik kemudian, ledakan keras tiba-tiba terjadi.


BANG!


Ratusan cacing kepala martil diterbangkan. Banyak dari mereka meledak atau tercabik-cabik. Berdiri di tengah kerumunan cacing kepala martil, penampilan Ark benar-benar tampak begitu buruk. Bajunya hampir hilang, hanya menyisakan celana compang-camping. Kulitnya penuh dengan luka, bahkan sebagian meleleh karena diguyur oleh darah cacing kepala martil bermutasi yang sangat korosif. Meski begitu, dia sama sekali tidak berhenti bertarung.


Pemuda itu berteriak dengan ekspresi lebih liar. Dia terus menebas makhluk-makhluk yang mencoba mendekatinya. Cahaya merah darah terus memotong dan ‘menggiling’ para cacing kepala martil.


Melihat Ark yang bisa terus beregenerasi dengan cara aneh, tiga pemimpin para cacing kepala martil menyadari kalau ada yang salah.


ROOAARRR!


Ketiga makhluk tersebut langsung membuat raungan aneh. Mereka kemudian langsung bergegas menuju ke arah Ark. Setelah semakin dekat, sembilan kepala dengan mulut penuh taring tajam seperti mangkuk pengorbanan langsung menyerang Ark.


Melihat pemandangan seperti itu, Ark sama sekali tidak mundur. Dia malah maju dengan liar sambil berteriak.

__ADS_1


“Shadow Styx Stream!”


Tebasan seperti bulan sabit merah yang terus bertumpuk langsung bergerak ke depan seperti ombak yang terus mencabik-cabik segala sesuatu di sekitarnya. Saat itu juga, dua kepala Hydra benar-benar berhasil dia tebang. Namun kepala lainnya langsung menyerang, mencoba menggigitnya. Pemuda itu langsung menangkis gigi-gigi tajam dengan dua pedang di tangannya, tetapi akhirnya masih terpental menjauh.


BLARRR!


Seluruh ruang bawah tanah berguncang keras. Saat itu juga, bebatuan di langit-langit mulai berjatuhan. Bisa dilihat kalau ...


Ruang bawah tanah mulai runtuh!


***


Sementara itu, di berbagai tempat yang cukup jauh dari markas.


BLARRR!


Merasakan tanah yang beguncang dan mulai runtuh, semua orang terkejut. Untung saja semua orang dari Sword of Sufferings telah melakukan evakuasi setelah pertempuran selesai. Kecuali beberapa orang yang tumbang dalam misi, sisanya telah menjauh dari pusat markas Crux of Shadow sesuai dengan instruksi Ark.


Melihat asap tebal membumbung ke langit di kejauhan akibat runtuhnya tanah dan berbagai bangunan di atasnya, semua orang menjadi serius. Pada saar itu juga, mereka melihat bayangan hitam besar yang keluar dari bawah tanah.


Pada saat mundur, Lisa yang berkumpul dengan Jay, Kurona, Shirona, dan Stacy tidak bisa tidak mengeluh. Dia merasa kalau memelihara doberman dan husky bermutasi sudah dianggap berlebihan. Jadi melihat sesuatu di luar kendali semacam itu, dia merasa itu terlalu berlebihan.


“Apakah aku sedang melihat ilusi, Draco? Apakah aku terlalu pusing karena kehilangan banyak darah? Kenapa aku melihat makhluk besar dalam asap tebal itu?’


Di tempat lain, Leon yang sedang digendong Draco bertanya dengan ekspresi bingung. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan berlumuran darah.


“Kamu tidak melihat sesuatu yang salah karena aku juga melihatnya, Bodoh. Jika kamu salah, aku juga melihat ilusi yang sama.”


Draco tersenyum pahit. Dia tahu alasan kenapa Ark memilih untuk melakukan misi pemusnahan karena takut makhluk-makhluk itu berkembang terlalu jauh lalu akhirnya mengancam kota-kota lain, termasuk markas utama.


Sementara itu, di tempat Evans berada.


“Apakah makhluk itu yang kamu maksud, Kak?”

__ADS_1


Melihat pemandangan mengerikan di kejauhan, Evans menghirup napas dingin. Dia dan para anggota Spirit of Fire yang baru awalnya ragu apakah harus menuruti perintah Ark atau tidak. Namun saat melihat pemandangan itu, mereka tahu kalau keputusan gila Ark ternyata adalah pilihan paling tepat.


***


Sementara itu, di tempat Ark berada.


“Hey, kalian benar-benar memakan keturun kalian sendiri untuk mengembalikan kepala yang terputus? Kalian terlalu kejam~”


Ark menghindari serangan sembilan kepala besar ratu dan raja cacing kepala martil. Dia terus melompat di antara puing-puing besar. Sementara itu, puluhan ribu cacing kepala martil bermutasi juga terus mengejarnya dengan gila.


Melihat makhluk yang tampak semakin jelas di bawah cahaya bintang-bintang, Ark tersenyum. Setelah terus naik dan mendapatkan pijakan, pemuda itu kemudian berkata dengan lantang.


“Bahkan jika kalian bisa terus beregenerasi dengan menelan keturunan kalian sendiri ... memangnya kenapa? Apakah kalian pikir aku tidak memiliki cara?”


Ark langsung melepas kalung aneh di lehernya. Selain liontin safir, dia memakai kalung lain, atau lebih tepatnya ... sebuah peluit yang dijadikan sebagai kalung.


“JANGAN PERNAH MEREMEHKAN MANUSIA, BODOH!”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung meniup peluit.


Di malam yang gelap dan cukup sepi, suara peluit langsung menyebar sampai kejauhan. Usai suara menyebar, semuanya kembali menjadi sunyi seolah tidak terjadi apa-apa.


Ark melihat ke arah kejauhan dengan ekspresi tenang. Melirik ke arah puluhan ribu cacing kepala martil dan tiga sosok besar yang bergegas ke arahnya, dia kembali menarik pedangnya. Pemuda itu kembali menahan mereka. Menghabisi makhluk-makhluk kecil sambil terus menghindari serangan raja dan ratu cacing kepala martil bermutasi.


Saat itu juga, warna merah yang indah muncul di kejauhan. Satu per satu cahaya merah mulai muncul. Jika memperhatikannya baik-baik, itu adalah cahaya yang ditimbulkan oleh kobaran api.


Setelah menyala secara berurutan, puluhan bangunan di sekitar area markas Crux of Shadow mulai terbakar. Kobaran api sangat besar mulai menyala, membentuk sebuah cincin api raksasa yang melingkari markas Crux of Shadow.


Melihat api naik dan mewarnai malam dengan cahaya merah, Ark tersenyum ganas.


“PANGGUNG TELAH DISIAPKAN ...”


Ark memegang erat gagang pedangnya lalu menebas dengan ganas. Mencabik-cabik para cacing di sekitar lalu kembali berteriak.

__ADS_1


“MARI KITA MULAI PESTANYA!”


>> Bersambung.


__ADS_2