Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pertanda


__ADS_3

Tanpa terasa, waktu kembali berlalu.


Sudah satu tahun satu bulan sejak apocalypse dimulai. Menginjak bulan dua di tahun ke dua, situasi menjadi lebih stabil karena tiga makhluk dengan populasi berlebihan telah dibersihkan oleh Sword of Sufferings.


Nama Sword of Sufferings telah menjadi lebih terkenal. Bahkan saat ini telah melampaui dua kelompok besar lain, padahal mereka mewakili pemerintahan baru.


Setelah menyelesaikan tugas besar serta mengklaim dua wilayah yaitu area perumahan elit dan taman kota sebagai miliknya, Sword of Sufferings menjadi lebih diam.


Orang-orang dari luar menjadi penasaran, tetapi mereka tidak bisa mendapatkan informasi karena dinding Sword of Sufferings terlalu rapat. Ada yang mencoba untuk menerobos masuk dari tempat yang jarang diperhatikan. Namun pada akhirnya, Huginn dan Muninn menemukannya.


Hal tersebut membuat Hades menunjukkan kekejamannya.


Sebagai hukuman karena menerobos wilayah dengan sengaja dan mencoba merugikan, orang itu kehilangan empat jari. Jari manis dan kelingking tangan kanan serta kiri orang tersebut.


Hades juga membuat pengumuman tegas. Jika ada yang mencoba menerobos wilayah Sword of Sufferings, mereka akan dihukum. Paling ringan memotong beberapa jari. Lebih berat memotong salah satu lengan. Semakin berat, menambahkan satu kaki atau satu lengan. Dan paling buruk ...


Dibiarkan terluka setengah mati lalu digantung terbalik pada tembok pertahanan wilayah mereka. Tidak akan diturunkan bahkan jika mati!


Tentu saja, hal itu menuai banyak kritik. Namun Sword of Sufferings tetap diam. Mereka hanya mengumumkan, dan tidak peduli dengan pendapat orang lain. Jadi, akhirnya orang-orang berhenti membuat masalah.


Sementara orang luar penasaran apa yang sedang terjadi pada Sword of Sufferings, orang dalam merasakan hal yang tidak jauh lebih baik.


Sejak tahun baru, khususnya setelah Ark kembali dari misi pembersihan, latihan yang dilakukan lebih meningkat. Bukan hanya itu, para pekerja juga tidak memiliki waktu untuk bermalas-malasan. Dengan kata lain ...


Semua anggota Sword of Sufferings benar-benar sibuk dan tidak sempat memikirkan orang-orang di luar sana!


Dalam kediaman Ark.


Di ruang santai lantai pertama, Ark duduk dengan tenang sambil menemani Nathan dan Nala yang sedang belajar. Dikarenakan Abigail dan Natasha sibuk, dia memilih untuk menjaga mereka karena dirinya sedang senggang.


Ark mengambil waktu istirahat yang langka karena dia telah mencapai sesuatu dalam setiap latihannya. Meski latihan itu penting, sesekali beristirahat juga cukup penting.


Jadi, walau anggota Sword of Sufferings lainnya sibuk, Ark juga mengatur waktu dimana mereka bisa beristirahat dan lebih santai.


"Anu ..."


Saat Ark sedang melamun, dia merasakan tangan kecil menarik sudut pakaiannya.


"Ada apa, Nala?" tanya Ark.

__ADS_1


"Apakah Tuan Ark akan pergi lagi?"


"Eh?" Ark tampak sedikit terkejut. "Memangnya kenapa, Nala? Apakah kamu tidak menyukainya?"


"Ya." Nala mengangguk dengan ekspresi agak takut, tetapi masih memberanikan diri untuk mengakuinya.


"Kenapa?" tanya Ark.


"Bukankah kita sudah hidup lebih baik, Tuan Ark? Kita juga sudah memiliki banyak teman, banyak makanan, dan sekarang ada banyak hal lain.


Bukankah itu cukup? Tuan Ark bisa beristirahat di rumah dan bersantai?"


Melihat Nala yang begitu gugup lalu Nathan yang memandangnya dengan ekspresi penuh harap dari kejauhan, Ark menghela napas panjang. Dia kemudian menyuruh keduanya mendekat.


Ark kemudian memangku mereka berdua di kiri dan kanan. Setelah itu, barulah dia mulai berbicara.


"Aku tahu kalau kalian tidak suka ditinggalkan di rumah sendirian. Sejujurnya, aku tidak suka bepergian dan melakukan banyak hal yang melelahkan. Namun, itu adalah yang harus aku lakukan.


