Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tampaknya Membutuhkan Bantuan


__ADS_3

Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.


Sejak keberangkatan Jay, latihan seluruh anggota dipersulit. Tekan mereka sampai batas sehingga mendapatkan hasil maksimal dalam waktu sesingkat-singkatnya. Lagipula, sekarang mereka sedang bermain kejar-kejaran dengan waktu.


Sama sekali tidak ada kesempatan untuk menunda, harus terburu-buru!


“Sungguh pemandangan menarik.” Aisha mengelus dagu. “Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal semacam ini.”


Mendengar ucapan wanita itu, Ark mengangkat alisnya.


“Maksudmu?”


“Tentu saja membuat kelompok sebaik ini.” Aisha mengalihkan pandangannya pada Ark. “Meski memiliki bakat, pada awalnya kamu tidak tertarik dengan hal semacam ini. Jadi aku rasa pemandangan semacam ini memang menarik.”


“...”


Ark tidak tahu apakah Aisha mengejek atau memujinya. Hanya saja, dia sendiri cukup puas dengan hasil latihan orang-orang selama ini.


“Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini?” tanya Aisha.


Melihat ke arah orang-orang yang sedang latihan, Ark mencubit dagu sambil berpikir. Setelah beberapa saat, dia mengangkat sedikit sudut bibirnya lalu berkata.


“Ambil beberapa orang untuk ikut masuk ke dalam permainan.”


“Hah?!” Mata Aisha terbelalak. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. “Kamu akhirnya ingin ikut campur dalam masalah orang-orang di kota ini?”


“Hanya ingin mengikuti permainan kecil mereka. Mungkin saja ada sesuatu dari mereka yang bisa membuatku terkejut.”


“Itu sama saja!” ucap Aisha dengan ekspresi kesal.


Saat mereka berbincang, suara langkah kaki terdengar. Keduanya menoleh, lalu melihat sosok Roxanne yang mendekat dengan senyum lembut di wajahnya.


“Jika ada kesempatan, bisakah saya juga mengikuti anda Tuan?”


Mendengar pertanyaan tersebut, Ark termenung.


Di antara orang-orang dalam kelompok ini, hanya Roxanne dan Aisha yang paling dia percayai. Selain itu, ada juga Mona di posisi berikutnya. Meski wanita itu mungkin memiliki berbagai pemikiran, tetapi dia akan menurut dan melakukan tugas dengan baik karena itu menyangkut dengan keselamatan Jay.


“Karena kali ini agak besar, aku akan membiarkanmu ikut.”


“Terima kasih Tuan!”


Roxanne berkata dengan ekspresi bahagia di wajahnya. Sebagai pengikut Ark yang setia, tentu saja dia ingin terus berada di sisi pemuda itu. Hanya saja, semua tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana. Wanita itu harus melakukan banyak tugas karena dia adalah orang kepercayaan Ark.


Jadi, memiliki kesempatan untuk pergi (meski dengan banyak orang) masih membuatnya bahagia.


“Selain kamu, orang-orang yang berasal dari kota ini juga ikut. Aisha, Angelica, Scorpio, Dedric dan Ian akan ikut.

__ADS_1


Mereka seharusnya memiliki pengetahuan cukup dalam soal pembagian wilayah di kota ini. Selain tempat, mereka juga cukup mengerti kelompok mana saja yang cukup kuat dan siapa pemimpin kelompok tersebut.


Jadi, selain aku dan kamu, ada 50 tempat. Dikurangi lima untuk orang-orang lokal terpilih, sisanya adalah 45 tempat bagi prajurit terbaik.”


Setelah mengatakan itu, Ark kembali menatap ke arah Roxanne.


“Anggota lain Golden Rose harus tinggal untuk menjaga markas dan mengawasi Sword of Mist. Tidak apa-apa, kan?”


Mendengar pertanyaan tersebut, Roxanne mengangguk.


“Sesuai dnegan keinginan anda Tuan.”


Ark mengangguk ringan. Mengalihkan kembali tatapannya pada orang-orang yang sedang berlatih, pemuda itu akhirnya berkata.


“Putuskan 45 lima anggota lain pada sesi latihan besok pagi.”


Aisha dan Roxanne saling memandang. Mereka tidak membalas ucapan Ark ataupun menyangkalnya. Hanya mendengarkan dalam diam.


***


Keesokan paginya.


“Ugh! Aku tidak dalam kondisi prima!”


“Aku juga! Aku sama sekali tidak menyangka kalau ada penilaian dadakan pagi ini.”


“...”


Di halaman depan mansion, banyak orang yang berkumpul di sana. Di antara mereka semua, orang-orang yang paling berekspresi adalah para prajurit dari Sword of Sufferings.


