
“Apa maksudmu?”
Mendengar ucapan Ark, Lara langsung mengangkat alisnya. Kemunculan pemuda itu yang begitu tiba-tiba sudah mengejutkannya. Belum lagi apa yang dia katakan.
‘Apakah dia marah? Apakah dia tahu apa yang kami rencanakan sebelumnya? Datang untuk membalas dendam?’
Lara buru-buru menggelengkan kepalanya. Walau dia memiliki rencana untuk memanfaatkan Sword of Sufferings, itu sama sekali tidak dilakukan. Jadi, kemungkinan Ark datang untuk membalas sangat rendah.
Terlebih lagi, dengan kemampuan untuk menyusup. Membunuh Chris yang tidak sadarkan diri pasti mdah. Namun pemuda itu tidak membunuhnya. Itu berarti, ketua dari Sword of Sufferings itu memiliki alasan lain.
Melihat Ark yang diam saja, Lara merasa agak cemas. Benar-benar tidak mengerti apa yang dia inginkan.
“Bukankah itu jelas?” Ark mengangkat bahu. “Datang untuk membantu suami anda.”
Mendengar ucapan Ark, mata Lara terbelalak. Dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu dari mulut pemuda tersebut. Memaksakan diri agar tidak terlalu bersemangat, wanita itu berkata.
“Apakah apa yang kamu katakan benar? Apakah kamu benar-benar bisa menyelamatkan Chris?”
Melihat Lara yang tidak bisa menahan semangatnya, Ark mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian membuat isyarat agar wanita itu tenang.
“Tentu saja, saya bisa menolong suami anda. Namun, itu semua tidak gratis.”
Jawaban Ark langsung membuat Lara lebih tenang. Menatap pemuda dingin di depannya, ekspresi wanita itu berubah menjadi lebih serius.
“Apa yang kamu inginkan sebagai gantinya? Sumber makanan? Bahan-bahan yang kami kumpulkan?”
“Tidak satu pun dari apa yang anda pikirkan.”
Ark menggelengkan kepalanya. Menatap tepat ke mata Lara, pemuda itu kemudian berkata.
“Saya menginginkan beberapa hal. Jadi, tolong pertimbangkan baik-baik apakah anda ingin menyetujuinya atau tidak.”
“Katakan.” Lara membalas tegas.
“Pertama-tama saya akan memperjelas. Golden Maple Group dan Sword of Sufferings tidak memiliki hubungan aliansi seperti yang orang-orang pikirkan. Hubungan kita hanya sebatas penjual dan pembeli, tidak lebih.
Selain itu, anda harus tahu kalau posisi Jay hanyalah kedudukan palsu tanpa kekuatan nyata. Dia bertanggung jawab atas dirinya sendiri, jadi sebaiknya jangan mencoba untuk bermain-main dengan api jika tidak ingin terluka. (mencoba memanfaatkan posisi Jay untuk keuntungan Golden Maple Group)
Sedangkan untuk permintaan saya lebih mudah. Jauhi saja Sword of Sufferings dan jangan ganggu kami.”
Mendengar ucapan Ark, tangan Lara mengepal erat. Walau ucapan pemuda itu sopan, tetapi jelas mengandung jejak penghinaan. Jelas tidak menempatkan Chris, Lara, dan Golden Maple Group di matanya.
__ADS_1
Merasakan penghinaan tersebut membuat Lara marah. Namun, wanita itu tidak berani berbicara asal karena ucapannya bisa saja lengsung merubah hasil negosiasi.
“Golden Maple Group sama sekali tidak berniat mengganggu Sword of Sufferings.”
Mendengar itu, Ark langsung membalas dengan nada datar.
“Jangan mengira saya tidak tahu apa yang orang-orang seperti kalian pikirkan. Ya ... itu hanya peringatan. Benar-benar menepati janji atau tidak, terserah pada kalian.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung mengeluarkan sebuah botol kaca kecil dengan cairan berwarna hijau muda di dalamnya.
Melihat itu, Lara hendak mengatakan sesuatu, tetapi Ark langsung memberi isyarat untuk diam. Pemuda itu kemudian berkata.
“Tutup pintu. Lihat dengan tenang, dan jangan mencoba memanggil orang lain.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung membuka mulut Chris dan memaksanya untuk meminum ramuan.
Melihat pemandangan itu, Lara yang ragu hanya bisa mengepalkan tangannya erat. Dia Cuma bisa berharap semuanya baik-baik saja karena Ark masih sahabat Jay. Meski agak meragukan, tetapi kemungkinan menyakiti Chris lebih kecil.
