Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Golden Maple Group


__ADS_3

Dalam ruang kantor Golden Maple Group.


Selesai berkeliling di sekitar bangunan, Jay berkumpul dengan kedua orang tuanya. Melihat pasangan paruh baya yang duduk di sofa tua dengan senyum di wajah mereka, dia merasa lega.


“Bagaimana menurutmu, Nak? Bukankah fasitilas di Golden Maple Group berkembang sangat banyak padahal memulai dari awal?”


Chris menatap ke arah putranya dengan ekspresi bangga. Pria paruh baya tersebut tampaknya merasa puas atas pencapaian yang telah dia lakukan sebelumnya.


“Tidak buruk, Dad. Namun apa yang kalian lakukan jelas sangat jauh dari pencapaian kelompokku.”


“Oh?” Chris mengangkat alisnya. “Melihat penampilanmu yang begitu percaya diri, tampaknya itu memang benar. Apakah kamu mengikuti organisasi pemerintah seperti Imperial Phoenix?”


“Tidak.” Jay menggelengkan kepalanya. “Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang-orang semacam itu. Belum lagi, organisasi pemerintahan di kotaku berisi orang-orang korup. Akhirnya dimusnahkan.”


“Hah? Dimusnahkan?” Lara bertanya dengan ekspresi terkejut.


“Ceritanya sangat panjang. Intinya, ada kelompok baik yang membuat pemerintahan baru. Tentu saja, mereka bisa berkembang karena bantuan kelompokku.”


“Kelompokmu tidak bergabung dengan mereka?” tanya Chris.


“Tidak. Kami tidak ingin ikut campur dengan hal-hal semacam itu. Kami adalah organisasi netral, mirip menara penyihir atau guild yang ada dalam game-game fantasi.”


Mendengar itu, Chris dan Lara saling memandang. Mereka agak bingung, sedikit mengetahui, tetapi tidak bisa mencerna semuanya.


“Intinya, kelompok kami adalah organisasi mandiri. Namun, kami telah mencapai banyak kemajuan di berbagai bidang baik kerajinan atau farmasi. Jujur saja, Golden Maple Group sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan Sword of Sufferings.”


“Sword of Sufferings?” tanya Chris.


“Ya. Itu nama kelompok kami.” Jay mengangguk dengan ekspresi bangga.


“Nama yang sangat suram,” gumam Chris.


“...”


Sudut bibir Jay berkedut. Dia juga tahu kalau nama itu agak suram, tetapi sama sekali tidak begitu memikirkannya karena apa yang lebih penting adalah isinya.


“Jubah itu ... tampaknya dari bulu binatang buas?” tanya Chris.


“Ya. Ini dibuat dari bulu serigala bermutasi.”


Jay melepaskan jubahnya. Dia kemudian memberikannya kepada Chris. Pria itu juga meletakkan berbagai senjata yang sebelumnya dia pangku ke atas meja.


“Ini adalah senjata yang dibuat dari bagian tubuh binatang bermutasi?” tanya Lara dengan ekspresi terkejut.


“Ya.” Jay mengangguk. “Kecuali yang ini, kamu boleh membukanya, Mom.”

__ADS_1


“Hah? Kenapa ada pengecualian untuk ibumu sendiri?” ucap Lara dengan nada tidak puas.


Melihat ekspresi serius di wajah anaknya, akhirnya wanita itu mengangkat bahu. Dia kemudian berkata.


“Ya ... terserah.”


Lara mengambil pisau yang tampak sederhana. Menarik keluar pisau dari sarungnya, wanita itu terkejut melihat pedang dengan kilau dingin. Meski berkilau seperti logam, pada saat disentuh ternyata memiliki tekstur berbeda.


Menurut Lara, teksturnya sedikit mirip dengan plastik padat. Terasa ringan di tangan, tetapi tampak tajam.


“Apakah ini setajam kelihatannya?” tanya Lara.


“Kamu bisa mencobanya sendiri, Mom. Namun, pastikan untuk membersihkan bilahnya terlebih dahulu karena kotor.”


Mendengar jawaban putranya, Lara membersihkan bilahnya dengan kain. Wanita itu kemudian mengambil buah lalu menggunakan pisau untuk mengupasnya.


Lara tampak terkejut melihat ketajaman pisau tersebut. Dia langsung menoleh ke arah putranya yang tersenyum main-main.


“Apakah ada pengrajin handal dalam kelompokmu?” tanya Lara.


“Memang ada beberapa ahli farmasi dan pengrajin handal, tetapi jika kalian bertanya siapa yang paling berperan ... jawabannya bukanlah para ahli tersebut.”


“Maksudmu?” tanya Lara.


Jay berkata dengan nada bangga seolah-olah dia sendiri yang melakukannya.


“Maksudmu, hanya satu orang bisa menemukan sangat banyak penemuan? Apakah kamu bercanda, Nak?” Lara merasa dibohongi.


“Aku sama sekali tidak bercanda, Mom. Dari semua pencapaian yang dilakukan oleh kelompok, Ark memiliki peran 90% di dalamnya. Ramuan, berbagai kerajinan, dialah yang membuat itu semua.”