Banyak dari mereka tampak kesal dan sedih. Namun, ada juga sebagian dari mereka yang tampak bahagian seolah telah memenangkan jackpot.


Saat itu, suara tepuk tangan terdengar.


Semua orang mengalihkan pandangan ke sumber suara.


Di sana, tampak Ark yang berjalan mendekat sambil bertepuk tangan. Melihat orang-orang, pemuda itu berkata dengan santai tapi jelas.


“Untuk 45 orang yang terpilih, silahkan datang mendekat dan bentuk barisan.”


Mendengar ucapan Ark, mereka langsung bangkit dan berjalan mendekat penuh dengan semangat di wajah mereka.


Melihat ke arah orang-orang yang begitu bersemangat untuk bekerja, Ark merasa aneh sekaligus puas. Dia merasa aneh karena orang-orang ini senang diajak bekerja, tetapi juga merasa senang karena mereka cukup antusias.


Sama sekali tidak sia-sia membawa mereka mengikutinya.


“Kalian semua mungkin bingung. Namun, aku akan perjelas beberapa hal.” Setelah beberapa detik diam, dia melanjutkan. “Kalian akan mengikutiku pergi untuk melakukan misi tambahan. Mungkin cukup berat dan berbahaya, tetapi aku rasa itu sebanding dengan pengalaman dan poinnya. Jadi ... aku harap kalian cukup bersemangat.”

__ADS_1


“OOOHHH!!!”


Melihat 45 orang yang bersemangat seperti anak-anak sekolah yang mendapatkan pengumuman libur, Ark mengangkat alisnya. Pemuda itu benar-benar merasa sedikit tidak berdaya.


***


Sementara itu, di perbatasan antara wilayah Imperial Phoenix dan Golden Maple Group.


Di tempat Imperial Phoenix berada, suasana tampak sangat tegang. Di bawah tekanan bahaya serangan dari Golden Maple Group, mereka sama sekali tidak berani bersantai.


Saat itu, sosok wanita muda dengan pakaian ketat berwarna hitam dan memiliki rambut coklat sebahu berjalan ke arah Cassandra.


“Meski sesekali ada patroli, tetapi Golden Maple Group sama sekali tidak melakukan serangan. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan sekarang Ketua? Haruskah aku maju untuk menarik lawan?”


Melihat ke arah wanita itu, Cassandra mengerutkan keningnya.


“Jangan bertindak sembrono Katrina. Kamu berbakat dan kuat, tetapi bukan berarti tidak akan ada kecelakaan. Selain itu, kamu harus ingat kalau dirimu adalah salah satu pilar penting bagi Imperial Phoenix.


Kamu harus berhati-hati. Aku sama sekali tidak ingin melihat kecelakaan yang tidak diinginkan sampai terjadi.”


Mendengar jawaban Cassandra, Katrina menyeringai. Dia memberi hormat sambil berkata.


“Siap, Ketua!”


Setelah mengatakan itu, Katrina kembali ke pos di mana dia berjaga.


Melihat ke arah orang-orang yang tampak lelah dan tertekan, Cassandra menghela napas panjang. Merasa kasihan, tetapi tahu kalau dirinya harus tegas dalam menghadapi semua ini. Kecerobohan jelas tidak diperbolehkan.


Sebagai ketua, Cassandra berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka!


Hanya saja, semuanya tidak semudah yang diucapkan dan dilihat orang-orang. Sebagai manusia, khususnya wanita, Cassandra sendiri juga merasa tertekan. Dia juga ingin tempat bersandar dan juga diperhatikan. Namun, itu sama sekali tidak mungkin karena dirinya duduk di posisi tertinggi.


‘Terkadang, ini benar-benar melelahkan.’


Setelah melakukan pekerjaannya dan sudah waktunya beristirahat, Cassandra pergi ke bangunan tempat dia biasa beristirahat. Namun, ekspresinya tiba-tiba berubah ketika melihat sesuatu yang tidak disangka.


Ketika membuka pintu kamarnya, Cassandra melihat sosok wanita berjubah hitam dan memiliki rambut merah.


“Siapa?” tanya Cassandra dengan waspada.


Dia tidak lupa memegang gagang pedangnya, siap bertarung kapan saja. Namun, wanita yang duduk di kursi sama sekali tidak tampak khawatir. Sebaliknya, dia tersenyum ramah lalu memperkenalkan diri.


“Perkenalkan, namaku Irene. Aku datang atas perintah Tuanku karena ...”


Irene memiringkan kepalanya sambil tersenyum.


“Tampaknya kamu membutuhkan bantuan.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2