
"Gara-gara gedung diledakkan oleh Timothy, aku teringat pada gedung tersebut. Aku tidak menyangka kalau gedung itu memang benar-benar dihancurkan. Jika tidak dihancurkan, mungkin saja aku membelinya dan membuat kantor AA GROUPS," jelas Dewa.
"Ya sudah kalau begitu. Lebih baik kita adakan pertemuan saja. Kita omongin Bagaimana enaknya. Kita nggak bisa langsung memutuskan hubungan ini. Apakah layak perusahaan pribadi kamu pantas mendapatkan kantor baru?" ledek Bima yang membuat Dewa kesal.
"Sialan lu jadi orang. Bisa-bisanya lu nggak ngasih pendapat malah menendangku," jawab Dewa.
"Pada awal aku sudah mengatakannya kepadamu tentang kantor AA GROUPS. Kenapa baru kali ini kamu heboh? Seharusnya perusahaanmu berdiri itu ada kantornya terlebih dahulu," jawab Bima.
"Aku memang lupa untuk membangun kantor. Lagian juga saat aku kembali dari Harvard. Aku langsung membangunnya tanpa berkoordinasi terlebih dahulu. Aku sengaja memakai ruangan atas milik D'STARS Inc yang tidak berpenghuni sama sekali. Jadi wajar kalau aku memakainya."
"Tapi nggak gini ya Bambang. Tapi syukurlah, kamu mempercayakan sistem keuangannya ke Eric dan juga Sascha. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan transparan. Sehingga tidak ada kekacauan di mana-mana."
"Iyalah. Mereka adalah orang-orang yang sangat profesional sekali di bakatnya tersebut. Aku sangat bersyukur sekali ketika dikelilingi oleh orang-orang tersebut. Ditambah lagi mereka bekerja dari hatinya."
"Please... Jangan bahas masalah ini terlebih dahulu. Kita harus menyelesaikan masalah yang sedang berlangsung. karena masalah yang sedang berlangsung ini sangat besar sekali. Aku harap kamu paham untuk melakukannya."
"Ya aku paham soal itu. Aku hanya mencari Timothy saja."
"Kenapa kamu ingin mencarinya?"
"Karena aku ingin sekali mencari tahu kebenarannya tentang Papa Devan."
Mata Bima membulat sempurna. Ia tidak menyangka kalau Dewa mencurigainya. Lalu Bima menatap tajam ke arah Dewa.
"Apa maksud kamu? Papa Devan adalah Papa kandungmu. Kenapa kamu ingin menyelidikinya?" tanya Bima.
"Karena aku mulai curiga tentang bapak Devan sebenarnya. Aku ingin Timothy mencari informasi tentang masa lalunya. Kemungkinan besar Papa Devan memiliki kunci tentang mamanya Cathy," jawab Dewa.
"Ayolah bro. Jangan kamu mencurigai papamu sendiri. Lebih baik kamu nggak usah menyelidiki papamu sendiri," uca Bima yang tidak ingin Dewa menyelidikinya.
__ADS_1
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Biarkanlah saja."
"Kamu enak kalau ngomong biarkan saja. Kamu nggak mikir ke depannya bagaimana? Seandainya Papa Devan mengetahuinya. kita nggak perlu susah-susah lagi untuk mendapatkan informasi lebih jauh. kita bisa mengambil kesimpulan dengan cepat dan mengeksekusi orang tersebut."
"Apakah kamu yakin sepenuhnya?"
"Ya aku yakin sepenuhnya. Aku sekarang sedang memakai insting. Sekarang instingku sedang bekerja untuk mencari sesuatu yang bisa untuk dicerna."
"Ya aku tahu itu. Tapi janganlah kamu mulai membuat ulah terhadap papamu sendiri. Takutnya nanti papamu kecewa."
"Aku tidak ingin membuat papa kecewa. Aku hanya mencari keberadaan tentang dengan kebenarannya."
"kalau begitu baiklah. AKu akan mendukungmu. Selama itu benar apa yang bisa membuat memecahkan masalah tentang orang itu."
Dewa menganggukan kepalanya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Bima dan Sascha. Mereka tidak ingin Dewa mencurigai masa lalu Papa Devan. Namun apa dikata, kalau Dewa adalah pria yang keras kepala. Ia akhirnya kembali. lagi ke kamar dan melihat Sascha tertidur lelap.
Dewa mendekati Sascha lalu menghempaskan tubuhnya di samping Sascha. Ia memejamkan mata lalu mulai masuk ke alam mimpi. Hanya beberapa menit kemudian Dewa mendapati mimpi yang sangat aneh sekali. Ia menatap wajah Sascha terkurung di suatu tempat. Lalu ia melihat beberapa orang yang sedang berjaga di depan. Ia membangunkan Sascha lalu memanggil namanya dengan kencang.
