
Ian menganggukan kepalanya tanda setuju. Namun kejadian ini sangat disesalkan. Kenapa harus Dita yang menanggung kejadian ini. Apa salah Dita sama Santi? Wajarlah Santi dipecat karena dia sangat semena-mena terhadap karyawan lain. Menyuruh orang seenaknya. Bahkan menindas mereka yang tidak berdosa. Setiap pekerjaan yang diberikan oleh Ian selalu tidak beres.
Tommy yang tergesa-gesa datang segera mendekati Ian. Dengan wajah khawatirnya Tommy menatap Ian dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Kemudian Ian mendapatkan Tommy sambil menunduk, "Maafkan aku."
Sebenarnya Tommy tidak marah sama Ian sama sekali. Tommy paham dengan Ian saat itu. Pria bule berkebangsaan Amerika itu langsung menepuk pundak Ian sambil berkata, "Aku tidak marah dengan kamu. Jika tidak ada kamu kemungkinan gadis impianku tidak akan selamat.''
Tommy mencoba menghibur Ian agar tidak bersedih. Namun Ian tetap diam saja. Tommy paham dengan perasaan Ian. Kemudian Tommy membiarkan Ian menenangkan dirinya.
Di tempat lain Leo bersama para anggota Black Tiger sedang memburu Santi. Leo sengaja menyebarkan anggota Black Tiger untuk mempersempit ruang gerak Santi. Hingga akhirnya Leo mendapat kabar kalau Santi berada di rumah kontrakannya. Leo langsung menuju ke sana untuk menangkap Santi bersama pihak kepolisian yang sudah dihubunginya.
Di dalam perjalanan Leo berubah menjadi iblis. Leo sadar jika berhubungan dengan keluarga Billi, Leo sangat geram. Pasalnya Leo memiliki kebencian yang mendalam. Menurut informasi Leo pernah bertunangan dengan kekasihnya. Namun keluarga Billi datang untuk menggagalkan rencana tersebut. Entah ada angin apa mereka datang dan mengatakan kalau sang perempuannya sudah hamil di luar nikah. Yang lebih parahnya lagi kekasihnya itu hamil dengan Anto kakak dari Billi. Sungguh miris sekali nasib Leo saat itu.
Setelah kejadian itu Leo sangat membenci seluruh keluarganya. Leo sudah berjanji akan menyembuhkan rasa sakit kedua orangtuanya yang sudah lama tiada.
Sesampainya di gang Leo sudah turun dari mobil. Leo menunggu kedatangan aparat. Tak lama mereka datang dan menatap Leo. Akhirnya Leo menunjukkan alamat Santi.
Benar saja Santi berada di rumah. Ternyata Santi berada di dalam rumah membereskan pakaiannya agar bisa kabur. Ketika ingin kabur pihak kepolisian langsung menggiring Santi ke kantor polisi.
Leo yang melihat Santi ditangkap bahagia. Leo tidak menyangka kalau seluruh keluarga Billi mendekam dibalik jeruji. Bahkan Leo bersorak kegirangan.
Leo memutuskan untuk kembali ke perusahaan. Leo tidak akan ke rumah sakit karena pekerjaan yang sudah menumpuk.
Sejam telah berlalu lampu merah di ruangan IGD telah mati. Tommy dan Ian segera mendekati sang dokter. Dengan rasa penasarannya Tommy langsung angkat bicara.
"Bagaimana dengan kabar nona Andita dok." tanya Tommy.
__ADS_1
"Keadaannya cukup parah. Nona Dita mengalami luka yang cukup serius di kepalanya. Saya harap Nona Dita tidak mengalami gegar otak," jawab dokter itu.
Deg.
Tommy merasakan jantungnya hampir saja keluar dari tempatnya. Tommy tidak percaya apa yang dikatakan oleh dokter tersebut. Bisa dikatakan Tommy sangat terpukul dengan keadaan Dita.
Jika Dewa tahu bagaimana kabar Dita? Tommy tidak bisa menjelaskan semuanya.
"Terus bagaimana dengan lukanya?" tanya Ian yang paham dengan perasaan Tommy sang sahabat.
"Lukanya hanya lecet dan sudah diobati. Sekarang Nona Dita akan dipindah ke ruangan VVIP," jawab sang dokter.
