Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Lone Star


__ADS_3

Sementara itu, di depan markas Sword of Sufferings.


Embusan angin malam membelai kulit dengan lembut. Sensasi dingin masih tertinggal, membuat orang-orang yang merasakannya bangun dari mimpi mereka.


Di depan gerbang, tampak lima orang berdiri di bawah tirai malam dengan gemerlap bintang yang samar.


Dari kejauhan, ratusan zombie datang bagai ombak yang mencoba menyapu apa saja.


Tidak sama dengan empat orang yang tampak khawatir, Ark memejamkan matanya dengan tenang, seolah sedang merasakan perubahan pada dunia. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam lalu berkata.


"Aku telah memberi kalian bekal. Bertarung, bersembunyi, melarikan diri ... apapun yang ingin kalian lakukan tergantung pada kemampuan kalian sendiri."


Ark membuka matanya. Mata biru yang berkilau dingin tampak di wajahnya. Begitu cocok dengan kalung safir yang menggantung lembut di lehernya.


Pemuda itu berjalan ke depan sambil menarik kedua katana dari pinggangnya. Tindakannya tampak ceroboh dan bodoh. Namun ekspresi tak acuh di wajahnya membuat orang-orang terkejut sekaligus ragu.


"Apapun yang terjadi ... cobalah untuk bertahan hingga sang fajar tiba."


Setelah mengatakan itu, sosok Ark langsung bergegas menuju ke gerombolan zombie yang tak terhitung jumlahnya. Mengabaikan rekan-rekan yang terkejut, pemuda itu mulai merasakan sensasi akrab.


***


Di atas sebuah bukit, tampak dua orang, satu kakek tua dan satu pria berusia sekitar tiga puluh tahun berdiri berhadapan.


"Kamu berbakat, tapi kamu bodoh. Aku akan mengajarkan teknik pedang milikku ...


Shadow Styx Stream."


Mendengar apa yang diucapkan oleh kakek tua itu, pria tersebut terkejut.


"Jangan bercanda, Pak Tua! Itu adalah ilmu pedang yang kamu sempurnakan selama hidupmu. Jika kamu memberikannya kepadaku, pasti banyak orang di garis depan yang tidak puas.


Belum lagi, aku bukan anggota dari—"

__ADS_1


"Waktuku sudah tidak lama lagi, Ark."


"..."


"Bukannya aku tidak menyukai mereka. Namun, ilmu ini tidak mudah dipelajari, apalagi dikembangkan.


Aku tahu, meski kamu memiliki pencapaian luar biasa untuk membuat energi pedang dalam dongeng, tetapi kamu belum menemukan teknik yang cocok untuk gaya bertarungmu.


Bukan hanya para esper yang beruntung membangkitkan bakat telekinesis, bahkan para close combatan (petarung jarak dekat) iri terhadap bakatmu. Hal ini sungguh aneh, karena ...


Bukankah semakin kuat manusia di akhir dunia ini, semakin baik? Semakin banyak manusia yang bisa dilindungi?"


"Kamu berlebihan, Pak Tua."


Ark jelas kurang setuju. Dia sangat mengetahui betapa pentingnya ilmu pedang Shadow Styx Stream.


Styx adalah nama sungai yang menghubungkan dunia dan neraka. Tempat sang dewa neraka, Hades berkuasa.


Hanya saja, berbeda dengan dalam cerita dimana Styx digambarkan sebagai tenang dan mengerikan. Gaya teknik pedang ini sangat ganas dan brutal.


Sebuah jalan yang mengantar menuju ke neraka!


"Jangan sungkan seperti itu, Nak. Itu sangat menjijikkan. Sama sekali tidak seperti pria dingin yang aku kenal sebelumnya.


Aku akan memberikan Shadow Styx Stream kepadamu, jadi kamu harus menerimanya!"


"Aku akan menggantinya dengan penawar. Aku akan menemukan ramuan yang cocok untuk—"


"Jika begitu mudah untuk disembuhkan, mana mungkin aku rela memberikan keterampilan ini kepadamu, Bodoh.


Aku tahu dimana batasanku. Itulah aku akan memberikan semuanya kepadamu, Bocah. Aku ingin kamu mengembangkannya menjadi keterampilan yang selalu diingat dan ditulis dalam sejarah umat manusia. Jadi ..."


Pria tua itu berjalan ke arah Ark, memukul dada pria itu ringan. Sinar fajar kemerahan menyinari wajah tua yang tersenyum sembari berkata.

__ADS_1


"Aku titipkan semua sisa termasuk beban yang harus aku tanggung kepadamu ... Lone Star."


***


Dua mata biru berkilat dingin. Dua energi biru yang muncul ketika menggunakan skill telekinesis untuk menggerakkan benda menyelimuti kedua katana. Niat membunuh langsung meletus.


Pukulan pertama, ayunan horizontal dari kiri ke kanan dengan pedang kanan!


Segera ikuti dengan pukulan atas dengan pedang kiri.


Lompat dan menebas target dengan kedua pedang dari kiri ke kanan sambil berputar, dua kali.


Mendarat dan menebas silang dari atas ke bawah, tambah tebasan silang lagi dari bawah ke atas.


Susul dengan tebasan diagonal untuk memotong titik yang sama!


Balikkan cengkeraman pada kedua pedang seolah membawa belati, dan tambah tebasan silang lainnya dengan kedua pedang dari atas ke bawah.


Kemudian melakukan manuver seperti barrel-roll sambil menebas target, seolah angin topan yang menghancurkan apapun yang menghalangi jalannya.


Akhiri putaran dengan tebasan silang dari bawah ke atas, lalu terus ulangi semua serangan sampai semua lawan yang berada di di depan menghilang!


Swoosh! Swoosh! SWOOSH!!


Suara angin tajam yang membelah segalanya terdengar. Cahaya biru berkilauan dalam gelap malam seolah sungai bintang yang ada di angkasa mengejutkan mata.


Bagian dari puluhan ... ratusan zombie yang terpotong memenuhi jalanan, membuat sungai darah hitam.


Menghentikan tindakannya, sosok pemuda berdiri dengan tenang di atas sungai hitam. Tampak seperti lelaki kesepian yang berlayar sendirian melewati sungai neraka.


Seorang pemuda yang seluruh tubuhnya basah oleh darah, berdiri diam dengan sepasang mata biru yang memandang ratusan zombie di depannya.


Melihat ke arah zombie yang diam seolah memiliki rasa takut ketika dilihat oleh pemangsa, dengan darah yang masih menitik dari ujung kedua katana, Ark berkata.

__ADS_1


"Majulah."


>> Bersambung.


__ADS_2