Sebenarnya Lara sendiri merasa khawatir. Namun, sama sekali tidak ada perkembangan dan kesehatan Chris memburuk. Jadi, pada akhirnya dia hanya bisa bertaruh.
Menunggu beberapa waktu, wajah Chris tampak semakin pucat. Hal tersebut tidak lepas dari penglihatan Lara.
“Chris!”
Sebelum mendekat, Ark tiba-tiba meraih belakang lehernya lalu melemparkannya ke sofa. Benar-benar membuangnya secara acak tanpa peduli apakah itu laki-laki atau perempuan, tua atau muda.
“Sudah kubilang duduk dengan tenang dan lihat saja.”
Mengabaikan Lara yang marah, Ark lebih fokus pada Chris yang tampak kesulitan bernapas.
Beberapa saat kemudian, pria paruh baya itu tiba-tiba membuka matanya lalu duduk di tempat tidurnya sambil memegangi leher.
Ark kemudian menepuk ringan belakang leher Chris. Saat itu juga, pria tersebut langsung muntah-muntah.
Bau amis dan menjijikkan dari asam bercampur gumpalan darah hitam langsung memenuhi ruangan.
Melihat Chris yang sadarkan diri, Lara sangat terkejut. Sebelum sempat bicara, Ark yang selesai memakai maskernya langsung menyela.
“Jangan biarkan dia makan apapun selama satu hari. Biarkan dia minum air hangat.
Dalam waktu ini, perutnya akan terasa tidak nyaman dan dia akan sering buang air besar. Namun itu sama sekali bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Ingat saja, jangan makan sebelum 24 jam.
__ADS_1
Setelah itu, biarkan dia makan bubur dua kali sehari dan minum ramuan yang aku tinggalkan 1 kali sehari sebelum tidur. Hanya ada 3 botol ramuan dan itu semua harus dikonsumsi. Jadi jangan main-main jika ingin kesehatannya sepenuhnya pulih.”
Setelah mengatakan itu, Ark meletakkan tiga botol kecil ramuan berwarna hijau tua di atas meja.
Sebelum Chris sepenuhnya sadar dan Lara mengatakan sesuatu, sosok pemuda itu tiba-tiba menghilang. Wanita itu langsung mencari di sekitar ruangan. Namun, pada akhirnya tidak menemukan apa-apa.
Rasanya seperti melihat hantu. Muncul dan menghilang begitu saja tanpa meninggalkan apa-apa.
Beberapa saat kemudian, Chris yang selesai muntah-muntah dan mendapatkan kesadarannya kembali melirik ke arah Lara. Menyeka mulutnya, pria itu bertanya dengan nada bingung.
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
Mendengar pertanyaan dari suaminya, Lara menghela napas panjang. Setelah agak tenang, wanita itu akhirnya berkata.
“Bersihkan kekacauan ini terlebih dahulu. Aku akan menjelaskan semuanya nanti.”
***
Sekitar dua puluh menit kemudian.
Di atap gedung tak jauh dari markas Golden Maple Group, Aisha menopang dagu. Terlihat bosan karena tidak melakukan apa-apa.
Sementara itu, Angelica yang belum terlalu terbiasa terus mengawasi sekitar dengan cermat. Terus memastikan keberadaan mereka tidak diketahui oleh orang-orang dari Golden Maple Group yang sedang berpatroli.
“Apakah kalian telah menunggu lama?”
Mendengar suara yang tiba-tiba muncul, Aisha dan Angelica terkejut. Menoleh ke sumber suara, mereka melihat sosok Ark yang muncul begitu saja.
Melihat Ark yang memakai topeng seperti paruh burung, memakai jubah hitam, dan yang paling mencolok ... seekor katak emas berkaki tiga yang duduk malas di atas bahu kirinya.
“Kamu benar-benar menghilang dan muncul dengan mudah seperti hantu, Ark. Itu adalah kemampuan yang menarik. Bantu aku mendapatkan miracle root yang memiliki efek seperti itu.”
Aisha berkata dengan ekspresi malas di wajahnya. Melihat Ark mengangkat bahu, dia melanjutkan.
“Omong-omong, kemana kita akan pergi setelah ini?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Ark melihat ke arah tertentu.
“Tentu saja pergi ke TKP berikutnya.”
>> Bersambung.
__ADS_1