Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Perubahan BIG THREE


__ADS_3

Sementara itu, di markas Cursed Berserkers.


Tempat yang awalnya ramai dan penuh gelak tawa sekarang menjadi sunyi. Suasana dipenuhi dengan kesuraman, membuat orang penuh keraguan serta takut untuk mendekat.


Di bangunan paling besar, tempat Crocodile berada.


“Sampah. Benar-benar sampah.”


Meski memiliki beberapa wanita cantik di sekitarnya, suasana hati Crocodile sama sekali tidak membaik. Jelas, serangan Sword of Sufferings dan perampasan yang mereka lakukan membawa dampak besar bagi Cursed Berserkers.


“Hanya karena kita diam, orang-orang naif itu berpikir Cursed Berserkers. Mereka jelas tidak tahu bagaimana mengasah pedang sebelum berperang!”


Crocodile menggertakkan giginya. Pria itu menatap ke arah orang-orang yang duduk di depannya. Melihat mereka dari tempat yang lebih tinggi, tatapan pria itu menyapu mereka semua.


“Apakah kalian ingat penghinaan yang kita terima sebelumnya?”


“YA, BOS!” jawab mereka serempak.


“Aku juga selalu mengingatnya, bahkan sampai terbawa sampai ke mimpi. Namun, kita tidak boleh ceroboh dan membuat kesalahan lagi.”


Crocodile menunjuk ke arah kepalanya sambil berkata.


“Otak. Kita memiliki otak, jadi kita harus menggunakannya. Apakah kalian mengerti?”


“YA, BOS!” jawab orang-orang itu penuh semangat.


Melihat orang-orang yang penuh dengan semangat, Crocodile mengangguk puas. Pria itu kemudian bangkit dari tempat duduknya. Saat itu juga, jubah yang menutupi tubuhnya jatuh ke lantai. Menunjukkan tubuh yang dipenuhi dengan bekas luka.


Bukan hanya tubuh Crocodile, tetapi tubuh anggota Cursed Berserkers juga dipenuhi dengan luka. Selain itu, momentum yang mereka miliki sangat berbeda dari sebelumnya.


“Dalam waktu ini, kita terus berlatih dan bertarung! Namun, aku tidak akan menyangkal kalau kelompok kita masih lebih lemah dibandingkan Sword of Sufferings!


Meski begitu, bukan berarti kita akan berdiam diri di sini! Apakah kalian setuju denganku?!”


“YA!!!” teriak mereka serempak.


“Sangat Baik!”


Crocodile tertawa. Mengepalkan tangannya erat-erat, ekspresinya menjadi semakin ganas.


“Kita hidup dalam rantai makanan, dan tidak bisa kita sangkal kalau Sword of Sufferings adalah puncak rantai makanan! Namun, bukan berarti puncak tidak bisa diganti!


Kelompok lain menganggap cacing yang mudah diganggu kan? Mereka berpikir kalau kita itu lemah dan berada di bawah kan?


Kalau begitu, lebih baik kita tunjukan kepada mereka siapa predator dan mangsanya!”


Memiliki penampilan lebih sengit dibandingkan sebelumnya, Crocodile menyeringai.


“Kita akan memangsa! Kita akan memakan mereka semua dan menjadi lebih kuat!”


“MENDAKI PUNCAK! LAWAN SWORD OF SUFFERINGS DAN REBUT TAHTA MEREKA!”

__ADS_1


Crocodile menggaruk dadanya sambil berdarah dan meraung gila.


“Ini bukan tentang balas dendam atau semacamnya, tetapi pembuktian ...”


“PEMBUKTIAN UNTUK MENENTUKAN SIAPA RAJA YANG SEBENARNYA!”


Mendengar ucapan Crocodile, semua anggota Cursed Berserkers langsung bangkit sambil meraung penuh semangat dan kegilaan. Setelah itu, mereka mengambil senjata mereka.


Pergi ke luar untuk kembali menunjukkan taring mereka!


***


Sementara itu, di markas Imperial Phoenix.


“Apakah semuanya telah disiapkan?”


Cassandra menoleh, menatap ke arah Roldan dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Sudah disiapkan. Meski agak menyedihkan, seharusnya Derek masih bisa diandalkan. Setidaknya untuk menjaga markas dan kekayaannya sendiri.”


Mendengar ucapan Roldan, Cassandra langsung mendengus dingin. Meski tidak ingin melakukannya, tetapi dia tidak memiliki cara lain. Untuk sekarang, wanita itu hanya bisa memutuskan untuk bekerja sama dengan Derek dan para pejabat egois lainnya.


“Berapa orang yang akan ikut bersama kita ke perbatasan?”


“Enam ratus orang.” Roldan berkata dengan ekspresi serius.


“Sebanyak itu?”


“Ini sama sekali tidak banyak, Ketua.” Roldan tersenyum pahit. “Jika Golden Maple Group bermain keras, sulit menahan mereka dengan jumlah ini.”


