Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Berdebat Dalam Perjalanan


__ADS_3

Malam di hari yang sama.


Kali ini Ark pergi menuju ke aquarium raksasa dengan Jay, Kurona, dan Shirona. Selain mereka, hanya ada Debby yang menarik kereta. Finn tidak ikut karena dua alasan.


Finn telah tumbuh lebih besar setelah naik ke tingkat dua dan perlu penyesuaian diri. Baik menyesuaikan kondisi tubuh serta sedikit memodifikasi pelana. Selain itu, Michi, Luna, dan Starla harus dilatih oleh Finn.


Ya. Jay telah berhasil membuat Michi sebagai tunggangannya. Namun karena Jay, Kurona, dan Shirona belum terbiasa ... Ark tidak membiarkan mereka coba-coba dalam misi ini.


Jika membuat kesalahan ceroboh, bukan hanya mereka akan terluka, tetapi para puppies mungkin akan terbunuh dalam prosesnya.


Mereka bertiga akhirnya menyerah setelah mendengar penjelasan Ark. Tidak lagi bersikeras karena tahu betapa beresikonya tindakan mereka.


Duduk di kursi kusir, Jay melirik Ark yang duduk di sampingnya lalu berbisik.


"Apakah hubunganmu dengan Natasha baik-baik saja?


Aku tidak tahu apa yang terjadi. Namun saat ingin bertemu denganmu, ekspresinya tampak mengerikan. Aku bahkan menggigil ketika melihatnya!"


"Tidak ada yang spesial," ucap Ark dengan ekspresi rumit.


"Sungguh?"


"Sejak kapan kamu memiliki hobi bergosip seperti itu, Jay?"


"Aku hanya penasaran dengan hubungan kalian. Mungkin saja dia meminta pertanggungjawaban karena sedang mengandung atau semacamnya?"


"Kami bahkan belum melakukan hal seperti itu!"


"Eh???"


Melihat ekspresi tercengang di balik topeng Jay, sudut bibir Ark berkedut.


"Apa yang aneh dengan itu!" ucap Ark kesal.


"Tidak. Kamu selalu dikelilingi para wanita cantik, tetapi tidak terjadi apa-apa. Maksudku ...


Apakah kamu baik-baik saja?"


"Tentu aku baik-baik saja! Sangat sehat, dan normal!"


"Jika itu tidak sakit, kamu sehat dan normal ... kenapa kamu tidak melakukannya?"


"Tentu saja untuk keselamatan mereka. Memangnya semuanya tanpa resiko?


Bagaimana jika mereka ditargetkan karena menjadi pasanganku? Kehidupan mereka menjadi sulit. Membuat mereka tertekan."


"Begitu ..."


Jay mengangguk. Setelah beberapa saat, dia menoleh ke arah Ark dengan ekspresi aneh.


"Kenapa kamu mengganti "dia" dengan "mereka"? Apakah kamu membuat kesalahan?"


"Tentu saja tidak. Selesai gelombang monster tahap tiga sebelumnya, Stacy mengaku kepadaku. Tadi pagi Natasha juga mengaku. Meski Abigail tidak mengatakan apa-apa, apakah kamu tahu tatapan yang seolah berkata "itu adalah ayah anak-anakku" di matanya? Itu terlalu jelas.


Aku benar-benar sakit kepala."


Ark berkata dengan nada agak kesal. Tampaknya bingung dan tidak terbiasa dengan hal-hal yang terjadi di luar kendalinya.


"Jangan lupakan kami! Kamu adalah pendukung terbaik Senior dan akan selalu menjadi yang terbaik!"


"Kurona benar. Kami adalah pasangan yang paling cocok untuk Senior!"


"..."

__ADS_1


Suara si kembar yang agak monoton tetapi manis terdengar dari dalam kereta. Tampaknya mereka juga memerhatikan percakapan Ark dan Jay.


Jay sendiri hampir memuntahkan darah karena terkejut. Dia merasa matanya kali ini benar-benar terbuka lebar. Pria itu ingin membuat harem di akhir dunia, tetapi malah sahabatnya yang mendapatkannya.


Tidak! Lebih tepatnya ... sahabatnya adalah b-jingan yang menolak untung karena otaknya kurang sehat!


Benar-benar membuat Jay iri sampai menggigit bibir bawahnya sendiri hingga berdarah!


"Kenapa kamu banyak berpikir, lebih baik terima saja! Jika aku jadi kamu. Aku akan menerima mereka!


Tidak! Aku akan mencari lebih banyak karena aku memiliki kekuatan berlebihan yang tidak bisa dihentikan orang-orang!"


"..."


Ark terdiam sejenak. Melihat ke arah sahabatnya, dia mendecak sebelum berkata.


"Apakah menurutmu perasaan manusia begitu mudah dimengerti?


Kamu pikir aku adalah tipe yang akan mengatakan,


'Jauhkan tanganmu dari gadis cantik itu!'


Menyebut diri sendiri sebagai "Ore-sama" atau "Lao Tzu" dengan bangga sambil berpura-pura menjadi ksatria, padahal hanya ingin apa yang ada di balik pakaiannya. Seperti monyet saat musim tiba?"


Jay tercengang. Baru kali ini Ark mengungkapkan ketidaksukaan terhadap hal-hal semacam itu. Meski ragu, dia masih bertanya.


"Bukankah itu normal bagi ksatria untuk menyelamatkan?"


