
“Penjajah? Penyelamat?”
Setelah bergumam pelan, ekspresi Lexie menjadi lebih cerah. Dia melangkah maju dan mulai bertanya dengan nada bersemangat.
“Apakah kalian pasukan khusus yang dikirim dari pemerintah pusat untuk menyelamatkan kami? Apakah akhirnya kami selamat? Ah! Aku benar-benar telah menunggu momen seperti ini.”
Melihat Lexie yang tampak histeris, Ark masih tenang. Sementara itu, Lisa menggelengkan kepalanya. Gadis itu yakin kalau pria yang dipanggil Hades itu akan menghancurkan harapan dan mimpi indah wanita muda tersebut. Benar saja, suara Ark langsung terdengar di telinga semua orang.
“Tidak ada yang seperti itu.
Pemerintahan lama atau hal-hal semacamnya sudah lama menghilang. Apa yang kamu harapkan sama sekali tidak akan pernah terwujud bahkan sampai kamu mati. Jika ingin terus bertahan, berhentilah memimpikan hal-hal tidak berguna seperti diselamatkan atau semacamnya.”
“Eh?”
Lexie tertegun. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi linglung. Setelah beberapa saat, dia langsung maju sambil berteriak dengan ekspresi marah.
“Pembohong! Kamu pasti bohong! Tidak mungkin pemerintahan pusat dengan mudah runtuh! Kalian pasti-“
PLAK!
Lisa langsung menampar Lexie sampai berguling-guling di tanah. Meski itu hanya tamparan ringan, tetapi mulut wanita muda itu langsung penuh dengan darah. Jangan kira Lisa kejam, sebaliknya, dia melakukannya demi kebaikan Lexie. Jika dia tidak bergerak, gadis itu yakin Ark akan membunuhnya.
“Aku tidak peduli apakah kalian percaya atau tidak. Aku hanya mengatakan kebenaran yang aku yakini. Bahkan jika pihak militer di pemerintahan pusat masih bertahan, mereka sudah kerepotan mengurus diri mereka sendiri. Tidak ada gunanya untuk pergi ke kota terpencil seperti ini.
Menyelamatkan kalian? Memangnya kalian siapa? Di mata mereka, kalian bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.”
“Kamu-“
“Diam, Tyler. Apa yang dikatakan tuan ini memang benar. Kita bukan siapa-siapa dan tidak ada alasan kenapa mereka harus menyelamatkan kita.”
Russell langsung menyela Tyler. Pemuda itu akhirnya tutup mulut, hanya bisa menggertakkan gigi dalam diam. Hannah tampak gugup, dia membantu Lexie. Sedangkan Lexie sendiri tidak berani mengatakan sepatah kata. Tamparan yang diberikan oleh Lisa telah menyadarkannya.
“Apakah kalian berempat bukan dari kelompok tertentu? Kelompok mana paling kuat di kota ini?” tanya Ark.
“Kelompok? Maaf, Tuan. Tidak ada yang semacam itu di kota ini.
Dari penampila, saya menduga kalian berasal dari kota lain. Lagipula, sekarang sudah jarang ada kelompok yang memiliki anggota lebih dari sepuluh orang.”
__ADS_1
“Tampaknya kejadian menarik terjadi tahun lalu.” Ark berkata dengan nada datar.
“Seperti yang anda pikirkan. Kejadian besar terjadi tahun lalu.
Pada awalnya, memang ada beberapa kelompok yang terbentuk di kota kecil ini. Namun semuanya berubah ketika setengah bulan berlalu sejak apocalypse. Banyak pemimpin kelompok mulai menjadi serakah dan semakin serakah. Menyimpan sesuatu untuk diri mereka sendiri sambil mempekerjakan bawahan sanpai mati tanpa diberi apa-apa.
Tidak terima dengan hal semacam itu, orang-orang di bawah akhirnya memilih untuk memberontak. Satu per satu kelompok muncul dan menghilang. Mereka saling membunuh untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Mereka ingin menguasai, dan terus-menerus bertarung memperebutkan posisi paling atas.
Hanya saja, semuanya berubah pada akhir tahun. Kedatangan gelombang binatang buas yang sangat mengerikan hampir memusnahkan segalanya.
Sejak saat itu, semua orang berhenti memikirkan kelompok atau hal semacamnya. Tidak ada yang mau tunduk karena semua orang sudah tidak bisa saling percaya. Pada akhirnya, kebanyakan orang tersebar di seluruh kota dan membentuk kelompok kecil dengan keluarga mereka atau sahabat mereka sendiri.
Hal itu terjadi sampai sekarang, dimana semakin sulit untuk mendapatkan makanan. Saya rasa, cepat atau lambat umat manusia akan dimusnahkan.”
Melihat wajah pesimis Russell, Ark langsung berkata dengan nada datar.
