
"Mereka datang!"
Joseph melihat ke luar jendela. Di kejauhan, tampak kereta hitam yang begitu mencolok di jalan yang dipenuhi salju. Pria paruh baya itu kemudian turun ke lantai pertama.
"Berbaris untuk menyambut kedatangan Dark Caravan."
Setelah mengatakan itu, dia pergi ke luar markas diikuti Siegfried dan bawahan kepercayaannya. Mereka langsung pergi ke gerbang untuk menyambut kedatangan Ark dan rekan-rekannya.
"Maaf membuat kalian repot-repot datang ke sini, Hades."
Ark yang mendekat mendengar ucapan Joseph. Dia mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian menghela napas.
"Untung saja salju tidak begitu tinggi. Jika tertunda lebih lama, tampaknya kereta tidak bisa melewatinya.
Mungkin di pertemuan berikutnya, kita bisa membahas ini. Lagipula, mengirim orang dan barang cukup sulit jika salju terlalu tinggi."
"Begitu ..." Joseph mengangguk. "Namun, bisakah aku bertanya, Hades?"
"Tanyakan saja," balas Ark.
"Kenapa kamu mau mengambil pekerjaan ini?" tanya Joseph.
"Karena bayarannya tinggi."
"Aku sudah memberikan informasi yang jelas, kan?" Ekspresi Joseph menjadi lebih serius.
"Sudah." Ark mengangguk.
"Kalau begitu kamu harus menyadarinya, Hades.
Aku tahu kamu cukup serakah. Namun setidaknya ... kamu juga harus memikirkan keselamatanmu dan orang-orangmu!
Makhluk yang menggangu itu memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan makhluk-makhluk di taman kota. Makhluk itu lebih mengerikan dan lebih kuat!"
Melihat ke arah Joseph yang menatapnya dengan serius layaknya senior menasihati juniornya, Ark tersenyum di balik topengnya.
"Terima kasih karena mengkhawatirkan kami, Joseph. Namun aku bisa memastikan kalau kami tidak akan begitu ceroboh untuk membuang nyawa sia-sia."
"Baiklah jika kamu memang bersikeras. Aku ucapkan terima kasih karena telah membantu dan maaf karena membuat kalian kerepotan."
Joseph langsung memberi hormat kepada Ark dan rekan-rekannya. Bukan hanya dia, tetapi para bawahannya juga melakukan hal yang sama. Mereka cukup kagum kepada Dark Caravan yang masih mau membantu Black Panther dalam menghadapi masalah.
Meski memerlukan biaya tidak rendah, tetapi orang-orang tersebut percaya kalau biaya sebanyak itu tidak lebih berharga dari nyawa.
"Tidak masalah. Namun aku memerlukan tim kecil untuk membantu menunjukkan jalannya.
Tidak perlu banyak orang. Tiga sampai empat orang lebih dari cukup untuk memberi petunjuk. Yang terpenting mereka cukup kuat untuk kembali sendiri, karena kami tidak bisa mengawal mereka kembali."
__ADS_1
"Kalian tidak memerlukan bantuan dalam melakukan pengepungan tersebut? Meski jumlahnya hanya satu, makhluk itu sangat kuat.
Aku perkirakan, meski menyerangnya dengan banyak orang, mungkin lebih dari separuh orang yang mengikuti misi pengepungan tidak akan kembali."
Joseph sekali lagi mengingatkan. Meski tahu kalau Ark dan rekan-rekannya cukup kuat, tetapi dia belum melihat seluruh kemampuan mereka. Jadi jika membandingkannya dengan leopard bermutasi, orang yang dibawa oleh Ark masih kurang.
"Tenang saja dan tidak perlu khawatir. Kami datang untuk bekerja, bukan untuk bunuh diri."
"Baiklah jika kamu memang teguh dengan keputusan tersebut." Joseph menghela napas panjang. "Kalau begitu aku dan Siegfried akan pergi. Dua sisanya juga orang yang aku anggap kuat."
"Kamu pergi sendiri? Apakah tidak lebih baik kamu menyuruh orang lain? Maksudku ... kamu tidak perlu pergi sendiri, kan?"
"Anggap saja aku melakukannya untuk menghormatimu, Hades."
"Bayar saja secara penuh. Itu lebih dari cukup."
Ark mengangkat bahu. Melirik ke arah Joseph, dia menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Kalau begitu segera siapkan barang yang kalian butuhkan. Kita akan segera berangkat."