“Tenang saja. Kekuatan mereka tidak seberapa.” Cassandra mencoba meyakinkan.


“Meski tidak terlalu kuat, jumlah mereka sedikit lebih banyak. Selain itu, apa yang lebih penting adalah ramuan yang mereka bawa. Itu adalah benda curang yang membuat mereka bisa bertahan lebih lama.”


Roldan menghela napas panjang, tampaknya kurang setuju dengan ucapan Cassandra. Setelah beberapa keraguan, barulah dia melanjutkan.


“Namun seharusnya bukan masalah bagi kita untuk menahan mereka. Selama bermain aman, kita tidak akan mengalami kecelakaan.


Selain aku dan Roldan, ada juga Katrina serta Bolton yang ikut ke perbatasan. Dengan bantuan mereka, seharusnya tidak akan ada masalah.”


“Aku mengerti Katrina ingin membantu. Sebagai salah satu jenderal yang paling setia dan bisa diandalkan, wanita itu memang selalu membuat keputusan berani. Hanya saja, kemampuan memanahnya lebih dibutuhkan di markas daripada di perbatasan.


Selain itu, kenapa bocah sombong itu ikut ke garis depan? Bukankah dia sama pengecutnya seperti para sampah itu? Aku benar-benar tidak habis pikir kenapa dia pergi ke perbatasan.”


Mendengar ucapan Cassandra, Roldan memasang senyum masam. Pria paruh baya itu menghela napas panjang.


“Seharusnya Derek yang memintanya maju. Selain untuk menunjukkan pamor, alasan kenapa dia dikirim jelas untuk mengawasi kita. Bahkan jika mereka berada di pinggir barisan dan tampak seperti pengecut, tambahan 150 orang sama sekali tidak bisa diabaikan.


Jika ditolak, jumlah pasukan akan turun menjadi 450 orang. Meski tidak terlalu sedikit, tetapi masih kurang. Bahkan bisa membuat Golden Maple Group memiliki keberanian untuk menyerang.”


“Sampah!”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Cassandra langsung menggigit jempolnya. Otak wanita itu bekerja sangat keras, berusah mencari berbagai kemungkinan masalah dan solusi untuk menghadapinya.


***


Tiga hari kemudian, di markas Golden Maple Group.


“Tidak. Sama sekali tidak!”


Lara berteriak dengan marah. Wanita itu memelototi Chris dengan ekspresi ganas, tampaknya bersiap bertarung kapan saja.


“Orang-orang dari Imperial Phoenix datang ke perbatasan, Sayang. Untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, kita harus membawa pasukan ke perbatasan.”


“Kirimkan Rhodez dan beberapa jenderal lain.” Lara berkata tegas.


“Apakah kamu masih mengkhawatirkanku? Lihat! Aku benar-benar sehat, bisa melompat dan menendang seperti seorang pemuda.”


Chris tersenyum ramah, mencoba membujuk istrinya agar dia bisa maju ke perbatasan.


Jika Lara adalah otak dari Golden Maple Group, maka Chris adalah jantungnya. Tanpa ada kehadirannya di medan pertempuran, moral pasukan pasti turun banyak.


Bagi orang-orang yang kurang profesional tersebut, kerugiannya akan tampak lebih jelas. Bukan hanya kalah fisik dan keterampilan, mereka pasti akan disapu habis jika tidak memiliki semangat juang.


“Bukankah ada Rhodez? Dia jelas bisa diandalkan!” tegas Lara.


“Rhodez memang pandai memimpin pasukan dan bertempur. Namun dia memiliki beberapa kekurangan. Rasanya, orang-orang tidak ingin mengikuti pria itu.


Intinya, mereka bertarung dengan baik tetapi kurang semangat. Jadi, sebagai api dari Golden Maple Group, aku harus muncul dan menyulut semangat juang mereka!”


Mendengar ucapan suaminya, Lara mengerutkan kening. Jelas tidak percaya dan merasa kesal karena pria itu berniat melakukan tindakan berbahaya.


Lara menggertakkan gigi lalu memeluk tubuh Chris sambil mengeluh.


“Tidak bisakah kamu mengerti apa yang aku rasakan, Bodoh? Aku benar-benar takut jika sampai sesuatu terjadi padamu!”


“Lara ...”


Melihat ke arah istrinya, ekspresi Chris menjadi lebih lembut. Tampak lebih bisa diandalkan dan tidak sembrono seperti biasanya.


“Chris ...”


Mata mereka saling memandang. Hanya saja, sesuatu yang tidak mereka duga terjadi.


Tok! Tok! Tok!


Belum sempat Chris dan Lara merespon, pintu kantor terbuka. Sosok Jay masuk ke ruangan. Mengabaikan rasa malu keduanya, pria itu berkata.


“Maaf jika aku mengganggu kalian, Mom ... Dad.”


Memiliki ekspresi serius di wajahnya, Jay melanjutkan.


“Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2