“Semua itu terjadi karena pemimpin kalian lemah dan serakah. Tidak memiliki motivasi untuk mencari sumber pengganti, tetapi malah berebut cadangan makanan yang cepat atau lambat akan habis. Selain itu, orang-orang itu serakah tapi bodoh. Memang, tidak ada kesempatan bertahan jika mengandalkan orang-orang bodoh itu.”
“Wow! Kamu benar-benar mengutuk semua pemimpin di kota ini, Kak!”
“Itu karena mereka lemah dan serakah.
Ya .. walau akhirnya juga sama saja.”
Ark berkata dengan nada tak acuh. Lisa memutar matanya, merasa kalau ketuanya terlalu tidak tahu malu mengatakan hal semacam itu. Lagipula, pemuda itu sendiri yang akhirnya memusnahkan mereka. Bukan karena bencana alam, serangan binatang bermutasi, atau semacamnya.
Menyadari sesuatu, Ark tiba-tiba berkata.
“Daripada menunggu mati di kota yang telah jatuh ini, bagaimana jika kalian bekerja untuk kami?”
“Hah?! Siapa yang ingin bergabung dengan kelompok kalian!” teriak Tyler dengan ekspresi jengkel di wajahnya.
“Kalian? Bergabung dengan kelompok kami?” Ark memiringkan kepalanya. “Tampaknya kalian salah menerima perkataanku.”
“...”
Merasakan tatapan Ark, semua orang langsung merasa takut dan tidak berani berbicara.
__ADS_1
“Aku sama sekali tidak mengundang kalian ke dalam kelompok. Orang-orang seperti kalian, tidak layak bagi kelompok kami.
Aku lupa memperkenalkan diri. Ingat baik-baik. Orang-orang memanggilku Hades, ketua dari Sword of Sufferings.
Apa yang aku maksud dengan bekerja sebenarnya melakukan pertukaran sederhana. Di kota ini, banyak bahan yang bisa kami gunakan dan sia-sia bagi kalian. Apa yang perlu kalian lakukan hanyalah mencari bahan-bahan itu, lalu memberikannya kepada kami. Sebagai gantinya, kami akan memberikan apa yang kalian butuhkan.
Makanan. Itu yang kalian butuhkan, bukan?
Sword of Sufferings bisa memberikannya kepada kalian jika memang kalian bekerja dengan baik. Bukan hanya makanan, kami juga bisa memberikan sesuatu yang berguna, seperti senjata.
Bisa dibilang, kami berencana mengumpulkan orang-orang di kota ini agar mereka mencari apa yang kami butuhkan. Sebagai gantinya, kalian bisa makan dan bertahan hidup lebih lama. Jika kalian rajin dan cukup beruntung menemukan sesuatu yang berharga, bukan tidak mungkin untuk mendapatkan senjata dan pelatihan dari kami.
Dengan demikian, kemungkinan kalian bertahan hidup ke depannya lebih besar.”
Mendengar ucapan Ark, keempat orang itu saling memandang dengan cemas. Russell akhirnya kembali mengangkat tangan. Setelah agak ragu, dia akhirnya bertanya.
“Maaf jika saya meragukan anda, Tuan. Kalian jelas sangat kuat, jadi kenapa tidak melakukannya sendiri dan menghemat biaya?”
“Pertanyaan yang bagus. Jawabannya sederhana, kami tidak kekurangan makanan tetapi kekurangan waktu.
Apakah kalian pikir Sword of Sufferings hanya beranggotakan 27 orang yang kalian lihat saat ini? Tidak. Masih ada 25 orang di dalam gedung. Lalu total 52 orang? Masih salah.
Kami, Sword of Sufferings adalah kekuatan paling kuat di kota asal kami. Jumlah total anggota lebih dari 1000, dan setidaknya mereka sekuat prajurit elit yang kalian ketahui. Kami membuat beberapa tim untuk memeriksa kota lain di sekitar untuk mencari apakah bisa mendapatkan bahan-bahan yang kami inginkan atau tidak.
Alasannya? Tentu saja karena kami telah menaklukkan kota asal kami. Jadi ... apakah kalian pikir kami hanya akan fokus pada kota kecil ini?”
Mendengar ucapan Ark, otak keempat orang itu terasa berjalan lambat. Lebih dari 1000 prajurit elit, menaklukkan kota dengan mengalahkan kelompok lain serta binatang buas bermutasi. Hal tersebut benar-benar sangat sulit dipercaya.
Mengabaikan kebimbangan mereka, Ark kembali berkata dengan nada datar.
“Kami membuat kalian semua bekerja agar mempermudah segalanya. Sesederhana itu.
Aku rasa ini juga kesempatan bagi kalian untuk bertahan. Berhenti mengandalkan orang lain dan terus hidup dengan kedua tangan kalian sendiri. Jadi ...”
Ark memiringkan kepalanya.
“Apakah kalian tertarik mencobanya?”
__ADS_1
>> Bersambung.