
Tiga hari berlalu sejak Ark dan rekan-rekannya mengabisi para kecoa bermutasi di pabrik terbengkalai.
Dalam waktu ini, Ark yang kembali ke rumah sama sekali tidak pernah keluar meninggalkan kamarnya. Hal tersebut membuat banyak orang, khususnya orang-orang terdekatnya khawatir. Lagipula, pemuda itu sering kali menyembunyikan sesuatu yang penting, sama ketika dirinya sakit keras.
Tok! Tok! Tok!
“Keluar untukku sekarang, Ketua Bau! Kamu telah membuat kekacauan! Keluar!”
Menyadari kalau pintu kamar Ark tidak terkunci, Lisa langsung mendorongnya. Berbeda dengan anggota lain yang takut dimarahi atau bahkan dibunuh, gadis itu menerobos masuk dengan penuh percaya diri. Gadis tersebut bersiap melihat pemandangan Ark yang sakit dan tidak sadarkan diri, tetapi langsung disambut pemandangan yang membuatnya tercengang.
“Eh?”
Saat itu, Lisa melihat banyak sekali lembaran kulit yang sudah diproses (pengganti kertas) berserakan di lantai. Gadis itu juga melihat sosok Ark yang duduk di kursi sambil membuat banyak catatan.
Lisa merasa bingung, jadi mengambil salah satu lembaran dan membacanya. Ekspresi gadis itu berubah ketika melihat beberapa catatan. Belum sempat mangatakan apa-apa, suara Ark tiba-tiba terdengar.
“Letakkan kembali dan jangan sentuh apapun.”
“B-Baik.”
Lisa tampak agak gugup. Dia melihat ke arah Ark dengan ekspresi aneh. Benar-benar tidak menyangka kalau pemuda itu benar-benar bekerja.
Apa yang dia lihat adalah catatan tentang salah satu bagian taman kota. Tertulis detail bagaimana medan, binatang bermutasi yang ada di dalamnya, cara mengatasinya, bahkan beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari masing-masing binatang buas. Jelas, sebuah informasi penting yang tidak boleh disebarkan secara luas karena merugikan Sword oof Sufferings.
“Ada apa?” tanya Arthur dengan ekspresi datar.
“Bukan apa-apa. Hanya saja, kamu harus keluar sesekali. Jika tidak, orang-orang pasti akan khawatir kamu sekarat seperti dulu.”
“...”
Saat itu, Ark memutar kursinya. Dia menatap ke arah Lisa dengan ekspresi datar di wajahnya. Kelopak matanya sedikit gelap, tampaknya kurang tidur, atau bahkan tidak tidur dalam beberapa hari ini.
Lisa berjalan ke arah Ark. Sampai di depan pemuda itu, dia mengulurkan tangannya dan menyentuh kening pihak lain. Setelah menariknya kembali, gadis itu menghela napas lega.
“Untung saja tidak panas. Aku kira kamu sakit atau semacamnya.”
Mendengar ucapan Lisa, Ark tampak terkejut. Dia menggeleng ringan, lalu berkata.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka kalau gadis nakal dan suka membuat onar benar-benar memperhatikan kondisi orang lain. Kamu sudah banyak berubah, Lisa.”
Perkataan Ark jelas membuat Lisa seperti kucing yang diinjak ekornya. Dia langsung menunjuk ke arah pemuda itu sambil berteriak.
“Hmph! Itulah yang dikatakan orang kejam yang membunuh tanpa mengedipkan mata, tetapi sekarang bisa lebih sering tersenyum.”
Setelah mengatakan itu, Lisa langsung berbalik. Berjalan pergi dengan langkah besar. Tampaknya benar-benar merasa tidak puas karena ucapan Ark sebelumnya.
Sementara itu, Ark yanga melihat kepergian Lisa hanya mengangkat bahu dengan senyum tipis di wajahnya.
***
Siang harinya.
Ark memilih untuk keluar karena tahu telah membuat banyak orang khawatir. Pemuda itu langsung pergi mandi, lalu memanggil orang-orang untuk rapat.
Hal semacam itu jelas membuat mereka terkejut. Semuanya terjadi begitu mendadak. Ketika semua orang tiba di ruang rapat, Ark sudah duduk di kursi ketua. Di sampingnya, tampak tumpukan kulit yang telah diproses. Jelas, banyak catatan yang tertulisa di atasnya.
