Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Taman Bunga


__ADS_3

Keesokan harinya.


Ark, Kurona, Shirona, dan ketiga husky pergi meninggalkan markas bersama. Mereka memiliki tujuan tertentu, yaitu salah satu tempat yang dianggap zona terlarang di kota ini ... taman bunga.


Seperti namanya, taman bunga sendiri dulunya adalah sebuah taman bunga warna-warni yang menjadi salah satu objek wisata di kota ini. Di kota ini sendiri juga ada taman kota, tetapi yang mengalami perubahan lebih drastis justru taman bunga tersebut.


Taman bunga berada di wilayah kekuasaan Golden Crown. Jaraknya bisa dibilang tidak dekat, tetapi juga tidak begitu jauh dari wilayah kekuasaan Crimson Jackals yang sekarang diambil oleh Sword of Sufferings.


Dalam waktu setengah hari, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan.


Di hadapan mereka, tampat area yang sangat luas penuh dengan bunga setinggi pinggang rata-rata orang dewasa. Ada sebuah pohon besar di tengah-tengah taman yang sangat luas, tingginya lebih dari tiga puluh meter dengan batang yang sangat tebal. Selain pohon tersebut, hanya ada pemandangan taman penuh bunga warna-warni yang memanjakan mata.


“Waah~ Ini benar-benar indah, Senior.”


“Kurona benar, Senior. Tempat ini benar-benar terlihat sangat indah.”


Mendengar ucapan Kurona dan Shirona, Ark mengangguk lembut. Meski begitu, fokusnya tidak pada keindahan taman bunga itu sendiri. Dia malah lebih memikirkan apa saja yang bisa dimanfaatkan dari tempat ini dan apa yang menjadi resiko bahayanya.


‘Ini benar-benar mirip dengan versi mini Blood Triangle Garden.’


Blood Triangle Garden, tempat indah dan berbahaya yang sangat terkenal di kehidupan Ark sebelumnya. Lokasinya sama sekali bukan dalam kota, tetapi di luar kota. Lebih tepatnya, di tengah padang rumput.


Tempat itu sangat-sangat luas dan dipenuhi bunga yang bermacam-macam jenisnya. Di tengah lautan bunga, ada tiga pohon besar yang berdiri dalam posisi segitiga. Setiap pohon memiliki ukuran hampir sama dengan gedung dua puluh lantai. Sebuah pemandangan yang ajaib dan indah, tetapi juga berisi banyak makhluk berbahaya.


Ark langsung menggelengkan kepalanya. Pemuda itu menghela napas dan memperingatkan diri sendiri.


‘Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan masa lalu.’


Pada saat itu, suara Kurona dan Shirona terdengar di telinganya.


“Apakah kamu ingin membawa bunga-bunga ini kembali, Senior?”

__ADS_1


“Apakah kita akan membuat taman bunga di area luar markas utama?”


Mendengar itu, Ark tertegun sejenak. Dia kemudian melihat ke arah dua gadis cantik yang memiliki ekspresi datar, tetapi mata berbinar. Pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya ke taman bunga.


“Bunga-bunga ini ...”


Ark memutuskan untuk mendekat dan melihat-lihat. Setelah cukup lama berkeliling, sebuah ide berani muncul dalam kepalanya. Ya ... ide yang mirip dengan milik kedua gadis itu.


Jika Kurona dan Shirona lebih mementingkan pemandangan dan keindahan, maka Ark sendiri lebih mementingkan manfaat yang akan dibawa taman bunga. Setelah pemuda itu memeriksa dengan baik, setidaknya ada belasan jenis bunga yang memiliki berbagai manfaat.


‘Mengurangi rasa sakit, meredakan nyeri, meringankan rasa pusing ...’


Membayangkan taman bunga yang indah tetapi juga memiliki banyak manfaat, Ark yang biasanya tenang menjadi sedikit bersemangat. Saat itu, tiba-tiba suara berdengung terdengar di telinga ketiga orang itu.


Mereka langsung melihat ke kejauhan. Dari sana, tampak banyak lebah yang muncul dan bergegas ke arah mereka. Ekspresi serius langsung muncul di wajah Kurona dan Shirona. Sedangkan di wajah Ark, sudut bibirnya sedikit terangkat.


Ark sendiri telah mendapatkan informasi dari Franco, tetapi dia tidak sepenuhnya percaya. Dia merasa agak khawatir apakah yang tinggal di taman bunga itu tawon atau lebah. Saat menyadari kalau itu benar-benar lebah, satu kata tetapi memiliki banyak arti muncul dalam kepala Ark.


