
Tanpa terasa beberapa hari berlalu begitu saja.
Waktu berlalu, sampai di pertengahan bulan ke dua di tahun ke dua. Pada waktu ini, meski belum seluruhnya, tetapi sudah cukup banyak semut bermutasi yang masuk ke kota. Untungnya, mereka hanya aktif di pinggiran, belum masuk lebih jauh ke area dimana para survivor tinggal.
Sementara kota sendiri semakin kacau, Sword of Sufferings menutup pintu gerbang mereka. Kelompok tersebut tidak menerima tamu, bahkan beberapa perdagangan juga ditangguhkan. Semua orang menjadi bingung, penasaran dengan alasan kelompok seperti itu menjalani isolasi. Meski ada beberapa orang yang dikirim ke luar untuk melakukan tugas, tetapi mereka semua tutup mulut dan tidak ingin berbicara.
Hal tersebut membuat orang-orang di kota menjadi semakin penasaran!
Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.
BANG!
Ledakan kuat terjadi di tempat tinggal Jay. Namun bukannya kepanikan, malah suara tawa yang begitu ceroboh terdengar.
“Hahahaha! Akhirnya, setelah menahan diri begitu lama aku berhasil menembus batasannya! Semut apa, biar aku ledakkan mereka semua.”
“Ini masih pagi. Tidak bisakah kamu tenang? Selain itu, kamu juga harus pergi ke bengkel dan meminta para pengrajin memperbaiki semua kekacauan ini.”
Mendengar suara perempuan yang begitu dingin dan tenang, Jay langsung terdiam. Dia kemudian menghampiri sosok wanita itu dengan senyum lembut.
“Ayolah, Sayang. Jangan terlalu dingin seperti ini. Bukankah kamu juga bahagia? Aku menjadi lebih kuat lagi, kan?”
“Mungkin aku akan lebih bahagia jika kamu berhenti menggumamkan kata ‘harem’ dalam mimpimu ketika kamu sedang tidur.”
“Ugh!” Melihat ekspresi datar di wajah Mona, punggung Jay langsung basah karena keringat dingin. “Jangan salah paham, Sayang. Bukankah itu hanya mimpi?”
Jay langsung mendekati Mona. Pada saat dia mengulurkan tangan, wanita itu langsung menampiknya. Suara datar Mona sekali lagi terdengar.
“Pastikan untuk segera memperbaiki rumah. Selain itu, jangan lupa untuk menyeka tubuhmu. Setelah itu, kamu bisa sarapan. Aku sudah menyiapkannya.”
“Eh? Aku sarapan sendiri?”
“Ya. Aku akan pergi menemui Nona Roxanne dan anggota kelompok lain. Tampaknya ketua akan memberi kami misi lain. Kalau begitu aku berangkat.”
“…”
Melihat Mona yang telah turun, Jay terdiam di tempatnya. Pria itu merasa tidak berdaya. Setelah beberapa saat, dia menghela napas lalu bergumam pelan.
“Padahal dia tidak begitu dingin ketika di atas ranjang.”
Melihat sekeliling yang begitu kacau dan berantakan, ekspresi Jay menjadi lebih suram. Dia tidak bisa tidak mengingat pesan Ark agar menggunakan bangunan kosong yang telah disiapkan di area pinggir perumahan elit ketika menembus batas. Setelah sekali lagi melihat barang-barang rusak di sekitar, padahal sekarang lebih sulit didapat, Jay merasa ingin menangis tanpa air mata.
‘Ark tidak akan memukuliku karena ini, kan?’
__ADS_1
***
Siang harinya, di ruang kerja baru.
Dikarenakan banyak anggota inti yang menginginkan rumah sendiri dan akhirnya pindah, bangunan utama sebelumnya telah dibuat sebagai rumah Ark. Sedangkan kantor dan sebagainya dipindahkan ke rumah yang sebelumnya digunakan sebagai gudang cadangan.
“Tidak mungkin!”
Jay jatuh duduk di kursinya dengan wajah pucat. Penampilannya tampak buruk, bahkan pucat padahal tidak dipukuli.
Dikarenakan kekacauan yang dia buat sebelumnya, Jay menerima sanksi yang dia anggap lebih mengerikan daripada dipukuli. Gandakan latihan sebulan penuh, gaji (bagian stok makanan) dikurangi, dan disuruh untuk melakukan misi di luar wilayah.
“Kamu kejam, Ark! Kamu terlalu kejam! Bukankah kita rekan seperjuangan? Kenapa kamu begitu tega mengirimku pergi meninggalkan kekasihku?
Ah! Jangan bilang, Ark, kamu … kamu memiliki pemikiran untuk Mona?!!”
Ark yang duduk di kursinya langsung tampak muram. Dia mungkin akan diam saja jika orang-orang mengejeknya. Namun saat sahabatnya sendiri mencurigai kalau dirinya main-main dengan pasangan orang, tentu pemuda itu langsung kesal.
