
“T-Tadi itu apa, Kak?”
Sambil gemetaran, Caroline menatap ke arah kakaknya, bertanya apa yang telah pria itu lihat sebelumnya. Anggota lain jelas bersandar sambil menahan napas, sama sekali tidak melihat makhluk yang lewat sebelumnya.
“Seekor serigala raksasa yang lebih berbahaya daripada makhluk yang pernah kita temui sebelumnya … dengan seorang lelaki berjubah di punggungnya.”
Mendengar akhir kalimat yang diucapkan oleh Mattias, semua orang tertegun. Otak mereka tiba-tiba terhenti sejenak. Setelah beberapa saat, ekspresi penuh kebingungan dan ketidakpercayaan muncul di wajah mereka semua.
“K-Kamu bercanda kan, Kak? Binatang bermutasi yang sangat kuat … dengan seorang lelaki di punggungnya?”
Mattias melihat ke arah orang-orang yang menatapnya dengan ekspresi tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya. Dia jelas tidak berhalusinasi. Namun pria itu juga tahu kalau hal semacam itu sangat sulit dipercaya.
Mattias langsung mengingat dua burung yang muncul sebelumnya. Membayangkan kalau bukan hanya serigala putih, tetapi kedua burung putih itu juga merupakan peliharaan sosok berjubah itu, dia langsung bergidik ngeri. Menghirup udara dingin, pria itu menggelengkan kepalanya.
‘Hal semacam itu … tidak mungkin, kan?’
***
Sementara itu, di markas cabang Sword of Sufferings.
“Hey, apakah ada yang melihat Bos? Aku sudah berkeliling mencarinya untuk melapor, tetapi dia benar-benar menghilang.”
Leon melihat ke arah orang-orang yang sedang beristirahat setelah makan malam dengan ekspresi bingung. Pria itu kemudian melihat ke arah Saito dan Draco yang baru saja tiba.
“Apakah kalian melihat Bos?”
“Ketua pergi setelah matahari terbenam. Aku tidak tahu kemana dia pergi. Yang jelas, dia pasti baik-baik saja.”
Saito berkata dengan ekspresi datar di wajahnya. Pemuda itu sama sekali tidak menganggap menghilangnya sang ketua sebagai masalah. Lagipula, semua anggota dari Sword of Sufferings mengetahui kekuatan Ark. Bahkan ketika menghadapi bahaya tingkat bencana, orang itu benar-benar selamat.
“Bukan begitu masalahnya. Yang menjadi masalah adalah … aku belum sempat melapor!”
“Kenapa kamu tidak melapor sebelum matahari terbenam. Bukankah matahari terbenam adalah batas akhirnya?” Saito memiringkan kepalanya.
“Masalahnya, aku sama sekali tidak pandai dalam pekerjaan seperti ini. Aku lebih suka bekerja menggunakan tenaga daripada menghabiskan waktu untuk berpikir. Kamu tahu, bahkan jika kamu berpikir keras sampai pusing, orang lain mungkin tidak mengetahui apa yang kamu rasakan.
__ADS_1
Mereka akan berpikir kamu tidak melakukan apa-apa, atau bahkan menganggapmu malas. Padahal, berpikir itu sebenarnya juga membuang banyak energi. Namun tidak seperti sesuatu yang terlihat secara langsung seperti pekerjaan fisik, pekerjaan pikiran itu tidak terlihat.”
Mendengar keluhan Leon, Saito dan Draco saling memandang. Apa yang dikatakan pria itu memang benar. Hanya saja, pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah mencatat aktivitas tahanan lalu menghitung. Sama sekali bukan tugas rumit yang membuat sakit kepala. Jadi … mereka berdua benar-benar bingung harus membalasnya.
“Hey, apakah kalian mau bertukar pekerjaan besok?” tanya Leon.
“Apakah kamu yakin?” Saito mengangkat alisnya. “Pekerjaan harianku adalah …”
“Kalau aku ditugaskan untuk …” tambah Draco.
Mendengar tugas yang lebih banyak dan lebih rumit dari miliknya, Leon tertegun. Tugasnya sendiri sebenarnya adalah yang paling mudah, yaitu menjadi mandor, menghitung jumlah barang untuk memastikan, lalu melaporkannya. Ark jelas tidak akan memberi pria itu pekerjaan rumit di atas kapasitasnya.
“Stop! Stop! Stop! Sudah cukup, Bung. Aku mengerti. Aku tidak ingin bertukar pekerjaan. Jika kita bertukar pekerjaan, mungkin aku tidak bisa menyelesaikan tugas harian sampai tengah malam.”
Leon langsung berkata dengan ekspresi kesal. Menyadari kalau dirinya harus melakukan improvisasi atau berakhir tertinggal oleh rekan-rekannya yang lain, pria itu hanya bisa menggertakkan gigi.
