Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TERINGAT PADA BU NIRMALA.


__ADS_3

"Sangat posesif sekali. Bahkan Dita sering ngambek oleh Devan," jawab Tara.


"Sifat positif itulah aku yang menurunkannya. Aku juga posesif kepada keluargaku. Terutama anak istriku sendiri," ucap kakek Aoyama. "Pilihan Dewa sudah sangat tepat sekali. Aku sangat menyukai cucu menantuku itu."


"Dia adalah wanita yang sangat sederhana pa. Papa kalau tahu siapa Sascha sebenarnya, papa akan terkejut dibuatnya," jelas Tara yang membuat kakek Aoyama tersenyum.


"Papa tahu siapa Sascha sebenarnya. Dia adalah gadis yang sangat sederhana. Meskipun dirinya adalah anak dari seorang pengusaha kaya. Setelah berpisah dari keluarganya, Sas ha sangat menderita sekali di luar sana. Kamu tahu di saat Fewa berpisah dengan Sascha, Dewa tidak mau makan sama sekali. Setiap hari selalu mencarinya. Hidupnya terasa hampa dan kosong," Kakek Aoyama memberitahukan Bagaimana Dewa saat setelah berpisah dengan Aulia.


"Pa, Bagaimana perusahaan raksasa kita digabung sama perusahaannya Gerre?" tanya Tara.


"Tak apa. Aku pernah membicarakan ini sama Gerre. Tapi itu hanya wacana saja. Aku ingin semuanya digabung menjadi satu agar bisa membuka lapangan pekerjaan dengan lebar," jawab Kakek Aoyama.


"Kapan itu kek?" tanya Tara.


"Sekarang aku tanya,Apakah Dewa mau menggabungkan seluruh perusahaannya dengan perusahaan Papa mertuanya itu?" tanya kakek Aoyama balik.


"Dewa mau mau saja," jawab Tara. "Tapi kek, perusahaan Gerre ada masalah besar."


"Aku tahu masalah itu apa? Begitu juga dengan perusahaan kita sendiri. Kita sama-sama dihadapkan oleh orang luar untuk menguasai perusahaan. Yang jadi pertanyaan, Apakah mereka berhak untuk mendapatkan hasil itu?" jawab kakek oyama sambil bertanya kepada Tara.


"Itulah yang aku pikirkan. Jujur saja masalah kita sama masalah Gerre sangat rumit sekali. Orang lain yang tidak memiliki ingin menguasai Perusahaan kita. Sedangkan kita sendiri mempunyai keluarga tidak seperti itu. Pasti Papa sedang memikirkan itu," ucap Tara.


"Ya itu benar. Begitu juga dengan Jayden. Orang itu selalu merongrong meminta upeti Perusahaan kita. Tapi aku tidak pernah memberikannya. Dewa dan lainnya sedang menyelidiki Jayden. Di sinilah kami sedang membutuhkan informasi sangat penting. Begitu juga dengan Gerre, berawal dari Chloe masalah itu terjadi. Ternyata Cathy itu bukan kakak kandungnya. Melainkan orang lain yang tak berhak memiliki apapun dari Khans Company," kakek Aoyama menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Sascha.


"Apakah itu benar?" tanya Tara.


"Ya itu benar. Aku mendapat berita itu dari Devan. Jujur aku tidak menyangka bahwa Cathy ingin menguasai seluruh harta yang dimiliki Chloe. Ternyata kisah ini sangat tertutup rapat agar Chloe tidak mengetahuinya. Tapi semuanya sudah terjadi. Enam bulan ke depan banyak pihak yang mendesak agar Gerre segera memberitahukan ahli waris yang sesungguhnya. Dan kamu tahu siapa biang keladinya?" tanya kakek Aoyama.

__ADS_1


"Maksud Papa apa?" tanya Tara.


"Kamu belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan milik Chloe itu. Ada satu orang yang ingin mendesak Gerre untuk mengumumkan ahli waris itu. Sedangkan dunia tahu kalau Gerre telah kehilangan Aulia. Orang itu cepat-cepat mencalonkan putrinya untuk menjadi ahli waris. Di saat inilah perusahaan Chloe sedang kacau. Setelah ditilik secara mendalam, persyaratan menjadi ahli waris yang utama memiliki darah keturunan dari Soto. Darah Soto dimiliki oleh Chloe. Dengan kata lain Sascha yang wajib duduk di kursi itu. Sedangkan putrinya itu tidak akan bisa mendudukinya," jelas kakek Aoyama yang mengetahui silsilah keluarga Soto.


