Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TERTANGKAPNYA RISA.


__ADS_3

Selesai menyuntikkan obat itu ke dalam tubuh replika tersebut, Risa tertawa terbahak-bahak. Ia tahu bahwa obat itu sedang bekerja menggerogoti organ dalam tubuh Aoyama palsu.


Setelah itu Risa mengambil pisau dapur besar di dalam tasnya. Ketika Riza mengangkat pisau itu, salah satu pengawal dari Dewa mendekatinya secara diam-diam dan memukul kepala Risa dengan memakai tongkat baseball yang sudah disediakannya. 


Bugh. 


Risa akhirnya pingsan dan menutup matanya. Lalu pengawal itu melemparkan tongkatnya ke sembarang arah. Dengan cepat sang pengawal  mengambil tubuh Risa dan membawanya seperti karung beras keluar dari ruangan tersebut. 


Di ruangan lain Sascha dan Dewa melihat bagaimana Risa mengeksekusi korbannya. Jujur Sascha sangat kesal dengan Risa memiliki jiwa psikopat. Bisa-bisanya Risa menyuntikkan obat itu dan ingin memotong-motong tubuh orang tersebut hingga kecil. Satu kata dari Sascha adalah kejam. 


Begitu juga dengan Dewa, Dewa tidak akan membiarkan sang kakek mati konyol seperti itu. Untung saja Dewa memiliki kekuatan tersendiri. Yang artinya Dewa Sudah memegang organisasi milik sang mama agar bisa melindungi seluruh keluarganya itu.


Dewa akhirnya menatap wajah Sascha sambil berkata, "Dia sangat kejam sekali. Kejamnya melebihi aku. Aku menjadi manusia tidak sekejam itu. Ingin rasanya aku ingin membunuhnya."


"Aku pun sama. Kenapa Risa bisa melakukan seperti itu? Motifnya ingin mengambil harta seseorang dengan cara yang kejam. Aku tidak menyangka kalau Risa sangat pandai sekali menyembunyikan pekerjaannya itu," kesal Sascha yang sudah tidak peduli lagi dengan Risa.


"Untung saja bisa merebut Billi darimu. Jika tidak merebutnya kamu yang akan menderita olehnya. Kalau begitu lepaskanlah saja Billi dari tanganmu," pinta Dewa.


"Aku memang sudah melepaskannya. Kenapa aku harus mengharapkan Billi kembali ke pelukanku? Andaikan dia kembali, aku memutuskan untuk tidak bersamanya. Kemungkinan besar aku akan tinggal di Finlandia atau Swiss untuk menjalani hidup yang normal. Kamu tahu kan masalah penculikan itu? Aku tidak akan rela mereka hidup bahagia. Cepat atau lambat mereka harus merasakannya," ucap Sascha yang membuat Dewa terkesima.


Selesai membawa tubuh Risa pengawal itu menghubungi Dewa untuk segera ke markas. Dewa pun menyetujuinya dan menarik tangan Sascha pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Dalam perjalanannya Dewa menyuruh pasukan khusus untuk mengejar Anggoro dan Melly. Mereka berdualah adalah biang keladi yang selama ini membuat Sascha menderita. 


Sesampainya di markas Dewa dan Sascha disambut oleh beberapa pengawal yang berjaga. Mereka menunduk dan tidak ingin menatap wajah Dewa. Sebelum sang ketua pengawal menyapa Dewa, Dewa langsung membubarkannya. Ia sangat malas kali saat masuk ke markas selalu disambut. Padahal Dewa ingin sekali menjadi orang biasa bukan ketua mafia. Meskipun begitu aturan yang dibuat oleh Tara harus dipenuhinya. Mau tidak mau mereka harus menyetorkan mukanya agar tidak menjadi masalah besar.

__ADS_1


"Apakah kakek Aoyama sudah datang?" tanya Dewa dengan serius.


"Sudah tuan. Mereka sudah berada di dalam," jawab salah satu pengawal tersebut.


 


Akhirnya Dewa membawa Sascha ke ruangan khusus yang diperuntukkan untuk keluarga besar. Selain itu juga ruangan khusus itu dibuat untuk melakukan pertemuan antar anggota Black Tiger. Di sisi lain ruangan itu tidak menyeramkan. Malahan ruangan itu sangat bersih dan rapi. Dewa sengaja mendesain ruangan itu dengan mewah namun terkesan sederhana. Selain itu juga ruangan tersebut dicat warna putih didominasi oleh gold. Gold yang dipakai adalah emas sesungguhnya. Mau tidak mau Dewa harus mengambil uangnya lebih dalam lagi. Akan tetapi itu tidak jadi masalah buat Dewa. Dirinya memiliki jiwa seni yang mumpuni.


Memang benar apa yang dikatakan oleh para pengusaha, Dewa itu sebenarnya orang gila. Gilanya suka merancang hal yang di luar nalar. Setiap mempunyai ide Dewa tidak pernah meleset sama sekali. Karena Dewa sudah memperhitungkannya terlebih dahulu.


Kemampuan yang dimiliki Dewa itu sangat luar biasa. Pria bertubuh kekar itu sudah menganalisis rencana rugi untungnya terlebih dahulu sebelum bekerja. Makanya AA Groups yang baru dibangun langsung melesat pesat seperti roket. Jujur dengan keahliannya itu Dewa membuat perusahaan pribadinya menjadi besar.