“Ya ... senang melihat kalian semua. Hanya beberapa hari tidak bertemu tidak harus mempengaruhi kalian. Bahkan, tidak boleh mempengaruhi karena jadwal yang aku atur untuk kalian harus dilakukan.
“B-Bagaimana bisa ...” gumam Lisa dengan ekspresi tidak percaya.
Saat itu, dia langsung melihat ke luar jendela. Menyadari kalau ada dua sosok yang selalu terbang di sekitar area markas Sword of Sufferings, gadis itu menggertakkan gigi dengan ekspresi penuh kebencian.
‘Benar-benar burung bau penuh kebencian!’
Melihat ekspresi Lisa yang begitu buruk, tampak konyol seperti teman yang pura-pura bodoh ketika ditagih hutangnya, Ark mengangkat bahu. Pemuda itu kemudian memilah beberapa lembar catatan. Setelah itu, barulah dia kembali berbicara.
“Natasha?”
“Ya, Ketua!”
“Ambil catatan ini. Setelah itu, kamu pilih seratus orang prajurit level 1 dan dua puluh prajurit level 2. Bagi menjadi empat tim, lalu suruh mereka mendirikan pos di sekitar taman kota. Masing-masing tim akan berada di barat, utara, timur, dan selatan taman kota.
Sedangkan satu pos berisi 50 orang untuk menjaga taman kota sebelumnya ... biarkan orang-orang itu membantu menyiapkan tempat. Setelah semua dipersiapkan, semua orang bisa kembali. Setelah musim semi tiba, baru empat tim sebelumnya kembali dikirim.
Tugas mereka terlampir jelas di sana. Apakah kamu paham?”
__ADS_1
Natasha yang menerima tumpukan catatan langsung memberi hormat.
“Dimengerti, Ketua!”
Setelah kembali ke tempat duduknya, Natasha mulai membaca catatan. Ekspresinya berubah ketika melihat catatan tersebut. Bisa dibilang, itu versi catatan lengkap area luar taman kota yang sempat dibaca oleh Lisa sebelumnya.
Bagian paling penting adalah cara berburu dan memanfaatkan bahan. Meski tidak disebutkan untuk apa, tetapi cara penanganan bahan telah ditulis secara detail. Bagaimana mengambil, mengawetkan, dan menggiling jarum tawon bermutasi menjadi bubuk beracun. Ada juga bahan dari binatang lain.
Saat itu, Natasha mengangkat tangannya.
“Apakah ini baik-baik saja, Ketua? Maksudku, apakah kamu benar-benar berniat memproses bahan di luar?”
“Benar. Aku rasa itu lebih efektif daripada bolak-balik mengambil bahan yang belum diproses lalau memprosesnya di markas.
Orang-orang yang berjaga di pos bisa melakukan pekerjaan mereka lebik baik. Efek menjaga taman kota juga lebih baik.”
“Apakah anda khawatir gerakan yang aka dilakukan oleh pemerintahan baru, Ketua?”
“Mungkin?”
Ark menjawab balik dengan pertanyaan. Alasan kenapa dia memilih untuk memberi lebih banyak ilmu bukan karena khawatir gerakan tiba-tiba pemerintahan kota. Sebaliknya, pemuda itu ingin para petinggi yang dipilihnya menjadi lebih mandiri dan bisa diandalkan. Sehingga, ketika dia dan pasukan baris depan pergi ...
Semuanya masih berjalan lancar di markas dan kota. Sama sekali tidak bertemu dengan masalah yang tidak perlu.
“Darin, kamu ambil bagianmu.”
“Baik, Ketua!”
Dari maju lalu mengambil tumpukan kertas. Setelah kembali ke kursinya, ekspresi pemuda itu langsung berubah. Apa yang tertulis di sana adalah rencana pelatihan khusus yang lebih efektif. Dari sana, sudah jelas kalau Ark ingin menyerap lebih banyak pemuda dengan potensi agar bisa bergabung ke Sword of Sufferings.
Satu per satu orang mendapatkan catatan. Khususnya bagi petugas dalam jabatan khusus, mereka mendapatkan tumpukan lebih tebal. Melihat senyum di wajah Ark, orang-orang itu hanya bisa menghirup napas dingin. Meski enggan, mereka masih tidak menolaknya. Lagipula, apa yang mereka dapatkan itu penting.
Selesai membagikan semuanya, Ark mengangguk puas. Semua catatan yang dia sebarkan itu adalah ...
Ilmu yang perlu mereka pelajari dengan baik agar bisa menyelesaikan target pencapaian di musim dingin ini!
>> Bersambung.
__ADS_1