Dewa memanggil Sascha berulang kali. Namun ia tidak juga bangun. Ia akhirnya memegang tangan Sascha. Namun Dewa tidak menemukan sama sekali denyut jantungnya.
Matanya beralih ke wajah Sascha. Dewa memandang wajah Sascha yang sangat pucat sekali. Bisa dikatakan wajah Sascha putih. Ia mulai menggoyang-goyangkan tubuhnya Sascha berkali-kali. Namun apa daya, Sascha tidak bangun juga. Di sana Dewa malah menangis dan mengucapkan, jangan pernah tinggalkan aku. Aku masih sangat membutuhkan kamu.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Seorang pria berusia senja masuk dengan membawa senjata api. Ia melihat Dewa dan Sascha. Ia melihat Dewa sambil tertawa terbahak-bahak. Setelah tertawa terbahak-bahak, wanita itu menatap tajam ke arah Dewa.
__ADS_1
"Kebetulan sekali. Aku kedatangan tamu yang tidak berguna seperti dirimu. Kamu bersama Aulia sudah membuat masalah ini sangat kacau," ejek wanita itu.
"Maksud kamu apa?" tanya Dewa yang berdiri.
"Aku memang ingin menghabisi kalian saat ini juga," jawab wanita itu.
"Maksud kamu apa?" tanya Dewa lagi yang tidak paham dengan semuanya.
"Kalian harus paham. Aku sudah mengurus Cathy untuk kalian. Ketika kedatangan Cathy, kalian harus melepaskan Khans Company! Kalian tidak berhak atas semuanya ini!" bentak semua ini.
"Kamu tahu kalau Cathy sekarang sudah berada di neraka," ejek Dewa yang paham atas masalahnya.
"Ya... aku tahu itu. Aku memang sengaja mengobarkan putriku demi mendapatkan perusahaan Khans Company," jawab wanita itu. "Karena sedari dulu aku memang pantas mendapatkannya. Bukan Chloe atau Aulia."
"Di surat itu sudah perjanjian yang telah dibuat oleh leluhur Aulia. Yang mendapatkan surat itu adalah keturunan Atmaja. Jadi Aulia yang berhak mendapatkannya. Kenapa kamu ingin sekali mendapatkannya?"
"Aku memang seorang pembantu di keluarga Atmaja. Kamu tahu ada dendam antara aku dengan kakeknya Aulia. Aku pernah dilecehkan olehnya hingga hamil. lalu aku melahirkan seorang bayi perempuan. Yang dimana bayi itu diberikan nama oleh ibunya Chloe yaitu Cathy. Sebenarnya dia yang berhak untuk mendapatkannya."
Dewa tertawa mengejek wanita tua itu. Bagaimana wanita itu membuat pernyataan yang membuatnya tertawa? Bahkan perkataan itu membuatnya berpikir seribu kali. Mana mungkin kakeknya Aulia melakukan hal tidak baik seperti itu.
"Aku tidak percaya semua ini!" geram Dewa.
"Memang aku sengaja mengarang cerita itu. Hingga akhirnya cerita itu mencuat ke publik. Perusahaan Khans Company mengalami gonjang-ganjing. para investor itu melakukan penarikan uangnya di perusahaannya. Tapi aku. memang bodoh saat itu. Kenapa aku tidak membunuh Chloe?" ucap wanita itu.
"Dia tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik sekali. Bahkan kecantikannya melebihi Cathy. Selain itu juga dia sangat baik kepada semua orang. Aku semakin geram dan ingin marah kepada Tuhan. Tapi aku tidak melakukannya. Buat apa aku marah sama Tuhan? Lalu aku melakukan cara yang licik sekali. Melalui Cathy aku menyuruhnya menjebak Chloe dengan cara mencampurkan obat-obatan perangsang ke dalam minumannya. Aku berharap dia hamil dari seseorang yang aku suruh. Tapi aku sial untuk ke sekian kalinya. Chloe menjatuhkan tubuhnya ke seorang pengusaha yang tampan, dingin dan Playboy. Hingga akhirnya dia hamil."
"Terus aku terkena sial lagi?"
"Iyalah. Secara pengusaha muda itupun mau mengakui bayi yang dikandungnya. Maka lahirlah bayi yang semua orang mengakuinya kalau dia sangat cantik sekali. kalau aku bilang sangat jelek sekali."
__ADS_1
"Lalu kamu itu, jika Chloe mendapatkan seorang bayi yang sangat cantik sekali."
"Iyalah. Aku memang sangat iri sekali. Bahkan aku tidak bisa mendapatkan cucu yang secantik Aulia."