
Pada suatu sore.
Swoosh! Klang!
Sebuah pedang pendek berputar di udara, melesat ke arah Natasha. Wanita itu langsung menangkisnya dengan tebasan elegan. Pedang pendek langsung terhempas ke arah lain, tetapi bukannya jatuh ke tanah, pedang itu berputar seperti bumerang lalu bergerak ke arah sosok pemuda yang berdiri dengan tenang.
Pemuda tersebut dengan santai menangkap gagang pedang dengan ekspresi santai.
"Tidak buruk juga."
Ark memandang ke arah Natasha dengan ekspresi datar di wajahnya.
Dahi wanita itu berkerut, merasa agak marah tetapi juga merasa tidak berdaya. Dia menunjuk ke arah Ark sambil berbicara dengan nada kesal.
"Apa-apaan itu! Kenapa kamu bisa mendapatkan kemampuan curang semacam itu? Tsk! Benar-benar menjengkelkan."
"Ini hanya aplikasi sederhana dari telekinesis. Menggerakkan benda untuk menyerang lawan.
Kamu sendiri bilang kalau kamu ingin belajar untuk menghadapi serangan semacam ini, kan?"
Ark mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh.
"Tentu saja! Bahkan jika tidak memiliki bakat bawaan khusus, aku juga harus menjadi lebih kuat! Bahkan jika kamu bilang sekarang tidak ada orang selain kelompok kita yang telah mengalami evolusi, bukan berarti hal tersebut akan terus seperti ini.
Mungkin saja, kelak akan ada musuh dengan kemampuan yang mirip denganmu. Saat itu, aku bisa menebasnya sampai mati!"
"..."
Ark terdiam. Ekspresinya masih tampak datar, tetapi dia bertanya-tanya dalam hati.
'Kenapa rasanya kamu hanya ingin menebas aku? Dendam pribadi?'
Ark menggeleng ringan. Dia kemudian menghela napas panjang. Meski pemuda itu tahu kalau niat Natasha baik, tetapi apa yang wanita itu lakukan sebenarnya berlebihan.
Bahkan jika ada beberapa orang yang membangkitkan telekinesis, biasanya mereka tidak sekuat itu. Belum lagi di tahap awal. Orang-orang itu kurang berguna.
Jika sampai di tahap akhir, kekuatan telekinesis biasanya memang cukup kuat. Namun kecuali memiliki bakat telekinesis tingkat tinggi, biasanya mereka kurang berbahaya.
Alasan kenapa telekinesis milik Ark tampak berlebihan dan sangat berbahaya sebenarnya bukan pada kekuatan telekinesis itu sendiri. Meski kekuatannya memang cukup kuat sejak dia menyerap Miracle Root milik Anya, tetapi apa yang membuatnya tampak mengerikan bukanlah hal tersebut.
Pengalaman.
__ADS_1
Satu kata singkat, tetapi sebenarnya sangat penting. Alasan kenapa Ark bisa menggunakan kemampuan telekinesis dengan baik adalah pengalaman panjang yang dia miliki dari kehidupan sebelumnya.
Memang, bakatnya sendiri sudah sangat bagus. Namun, kecepatan, teknik, kontrol energi, dan kehalusan dalam menggunakan skill telekinesis itu bisa Ark lakukan karena banyaknya latihan. Berlatih, bertarung, dan banyak hal dia lalui untuk mengasah bakat tersebut.
Bakat itu memang penting, tetapi bakat bukanlah segalanya.
Ark menatap ke arah Natasha. Dia menyarungkan kembali pedang dengan ekspresi tak acuh. Dia kemudian berjalan ke pinggir jalan lalu mengambil beberapa kerikil.
"Jujur saja. Bukannya aku berniat sombong. Bahkan jika ada orang lain yang membangkitkan bakat telekinesis, mereka tidak akan pernah bisa mengalahkan aku."
Ark berbicara dengan nada monoton. Sama sekali tidak ada jejak kesombongan atau rasa bangga. Seolah sedang menyatakan fakta yang tidak terbantahkan.
"Selain itu, kamu terlalu ceroboh, Natasha."
"Apa maksudmu?" Natasha mengangkat alisnya, tampak tidak puas.
"Bahkan jika kita berada di kelompok yang sama, kamu tidak memiliki hubungan apa-apa denganku. Jika seperti itu, kenapa aku harus mengatakan kelemahan pengguna telekinesis kepadamu?
Bukankah itu berarti bunuh diri?"
"..."
