Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Tertangkapnya Damar.


__ADS_3

“Ya.... Ini aku sebenarnya. Kenapa kamu kok kaget seperti itu?” tanya Sascha.


“Aku enggak kaget. Aku hanya terkejut melihat kamu,” jawab Damar dengan berpura-pura.


“Cih... pake berpura-pura. Kenapa juga kamu berpura-pura? Bukannya kamu harus melakukan perebutan aset itu di hadapanku?” Tanya Sascha. “Sebenarnya kamu itu sangat aneh sekali. Saking anehnya bisa-bisanya kamu hanya sebagai pegawai saja. Ingin merebut aset Khans Company. Yang di mana perusahaan itu tidak ada campur tangan dari siapapun. Perusahaan itu campur tangannya dari papaku sendiri. Kenapa kamu ikut-ikutan seperti itu? Rasanya ini tidak adil buat aku? Apakah kamu terpengaruh oleh penjahat perempuan itu? Tapi sayang nyawanya sekarang sedang terancam di tanganku sendiri.”


Mata Damar membulat sempurna. Apa yang dikatakan oleh Sascha sepenuhnya itu benar. Entah dari mana Damar mulai kesal dengan keadaan Sascha. Ditambah lagi Sascha sudah mengetahui gerak-geriknya.

__ADS_1


“Aku hanya memberikan kamu waktu sekali saja untuk mengakui semuanya. Jika tidak kamulah orang yang pertama yang akan aku jebloskan ke dalam penjara dengan tanganku ini. Jika kamu masih mengelak aku sudah memiliki barang buktinya itu,” ucap  Sascha yang mulai mengancam keberadaannya.


“Aku tidak takut dengan ancaman kamu itu. Aku ingin melihat kamu pergi meninggalkan bumi ini sekarang juga. Karena masa kontrakmu di bumi ini sudah habis,” ujar Damar Yang ingin sekali mencabut nyawa Sascha.


“benarkah itu? Kamu itu sangat lucu sekali. bisa-bisanya dari Amerika ke sini hanya untuk mencabut nyawaku? Nggak ada kerjaan lain apa! Bagaimana jika ancamanmu tidak berlaku buat aku? Apakah kamu masih mau mengejarku seperti ini!” tanya Sascha yang menahan tawanya karena ancaman Damar tidak dihiraukan.  “ Jujur... Baru kali ini ada seorang pengangguran yang mengejarku sampai ke sini hanya untuk mencabut nyawaku sendiri. Ah sudahlah... Aku sudah males berdebat denganmu. Aku ingin pergi dari hadapanmu sekarang juga.”


Untung saja kaki Sascha sangat panjang sekali. Otaknya mulai berpikir agar bisa menyerang Damar dengan elegan. Ia langsung mengangkat kakinya dan menendang samping perutnya itu. Dengan kata lain kaki wanita itu mengenai tulang rusuk milik Damar.

__ADS_1


Belum sempat mengeluarkan suara tembakan, Damar langsung tersungkur. Sascha tersenyum lucu dan mendekati Damar. Kemudian Sascha menatap wajah Damar yang menahan kesakitan, “Sudah aku katakan. Jangan sekali-sekali kamu menyerangku seperti itu. Tendangan ini hanyalah refleks untuk melepaskan diri dari musuh seperti kamu.”


Damar tidak bicara namun hatinya sangat kesal sekali. Ingin rasanya Damar membunuh Sascha saat ini juga. Namun rencana pembunuhan Damar gagal total. Padahal dirinya sudah menyusun rencana ini sejak lama.


Para pengawal yang dipanggil oleh Marty segera turun dari mobil dan mendekatinya. Mereka membentuk suatu lingkaran untuk melindungi Sascha. Tanpa basa-basi Sascha menyuruh mereka menangkap damar dan menaruhnya di ruangan bawah tanah. Mereka pun menjawab dengan serempak. Kemudian mereka mengamankan Damar dan mengajaknya ke ruangan bawah tanah yang berada di villa milik Bima.


Untung saja hari ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun Sascha jarang sekali berlatih, namun otot-ototnya masih sangat kuat sekali. Sascha menyerang Damar tanpa harus menghitungkan segala resiko yang berada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2