
"Hehehehe~"
Lisa tiba-tiba tertawa aneh. Akan tetapi, sebelum dia sempat berbicara, sosok Ark datang ke arah mereka.
"Pergi turunkan muatan. Aku tidak akan membiarkan dua orang (Shirona dan Kurona) bekerja sementara kalian asyik bermain."
"Tapi—"
"Pergi."
Ark menyela dengan nada tak acuh. Dia kemudian menatap ke arah Jimmy dan Roxanne.
"Jimmy, bawa teman-temanmu untuk membantu memindahkan barang milik Black Panther setelah diturunkan. Roxanne, kamu dan teman-temanmu memindahkan barang milik Silver Cross."
"Baik, Ketua!" jawab mereka serempak.
Melihat mereka semua pergi, Ark melirik ke arah Jay lalu mengangguk ringan. Setelah itu, dia pergi untuk mengawasi pemindahan, memastikan kalau tidak ada yang keliru.
Melihat sosok Ark yang pergi, Jay ingin menangis haru sambil memanggilnya saudara.
"Apa yang kamu tunggu? Kamu juga pergi bekerja."
Melihat ekspresi datar sahabatnya, Jay tertawa sebelum berkata.
"Dimengerti~"
Setelah selesai melakukan transaksi dan orang-orang dari dua kelompok lain pergi, Ark mengumpulkan orang-orangnya.
Usai beristirahat sejenak, mereka akhirnya memulai perjalanan kembali ke markas. Tentu saja, kali ini menggunakan rute agak memutar. Dengan kecepatan berjalan kaki, mereka akan tiba dalam dua malam dan satu siang.
Itu karena transaksi mereka selesai di sore dan mereka akan kembali di malam hari.
***
Sekitar jam sebelas malam.
"Kerjasama kalian berantakan. Setelah kembali, kalian harus berlatih lebih keras. Khususnya tim Jimmy."
Ark berkata dengan nada malas.
"Baik, Ketua!" jawab mereka serempak.
Saat itu, Jay mendekati Ark lalu berkata.
"Aku merasa kita kurang beruntung, Ark."
"Maksudmu?"
"Meski biasanya kita bertemu dengan zombie, jumlahnya pasti tidak sebanyak ini. Entah ada angin apa, jumlahnya benar-benar cukup banyak. Tampaknya ada lebih dari seratus, bukan?
Jika terus seperti ini, kedua tim yang baru saja bergabung tidak akan bisa menangani mereka."
"Ya. Mereka sudah kelelahan."
Ark menjawab datar. Tentu saja dia sadar dengan perbedaan ini. Melirik ke arah Jay, pemuda itu bertanya.
"Mau sedikit melemaskan otot?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu, Jay menyeringai.
"Kalau begitu pinjamkan aku pedangmu," tambah Ark.
"Kenapa? Kamu memiliki dua yang lebih bagus!"
"Karena bagus dan terawat, sia-sia menggunakannya untuk membunuh zombie semacam ini."
"Bah! Benar-benar tidak tahu malu!"
Meski mengatakan itu, Jay masih memberikan satu pedangnya.
Ark menerima pedang sambil bertanya.
"Tidak membawa perisaimu?"
"Tidak perlu. Lagipula ini hanya pemanasan."
Ark mengangguk ringan. Memastikan kalau hanya ada zombie level biasa dalam jumlah banyak, dia kemudian berteriak dingin.
"Semua orang, mundur! Buat formasi pertahanan mengelilingi kereta!"
Tujuh belas anggota baru itu terkejut dan bingung, tetapi masih mengikuti instruksi. Saat itu, mereka melihat sosok Ark dan Jay yang berjalan ke depan dengan santai sambil membawa pedang.
"Jika kali ini aku mendapatkan (membunuh) lebih banyak, beri aku satu toples kecil anggur." Jay menyeringai di balik topengnya.
"Bermimpi."
"Takut aku telah menyusulmu?"
"Kamu ingin mempertaruhkan pedang ini? Aku rasa stok senjata yang kamu kumpulkan sudah menipis."
"Kenapa kamu masih menginginkannya padahal sudah memiliki banyak sekali di kamarmu? Kamu juga memiliki senjata buatan yang baik, kan?"
"Bukankah ini taruhan? Selain senjata, apa yang bisa kamu pertaruhkan?"
Jay menggertakkan gigi sebelum berkata.
"Sepakat!"
Setelah mengatakan itu, sosok Jay melesat ke depan dengan cepat. Melihat banyak zombie bergegas ke arahnya, pedang di tangannya berayun dengan kejam. Memenggal leher, memotong jadi dua secara vertikal, dan menyerang dengan ganas.
Melihat Jay mencuri start, Ark mengangkat bahu. Sambil terus berjalan maju, jari-jarinya terus menari di gagang pedang. Tampaknya mencari posisi paling nyaman untuk memegang. Ketika sudah cukup puas, pemuda itu tiba-tiba bersiul.