"Lalu aku tanya, kenapa menyelamatkan gadis cantik? Seorang putri? Seorang anak tuan kota? Atau hal-hal semacamnya?


Kenapa bukan nenek tua? Wanita paruh baya? Atau gadis biasa-biasa saja?"


"Errr ... karena kurang menarik? Kamu pasti juga lebih memilih yang baik, bukan?"


"Tentu saja sebagai manusia dalam kategori "normal", aku memilih hal-hal indah."


"Salahnya di bagian orang itu berpura-pura menjadi ksatria!


Jika b-jingan, jadilah b-jingan saja. Bukan berpura-pura menjadi ksatria yang sok baik tetapi memiliki untuk membuka rok dan menikmati malam panjang.


Semua tidak seindah dalam cerita, Jay. Hanya karena kamu menyelamatkan gadis cantik sekali, tidak mungkin gadis itu jatuh cinta kepadamu. Semua itu hanya tipuan."


"Tapi ... hal semacam itu sering terjadi, bukan?"


"Ya. Tapi mempertimbangkan faktor-faktor lain."


"Faktor lain?"


"Aku tidak akan menyebutkannya karena itu hal yang tidak perlu dibahas."


"Tunggu! Kamu benar-benar hampir mengalihkan perhatian! Jawab aku, kenapa kamu tidak menerima secara langsung!"


Ark tercengang. Setelah beberapa saat, dia berkata.


"Sudah aku bilang, hati manusia rumit. Aku tanya, Jay. Apakah kamu mau berbagi wanita dengan pria lain?"


"Apakah kamu bodoh? Tentu saja tidak!"


"Lalu kenapa wanita mau melakukan hal yang sama?"


"Itu ..."


"Kaisar dengan seribu selir? Sultan dengan seribu penari cantik? Khan dengan seribu pasangan?

__ADS_1


Hal itu hanya ada di zaman kuno. Kebanyakan dari wanita itu dipaksa. Meski ada beberapa yang tulus, tetapi kebanyakan dipaksa. Aku bertanya ... apakah kamu mau memaksa mereka dengan cara seperti itu?"


"Tidak," gumam Jay.


"Lalu, tidakkah kamu juga tahu kalau ratu dan para selir bisa cemburu? Mereka bisa bertarung satu sama lain demi kekuasaan.


Demi kekuasaan tidak tampak mengerikan dan hal biasa. Namun ada juga penyebab dimana wanita gila karena tidak ingin berbagi pria yang dia cinta dan malah membunuh pria tersebut!"


Jay tidak bisa berkata-kata. Setelah beberapa saat, dia berkata.


"Bukankah itu hanya pikiran negatif di kepalamu? Mungkin mereka berakhir harmonis?"


"Persentase harmonis kurang dari 50%, itu seperti uji coba bunuh diri. Bahkan jika 99% bisa harmonis, masih ada 1% kemungkinan mati yang perlu dipertimbangkan!"


Ark berkata dengan nada serius. Saat itu, Jay benar-benar tidak bisa membalasnya.


"Namun kami gadis baik, Senior! Kami bisa berbagi!"


"Ya! Kurona benar. Kami akan patuh! Jadi terima kami, Senior!"


Suara manis terdengar dari dalam kereta, benar-benar membuat sudut bibir Ark berkedut hebat.


"Itu karena kalian terlalu akrab denganku! Kalian tidak memiliki keluarga dan akulah yang merawat kalian di organisasi ketika kalian pertama kali bergabung.


Itu lebih mirip ketergantungan."


"Bukankah tidak apa-apa untuk saling bergantung?" tanya Kurona.


"Ya. Kurona benar, Senior. Kami hanya memiliki dua orang, kamu dan Saudari Anya. Sekarang Saudari sudah tidak ada ...


Apakah kamu tidak boleh bergantung kepadamu?"


"Tentu saja aku tidak akan meninggalkan kalian."


Ark berkata sebelum menghela napas.


"Jadi kita sekarang pasangan?" tanya mereka berdua bersamaan.


"Tidak semudah itu!" ucap Ark kesal.


"Kalau begitu kami akan menunggu," ucap keduanya dengan nada datar tetapi masih mengandung keceriaan.


Mengabaikan Kurona dan Shirona, Ark melihat Jay mengangkat tangan sambil melihatnya.


"Apa?" tanya Ark dengan nada tidak ramah.


"Apakah organisasi yang kamu ikuti sebelumnya masih membuka lowongan? Maksudku ...


Tidak mudah menemukan tempat untuk mencari gadis manis, polos, setia, dan siap menjadi istri. Jadi kalau boleh—"


"ENYAH!!!"


Ark memijat keningnya dengan ekspresi lelah. Tidak menyangka setelah mendapatkan pukulan (mental) dari Natasha, dia masih harus menghadapi si kembar dan Jay yang membuat sakit kepala.


AAAOOOOO!!!


Suara lolongan serigala terdengar di kejauhan. Pada saat Jay tampak serius, suara Ark terdengar di telinganya.


"Benar-benar datang di saat yang pas.


Sebaiknya berhenti sebentar untuk melemaskan otot-otot yang kaku."


Mendengar ucapan sahabatnya, Jay langsung menyatukan kedua tangan di depan wajahnya. Memiliki pose berdoa sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Berdoa untuk para puppies kecil yang menjadi target iblis jahat di luar sana!


>> Bersambung.


__ADS_2