“Ark? Apakah dia seorang akademisi jenius? Ahli teknik atau semacam ilmuwan?” Chris tampak penasaran.


“Tidak. Ark adalah rekan kerja sekaligus sahabatku. Di Sword of Sufferings, aku adalah wakil ketua dan dia adalah ketua kelompok. Bukan hanya memiliki otak yang cerdas dan mampu membuat berbagai hal, dia juga sangat kuat!”


Jay sekali lagi berkata dengan nada bangga seolah sedang membicarakan dirinya sendiri. Melihat pemandangan tersebut, ibu dan ayah Jay saling memandang. Sama sekali tidak menyangka kalau putranya yang sombong mau mengakui orang.


Masalahnya, mereka sama sekali tidak percaya kalau pegawai kantor biasa mampu melakukan hal semacam itu. Jadi mereka cukup yakin kalau pria itu menyembunyikan sesuatu di belakang putra mereka.


“Tidak peduli apa, pria itu pasti agak mencurigakan, Nak. Kamu mungkin dekat dengannya, tetapi kamu juga harus berhati-hati.” Lara berkata dengan ekspresi khawatir.


“Kamu boleh curiga dan menghina orang lain, Mom. Namun kamu tidak boleh meragukan Ark!” ucap Jay tegas.


Baginya, Ark adalah sahabat terbaik. Bukan hanya menyelamatkannya, tetapi pemuda itu membuatnya menjadi lebih kuat. Bahkan sampai membuat misi ekspedisi untuk membantunya.


Itu juga menjadi alasan kenapa Jay menyembunyikan identitas asli Ark di depan kedua orang tuanya. Dia tidak ingin ayah dan ibunya tahu kalau Ark adalah pembunuh bayaran, sosok yang paling mereka benci.

__ADS_1


Jay sendiri juga cukup membenci pembunuh bayaran. Namun pikirannya berubah setelah bertemu dengan Ark lalu para perempuan dari Golden Rose. Dia merasa kalau orang-orang itu sama sekali tidak seburuk yang dipikirkannya.


Sedangkan alasan kenapa keluarganya membenci pembunuh bayaran adalah ...


Pemilik Golden Maple Group sebelumnya, ayah dari Chris dan kakek Jay meninggal karena dibunuh oleh salah satu pembunuh bayaran.


Setelah itu, mereka membahas beberapa hal seperti apa yang telah dilalui Jay.


Jay sendiri banyak bercerita, tetapi juga menutupi banyak hal penting. Meski tahu kalau ayah dan ibunya sama sekali tidak jahat, tetapi dia masih khawatir tentang orang-orang yang ada di sekitar mereka. Jadi lebih baik menutupinya.


“Sebenarnya, selain kantor dan gedung utama, ada tempat lain yang ingin aku kunjungi, Dad.”


“Oh? Bagian mana? Biar aku mengantarmu.”


“Karena perkembangan farmasi cukup baik, aku ingin melihat lab. Lagipula, ramuan dari kelompokku jauh lebih baik. Meski tidak mengetahui resepnya, mungkin aku bisa membantu dalam beberapa hal.”


Mendengar permintaan putra mereka, pasangan paruh baya itu saling memandang. Setelah beberapa saat, keduanya mengangguk.


“Kalau begitu ikuti saja kami.”


Jay mengangguk dengan ekspresi serius.


Pria itu pun mengikuti kedua orang tuanya. Tentu saja, dia tidak lupa membawa semua senjata dan jubahnya. Hanya meninggalkan ransel di kamarnya.


Setelah beberapa waktu berjalan, mereka sampai di sebuah bangunan agak kecil di belakang gedung. Lokasinya cukup terpencil karena di belakang gedung ada akar raksasa yang membentuk dinding alami berbentuk setengah lingkaran.


Di luar bangunan dua lantai itu, ada kebun sayur dan beberapa buah yang bisa di makan.


“Apakah itu tempatnya?” tanya Jay.


“Ya. Di sinilah segala penelitian dilakukan. Tentu saja, ada ruang penelitian lain di gedung utama, tetapi semua penelitian inti dan bahan berharga disimpan di bangunan itu.” Chris berkata dengan nada serius.


Melewati jalan setapak, mereka sampai di depan pintu. Ketika pintu terbuka, Jay tertegun di tempatnya.


Di ruang depan, tampak banyak sekali rak. Selain itu, ada juga banyak toples kaca yang disusun rapi di sana. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut.


Di rak yang agak jauh dari pintu, tampak sosok wanita yang mengenakan jas lab kotor agak kotor. Dia membawa beberapa toples kaca dan menatanya di rak. Pada saat pintu terbuka, wanita itu menoleh ke pintu.


Rambut coklat muda panjang bergelombang, paras cantik, kulit putih bersih, dan mata indah berwarna lavender. Ditambah bentuk tubuh serta senyum lembut di wajahnya ...


Wanita itu benar-benar seperti bidadari yang turun ke bumi.


Sama sekali tidak cocok dengan dunia yang gila dan kejam ini!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2