Pertanyaan Ark langsung membuat Natasha terdiam. Tangannya mengepal erat. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi tegas.
"Ya. Aku tahu kamu tidak memiliki pikiran buruk. Hanya saja, kamu harus berhati-hati. Jika kamu menanyakan rahasia seseorang dan membuat mereka tidak nyaman, mungkin akhir buruk yang akan menimpamu.
Bahkan jika kamu menganggap mereka baik, kamu tidak seharusnya mencoba membuka apa yang tidak ingin mereka buka."
"..."
Natasha menunduk. Dia benar-benar tidak bisa membalas ucapan Ark karena dirinya tahu bahwa yang dikatakan pemuda itu memang benar.
"Untung saja aku tidak seperti mereka. Juga, aku rasa permainan lempar tangkap seperti ini tidak akan berguna ketika kamu melawan esper (pengguna kemampuan khusus)."
Apa yang Ark maksud sebagai permainan lempar tangkap adalah latihan Natasha.
Wanita itu menyuruh Ark menyerang menggunakan senjata dengan jarak jauh. Karena tidak mungkin menggunakan tebasan angin yang mungkin melukai Natasha secara fatal, pemuda tersebut hanya melemparkan pedang lalu menariknya kembali. Benar-benar lebih buruk dibandingkan dengan latihan bertarung dengan teknik dasar.
"Jika kamu ingin tahu, aku akan memberimu sedikit tips.
Pada tahap awal, biasanya para ahli telekinesis hanya bisa mengendalikan benda ringan dengan jarak pendek. Bahkan jika orang itu memiliki bakat bagus, setelah evolusi paling-paling mereka bisa mengendalikan dalam jarak tiga meter.
__ADS_1
Menjaga jarak kira-kira lima meter dan menguras energi mereka adalah trik agak licik tetapi berguna untuk melawan mereka.
Selain itu, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui."
Ark membuka tangannya. Satu kerikil mulai melayang di atas telapak tangannya. Setelah itu, beberapa kerikil mulai melayang di saat bersamaan. Total lima kerikil melayang ke atas lalu menari-nari di sekitar lengan Ark.
"Tampak lucu bukan? Seperti beberapa asteroid kecil yang melayang di sekitar planet.
Meski tampak sederhana, kamu harus ingat, semakin banyak benda dan semakin berat yang dikontrol, energi ahli telekinesis cepat habis. Selain itu, sebenarnya mengendalikan lebih dari satu benda pada saat bersamaan itu lebih sulit. Benar-benar tidak sama seperti satu ditambah satu sama dengan dua.
Ahli telekinesis biasanya membuat serangan yang agak mudah ditebak."
Ark mengulurkan tangannya. Pada saat itu, kelima kerikil melesat, langsung menghancurkan sebuah tanaman kecil di pinggir jalan.
"Mengendalikan beberapa benda bersamaan, lalu menghempaskan dengan kuat ke satu titik secara lurus.
Jadi ketika menghindar, cobalah untuk tidak berada di garis lurus. Lakukan gerakan membingungkan sampai kamu memiliki jarak lebih dari lima meter. Kamu akan aman. Selain itu—"
"DIAM!"
Natasha tiba-tiba menyela. Dia kemudian menghampiri Ark lalu meraih kerah baju pemuda itu.
"Kenapa kamu mengatakannya?"
"Apa maksudmu?" tanya Ark dengan ekspresi datar.
"Kamu sendiri bilang kalau mengungkapkan rahasia itu fatal! Jadi kenapa kamu mengatakannya!"
"..."
Ark hanya diam, tidak menjawab pertanyaan atau rasa penasaran Natasha.
"Katakan padaku, Ark! Kenapa kamu begitu baik kepadaku! Kita jelas tidak saling kenal. Kamu juga dekat dengan kakak ipar ku.
Lalu kenapa? Meski benci mengakuinya, kamu selalu baik dan peduli! Kamu mungkin mengatakannya dengan ekspresi tak acuh dan nada dingin yang menyebalkan itu, tetapi aku tahu ... kamu peduli."
"Kamu terlalu banyak berpikir."
Ark membalas dengan nada monoton.
Melihat ke arah Natasha yang marah dan bingung, pemuda tersebut masih tampak tak acuh. Sebenarnya, selain ingin membalas budi, dia juga tidak menyebutkan segala kelemahannya. Lagipula, pemuda itu sama sekali bukan amatir dalam skill telekinesis.
__ADS_1
Ark benar-benar bingung, merasa kalau wanita itu makhluk yang merepotkan.
>> Bersambung.