Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Hutan dan Pegunungan


__ADS_3

“Hey, meski gurun pasir keterlaluan ... bukankah pegunungan yang muncul secara tiba-tiba itu berlebihan?”


Melihat pegunungan hijau terbentang luas jauh di depan mereka, Jay tidak bisa tidak mengeluh. Pria itu mengalihkan pandangannya ke Ark.


“Apakah kalian kemana kita akan pergi, Ark?”


“Jalan memutar jelas terlalu jauh. Meski lebih berbahaya, kita akan menerobos ke depan.”


Ark menggambar denah kasar pegunungan di tanah dengan kayu. Pemuda itu kemudian membuat garis yang melewati gambar hutan dan pegunungan.


“Ugh! Aku benar-benar tidak menyangka akan ada pegunungan yang menghadang seperti ini. Jika bukan karena persahabatan kita, aku pasti sudah mengira kamu pergi menyesatkanku.


Lagipula, jalan ke kota itu seharusnya tidak sejauh dan seberbahaya ini.”


Jay berbisik pelan. Dia jelas mengetahui kalau sahabatnya pergi karena dirinya.


Meski mereka memang melakukan misi ekspedisi untuk membuat peta dan mencatat informasi tentang wilayah di luar kota, tetapi tujuan utama mereka jelas pergi ke kampung halamannya. Walau tampak ceroboh, pria itu tidak terlalu bodoh dan tidak peka.


“Kita kembali.”


Setelah turun ke tempat yang lebih rendah, Ark langsung menghampiri barisan prajurit yang dia bawa. Pemuda itu langsung memberi perintah tegas.


“Sumber air bersih telah ditemukan. Selagi Huginn dan Muninn berpatroli untuk memeriksa wilayah sekitar, kita akan pergi menemukan tempat cocok untuk berkemah.”


“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.


Pasukan Sword of Sufferings yang dipimpin oleh Ark berbaris ke depan dengan rapi. Di barisan depan, banyak orang yang menggunakan sabit dan kapak khusus untuk memotong semak dan pepohonan kecil.


Anggota akan bergiliran membuka jalan. Meski lelah, tetapi mereka sama sekali tidak melambat.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai di tempat cukup terbuka yang tidak jauh dari sumber air. Namun, mereka tidak langsung mendirikan tenda.


Mengikuti perintah Ark, orang-orang langsung memeriksa situasi untuk memastikan tidak ada bahaya.


Memeriksa rumput dan pepohonan, memastikan tidak ada kelompok binatang bermutasi yang tinggal di sekitar tempat itu. Mereka juga memeriksa kepadatan tanah, memastikan tidak begitu berlumpur karena terkadang tempat terbuka semacam itu bisa menjadi bekas rawa atau lumpur hisap.


Usai memastikan semuanya aman, Ark langsung memerintah semua orang melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Para tukang langsung pergi mencari kayu yang cocok digunakan sebagai kerangka tenda. Ya, karena tidak ingin membawa beban berlebihan, mereka sama sekali tidak membawa kerangka tenda yang berat.


Dikarenakan adanya hutan dengan banyak bahan untuk membuat kerangka, mereka hanya membawa tali yang dibuat dari serat, dan kain sebagai penutup. Tentu saja, mereka tidak lupa membawa alas.


Kelompok tersebut lebih fokus membawa bahan makanan, senjata, dan berbagai peralatan. Barang-barang yang lebih penting bagi mereka semua.

__ADS_1


Setelah tiga jam, para tukang berhasil mendirikan tenda dengan bantuan para prajurit. Para koki juga telah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.


“Sudah dua minggu, tetapi kita masih jauh dari tujuan. Mungkinkan memerlukan satu bulan lebih untuk perjalanan, mungkin hampir dua bulan?” gumam Jay yang berdiri di samping Ark sambil mengawasi orang-orang.


“Lebih tepatnya, 13 hari.” Ark mengoreksi.


Meski hampir dua minggu dalam perjalanan, mereka belum mendapatkan banyak petunjuk. Namun, bukan berarti mereka tidak mendapatkan keuntungan.


Dalam waktu ini, 200 prajurit level 2 yang dibawa Ark telah ditempa dengan pengalaman tempur. Meski belum menembus batasan karena kurangnya porion, mereka lebih bisa diandalkan daripada sebelumnya.