Bagaimana dengan keluarga besarnya itu? Mereka sudah tahu keajaiban tangan Dewa. Mereka mengakui kalau Dewa memiliki jiwa bisnis sejak kecil. Untung saja Dewa hidup dalam lingkungan bisa dikatakan sangat epic sekali. Itulah Dewa suami dari saja alias Aulia.


Di apartemen mewah Anggoro dan Melly sedang berduaan. Mereka tidak tahu kalau Sang Putri sudah tertangkap tangan oleh Dewa. Jujur mereka tidak mengenal siapa itu Dewa? Karena mereka berdua tidak memperdulikan soal itu. Yang penting ingin menguasai aset korban selanjutnya.


Sedangkan Bima menemukan tempat yang tertutup belum sempat digeledah oleh mereka. Dengan instingnya Bima mendekati ruangan itu dan mendobrak pintu tersebut hingga terbelah menjadi dua.


Anggoro yang selesai meminum wine tersebut sangat terkejut. Begitu juga dengan Melly, mereka mendengar suara ribut-ribut dan tersenyum sumringah. Mereka pikir kalau Risa sudah berhasil menghabisi kakek Aoyama.


Namun nasib mereka sangat sial sekali untuk hari ini. Mereka sadar akan kedatangan beberapa pengawal memakai baju serba hitam. Mereka terkejut atas lambang yang berada di dada sebelah kiri dengan tulisan Black Tiger. Kedua tubuh orang tersebut langsung lemas dan tidak bisa bicara sama sekali. Hingga akhirnya mereka dibawa oleh Bima dan para pengawalnya itu.


Penangkapan hari ini tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra. Mereka sudah ketakutan dan menyerah. Di mata mereka Black Tiger adalah organisasi bawah tanah yang sangat menyeramkan sekali. Sekali diusik mereka tidak akan pernah mau memaafkan. Apalagi yang mengusiknya itu adalah musuh bebuyutannya.

__ADS_1


Malam itu juga Bima langsung membawanya ke markas rahasia. Dengan senyum sumringahnya Bima tidak perlu memukulnya terlebih dahulu. Mereka langsung menyerahkan dirinya tanpa perlu melawan.


Sepanjang perjalanan menuju markas, Bima menjadi bingung oleh mereka. Selama menangkap musuh beberapa dari mereka langsung menyerang pasukan khusus Black Tiger. Jujur Bima harus mencari informasi sesungguhnya.Ada apa dengan Anggoro dan Melly ketika bertemu dengan Black Tiger langsung tunduk setengah mati?


Bagaimana dengan Anggoro dan Melly? Mereka tidak bisa ngapa-ngapain lagi. Mau kabur jauh sudah tidak bisa. Mau menghilang memangnya Naruto yang memiliki jurus seribu bayangan? Sepertinya itu tidak mungkin. Kemudian mereka tersadar dan menatap Bima sambil bertanya, "Kenapa kami ditangkap? Apa salah kami?" 


"Kamu nggak tahu soal kamu itu apa?" tanya Bima yang tidak tertawa sama sekali alias datar sedatar jalan aspal.


"Jujur aku nggak tahu kenapa kamu menangkap kami?" tanya Anggoro. 


"Jika kamu ingin tahu diamlah terlebih dahulu. Sebentar lagi ketua ku yang akan mengurus kalian. Apakah kamu mau?" tanya Bima dengan santai. 


"Bukankah ketua mu adalah seorang perempuan yang berusia sama dengan kami?" tanya Melly kegirangan. 


"Diamlah kalian!" bentak Bima kepada Melly.


"Kenapa kami harus diam? Bukankah kami tidak bersalah kepada kalian? Jika kami salah katakanlah," jawab Anggoro yang tidak terima diminta oleh Bima.


"Percuma ngomong sama orang yang anggapannya benar terus di mata dunia. Padahal dirinya sendiri salah. Di sinilah sama orang percaya sama kalian. Kamu paham apa maksudku?" Tanya Bima sambil menatap Anggoro dan Melly secara bergantian.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kamu nggak punya sopan kepada orang tua? Jika tanganku tidak terikat, aku sudah mencolok matamu itu!" geram Anggoro yang tidak terima dipandangi oleh Bima.


"Sekalinya sombong tetap sombong ya. Bisa nggak kedepannya diturunkan sedikit? Kalau nggak bisa itu adalah cerminan kalian. Jujur selama ini orang-orang nggak mau berteman sama kalian. Mereka takut berteman sama kalian karena kalian adalah lintah darah. Diam-diam kalian mendekatinya lalu mengambil hartanya satu persatu. Mode seperti itu adalah modus yang basi buatku. Dalam hitungan detik Aku bisa membaca kalian. Gue peringatin saya lagi, lu jangan sombong jadi orang!" Ujar Bima yang masih datar dengan nada bicaranya itu.

__ADS_1


"Gue nggak sombong soal itu! Tapi lunya aja yang gak tau sopan sama gue?" tanya Melly hingga membuat Bima sangat jengah melihat mereka.


"Apa itu tidak kebalik buat kalian? Seharusnya kalian memiliki sopan santun terhadap orang yang lebih tua," tanya Bima.


__ADS_2