
Dua minggu kembali berlalu.
Angkatan pertama dari gelombang anggota baru telah dikirim ke markas Sword of Sufferings. Sementara itu, angkatan ke dua juga mulai memasuki tahap dua.
Di malam harinya, para petinggi Sword of Sufferings kecuali Darin berkumpul di ruang rapat.
"Bagaimana?" tanya Ark.
"Satu minggu kemudian, anggota baru dalam divisi prajurit akan menyelesaikan evolusi pertama. Jika terus begini, kita akan menambah 25 pejuang setiap dua minggu. Benar-benar sesuatu yang luar biasa!"
Jay tampak bersemangat. Satu minggu kemudian, tiga minggu kemudian, lima minggu kemudian ... jumlah pejuang dalam Sword of Sufferings akan terus bertambah!
Satu bulan tambah 50 orang petarung dan 30 pekerja. Setelah musim dingin selesai, mereka bisa menerima 150 orang petarung dan 90 pekerja! Musim semi akan menjadi luar biasa!
Pada saat itu, dua sosok putih masuk dalam ruangan lewat jendela. Mereka langsung menuju ke arah Ark lalu hinggap di pundak pemuda itu.
"Huginn ... Muninn ... sudah aku bilang jangan duduk di sana, kan?"
Ark berkata tanpa daya.
Kedua gagak itu cukup besar, hampir seukuran elang. Jadi ketika duduk di pundak Ark, keduanya tampak menonjol. Membuat penampilan pemuda itu tampak sangat aneh.
Huginn dan Muninn berkicau, tampaknya tidak terlalu senang.
Ark menggelengkan kepalanya.
"Terserah. Aku membiarkannya karena kalian masih kecil.
Setelah kalian tumbuh lebih besar, bahu kecilku sama sekali tidak bisa menopang kalian. Nikmati saja waktu kalian."
Ark tidak lagi memaksa kedua gagak itu. Sama seperti Finn, keduanya pasti suka menempel kepadanya di awal. Namun setelah ukurannya terlalu besar, Ark akan mengeluarkan mereka dari rumah entah mereka senang atau tidak!
"Seharusnya kamu yang memiliki gelar The Legendary Shadow Tamer, Ark!" ucap Jay sambil tertawa.
"..." Lisa hanya memelototi Jay dalam diam.
"Kembali ke topik permasalahan." Ark menggelengkan kepalanya. Tidak ingin berdebat dengan mereka. "Menurut informasi dari Joseph, para kanibal tampaknya menjadi semakin aktif."
Ucapan Ark membuat semua orang dalam ruangan menjadi lebih serius. Topik tersebut sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Apakah kalian memiliki masukan?" tanya Ark.
"Hancurkan saja mereka secara langsung, Ark!" ucap Jay tegas.
"Meski mereka muncul beberapa kali, kita belum mengetahui 'sarang' mereka. Apakah kamu tahu itu ada di mana? Aku ingin menyapu mereka dalam sekali jalan.
Jika kita asal-asalan melakukannya, banyak kanibal akan mengubah tempat tinggal mereka. Jika tidak diberantas sampai tuntas, mereka mungkin muncul lagi di waktu mendatang.
Musuh kita bukan hanya kanibal. Di waktu mendatang, para binatang mungkin akan semakin kuat dan sulit dihadapi. Jadi lebih baik membersihkan apa yang bisa dibersihkan sesegera mungkin!"
Ark jelas menolak ide Jay yang hanya terbakar emosi rasa pahlawan dan rasa kemanusiaan. Hal ini bukan lagi sesuatu yang harus ditanggapi dengan perasaan karena menyangkut kehidupan ke depannya. Meski menyedihkan, pada kenyataannya, yang mati tidak akan bisa kembali.
Hanya fokus pada tujuan yang lebih besar!
"Tapi banyak orang yang terbunuh, Ark!" ucap Jay enggan.
"Sejak Apocalypse, banyak orang mati sudah biasa, Jay."
__ADS_1
"Tapi ..."
"Tidak ada kata tapi. Kembali ke tempat dudukmu. Kita akan membahas hal lain."
Setelah mengatakan itu, Ark menyimpulkan beberapa tindakan yang harus dilakukan sebelum membahas topik berikutnya.
***
Di waktu sama, sosok lelaki berjubah muncul di sebuah rumah mewah yang terbengkalai.
"Aku tidak menyangka kamu datang begitu awal, Tuan."
Melihat sosok Viper dan rekan-rekannya, orang itu mendengus dingin.
"Pada jadwal patroli, aku langsung ke sini. Jika tidak, mana mungkin aku bisa memeriksa ruang bawah tanah yang direnovasi dan memeriksa 'barang' yang kamu siapkan."
"Hehehehe! Aku rasa beberapa menit cukup, bukan?" ucap Viper dengan seringai di wajahnya.
"Cih! Jika memiliki waktu, aku bisa bermain semalaman! Berhenti menunda dan biarkan aku memeriksa." Orang itu berkata dengan nada tidak puas.
"Kalau begitu kamu harus memberikan barangnya terlebih dahulu, Tuan."
Mendengar ucapan Viper, orang itu mengeluarkan kotak kecil lalu menyerahkannya.
