
"Tanya tentang nenek sihir itu," jawab Daniel.
"Aku sendiri sudah mendapatkan semua informasinya. Dari yang kecil hingga besar. Aku mendapatkan dari istriku dan juga teman hackerku yang bernama Leonardo. Jadi Ngapain juga aku bertanya sama kamu?" tanya Dewa balik.
"Iya deh. Kamu sangat cerdik dari dulu. Aku mengakuinya hingga saat ini," jawab Daniel yang dengan senyum simbolnya itu.
"Apa yang dilakukan oleh nenek sihir itu?" tanya Sascha yang penasaran.
"Dia ingin menggantikan sesuatu. Sesuatu itu adalah dokumenmu yang berganti atas nama Aulia Atmaja. Aku nggak habis pikir dengan si nenek sihir itu. Apakah dia mau ngambil perusahaanmu atau tidak? Soalnya nenek sihir itu suka bergonta-ganti suasana hati yang tidak tentu," jelas Daniel.
"Memang sedari dulu nenek sihir begitu. Lu baru tahu ya si nenek sihir memiliki ketangkasan yang sangat luar biasa karena ulahnya itu," celetuk Bima.
"Gue tahu itu," sahut Dewa.
"Lu mau kerja sama sama gue? Apakah lu mau bekerja sama dengan gue tentang masalah ini?" tanya Dewa yang mengulang perkataannya itu.
"Kalau gue bekerja sama dengan mafia sama aja bunuh diri," ujar Daniel.
Daniel memilih untuk diam dan memikirkan masa depannya. Ia tidak mau bekerja sama dengan mafia. Ia ingin menyelesaikan kasus ini sendirian. Tapi sepertinya masalah ini sangat rumit sekali. Mau tidak mau Daniel menatap wajah Dewa sambil menganggukkan kepalanya.
"Gue Mau kerjasama sama elu tapi ada timbal baliknya. Gue tahu kalau lu adalah bekas pegawainya perusahaan dari DT groups. Gue janji tidak akan membunuh nenek sihir itu. Gue mau menyerahkan nenek sihir Kepolisian. Apa lu paham akan hal ini?" tanya Dewa.
"Apa untungnya buat gue? Kalau nggak untung buat gue males jadinya," tanya Daniel balik.
__ADS_1
"Sangat menguntungkan buat kamu. Aku akan membereskan luka bakarmu itu. Aku segera mencari kamu seorang dokter kulit yang bisa menyembuhkan luka di wajahmu itu. Kalau kamu mau. Kalau kamu nggak mau ya sudah. Aku tidak akan memaksamu untuk kesekian kalinya," ucap Sascha dengan jujur.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Daniel sedikit ketakutan ketika berbicara dengan saja.
"Kamu tinggal membuat dokumen palsu itu dengan baik dan benar," jawab Sascha.
"Maksud aku bukan begitu. Aku memiliki rencana lain lagi. Aku ingin dia memiliki dokumen palsu tersebut. Setelah membuat dokumen palsu itu. Kita bisa memegangnya. Di tanganku dokumen palsu itu bisa dijadikan sebuah bukti. Yang di mana bukti itu bisa menjerat kejahatannya nenek sihir," jelas Dewa.
"Bagaimana dengan dokumen aslinya? Apakah dokumen aslinya berada di tangan Daniel untuk saat ini?" tanya Bima yang penasaran.
"Dokumen yang diberikan oleh Nenek Sihir itu ternyata palsu. Namun dirinya mengatakan kalau Dokumen itu asli. Soalnya aku bekerja sama dengan papanya Aulia,"jawab Daniel yang membuat mereka semua menjadi bingung.
'Lama-lama aku bingung sendiri. Kenapa Papa Mertuaku bekerja sama dengan kamu? Dari mana Papa mertuaku bekerja sama dengan kamu?" tanya Dewa yang memegang kepalanya karena pusing setengah mati.
"Dia sudah mati ketimpa reruntuhan bangunan gedung tua itu. Sampai sekarang aku males mengurusi mayatnya itu. Jadinya aku membiarkan mayatnya itu terkubur di dalam sana," ucap Sascha yang memberitahukan ke mana Cathy berada.
"Apakah itu benar?" tanya Daniel.
"Iya itu benar. Kalau kamu nggak percaya tanyakan saja pada mereka berdua," tunjuk Sascha sambil memandang wajah Dewa dan Bima.
"Yang dikatakan Istriku itu benar. Aku memang sengaja tidak mengurusnya," jelas Dewa.
"Kalau begitu ikutlah bersamaku. Aku ingin meminta penjelasannya semua kepada Papa Gerre," pinta Dewa.
__ADS_1
"Jika aku ikut denganmu bagaimana di sini?" tanya Daniel yang bingung dengan permintaan Dewa.
"Itu Semuanya bisa diatur," jawab Dewa.
"Masalahnya hanya satu yang membuat aku berat untuk meninggalkan tempat ini. Orang itu tiba-tiba saja datang mendadak. Jadi jika aku nggak ada nenek sihir itu akan marah-marah," jelas Daniel yang bingung dengan jawabannya itu.
"Waduh mati aku. Aku bingung dengan jadwal itu. Apa yang harus kita lakukan untuk saat ini?" tanya Dewa.
"Sekarang kenapa tempatmu kotor seperti ini?Seharusnya kamu bisa menyewa tempat yang lebih bersih lagi. Kalau kayak gini aku tidak akan bisa tinggal di sini," jawab Bima.
"Ini hanya bagian depannya saja. Aku sengaja tidak membersihkan tempat ini agar untuk meyakinkan si nenek sihir itu. Jika percaya kalau aku orang miskin. Si nenek sihir itu akan meminta bantuanku," jawab Daniel.
"Namanya juga orang lagi nyamar Bagaimana sih kalian ini. Kalau kalian tahu pekerjaan Daniel itu berat. Jika ketahuan maka semuanya akan menjadi kacau. Aku bisa memaklumi tempat ini. Seperti halnya dengan markas Black Swan ataupun Black Tiger. Tempat kumuh tapi di dalamnya tempat mewah," jelas Sascha yang pintar menganalisis keadaan.
"Yang dikatakan Aulia memang benar. Aku sangat menyukai wanita yang memiliki kecerdasan tingkat tinggi seperti Aulia. Tapi aku berusaha menahannya agar tidak jatuh cinta kepadanya," ucap Daniel.
'',Jangan pernah bermacam-macam denganku. Aku bisa memutar balikan fakta agar kamu berhenti dari pekerjaan kepolisianmu itu," kesal Dewa.
"Masalahnya hanya satu. Aku sudah memiliki seorang istri dan anak. Mereka tidak akan tinggal di sini. Bagiku jika mereka tinggal di sini sangat bahaya sekali. Karena aku sendiri Memiliki pekerjaan yang cukup bahaya," ujar Daniel dengan jujur.
"Sepertinya ada salah satu orang yang berada di sini. Antara kamu atau juga Leo. Soalnya wajah kalian berdua tidak bisa dikenali oleh Nenek Sihir itu," ucap Dewa yang sengaja memberikan tugas untuk mereka.
"Sepertinya itu benar. Jangankan Bima dan Leo. Nenek sihir itu tidak mengenalimu sama sekali. Bahkan Aulia juga dia tidak kenal. Kalian bisa tinggal di sini untuk menggantikan ku sementara waktu. Jujur aku merasa bahagia jika kamu tinggal di sini," jelas Daniel.
__ADS_1
"Kenapa harus kami tinggal di sini?" tanya Dewa.