
“Kamu semakin lama semakin menggemaskan buatku,” jawab Dewa.
“Hadeh,” rajuk Sascha. “Kakak kok nggak paham sama sekali sih?”
“Enggak,” jawab Dewa hingga membuat sang sahabat menjadi kesal.
“Kalau begitu ya sudah. Aku yang akan turun tangan sendiri untuk menghentikan mereka menyakiti Dita,” kesal Sascha.
“Sebenarnya sih aku paham. Tapi aku tadi niatnya ingin mengerjai kamu,” ujar Dewa yang mendapatkan pukulan dari Sascha di lengannya.
“Lalu, apa yang harus kamu lakukan?” tanya Sascha.
“Berikan aku nama orang yang ingin menghancurkan Dita!” perintah Dewa.
“Baiklah kalau begitu,” balas Sascha.
Sascha segera mengambil ponselnya dan memperlihatkan video ke Dewa. Dewa meraih ponsel itu dan melihat lekat wajah kedua teman Dita. Dewa tersenyum smirk sambil berkata, “Aku sudah kenal mereka. Mereka memang ingin menghancurkan kita dari dulu.”
“Sepertinya aku ketinggalan berita?” tanya Sascha.
“Kamu memang tidak memperhatikan berita tentang entertainment,” ucap Dewa.
“Maksud kamu apa?” tanya Sascha.
“Mereka pernah mempermalukan Dita ketika launching produk ponsel terbaru. Kamu tahu kan kalau saat itu Dita menjadi brand ambassador ponsel dengan merk terkenal itu. Sebelum acara dimulai mereka sudah membuat rencana agar Dita menjadi bahan olok-olokan penggemarnya. Tapi mereka nggak sadar kalau rencananya itu telah digagalkan oleh Tommy,” jelas Dewa.
“Oh... jadi begitu kasusnya. Ya sudah aku paham. Kenapa nggak cerita dari dulu?” tanya Sascha.
__ADS_1
“Kamu nggak tanya sih,” jawab Dewa yang benar-benar lupa akan masalah tersebut.
“Lalu apa rencanamu?” tanya Sascha lagi.
“Leo sudah mengumpulkan semua bukti tentang skandal yang pernah mereka lakukan. Sejam sebelum acara dimulai maka Leo akan menyebarkan seluruh skandal itu di akun mereka masing-masing. Tapi kamu harus ikut dalam misiku ini. Apakah kamu mau?” tanya Dewa yang menjelaskan rencananya.
“Baiklah kalau begitu maumu,” balas Sascha dengan semangat.
“Kapan rencana itu dimulai?” tanya Dewa lagi.
“Tepat malam minggu mereka memanggil Dita untuk berkumpul di klub malam,” jawab Sascha.
“Kalau begitu persiapkanlah semuanya!” perintah Dewa.
Waktu bergulir dengan cepat. Tepat malam minggu Sascha sudah bersiap-siap sambil menunggu kedatangan Dewa. Sambil menunggu Ia sempat berbalas pesan kepada Dita. Tak lama datang Dewa bersama Tommy. Ia pun segera berdiri dan mendekati mereka.
“Sesuai rencana akan aku jalankan,” jawab Sascha.
“Kalau begitu kita berangkat. Untung saja yang punya klub itu adalah Mas Kobe. Jadi kita bisa leluasa menjebaknya,” ujar Dewa yang geram.
Mereka akhirnya berangkat ke klub malam itu di kawasan Bekasi. Tommy yang mengendarai mobil merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia tidak menyangka kalau Dita menjadi bahan Bulian teman-temannya. Begitu juga dengan Dewa, selama ini Dita sangat baik kepada mereka dan tidak membeda-bedakan satu dengan teman yang lain. Tapi, mengapa mereka ingin menghancurkan Dita seperti itu? Lalu bagaimana dengan Sascha? Sascha juga sama melihat Dita sering loyal kepada mereka. Bahkan setiap kesulitan Dita selalu menolongnya. Meskipun bukan adik kandungnya namun Sascha sangat menyayangi Dita.
Sesampainya di klub malam itu, mereka langsung melewati pintu khusus yang sengaja dikhususkan untuk keluarga Kobe. Mereka disambut oleh beberapa karyawan dan mengantarkan ke tempat yang sudah dipesan. Dewa yang berjalan menuju ke area situ sempat dirayu beberapa wanita malam di tempat itu. Akan tetapi Sascha memberikan kode agar menjauh dari Dewa.
“Di sini tempatnya?” tanya Sascha.
“Iya. Tuh di depan mereka sudah ada,” jawab Dewa.