Nathan ... Nala ...


Meski dunia tampak damai di tempat kita, tetapi ada banyak hal mengerikan di luar sana. Contohnya, ada banyak monster jahat dan kuat.


Jika kalian bosan di rumah, kalian sesekali bisa mengikuti ibu atau bibi kalian. Tentu saja, sebelum pergi, kalian harus menyelesaikan tugas kalian terlebih dahulu."


Melihat ke arah dua anak itu, Ark langsung membujuk.


"Benarkah? Apakah Tuan Ark tidak berbohong?" tanya Nala.


"Benar." Ark mengangguk.


"Kalau begitu janji?"


Melihat Nala mengulurkan tangan dan menunjukkan jari kelingkingnya dengan tatapan penuh harap, Ark mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Nala.


"Janji."


Ucap Ark sambil tersenyum lembut di depan kedua anak itu.


***

__ADS_1


Keesokan harinya.


Ark, Kurona, Shirona, dan sepuluh orang yang dia pilih berangkat menuju ke pusat pemerintahan, yaitu markas Silver Cross. Dalam perjalan, mereka mengalami suatu hal yang sangat jarang terjadi.


Entah bagaimana, Ark dan rekan-rekannya bertemu dengan beberapa kelompok yang biasanya mencari beberapa bahan berharga pergi ke arah yang sama. Setelah menanyai salah satu kelompok, dia akhirnya menemukan jawabannya.


Monster raksasa muncul di luar kota!


Mendengar informasi tersebut, tentu saja Ark langsung pergi untuk memeriksa bersama dengan rekan-rekannya. Lagipula, alasan kenapa dia menyuruh bawahannya untuk terus mengawasi perbatasan kota mungkin adalah makhluk tersebut.


Setelah tiba di lokasi, Ark menatap ke arah luar kota dengan ekspresi sedikit tidak percaya. Di balik topeng, mata pemuda tersebut bergetar. Tampaknya masih terkejut padahal telah mempersiapkan diri.


Di luar kota, tampak satu makhluk. Jika dilihat dari ukuran tubuhnya, makhluk tersebut lebih besar daripada naga yang sebelumnya lewat, karena ...


Tingginya saja hampir sama dengan gedung dua puluh lantai!


Jika tidak diperhatikan baik-baik dan berdiam diri di hutan, makhluk tersebut mungkin dianggap sebagai bukit batu. Ya ... sebuah bukit yang dipenuhi dengan batu.


Penampilannya sendiri seperti gabungan kadal dan kura-kura, tetapi tidak begitu bisa dilihat karena hampir seluruh tubuhnya tertutup oleh bebatuan kokoh. Khususnya bagian rahang bawah yang tampak kokoh dan kuat. Dua kaki depan lebih besar dari belakang, caranya berdiri mirip dengan gorila dengan dua lengan tebal.


Kulitnya sendiri memiliki warna hijau lumut dengan sentuhan abu-abu. Tidak hanya warna kulit, tetapi bagian batu di sekujur tubuhnya juga tampak kotor dan berlumut. Cangkang di punggungnya tidak begitu kentara, mungkin karena sedikit lebih kecil ditambah tertutup oleh pepohonan yang tumbuh di punggungnya.


Meski tampilannya cukup mendominasi, tetapi di mata makhluk tersebut yang bulat dan cukup kecil dibandingkan besar kepalanya menampilkan ketenangan. Benar-benar berbeda dengan makhluk liar yang memiliki permusuhan terhadap rasĀ  manusia.


Dalam mata makhluk tersebut, hanya ada ketenangan dan rasa tak acuh.


Di belakang Ark, Kurona, Shirona, dan sepuluh orang lainnya menggertakkan gigi. Meski merasa ragu dan tidak berdaya, mereka masih menarik keluar senjata. Namun mereka dikejutkan oleh gerakan ketua mereka dimana pemuda tersebut langsung menyuruh mereka menyarungkan kembali pedang.


"Jangan membuat permusuhan."


Ark berkata dengan tenang. Dia merasa sangat rumit ketika melihat ke arah makhluk yang bisa disebut sebagai raksasa itu. Jika orang lain memperhatikan mata pemuda itu, mereka pasti sadar kalau dirinya mengenal makhluk tersebut.


'Nature Guardian ... salah satu makhluk netral yang tidak memusuhi makhluk lain, sekaligus salah satu makhluk unik yang bisa menembus batas dengan mudah.


Jika dia mulai bergerak menuju tempat lain, itu berarti ...'


Kedua tangan Ark mengepal erat.


'Mereka akan segera datang!'

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2