"Apakah itu benar pa?" tanya Tara.


"Ya itu benar. Maka dari itu Sascha harus hadir di depan media dan mengakui kalau dirinya adalah seorang ahli waris sesungguhnya," jawab kakek Aoyama.


"Ini sangat berat sekali. Sasha akan berhadapan langsung dengan orang itu."


"Ya kamu benar. Ini sangat susah sekali. Orang itu akan memanggil banyak pengacara untuk menyerang Sascha."


"Pengacara yang bagaimana?"


"Pengacara yang sudah disuap olehnya. Jika orang itu sudah menyuap mereka, maka kemungkinan besar mereka bisa mengajukan ke pengadilan dengan cara apapun."


"Ya itu benar. Aku nggak habis pikir, orang-orang seperti itu nggak mau cari kerja dan menghasilkan aset dari keringatnya sendiri. Mereka langsung mengklaim punyanya orang adalah punyanya sendiri."


"Aku harap Sascha bisa menghadapi orang-orang itu dengan kuat."


"Sascha adalah wanita yang sangat istimewa sekali. Bahkan sangking istimewanya Sascha berani melawan orang-orang seperti itu."


"Itu sangat bagus sekali. Jika cucu menantuku itu bisa melawan mereka, aku yakin para pengacara itu mundur satu persatu dan tidak akan mengusik lagi kehidupan keluarga kecil milik Gerre."


"Kalau begitu kita akan membantunya dengan cara memberinya mata-mata untuk Cathy."


"Sangat bagus buat Sascha. Jadi dirinya tidak perlu repot-repot mencari informasi dari pihak lawan. Jika perlu maka kamu harus memberikannya beberapa mata-mata terbaikmu untuk mengawasi Damar dan keluarganya itu."

__ADS_1


"Aku setuju pa. setelah ini kita akan berperang melawan orang-orang serakah."


"Kalau begitu laksanakanlah sekarang. Aku nggak mau melihat cucu menantuku itu tidak mendapatkan apa-apa dari perusahaan milik leluhurnya itu."


"Ini sangat lucu sekali bagiku. Bisa-bisanya Mereka ingin menguasainya. Mereka tidak tahu siapa aku dan Devan."


"Namamu itu cukup terkenal di dunia bawah tanah. Di dunia bisnis Kamu tidak akan terkenal sama sekali."


"Rasanya aku ingin menangis jika tidak ada yang mengenaliku."


"Nggak perlu terkenal. Cukup Dewa saja yang terkenal di dunia bisnis," ledek Kakak Aoyama lalu meninggalkan Tara sendirian sambil bertanya-tanya.


Selesai membuat boneka salju, mereka akhirnya masuk ke dalam rumah. Kemudian Dewa menatap Sascha sambil berkata, "Kamu betah banget sama yang namanya dingin."


"Tapi, aku ingin sekali membuat boneka salju. Keinginanku semenjak dari dulu. Tiba-tiba saja aku teringat pada ibu Nirmala," ucap Sascha.


"Kamu pasti berjanji pada Bu Nirmala kan?" tanya Dewa sambil memeluk Sascha.


"Iya. Jika aku sudah sukses, Aku ingin mengajaknya pergi ke Jepang. Tapi sekarang hanya sebatas khayalan saja. Harusnya aku mengajaknya pergi ke depan tahun ini," jawab Sascha.


"Kamu benar. Janji itu terus terngiang di kupingku. Dan kamu tahu nggak? Aku juga ingin mengajaknya ke sini. Aku nggak pernah bilang ke mereka. Jika aku bilang kepada mereka. Mereka akan menolaknya. Terutama pada Pak Andika. Soalnya jika menyangkut liburan mahal. Pak Andika langsung cemberut."


"Iya kamu benar. Pak Andika adalah pria yang sangat irit sekali. Dia tidak mau membuang-buang uang dengan percuma. Soalnya prinsip Pak Andika itu kita harus berhemat dan tidak boleh boros."


"Aku masih ingat kejadian pas mengajak mereka jalan-jalan ke Bali. Aku pulang ke Jakarta sengaja memakai mobil. Lalu sampai di Nganjuk Pak Andika menatapku tajam. Pak Andika mulai curiga dengan mobil yang aku bawa. Padahal mobil yang aku bawa adalah milikku sendiri."


"Kenapa Pak Andika curiga sama kamu?" tanya Dewa yang penasaran.

__ADS_1


__ADS_2