Sebelum apocalypse, madu dianggap sebagai benda ajaib yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit karena banyaknya manfaat. Sedangkan setelah apocalypse, madu itu benar-benar bisa dianggap sebagai bahan ajaib. Khususnya madu yang diekstrak dari berbagai jenis bunga dengan banyak manfaat.


Memikirkan berbagai manfaat, mata Ark langsung berbinar.


“Senior?” panggil Kurona.


“Mundur.”


Ark berkata santai. Hal tersebut jelas membuat Kurona dan Shirona terkejut. Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.


“Kita tidak bisa mengacaukan tempat ini karena sangat penting. Kita perlu memasukkannya ke dalam agenda. Ya ... membuat taman bunga seperti yang kalian inginkan.”


Perkataan Ark membuat kedua gadis itu saling memandang. Meski ekspresi mereka tidak banyak berubah, tetapi dari mata, mereka jelas tampak senang. Dengan begitu, Ark dan kedua gadis itu akhirnya memilih untuk mundur.

__ADS_1


***


Malam harinya.


Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, Ark dan kedua gadis akhirnya tiba di markas. Pemuda itu langsung menyuruh mereka beristirahat setelah makan malam. Sementara itu, dia sendiri langsung pergi ke kamarnya.


Ark langsung menyalakan lentera. Dia mengambil sebuah buku tebal yang setiap lembarnya terbuat dari kulit binatang yang telah diproses dengan sangat baik. Pemuda itu juga menyiapkan sebuah pena dan tinta permanen.


Ark kemudian membuka buku yang cukup lebar. Di sana, terdapat sebuah gambar dua lingkaran. Kecil di dalam dan lebih besar tetapi tidak sempurna di luar. Lingkaran kecil menggambarkan perumahan elit. Sedangkan garis luar yang lebih besar dan tidak begitu sempurna adalah lokasi ‘great wall’ akan dibangun.


Pemuda itu kemudian membuka lembaran lain, di sana bertuliskan ‘Great Wall Project’. Di bawahnya, banyak catatan terperinci yang dibuat oleh Ark. Ketinggian tumpukan mobil, tanah yang digunakan untuk menutupi mobil dan dijadikan dinding lumpur. Ada juga beberapa jenis tanaman rambat yang akan ditanam pada tembok sehingga akar bisa menggali dalam dan menyatukan tumpukan mobil di dalamnya. Membuat mereka terjalin dan menghasilkan tembok kokoh. Bahkan juga tentang lebar dan kedalaman parit di luar dinding.


Sedangkan pada halaman lain, ada juga ‘Bread Forest Project’. Yaitu bagaimana Ark berencana untuk membuat sebuah hutan penuh dengan pohon roti yang bisa dimanfaatkan buah serta kayunya.


Membuka halaman kosong, Ark kemudian menulis judul baru yaitu ‘Little Blood Triangle Garden Project’. Setelah menulis judul, Ark memikirkan lokasi penempatan taman tersebut dalam benaknya. Usai membuat beberapa catatan yang perlu dikembangkan lagi, dia memilih berhenti. Pemuda itu kemudian memikirkan apa yang diperlukan untuk taman yang dingin dibangun.


‘Sepuluh jenis bunga dengan manfaat berbeda. Tiga pohon yang bisa tumbuh besar di tengah taman. Sebagai penghuni pohon yang paling bermanfaat, lebah yang bisa menghasilkan madu dari sepuluh jenis bunga tersebut adalah yang paling baik.


Karena itu ... aku memerlukan lebah. Lebih tepatnya, ratu lebah muda.’


Pada saat itu, Ark langsung memikirkan rencana untuk membuat ratu lebah miliknya sendiri.


Ratu lebah sendiri tidak muncul dari lebah pekerja biasa yang berubah menjadi ratu. Sebaliknya, dibuat oleh para lebah pekerja ketika ratu sebelumnya mati. Pada saat ratu lebah mati, para lebah pekerja akan memilih beberapa larva yang akan dijadikan sebagai ratu lebah. Larva-larva tersebut akan diberi makanan khusus yang disebut sebagai royal jelly dan membuat larva bisa tumbuh menjadi ratu lebah yang baru.


Larva yang berhasil menjadi lebah pertama kali akan membunuh larva lain dan menjadi pemenangnya, yaitu ratu baru. Jadi, saat ini Ark memikirkan sebuah rencana. Menutup buku, mata pemuda itu berkilat dingin.


‘Jadi sekarang ... aku harus membereskan ratu lebah. Habisi makhluk itu tanpa mengacaukan sarang lebah atau membuat mereka melarikan diri.’


Memikirkan itu, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian menyimpan buku catatannya dan mematikan lentera. Segera beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah. Menunggu hari esok dalam tenang.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2