Pada saat Viper membuka kotak kecil, dia melihat 5 botol ramuan. Dia kemudian menatap ke arah orang itu dengan ekspresi aneh.
"Ini tidak sesuai dengan perjanjian, Tuan."
"Sepuluh sisanya aku taruh di dua tempat berbeda. Setelah aku memeriksa barang dan puas, aku akan memberimu lokasinya.
"Tentu saja kami akan menerimanya dengan senang hati!" ucap Viper dengan nada bersemangat.
Dengan 15 ramuan, dia akan menjadi orang yang terbangun (menyelesaikan evolusi tingkat satu). Tentu saja pria itu sangat senang dan bersemangat.
"Kalau begitu tunjukkan jalannya!"
"Baik!"
Viper mengantar orang itu masuk. Lantai pertama tidak banyak perubahan, hanya lebih bersih dan beberapa barang tidak berguna disingkirkan.
Mereka kemudian turun ke ruang bawah tanah yang luas. Di sana, keduanya disambut sebuah ruang yang didekorasi indah. Beberapa lentera minyak menerangi ruangan. Tampak ranjang besar dan empuk di sana. Ada juga sebuah meja kecil dengan cukup banyak camilan dan lima botol kecil anggur merah.
Selain itu, tampak lima wanita cantik yang menggigil di atas ranjang. Melihat mereka, orang itu tampak terkejut lalu berkata dengan senang.
"Ini bagus! Kamu keluar dulu, Viper. Aku tidak ingin buang-buang waktu denganmu."
Viper tersenyum puas. Dia menunduk sopan sambil berkata.
"Nikmati waktu anda, Tuan."
Setelah mengatakan itu, dia pergi lalu menutup pintu.
Sekitar satu setengah jam kemudian, pintu terbuka. Sosok pria yang berkeringat keluar dari ruangan. Dia membawa empat botol kecil anggur merah.
"Bagaimana perasaan anda, Tuan Vadim?"
Melihat sosok itu, Viper langsung bertanya dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Mahal!" Vadim berkata tak puas. "Lima wanita dan lima botol kecil anggur untuk 15 botol ramuan evolusi terlalu mahal. Waktu yang dihabiskan juga terlalu sebentar."
"Bagaimana kalau menginap?" tanya Viper.
"Jangan bodoh. Setengah jam berangkat, hampir dua jam di sini, setengah jam pulang. Sudah hampir tiga jam! Terlalu lama akan membuat Darin curiga!"
"Hehehehe. Saya hanya bercanda," ucap Viper.
"Terserah." Vadim menggelengkan kepalanya. "Meski agak tidak memuaskan, aku mempercayai ketulusan kalian. Jadi aku akan membayar."
"Jadi ... kita bisa melakukan transaksi jangka panjang, Tuan Vadim?" tanya Viper.
"Dua minggu sekali," jawab Vadim.
"Satu minggu sekali." Viper menawar.
"Aku sudah bilang cara penggunaannya, bukan? Maksimal satu hari sekali! Setelah menyelesaikan evolusi, mengonsumsi itu tidak akan ada gunanya lagi!"
"Aku juga ingin memiliki pasukan kuat, Tuan Vadim!"
"Naikkan harganya atau aku akan membunuhmu saat ini juga!"
Mendengar ucapan Vadim, orang-orang di belakang Viper berdiri. Pria itu sendiri malah segera menghentikan mereka.
"Kita bukan tandingannya. Berdebat bukan pilihan." Viper menggelengkan kepalanya. "Empat botol kecil anggur merah, satu botol besar anggur merah, dan tambah dua wanita lagi."
"Tidak punya waktu! Tiga botol kecil anggur merah, dua botol besar anggur merah, dan ganti lima wanita setiap minggu. Tentu saja, wanita itu harus cantik dan memiliki tubuh bagus!"
"Tuan Vadim ... Anda ..." Viper menggertakkan gigi. "Sepakat!"
"Dua tempat adalah rak kecil di dapur rumah sekitar 200 meter selatan tempat ini, dan satunya di bawah perosotan taman kanak-kanak sekitar 500 meter timur tempat ini.
Jangan lupakan janjimu, Viper. Satu minggu kemudian di tempat ini. Aku pergi!"
Setelah mengatakan itu, Vadim pergi sambil membawa empat botol kecil anggur merah. Pergi ke lokasi persembunyian yang dia temukan untuk menyimpan barang-barang barunya!
Melihat sosok Vadim yang pergi, anak buah Viper bertanya.
"Apakah tidak apa-apa, Ketua? Anggur itu sangat sulit didapatkan. Imperial Tiger yang menyimpannya saja tidak punya banyak."
"Tidak apa-apa! Biarkan para b-jingan tua itu membayar! Lagipula, penelitian mereka tidak memiliki kemajuan! Harga ini masih pantas!" ucap Viper dingin.
"Apakah anda benar-benar percaya pada Vadim, Tuan?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Viper tertawa.
"Kamu sangat bodoh dan tidak mengerti hati manusia!"
Viper menatap ke arah anak buahnya dengan senyum sinis.
"Orang serakah seperti itu memang suka menyimpan beberapa trik, tetapi aku cukup mempercayainya."
"Semakin serakah orang itu, semakin bisa aku kendalikan. Itu artinya ..."
"Semakin baik!"
>> Bersambung.
__ADS_1