Mendengar siulan Ark, banyak zombie tiba-tiba menoleh ke arahnya. Tatapan agak gila muncul di mata mereka. Sepertinya suara siulan keras dan terdengar aneh itu telah memprovokasi makhluk-makhluk tersebut.
Melihat zombie-zombie yang menyerang, Ark masih berjalan santai ke depan. Tangannya bergerak cepat, kemudian satu kepala zombie jatuh ke jalanan.
Tebas leher, tusuk rongga mata sampai menembus tengkorak, mengelak santai, memutar tubuh lalu memukul pelipis zombie dengan gagang pedang dengan kuat.
Satu per satu zombie jatuh ketika pemuda itu berjalan ke depan dengan santai.
Setelah beberapa waktu, lebih dari seratus zombie yang menyerang hampir dimusnahkan. Saat itu, raungan terdengar dari kejauhan. Ekspresi Ark dan Jay sedikit berubah.
"Sayang sekali, padahal barang langka tetapi berakhir sia-sia."
Jay berkata dengan heran. Jelas itu raungan zombie spesial.
__ADS_1
Tanpa memiliki banyak keraguan, Ark dan Jay langsung mempercepat pembersihan zombie biasa. Setelah itu mereka bergegas menuju ke lokasi suara sebelumnya terdengar.
Sampai di sana, mereka mendengar auman kuat dan melihat pemandangan luar biasa.
Di bawah pohon besar depan pet shop, tampak sosok serigala dengan ukuran sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Debby ketika berada di tingkat pertama. Daripada serigala, lebih tepat menyebutnya sebagai Siberian Husky yang bermutasi.
Makhluk tersebut tampak cukup keren. Hanya saja, dia tampaknya sudah pada batas.
Tubuhnya penuh luka, luka lebar tampak di perutnya. Organ dalamnya benar-benar terkoyak, tetapi masih bertarung hanya dengan tekad. Di sekitarnya, tampak banyak potongan-potongan tubuh zombie, termasuk tubuh zombie spesial!
Melihat kedatangan Ark dan Jay, makhluk itu menggeram. Hanya saja, setelah beberapa saat, tubuh makhluk itu runtuh. Benar-benar jatuh ke tanah karena tidak lagi tahan. Meski begitu, dia masih menatap zombie di sekitar dan dua manusia yang datang dengan ganas.
Para zombie yang tersisa tidak langsung menyerang Siberian Husky tersebut. Sebaliknya, mereka malah bergegas ke arah Ark dan Jay. Jawabannya sangat jelas ...
Meminta kematian.
Setelah menghabisi zombie, Ark tiba-tiba mendengar teriakan bersemangat dari Jay.
"Lihat itu, Ark! Lihat!"
Ark menoleh. Beberapa sosok kecil muncul dari sudut tempat Siberian Husky bermutasi itu terbaring. Dilihat baik-baik, beberapa makhluk tersebut adalah anak-anak Siberian Husky itu!
"Tampaknya kita beruntung! Setelah Debby, tampaknya kita bisa mendapatkan rekan lain!"
"Hentikan tindakanmu, Jay. Itu binatang buas."
Ark langsung menghentikan Jay yang maju dengan sembrono. Dia menjatuhkan pedang Jay lalu menarik pedangnya sendiri. Langsung bergegas ke depan dengan ekspresi datar.
Di tempat induk Siberian Husky terbaring, tampak enam puppies dengan penampilan imut. Meski masih dalam kondisi bayi, mereka benar-benar memiliki ukuran sebesar Mastiff Tibet. Tampak imut dan nyaman jika dipeluk.
Hanya saja, ekspresi Ark masih tenang seperti sebelumnya. Sama sekali tidak tergoda dengan hal-hal imut di depannya.
Melihat kedatangannya, tiga puppies langsung memasang posisi siaga. Menggeram dan siap menyerang. Dua lainnya bersembunyi di balik tubuh induk mereka. Sementara yang terakhir berbaring dengan bodoh.
"Maaf, daripada menjadi ancaman di masa depan atau mati di mulut zombie ...
Biarkan aku yang mengirim kalian pergi menyusul ibu kalian!"
Tangan kanan Ark terangkat. Ketika dia hampir menebas, Jay sudah ada di belakangnya. Dia langsung menahannya sambil menariknya mundur.
"Hentikan, Ark! Jangan melakukan hal bodoh!"
"Setelah banyak berevolusi, mereka bisa menjadi ancaman di masa depan! Lebih baik membunuh mereka daripada menyesal."
"Mereka bisa saja jinak, Ark!"
Jay menarik Ark mundur.
"Mereka binatang buas!" ucap Ark tegas.
"Itulah yang kamu katakan pada Debby pertama kali!"
"..."
Mendengar ucapan Jay, Ark diam. Pemuda itu berangsur-angsur menjadi lebih tenang. Hanya mengamati keenam puppies yang berada di sekitar induk mereka tanpa ada niatan melarikan diri dengan ekspresi datar.
Saat itu, anggota kelompok lain termasuk Debby dan Lisa akhirnya datang.
__ADS_1
>> Bersambung.