Ian merasa lega dengan penjelasan Dita. Untung saja luka Dita tidak parah. Ian segera menepuk pundak Tommy dan berkata, "Jangan terlalu khawatir. Kita harus berdoa agar Dita baik-baik saja.''
"Ini buruk buat aku. Aku enggak tahu apa yang harus kukatakan pada Dewa," jawab Tommy.
"Aku paham itu. Tapi inikan diluar kendali. Dita juga tidak mengira akan mendapatkan serangan dari Santi begitu saja," kata Ian. "Aku juga baru tahu kalau Dita berada di area penjualan pakaian. Posisi saat itu aku memang mengecek bagaimana keadaan mall itu."
Tommy menganggukkan kepalanya sambil menatap Ian. Benar juga apa yang dikatakan oleh Ian. Semuanya ini adalah diluar kendali. Lalu bagaimana dengan Tommy? Tommy masih sangat khawatir dengan Dita.
"Apa yang harus aku katakan pada Dewa jika bertanya?" tanya Tommy.
"Ceritakan saja sejujurnya. Kalau Dewa tidak percaya, kamu bisa memberikan CCTV tersebut ke Dewa. Nanti juga Dewa akan tahu siapa yang salah dan benar. Dia juga tidak akan memojokkan kamu dalam kasus ini. Karena kamu sibuk dengan pekerjaan," hibur Ian.
"Aku sudah berjanji pada Dewa kalau menjaganya," celetuk Tommy.
__ADS_1
"Jangan terlalu menyalahkan dirimu. Kamu enggak tahu sifat Dewa saja. Kita mengenal Dewa sudah lama. Dewa enggak akan mengamuk soal ini jika ada bukti. Kalau mengamuk kita bisa meminta bantuan kepada Sascha," jelas Ian.
"Kenapa kita meminta bantuan kepada Sascha?" tanya Tommy yang tidak terlalu konek sama kejadian ini.
"Hadeh... Tom... Lu kenapa? Lu kalau jatuh cinta yang benar saja. Kita tahu lu sekarang sedang jatuh cinta. Tapi lu jangan buat perasaan bersalah. Kejadiannya lu enggak di tempat. Lu tadi ngurus perusahaan. Kalau sampai Dewa ngamuk sama lu. Saschalah orang yang pertama kali menjelaskan kejadian ini. Sascha akan paham kejadian itu," jelas Ian.
Tommy akhirnya paham dengan ini. Hatinya bisa tenang dan tidak terlalu mempermasalahkan semuanya.
"Thanks bro... Kamu baru saja membuat aku tenang," ucap Tommy.
"Tetap tenang. Anggap semua ini hanyalah cobaan," ucap Ian yang meraih ponselnya.
"Kenapa ya keluarga Billi kok segitunya sama kita?" tanya Tommy.
"Aku enggak tahu. Sampai saat ini aku enggak paham apa yang dilakukan mereka. Sepertinya mereka terlalu ambisius untuk menyakiti Sascha," jawab Ian yang mulai menganalisis keadaan.
"Kalau begitu?" tanya Tommy.
"Kita tidak bisa menyalahkan Sascha. Kamu tahu Sascha memiliki malaikat. Saat itu Sascha hanya menolong mereka. Tapi kesini kok dia diperas kaya baju yang baru dicuci. Ditambah lagi mintanya enggak sedikit. Mintanya seenaknya. Kalau enggak dikasih malah dimaki. Kita sebagai sahabat sekaligus kakak enggak akan membiarkan menderita seperti itu," jawab Tommy.
Ian tidak habis pikir dengan mereka. Ian juga lucu ketika ingat mereka. Bahkan dirinya juga ingin tertawa dengan kebodohan yang telah diperbuat Keluarga Billi.
Sejenak Ian berpikir, bagaimana kalau mereka tahu Sascha adalah anak konglomerat? Bakalan mereka kebakaran jenggot. Ditambah lagi Sascha adalah seorang putri dari orang yang berpengaruh di dunia.
Sejam kemudian Ian mendapatkan berita kalau Santi sudah tertangkap polisi. Untung saja jiwa iblis mereka tidak muncul. Jika muncul Santi akan habis di tangan mereka. Mereka akan bersabar menghadapi keluarga Billi dan memantaunya. Jika Billi dan keluarganya sudah membuat ulah bisa dipastikan mereka akan turun tangan.
__ADS_1