__ADS_1
“Baiklah aku setuju,” balas Sascha yang menghempaskan bokongnya di sofa.
Mereka menikmati dan tuman musik metal yang sedang dimainkan secara live. Mereka sangat menikmati lagu demi lagu dan bernyanyi bersama. Sejam kemudian Dita datang dengan membawa kado. Dita segera cipika cipiki menyambut teman-temannya itu. Kemudian Dita duduk mengobrol dengan tenang.
Sascha yang mendapat tugas memata-matai mereka segera waspada. Ia melihat kedua gadis itu masih santai mengobrol. Salah satu dari mereka berdiri meninggalkan Dita dan temannya itu. Sascha mulai curiga dengan salah satu temannya. Matanya sangat awas saat temannya itu lewat berada di depannya. Tanpa sengaja Sascha melihat salah satu tangannya mengambil botol obat. Ia menelan salivanya dengan susah payah. Ternyata benar beberapa hari lalu didengarnya. Mereka ingin menjebak Dita dengan cara memasukkan obat perangsang ke minuman Dita. Sascha hanya tersenyum manis lalu berkata, “Mari kita lakukan!”
Dewa dan Tommy mengangguk serempak dan berkata, “Lakukan tugasmu dan kami akan memberikan reward untukmu!”
“Siap,” balas Sascha.
Beberapa detik kemudian datang seorang waiters membawakan orange juice ke meja Dita. Sascha berdiri memakai hak tinggi. Jujur Sascha tidak bisa memakai hak tinggi karena tidak biasa. Setelah itu Sasha berjalan ke arah pelayan yang masih membawa minuman itu. Dengan jalan terbata-bata seorang pengawal yang sengaja diutus oleh Dewa mengeluarkan kakinya. Ia tidak melihat kaki pengawal itu di depannya. Tak lama pengawal itu menggerakkan kakinya dan mengenai kaki Sascha. Hingga terjadi.
Brough!!!!
Pyarrrrrr!!!
Sascha terjatuh dan menimpa pelayan itu. Lalu jus orange tersebut terlempar beberapa meter dari tangan pelayan tersebut. Sungguh Sascha merasakan kakinya terkilir. Gadis cantik itu pun mengadu kesakitan. Jujur dirinya skenario ini berada di luar rencana. Ia terpaksa duduk di lantai klub tersebut.
Dewa yang melihat Sascha terkilir hanya bisa menepuk jidatnya. Skenario yang dibuat ternyata berhasil. Namun ia tidak menyadari kalau Sascha yang menjadi korban. Dengan terpaksa Dewa Sascha ke rummenggendonS
Sebelum menggendong Dita melihat Dewa menggendong Sascha sangat geram sekali. Di sinilah kedua adik kakak itu bertengkar. Dewa yang terlalu positif kepada Dita hatinya menjadi bahagia. Sedangkan Dita menjadi sangat malu atas kejadian itu di depan teman-temannya. Tanpa disadari Dita, kedua teman-temannya itu karirnya telah hancur. Seluruh skandal yang dimilikinya ternyata mencuat. Banyak seluruh masyarakat mencibir dan memberikan sanksi sosial. Ditambah rumah produksi yang sedang dinaunginya langsung mencabut kerjasama. Begitu juga dengan kontrak iklannya, mereka mencabutnya secara serempak.
FLASHBACK OFF.
Setelah mendengar cerita dari kakak perempuannya itu, Dita langsung memeluk Sascha dan menangis tersedu-sedu. Gadis cantik itu baru sadar kalau dirinya dijebak oleh temannya sendiri. Ia tidak menyangka bahwa sang kakak sangat menyayanginya. Sedangkan Sascha langsung memeluknya dengan erat. Dita menyesali perbuatannya, kenapa dirinya tidak bertanya terlebih dahulu? Malah dirinya kemakan omongan kedua temannya tersebut. Sascha mengelus punggungnya sambil berkata, “Kak Dewa nggak marah sama kamu. Kak Dewa sangat sayang sama kamu. Kamu tahu, kamu adalah hidupnya. Makanya Kak Dewa tidak ingin melihat kamu hancur berantakan. Sekarang kamu tahu kan masalah sebenarnya?”
“Aku tahu Kak. Aku salah dan tidak bertanya apapun dari kakak. Kenapa mereka ingin menghancurkanku? Aku tidak pernah membuat masalah dengan mereka,” jawab Dita yang menangis sesenggukan.
__ADS_1
“Tak apa. Sekarang kakak bertanya, apakah kamu mau memaafkan Kak Dewa?” tanya Sascha.