“Apakah kamu pikir aku tipe lelaki yang kekurangan perempuan, Jay?”
Pertanyaan itu benar-benar terasa seperti tamparan keras bagi Jay. Setelah tertegun sesaat, pria itu langsung mendengus dingin.
“Siapa yang menyuruhmu tidak memilih dan pura-pura menjadi penyendiri! Itu membuat banyak orang memiliki pemikiran aneh. Banyak yang berpikir kamu tidak suka perempuan, ada juga yang berpikir kamu memiliki hobi khusus. Misalnya, lebih suka mengambil milik orang.”
Rasanya seperti orang yang terlalu banyak menonton drama!
“Lupakan! Ada sesuatu yang lebih penting untuk kita bicarakan.”
“Apakah itu masalah semut bermutasi?” tanya Jay.
“Tidak. Sebelum berurusan dengan para semut, kita akan pergi terlebih dahulu.”
“Kita? Aku dan kamu?” tanya Jay dengan ekspresi terkejut.
“Jika bukan?”
“Hahahaha! Bagus! Sudah lama kita tidak berpetualang dan bertempur bersama. Namun kamu harus ingat, Ark. Jangan pergi ke tempat-tempat bau dan menjijikkan seperti sebelumnya.”
“Kenapa kamu begitu bersemangat ketika pergi dengan seorang laki-laki? Apakah kamu tidak normal?”
“Berhenti memutarbalikkan kata-kata, B-jingan! Katakan saja, apa yang harus aku lakukan?”
“Tentu saja mendapatkan miracle root untukmu.”
__ADS_1
“Apakah kita akan menargetkan makhluk yang kamu sebut sebagai jenderal semut itu?”
“Tidak.” Ark menggelengkan kepalanya. “Meski kuat, makhluk itu masih berada di level 3. Terlebih lagi, miracle root makhluk itu tampaknya kurang cocok dengan arah perkembanganmu.”
“Lalu apa yang akan menjadi milikku selanjutnya?” tanya Jay dengan ekspresi bingung.
“Meski kamu membenci Draco dan Leon, kamu harus berterima kasih kepada mereka. Khusunya kepada Saito yang memimpin mereka.”
“Hah? Apa maksudmu?” Jay menjadi semakin bingung.
“Aku memberi arahan mereka untuk mencari, dan akhirnya mereka menemukan makhluk yang cocok sebagai miracle root ke-4 milikmu. Terlebih lagi, makhluk itu sekarang juga ada di tingkat empat.”
“Tingkat empat? Seperti Naga dan monster raksasa sebelumnya?” tanya Jay dengan mata berbinar.
“Jika makhluk semacam itu adalah tingkat empat, lebih baik kita bunuh diri saja. Dengan kemampuan saat ini, mendapatkannya hanyalah mimpi belaka.”
“Kalau begitu, makhluk apa yang kamu maksud, Ark?”
“Saito, masuk!” ucap Ark.
Pintu kantor terbuka dan Saito memasuki ruangan. Saat itu juga, Ark langsung memintanya menjelaskan kepada Jay.
“Makhluk tersebut memang lebih kuat daripada makhluk yang sebelumnya pernah saya temui. Penampilannya adalah ular putih dengan kepala runcing, panjang tubuhnya lebih dari tiga puluh meter. Di kepalanya ada tanduk berwarna biru seperti safir, mirip dengan warna matanya.”
“Apakah kamu tidak berbohong?” tanya Jay.
“Kenapa kamu menganggapnya pembohong, Jay?” ucap Ark.
“Saito jelas belum menembus tingkat tiga. Walau dekat, tetapi belum. Jika musuhnya memang sekuat itu, bagaimana dia bisa melarikan diri? Belum lagi, flood dragon yang keren semacam itu pasti bukan vegetarian!”
“Itu ular.” Ark berkata tanpa daya. Melirik ke arah Saito, dia berkata. “Perlihatkan skill itu, Saito.”
“Dimengerti.”
Saito mengangguk sopan. Beberapa saat kemudian, tubuhnya memudar. Benar-benar menghilang dari ruangan. Bahkan Jay juga langsung terkejut karena tidak menyangka kalau dirinya saat ini tidak bisa mendeteksi keberadaan Saito.
“Apakah ini miracle root dari chameleon itu? Tidak! Chameleon jelas diberikan kepada Abigail, juga … Saito hanya level dua. Jadi makhluk apa itu?” Jay bergumam dengan ekspresi bingung, tampaknya menjadi lebih waspada.
Melihat ke arah sahabatnya yang kebingungan, Ark merasa cukup puas. Dia memiringkan kepalanya sambil tersenyum, lalu bertanya.
“Apakah sekarang kamu mempercayainya?”
>> Bersambung.
__ADS_1