Selain itu, separuh dari pekerja telah menembus level 2. Ada juga berita lebih penting, yaitu Roxanne yang menembus level 4 dan para assassin cantik yang menembus level 3.


Jadi, dalam kelompok ini ada satu orang level 5 dan tiga orang level 4. Ditambah dengan para assassin level 3 dan 200 prajurit level 2 yang terlatih, mereka dianggap sebagai barisan kuat.


Mereka memang sudah dianggap sangat kuat, tetapi Ark masih tetap waspada. Lagipula, kuat bukan berarti tak terkalahkan. Ada makhluk yang lebih kuat dan alam yang lebih kejam.


Dihadapan kekuatan alam, mereka sama sekali tidak ada apa-apanya.


“Apa yang kamu lakukan di sana, Jay?”


“Ah! Maaf, aku hanya beristirahat sejenak.”


Mendengar suara Mona, Jay yang berdiri santai di sebelah Ark langsung membalas dengan nada malu. Dia segera pergi untuk membantu.


Saat itu, beberapa sosok hitam bergegas ke arah Ark. Mereka berhenti di belakangnya lalu berlutut serempak.


“Area kecil di sekitar telah diperiksa dengan cermat, Tuan.”


Mendengar itu, Ark menoleh. Melihat ke arah Roxanne dan rekan-rekannya, dia mengangguk ringan.


“Kerja bagus, kalian semua. Apakah ada masalah?”


“Sama sekali tidak ada binatang berbahaya, Tuan. Namun, kami menemukan beberapa petunjuk aneh.”


“Petunjuk aneh?” tanya Ark.


“Ya.” Roxanne mengangguk. “Di sekitar hutan ini terlalu sepi. Meski ada cukup serangga bermutasi, tetapi jumlah mereka tidak banyak dan levelnya rendah. Saya rasa, untuk tempat strategis seperti ini ... agak aneh?”


Ark diam sejenak. Melihat ke arah Roxanne, mata pemuda itu berkilat. Tanpa mengubah ekspresinya, dia langsung berkata.


“Bagus sekali, Roxanne. Tampaknya pengamatanmu semakin membaik. Apakah kamu menemukan petunjuk lain?”


“Ya!”

__ADS_1


“Oh?” Ark memiringkan kepalanya. “Apakah ada sesuatu?”


“Kami menemukan bangkai aneh.”


“Apakah mencemari lingkungan atau semacamnya?”


“Tidak.” Roxanne menggelengkan kepalanya. “Hanya saja, tubuhnya benar-benar kering.”


“Kering? Maksudmu ... seperti disedot kering?” tanya Ark.


“Ya,” jawab Roxanne.


Bukan hanya Roxanne, tetapi rekan-rekannya juga mengangguk dengan ekspresi serius di wajah mereka.


“Bawa aku ke tempat itu.”


“Baik!” jawab mereka serempak.


Melihat sosok yang berdiri lalu bergegas pergi, Ark langsung mengikuti.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai di lokasi.


Di area pinggir hutan, Ark melihat tubuh gajah besar penuh bulu. Rasanya seperti mamoth, tetapi lebih sedikit lebih besar.


Tubuh makhluk tersebut tampaknya benar-benar dikeringkan, hanya menyisakan tulang, kulit, dan bulu. Melihat posisi tubuh mamoth, Ark mengangkat alisnya.


‘Seolah-olah, sebelum mati ... dia berusaha melarikan diri dari tempat ini?’ pikir Ark tanpa mengutarakannya.


Ark mengelus dagu. Mengingat berbagai kemungkinan, ekspresi pemuda itu menjadi agak buruk. Meski tidak mamoth tersebut hanya kemungkinan baru menembus level 3, dan lawan tidak membahayakan dirinya. Namun, pemuda itu merasa kalau berbagai makhluk yang muncul dalam kepalanya berbahaya bagi pasukannya.


“Kita akan memeriksa sungai.”


Tanpa menjelaskan banyak hal, Ark langsung memberi perintah. Pemuda itu kemudian pergi diikuti Roxanne dan rekan-rekannya.


Sampai di sungai, mereka langsung memeriksa. Namun, hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada keanehan di sana.


Hal tersebut membuat Ark menghela napas lega. Saat itu, suara Huginn dan Muninn terdengar.


Melihat ke arah kedua burung di kejauhan, pemuda itu bergumam pelan.


“Tampaknya mereka menemukan sesuatu.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2