“Omong-omong … apakah Demonte masih menyembunyikan itu?” Leon memiringkan kepalanya.
Mendengar pertanyaan itu, Draco, Saito, dan para prajurit dari Sword of Sufferings yang beristirahat saling memandang. Di sini, sama sekali tidak ada orang luar seperti para tahanan yang dianggap sebagai pengisi cabang. Mereka jelas tahu kalau ada yang disembunyikan oleh Demonte. Hanya saja, mereka sama sekali tidak peduli karena Ark menyuruh mereka untuk tidak mempedulikannya.
“Seharusnya dia menjelaskan segalanya dengan jujur kepada Bos. Mungkin Bos bisa membantunya. Namun, dia benar-benar memilih untuk menyembunyikan masalah seperti ini. Ya …
Aku harap dia tidak membuat masalah dan dijadikan contoh bagi para tahanan lain.”
“Seharusnya dia takut, malu, dan ragu. Bukankah itu berhubungan dengan keluarganya? Topik semacam itu sulit untuk dijelaskan kepada orang luar.”
Saito berkata dengan nada datar, sama sekali tidak membela atau menyalahkan Demonte.
“Hey, menurut kalian … apakah orang-orang dari cabang akan diberi kesempatan untuk pergi ke pusat?” tanya Leon.
“Tidak.” Draco menjawab tegas.
“Aku rasa juga tidak,” ucap Saito.
“Kenapa?” tanya Leon dengan ekspresi bingung di wajahnya.
__ADS_1
“Karena mereka sama sekali tidak memenuhi syarat. Kamu pasti mengetahui syarat-syarat agar bisa direkrut. Jika kualitas mereka masih sama seperti ini, mereka sama sekali tidak mungkin untuk dipindahkan ke markas utama.
Selain itu, kamu seharusnya tahu kalau Sword of Sufferings hanya merekrut 1000 orang sebagai anggota inti yang boleh tinggal di inti wilayah (perumahan elit). Sword of Sufferings juga akan berhenti merekrut setelah mendapatkan 1000 anggota.
Kita hanya menyewa tenaga kerja dari luar setelahnya karena kita akan memfokuskan diri dalam penguatan inti dan menggunakan orang-orang luar sebagai tenaga pembangunan. Itulah fokus kita dalam tahun ini.
Di tahun berikutnya, aku tidak tahu apa yang terjadi. Namun untuk sekarang, bahkan jika membuka lebih dari satu cabang, kita tidak akan menarik mereka ke markas utama. Semuanya mungkin akan berubah setelah pembangunan great wall selesai. Hanya saja, hal tersebut sama sekali tidak perlu kita pikirkan sekarang.”
Saito menjelaskan tentang apa yang dia ketahui kepada rekan-rekannya. Hal tersebut sama sekali bukan rahasia, bahkan kelompok lain di kota sebelumnya juga mengetahui hal tersebut. Jadi menjelaskannya kepada orang-orang bukanlah masalah.
“Lalu … menurutmu apa yang Bos lakukan sekarang?” tanya Leon.
Ketika menerima pertanyaan tersebut, Saito mengelus dagu. Dia mengingat beberapa kebiasaan Ark. Menyadari kalau sang ketua pergi dengan set lengkap, bahkan membawa Finn, Huginn, dan Muninn … senyum muncul di wajah pria itu.
“Saat ini Ketua pasti sedang pergi bertamu.”
Setelah mengatakan itu, dia langsung menatap ke luar jendela. Lebih tepatnya … ke arah Ark sebelumnya pergi.
***
Sementara itu, di markas Golden Crown.
Di markas yang biasanya sangat ramai dan cukup ceria, suasana benar-benar tampak sunyi. Entah orang-orang yang berada di depan gedung atau dalam gedung, mereka semua benar-benar diam. Namun, tatapan mereka semua tertuju pada satu arah.
Di gerbang depan, tampak dua sosok burung gagak putih bermutasi yang tampak ganas hinggap di sisi kiri dan kanan gerbang. Sementara itu, di tengah jalan, tampak seekor serigala putih raksasa dengan sosok berjubah di punggungnya.
Di malam yang begitu sunyi, suara tenang dan tak acuh menusuk telinga seluruh anggota Golden Crown dan Crux of Shadow.
“Karena sebelumnya kalian memberi salam hangat kepada orang-orangku, aku merasa tidak sopan jika tidak mengembalikannya. Jadi, sebagai ketua Sword of Sufferings …”
Mata merah Ark menyapu gedung tinggi di depannya.
“Aku datang untuk membalas salam kalian.”
>> Bersambung.
__ADS_1