"Kamu tidak datang untuk istirahat dan menginap terlebih dahulu?" tanya Joseph heran.
"Tidak. Semakin hari salju semakin tinggi. Mungkin saja di pertemuan ke depan, aku tidak akan datang dengan kereta karena pasti merepotkan.
Tidak ingin terjebak masalah, aku hanya bisa menyelesaikannya lebih cepat."
Mendengar penjelasan tersebut membuat anggota Black Panther terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Ark begitu tegas. Belum lagi, mereka juga tidak menyangka ada beberapa hal merepotkan bahkan untuk kelompok yang nyaris dianggap sempurna itu.
Joseph berkata tegas. Ark mengangguk sebagai tanggapan.
"Kalau begitu akan menunggu."
***
Dua jam kemudian.
Di dalam kereta, Joseph dan Siegfried saling memandang dengan ekspresi heran di wajah mereka. Merasakan betapa nyamannya bergerak menggunakan kereta, mereka merasa kagum dan iri.
"Benar-benar nyaman." Joseph menghela napas.
"Apakah binatang yang dijinakkan tidak bisa diperdagangkan?" tanya Siegfried dengan ekspresi penasaran.
"Debby, Finn, dan lainnya adalah anggota kelompok kami. Kami tidak akan menjual teman kami.
Jadi berhentilah membicarakan itu atau nona ini akan menamparmu dengan senjata kesayangannya."
Sementara Joseph, Siegfried, dan dua orang lain duduk di bagian belakang kereta, Lisa dan Natasha duduk di bagian depan dekat dengan beberapa barang bawaan mereka. Sedangkan Stacy duduk di kursi kusir.
__ADS_1
Lisa adalah yang paling sensitif soal menjual rekan-rekannya. Meski cukup egois, tetapi dia masih setia kawan.
"Apakah masih jauh, Joseph?"
Suara terdengar dari luar kereta. Joseph melihat ke luar jendela kecil untuk melihat pemandangan sekitar. Melihat sosok Ark dan Finn, dia kemudian berkata.
"Kira-kira kita bisa sampai di lokasi tiga puluh ... dengan kecepatan ini seharusnya tiba di sana 15 menit kemudian."
"Baik." Ark mengangguk.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan.
Lima belas menit tentu berlalu dengan cepat. Kereta akhirnya berhenti disusul dengan suara tak acuh.
"Semuanya turun."
Mendengar ucapan itu, semua orang turun dari dalam kereta. Melihat bangunan di sekitar, ekspresi Joseph, Siegfried, dan dua orang lain dari Black Panther menjadi lebih serius.
Swoosh!
Suara benda membelah udara terdengar. Ketika empat orang itu menoleh, mereka terkejut ketika melihat Tamer yang pendek mengeluarkan bungkusan berisi pedang besar. Bahkan lebih besar dan tinggi dari tubuhnya.
"Apa?!" ucap gadis pendek itu tak acuh.
Lisa memegang gagang pedang sambil memikul tubuh pedang di pundak kanannya. Cara berjalannya benar-benar santai seolah berat pedang itu tidak ada apa-apanya.
Selain Lisa yang tampil mencolok. Anggota Dark Caravan menyembunyikan senjata mereka di balik jubah. Jika terlihat, paling-paling satu atau dua gagang pedang di sisi pinggang mereka. Sangat berbeda dengan penampilan Lisa.
"Replika?" gumam Siegfried.
"..."
Sudut bibir Lisa berkedut. Dia ingin membalas, tetapi tidak melakukannya karena mengingat nasihat Ark. Gadis itu hanya memelototi Siegfried dengan tidak puas.
"Kalian berempat beristirahat sejenak. Setelah makan dan minum untuk mengisi kembali energi, kalian bisa kembali."
"Apa yang kamu maksud, Hades?" tanya Joseph.
"Seperti yang aku bilang. Kalian hanya perlu mengantar kami sampai ke tujuan. Sisanya ...
Kami yang akan menyelesaikannya sendiri."
Berdiri di jalan bersalju sambil memikul tombak panjang, Ark berkata dengan tak acuh. Sosok Finn tampak di depannya. Sesaat kemudian suara kicauan burung terdengar.
Dua gagak putih hinggap di atas tiang lampu kanan kiri jalan. Mereka melihat ke arah Joseph dan bawahannya dengan tatapan penasaran.
Saat itu juga, Ark kembali berbicara.
__ADS_1
"Serahkan semuanya pada ahlinya."
>> Bersambung.